Paradoks Ruang Digital: Mengapa Kebebasan Berpendapat Picu Krisis Etika? Ini Kata Pakar

Paradoks Ruang Digital: Mengapa Kebebasan Berpendapat Picu Krisis Etika? Ini Kata Pakar

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Perkembangan teknologi digital membuka ruang kebebasan baru bagi masyarakat dalam menyuarakan suara, menyampaikan pengalaman, hingga mengawasi kekuasaan. Namun, di balik peluang tersebut, muncul persoalan lain yang tak kalah serius dalam era keterbukaan yaitu menciptakan krisis etika dalam ruang digital. Dosen mata kuliah Media dan Budaya Siber Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Mulia Ramadhan Fauzani, S.I.Kom., M.Sc., menyebut kondisi ini sebagai paradoks era digital.

Menurut Mulia, digitalisasi membawa demokratisasi informasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Media sosial memungkinkan memberikan peluang kepada siapa pun dalam menyampaikan apa yang mereka lihat, rasakan, dan alami. “Digitalisasi menghadirkan demokratisasi. Siapa pun bisa melaporkan apa yang dia alami, apa yang dia lihat, dan apa yang dia rasakan,” ujarnya, Rabu (11/3)

Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Mulia Ramadhan Fauzani, S.I.Kom., M.Sc.,

Fenomena ini pernah terlihat dalam berbagai gerakan sosial global. Ia menyinggung gelombang protes masyarakat di negara-negara Arab pada awal 2010-an yang memanfaatkan media sosial untuk mengekspresikan kekuatan publik. Di Indonesia, ruang digital juga menjadi tempat generasi muda menyuarakan kritik terhadap kebijakan negara.

Namun kebebasan itu, kata Mulia, berjalan beriringan dengan munculnya krisis adab di ruang digital. Ia menilai kekerasan yang sebelumnya terjadi secara fisik kini berpindah ke dunia maya dalam bentuk kekerasan mental. “Di dunia digital kekerasannya bukan lagi kekerasan fisik, tapi kekerasan mental,” katanya.

Berbagai bentuk dapat dilihat dalam praktik-praktik cyberbullying, ujaran kebencian, hingga fenomena cancel culture yang sering terjadi di media sosial. Bahkan, kata dia, tidak jarang publik memperdebatkan pendapat medis dari seorang dokter yang jelas memiliki expertise skill di bidangnya.

Data global juga menunjukkan persoalan tersebut. Dalam survei kesantunan digital yang pernah dirilis Microsoft dalam studi tahunannya, “Civility, Safety, and Interactions Online – 2020” – bersama dengan temuan dari Digital Civility Index (DCI) 2020., Indonesia tercatat berada di peringkat 29 dari 32 negara yang disurvei, bahkan menjadi yang terendah di kawasan Asia Pasifik. Temuan itu memperlihatkan bahwa persoalan etika bermedia di Indonesia masih menjadi tantangan besar.

Meski demikian, Mulia menilai persoalan ini tidak sepenuhnya berasal dari karakter masyarakat. Ia melihat ada banyak lapisan penyebab, mulai dari kultur sosial hingga lemahnya regulasi yang mengatur ruang digital. Dalam konteks ini, ia mengapresiasi langkah pemerintah yang membatasi penggunaan media sosial bagi anak di bawah umur sebagai upaya melindungi generasi muda dari konten negatif.

Akan tetapi menurutnya, kebijakan tersebut tidak cukup jika tidak disertai dengan penguatan literasi digital masyarakat. Ia menilai anak-anak tetap bisa mengakses media sosial melalui perangkat milik orang tua sehingga persoalan utamanya tetap pada kemampuan masyarakat memahami dan menyaring informasi.

“Pemerintah juga harus membekali masyarakat supaya bisa mandiri menavigasi diri mereka di dunia digital,” ujarnya.

