Berita, PCM Gondangrejo
muhammadiyakaranganyar.or.id, GONDANGREJO – Semangat spiritual warga Desa Wonosari tampak membara pada Ahad (10/5/2026) pagi. Sebanyak 250 jamaah memadati Balai Desa Wonosari untuk mengikuti agenda rutin Pengajian Ahad Pagi Pekan ke-2 yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Wonosari, Cabang Gondangrejo.
Menghadirkan Ketua MUI Kebakkramat, Ustaz H. Sukma Mujahid sebagai pemateri utama, pengajian kali ini mengangkat tema yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari, yakni “Pahala Shalat Berjamaah Subuh dan Mendatangi Majelis Ta’lim”. Kehadiran Sukma disambut hangat oleh jamaah yang sudah berkumpul sejak fajar menyingsing.

Dalam tausiyahnya, Sukma menekankan bahwa shalat Subuh berjamaah merupakan tolak ukur kekuatan iman seorang Muslim sekaligus sumber keberkahan hidup. Beliau menjelaskan bahwa langkah kaki yang diayunkan menuju masjid di waktu gelap akan menjadi cahaya yang sempurna pada hari kiamat kelak.
Selain membahas tentang shalat, Sukma juga menguraikan betapa mulianya orang-orang yang meluangkan waktu untuk mendatangi majelis ilmu. Menurutnya, majelis ta’lim adalah taman surga di dunia yang mampu mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan pemahaman agama secara komprehensif. Beliau menambahkan bahwa setiap langkah menuju tempat pengajian akan menggugurkan dosa-dosa kecil dan mengangkat derajat seseorang di sisi Tuhan.

Antusiasme warga terlihat sangat tinggi sepanjang acara berlangsung. Kegembiraan terpancar dari wajah jamaah yang hadir dari berbagai latar belakang usia. Tidak hanya mendapatkan siraman rohani, kesadaran berinfaq jamaah juga patut diacungi jempol. Panitia mencatat total infaq yang terkumpul pada pagi tersebut mencapai Rp. 997.500. Dana ini nantinya akan dikelola untuk mendukung berbagai kegiatan dakwah dan sosial PRM Wonosari.
Ketua panitia penyelenggara menyatakan bahwa pihaknya sangat bersyukur atas membludaknya jumlah kehadiran warga. Ia menyebutkan bahwa sinergi antara ulama dan umara di wilayah Gondangrejo menjadi kunci suksesnya kegiatan ini.
Sebagai penutup rangkaian acara, seluruh jamaah diajak untuk menikmati makan pagi bersama yang telah disediakan oleh panitia di area Balai Desa. Momen makan bersama ini menjadi ajang konsolidasi informal bagi warga Muhammadiyah Wonosari untuk saling sapa dan memperkuat kerukunan antarwarga. Acara berakhir dengan tertib, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta yang hadir.
Pendidikan
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta (UMPKU) sukses menyelenggarakan prosesi Capping Day 2026 sebagai simbol kesiapan ratusan mahasiswa memasuki dunia praktik klinik. Agenda sakral yang berlangsung di Auditorium UMPKU Surakarta pada Rabu (6/5/2026) ini diikuti oleh 276 mahasiswa dari berbagai program studi bidang kesehatan dan disaksikan secara daring oleh orang tua mahasiswa.
Capping Day bukan sekadar seremoni akademik biasa. Dalam pendidikan tenaga kesehatan, tahapan ini merupakan transisi krusial bagi mahasiswa dari pembelajaran teori di kelas menuju praktik profesional langsung di lapangan. Suasana khidmat menyelimuti ruangan saat para mahasiswa mengucapkan sumpah profesi sebagai bentuk komitmen moral dan etis sebelum terjun memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Rektor UMPKU Surakarta, Weni Hastuti, S.Kep., M.Kes., Ph.D., dalam amanatnya menegaskan bahwa integritas dan profesionalisme adalah fondasi utama bagi seorang tenaga kesehatan. Ia mengingatkan mahasiswa untuk menyiapkan mental dan fisik dengan sebaik mungkin selama menjalani praktik klinik.