Mulia juga menyoroti fenomena buzzer dan bot di media sosial yang bekerja secara terstruktur, sistematis, dan masif, terutama pada momentum politik seperti pemilu. Konten yang diproduksi sering kali dirancang untuk memancing kemarahan publik melalui informasi yang tidak utuh.

Di tengah kondisi tersebut, ia menilai literasi digital menjadi kunci bagi masyarakat untuk menghadapi dinamika ruang digital. Pengguna media sosial perlu belajar memeriksa sumber informasi, menilai kredibilitas media, serta memahami kelengkapan data sebelum mempercayai suatu konten.

Bagi Mulia, ruang digital Indonesia sebenarnya masih relatif terbuka dibandingkan beberapa negara lain yang lebih ketat membatasi ekspresi warganya. Namun dalam beberapa tahun terakhir, ia melihat munculnya gejala yang mengkhawatirkan, mulai dari meningkatnya pengawasan digital hingga maraknya kejahatan siber seperti penipuan digital, pinjaman online ilegal, dan judi daring.

Karena itu, menurutnya, perbaikan ruang digital tidak bisa hanya mengandalkan regulasi semata. Diperlukan kesadaran kolektif masyarakat untuk membangun budaya bermedia yang lebih beretika. Tanpa itu, ruang digital berpotensi terus menjadi cermin sisi gelap masyarakat yang sebelumnya tersembunyi di dunia nyata. (ARP/Humas)

Rektor UMS Tekankan Peran Strategis Ormawa demi Wujudkan Kampus Unggul

Rektor UMS Tekankan Peran Strategis Ormawa demi Wujudkan Kampus Unggul

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan agenda Silaturahmi dan Sarasehan antara pimpinan universitas dengan Organisasi Mahasiswa Tingkat Universitas (Ormawa-U) pada Rabu (11/03).

Kegiatan yang berlangsung hangat ini dipusatkan di Pelataran Griya Mahasiswa serta Ruang Meeting Besar Lantai 3 Griya Mahasiswa UMS, dengan dihadiri pimpinan universitas, pembina Ormawa, serta perwakilan pengurus Ormawa tingkat universitas.

Hadir dalam kegiatan tersebut Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., Wakil Rektor I Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., serta Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi (DKPTI) Ir. Ahmad Kholid Alghofari, S.T., M.T.. Forum ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus dialog antara pimpinan kampus dengan mahasiswa organisatoris untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan kegiatan kemahasiswaan di lingkungan universitas.

Ir. Ahmad Kholid Alghofari, S.T., M.T., menyampaikan pesan reflektif mengenai pentingnya memaknai waktu dengan sebaik-baiknya. Ia mengingatkan seluruh fungsionaris Ormawa untuk senantiasa mengingat nilai zikrul maut sebagai pengingat agar masa kepengurusan di organisasi dimanfaatkan untuk memperbanyak amal kebaikan serta memberikan kontribusi nyata selama mengemban amanah kepemimpinan.

Senada dengan hal tersebut, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., memberikan motivasi terkait amanah kepemimpinan mahasiswa. Ia menegaskan bahwa para fungsionaris Ormawa memiliki peran krusial dalam mendukung visi kampus yang unggul melalui berbagai capaian prestasi di bidang masing-masing.

“Jaga amanah ini dengan baik. Saya mendorong rekan-rekan untuk terus menggerakkan anggotanya agar meraih prestasi di bidang masing-masing, sehingga Ormawa menjadi wadah lahirnya talenta-talenta berprestasi yang membanggakan universitas,” ujarnya, Jumat (13/3).

Pada puncak acara, tausiyah disampaikan oleh Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum. Ia menegaskan bahwa mahasiswa organisatoris harus menjadi penggerak utama dalam mewujudkan visi dan misi universitas. Salah satunya melalui dukungan terhadap gerakan Kampus Zero Waste dengan membangun budaya menjaga kebersihan lingkungan kampus sebagai bagian dari implementasi nilai keimanan.

Selain itu, Harun juga mengingatkan agar momentum bulan Ramadan dimanfaatkan untuk menjaga kesucian pikiran, kebersihan hati, serta keikhlasan dalam beramal. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, perlu terus dijaga konsistensinya bahkan setelah bulan suci berakhir.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi sarasehan dan dialog antara pimpinan universitas dengan perwakilan Ormawa tingkat universitas. Forum ini menjadi ruang diskusi terbuka untuk menyampaikan aspirasi, berbagi gagasan, serta memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan aktivitas kemahasiswaan yang berdampak bagi kampus maupun masyarakat luas. (Zein/Humas)

Wujud Syukur Ramadan: UMS Berbagi Kebahagiaan dengan Ratusan Tenaga Harian Lepas

Wujud Syukur Ramadan: UMS Berbagi Kebahagiaan dengan Ratusan Tenaga Harian Lepas

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar pengajian Ramadan dan pembagian bingkisan bagi tenaga outsourcing dan tenaga harian lepas (THL) di Masjid Pesma Kampus 4 UMS, Jumat (13/3). Kegiatan ini diikuti 787 pekerja yang selama ini turut mendukung operasional kampus.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menyampaikan apresiasi atas kontribusi para tenaga pendukung yang selama ini bekerja bersama civitas academica dalam memajukan universitas. Kegiatan pengajian ini juga menjadi momen silaturahmi sekaligus penguatan spiritual di bulan suci Ramadan.

“Mudah-mudahan Ramadan ini mampu menjernihkan pikiran kita semuanya, mampu meningkatkan kesucian hati, dan meningkatkan keikhlasan dan ketulusan dalam beramal,” ungkapnya.

Harun mengajak seluruh peserta untuk bekerja secara profesional dan penuh tanggung jawab sesuai amanah yang diberikan. setiap pekerjaan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh kesadaran akan nilai ibadah.

Ia menekankan bahwa pekerjaan yang dilakukan tidak hanya dinilai oleh atasan, tetapi juga oleh Allah SWT. Karena itu, semangat bekerja harus dilandasi kejujuran dan tanggung jawab, bukan semata-mata karena adanya pengawasan.

“Kita bekerja tidak hanya dinilai oleh atasan kita tapi juga Allah,” kata Harun.

Menurut Harun, perkembangan UMS dalam beberapa tahun terakhir tidak lepas dari kerja sama seluruh elemen yang ada di kampus. Saat ini, UMS telah memiliki 81 program studi dan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan layanan pendidikan.

Seiring dengan perkembangan tersebut, jumlah tenaga pendukung juga bertambah. Dari sebelumnya 487 tenaga outsourcing dan THL, kini jumlahnya meningkat dengan tambahan sekitar 300 pekerja.

Ia menyebut hal tersebut sebagai kekuatan bersama dalam memajukan universitas. “UMS ingin lari jauh dan bersama-sama, UMS tidak ingin lari cepat tapi sendirian. Terima kasih atas kerja sama dan sengkuyungannya, yang bersama-sama dengan semua civitas academica memajukan universitas ini menjadi universitas yang mampu memberikan kebermanfaatan,” ujarnya.

Melalui kebersamaan dan kerja keras seluruh pihak, ia berharap universitas yang dicintai bersama itu dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Agar UMS yang kita cintai ini menjadi universitas yang makin maju dan makin bermanfaat,” katanya.

Di akhir kegiatan, Harun juga mendorong para pekerja untuk tetap bersemangat dalam menjalankan tugas serta memaksimalkan kinerja. Ke depan, UMS juga berencana memberikan apresiasi kepada para pekerja berdasarkan kinerja yang ditunjukkan.

Sementara itu, Wakil Rektor III UMS Dr. Mutohharun Jinan memberikan tausyiah dengan menyampaikan HR. Thabrani, No: 891, dan Baihaqi, No: 334.

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلًا أَنْ يُتْقِنَهُ

Yang artinya sesungguhnya Allah SWT itu menyertai kita yang bekerja yang berbuat itu dikerjakan secara sungguh-sungguh.

“Tuntas dikerjakan sesuai dengan tugas-tugasnya yang diamanahkan. Bapak Ibu sekalian di kampus kita ini sudah mendapatkan amanah untuk menuntaskan pekerjaan sesuai dengan pekerjaan kita masing-masing,” kata Mutohharun Jinan.

Menurutnya, apabila pekerja mendapatkan amanah sebagai satpam atau keamanan maka harus betul-betul amanah menjaga keamanan. Begitu pula dengan penjaga kebersihan, dan pekerja lainnya.

Salah satu pekerja UMS, Fitri Hastuti mengaku sudah mencintai UMS terutama dengan lingkungannya yang ramah. Fitri bekerja di SPPG UMS di Karangasem pada bagian persiapan, yang bertugas untuk meracik makanan.

“Kita kerja di UMS ini kerasa nyaman. Dari UMS nya kita juga merasa cocok, cara mengajarnya, cara sosialisasinya, cara adaptasi lingkungannya oke,” ujar Fitri.

Ke depan ia ingin bisa terus bekerja bersama dengan UMS hingga habis kontrak, lalu apabila memungkinkan, ketika habis kontrak maka akan dipekerjakan di dapur UMS.

“Kita berharap UMS semakin maju dan besar ke depannya,” tutup Fitri. (Maysali/Humas)

Tanamkan Karakter Religius, Siswa KB/TK Aisyiyah Cekel Gelar Simulasi Salat Idulfitri

Tanamkan Karakter Religius, Siswa KB/TK Aisyiyah Cekel Gelar Simulasi Salat Idulfitri

muhammadiyakaranganyar.or.id, KARANGANYAR – muhammadiyakaranganyar.or.id, KB/TK Aisyiyah Cekel Karangturi, Gondangrejo, Karanganyar, sukses menyelenggarakan kegiatan simulasi salat Idulfitri pada Jumat (13/3/2026). Bertempat di Aula Kampus II, agenda ini diikuti oleh seluruh peserta didik mulai dari Kelompok Bermain (KB), TK A, hingga TK B dengan pendampingan penuh dari para guru.

Kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari kurikulum praktik keagamaan. Tujuannya adalah memperkenalkan tata cara ibadah sunnah khas Lebaran kepada anak-anak sejak usia dini. Melalui simulasi ini, para siswa diajak memahami esensi kemenangan setelah menjalani ibadah puasa Ramadan dalam suasana yang menyenangkan namun tetap edukatif.

Suasana khidmat mulai terasa sejak pagi saat suara takbir menggema di lingkungan sekolah. Dipandu oleh para guru, seluruh siswa melantunkan kalimat takbir secara bersama-sama. Keceriaan terpancar dari wajah para peserta didik yang antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan, seolah benar-benar berada di pagi hari raya yang fitri.

Memasuki inti acara, simulasi salat Idulfitri dilaksanakan secara berjamaah. Bertindak sebagai imam sekaligus khatib adalah Ustaz Budiyanto, M.Pd. Dalam prosesi tersebut, anak-anak diajarkan gerakan salat secara tertib, terutama mengenai teknis takbir tambahan yang menjadi ciri khas utama salat Idulfitri dibandingkan salat wajib lima waktu.

Para guru yang bertugas senantiasa sigap mendampingi di sisi para siswa. Hal ini dilakukan guna memastikan setiap anak dapat mengikuti tahapan salat dengan benar serta melatih sikap disiplin dan kekhusyukan saat beribadah di dalam saf.

Seusai salat, Ustaz Budiyanto, M.Pd. menyampaikan tausiah singkat bertajuk “Orang yang Beriman dan Bersyukur”. Ia menjelaskan bahwa sosok muslim yang beriman sejati adalah mereka yang senantiasa mensyukuri nikmat Allah Swt. dalam setiap keadaan.

Pihak sekolah menegaskan bahwa pembelajaran berbasis praktik langsung seperti ini jauh lebih efektif bagi anak usia dini. Selain memberikan pengalaman yang membekas, simulasi ini diharapkan mampu membentuk karakter religius dan disiplin pada diri siswa.

Melalui momentum ini, KB/TK Aisyiyah Cekel berharap nilai-nilai keislaman tidak hanya menjadi teori, tetapi menjadi bagian dari identitas anak-anak saat tumbuh dewasa nanti. Kebersamaan dan kegembiraan dalam beribadah diharapkan menjadi fondasi kuat dalam membangun generasi yang bertakwa.

Aksi Nyata Ramadan, TK Aisyiyah 15 Jaten Gandeng LazisMu Salurkan 51 Paket Sembako untuk Warga

Aksi Nyata Ramadan, TK Aisyiyah 15 Jaten Gandeng LazisMu Salurkan 51 Paket Sembako untuk Warga

muhammadiyakaranganyar.or.id, KARANGANYAR – Memasuki pertengahan bulan suci Ramadan 1447 H, TK Aisyiyah 15 Jaten kembali menebar kemanfaatan melalui agenda sosial bertajuk “Gelas Bakti Sosial: Ramadhan Penuh Berkah”. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (12/3/2026) ini menyasar warga di sekitar lingkungan sekolah yang membutuhkan dukungan ekonomi.

Bekerja sama dengan LazisMu Kabupaten Karanganyar, pihak yayasan, serta para donatur, sekolah berhasil menghimpun dan membagikan sedikitnya 51 paket sembako. Setiap paket senilai kurang lebih Rp100.000 tersebut disalurkan kepada para lansia, dhuafa, wali murid kurang mampu, janda, hingga yatim piatu.

Kepala TK Aisyiyah 15 Jaten, Yuni Sulistyowati, S.Pd., mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas terselenggaranya acara ini. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program tahunan tersebut. Selain didukung penuh oleh LazisMu, TPQ Baiturrahman yang bernaung di bawah yayasan yang sama turut terjun langsung mensukseskan acara, dibantu oleh panitia dari unsur wali murid.

“Kami sangat bersyukur kepada Allah dan berterima kasih kepada LazisMu Karanganyar, yayasan, serta seluruh donatur. Penting bagi kami untuk menanamkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama sejak dini, terutama bagi mereka yang berada di lingkungan terdekat kita,” ujar Yuni Sulistyowati, S.Pd. dalam sambutannya.

Program Gelas Bakti Sosial ini bukan merupakan agenda baru, melainkan program rutin tahunan yang telah konsisten dilaksanakan sejak tahun 2023. Tahun ini menandai pelaksanaan tahun ketiga, yang sengaja ditempatkan pada bulan Ramadhan untuk menjemput keberkahan yang berlipat.

Hal menarik dalam kegiatan ini adalah teknis penyaluran sembako untuk kategori lansia. Panitia mengajak para murid TK Aisyiyah 15 Jaten melakukan kunjungan langsung ke rumah-rumah warga (door to door). Langkah ini diambil sebagai wujud kepekaan sosial sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada anak didik dalam berinteraksi dan membantu sesama.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini berlangsung meriah dan khidmat. Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh siswa Kelompok A, disusul dengan penampilan tarian “Marhaban Tiba” yang dibawakan dengan penuh semangat oleh anak-anak Kelompok B.

Hadir dalam agenda tersebut Pengawas TK Kecamatan Jaten, Dwi Widi Astuti, S.Pd.; Ketua PCA Jaten, Sri Atmini, S.Pd.; Ketua Yayasan TK Aisyiyah 15 Jaten, Surtini Puji S.Pd.MM.; Kepala Dusun Kismorejo Jumok, Helsa Iris Yosanta; serta tokoh masyarakat Kismorejo, Sri Hartatik.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh para tamu undangan kepada penerima manfaat sebelum dilanjutkan dengan penyisiran ke rumah-rumah warga. Melalui kegiatan ini, TK Aisyiyah 15 Jaten berharap tidak hanya mencetak generasi emas yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan berdampak positif bagi lingkungan sosial di masa depan.