“Mahasiswa diharapkan mampu menjaga kesehatan, membangun komunikasi yang efektif dengan pembimbing akademik maupun klinik, serta menjunjung tinggi nama baik almamater,” ujar Weni Hastuti.
Ia juga menambahkan bahwa menjaga privasi pasien sesuai dengan kode etik profesi merupakan kewajiban yang tidak bisa ditawar. Weni Hastuti pun berpesan agar mahasiswa tidak melupakan kekuatan doa dalam setiap langkah mereka. “Jangan lupakan peran doa restu orang tua dalam setiap langkah pengabdian,” tuturnya dalam kutipan tidak langsung saat memberi pengarahan kepada peserta.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia Capping Day 2026, Suyanti, S.Kep., Ns., S.Tr.Kes., menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam pembentukan karakter tenaga kesehatan yang unggul dan berdaya saing. Menurutnya, penguasaan ilmu pengetahuan harus dibarengi dengan internalisasi nilai-nilai agama.
“Kami berharap seluruh peserta mampu menjalankan praktik klinik dengan penuh tanggung jawab, mengaplikasikan ilmu secara optimal, serta menginternalisasi nilai-nilai Al Islam Kemuhammadiyahan dalam praktik pelayanan kesehatan,” ungkap Suyanti.
Secara rinci, sebanyak 276 peserta Capping Day tahun ini terdiri dari 25 mahasiswa D3 Keperawatan, 154 mahasiswa D IV Keperawatan Anestesiologi, 54 mahasiswa S1 Keperawatan, 30 mahasiswa S1 Gizi, dan 14 mahasiswa S1 Kebidanan.
Melalui Capping Day 2026 ini, UMPKU Surakarta kembali mempertegas komitmennya dalam mencetak tenaga kesehatan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas tinggi untuk berkontribusi nyata bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.
Berita, PCM Kerjo
muhammadiyakaranganyar.or.id, Kerjo — Majelis Pendayagunaan Wakaf (MPW) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kerjo kembali memperkuat fondasi organisasi dengan menggelar prosesi ikrar wakaf yang khidmat. Berlokasi di Resto Chili Wangi, Kerjo, kegiatan yang berlangsung pada Selasa (05/05/2026) ini menjadi tonggak sejarah baru dalam upaya pemanfaatan aset produktif bagi kemaslahatan umat di masa depan.
Acara yang dimulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB tersebut dihadiri oleh jajaran MPW Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar, para Wakif (pemberi wakaf), saksi-saksi, Pleno PCM, serta anggota MPW PCM Kerjo dengan total kehadiran 20 personel.
Ketua PCM Kerjo, Budi Sambodo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada para Wakif yang telah mempercayakan hartanya untuk dikelola oleh Persyarikatan Muhammadiyah. Menurutnya, amanah ini merupakan tanggung jawab besar yang harus dijaga keutuhan dan kebermanfaatannya.

“Terima kasih atas kepercayaan Wakif untuk mewakafkan tanahnya kepada Persyarikatan Muhammadiyah. Tentu ini sebagai amanah yang harus dijaga keutuhan dan kebermanfaatannya,” ujar Budi Sambodo. Ia juga menegaskan bahwa tindakan berwakaf bukan sekadar menyerahkan aset, melainkan sebuah langkah nyata dalam menyusun bata peradaban. “Lewat wakaf, sama saja kita sedang membangun peradaban umat ke masa depan,” tambahnya.
BACA JUGA: PCM Karanganyar Perkuat Aset Pendidikan Lewat Wakaf Tanah Suwarni
Apresiasi senada datang dari Ketua MPW PDM Karanganyar, Sarwana. Ia memuji kinerja MPW PCM Kerjo yang dinilai progresif dalam mengelola administrasi dan pelayanan wakaf. Sarwana mengakui bahwa kepercayaan masyarakat terhadap Muhammadiyah di wilayah Kerjo sangatlah tinggi, yang terbukti dengan kerelaan warga menyerahkan aset tanah untuk kepentingan dakwah.
“MPW PCM Kerjo memang hebat. Kami sangat mengapresiasi kepercayaan masyarakat Kerjo terhadap Muhammadiyah. Semoga ini menjadi amal jariyah para Wakif dan menjadi pelecut semangat bagi teman-teman MPW PCM Kerjo,” ungkap Sarwana. Ia juga memohon maaf jika dalam proses pelayanan administrasi selama ini masih terdapat kekurangan atau keterlambatan.

Prosesi ikrar yang dipimpin langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Kerjo, Eko Hartanto, S.Ag., mencakup dua bidang tanah strategis. Pertama, tanah seluas 862 meter persegi atas nama almarhum Sunarno dengan nomor SHM 2112, yang diperuntukkan bagi pembangunan Gedung Dakwah. Kedua, tanah seluas 505 meter persegi atas nama Sutopo dengan nomor SHM 01698, yang diproyeksikan untuk Gedung IPHI Kerjo demi kemaslahatan umat.
Selain wakaf berupa tanah, pertemuan tersebut juga mengulas potensi besar mengenai wakaf uang. Resdhy, perwakilan dari MPW setempat, menjelaskan bahwa wakaf uang merupakan materi proyeksi masa depan yang sangat menjanjikan bagi kemandirian organisasi.
Ia menjelaskan perbedaan mendasar antara wakaf uang dan wakaf melalui uang. Dalam sistem wakaf uang, pokok modal harus tetap utuh dan tidak boleh berkurang, sementara manfaat yang disalurkan berasal dari hasil pengelolaan atau investasi modal tersebut. Sebaliknya, wakaf melalui uang berarti uang yang terkumpul langsung dibelanjakan untuk proyek fisik tertentu.
“Wakaf uang lebih fleksibel dibandingkan wakaf tanah karena mulai dari Rp10.000 saja masyarakat sudah bisa berwakaf tanpa tergantung ruang dan waktu,” jelas Resdhy. Di lingkungan PCM Kerjo sendiri, inovasi ini mulai diadopsi oleh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), salah satunya MIM Bloran yang telah berinisiasi mengembangkan program wakaf uang tersebut.
Kontributor: Resdhy
Berita, PCM Gondangrejo
muhammadiyakaranganyar.or.id, GONDANGREJO – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gondangrejo terus berupaya mengoptimalkan syiar dakwah sosial melalui penguatan program filantropi. Bersinergi dengan Badan Pengurus (BP) Lazismu Karanganyar, PCM Gondangrejo menggelar sosialisasi program “Infaq RendangMu” pada Kamis, 30 April 2026.
Acara yang berlangsung di Aula SMK Muhammadiyah 1 Gondangrejo ini dihadiri oleh jajaran penting persyarikatan, mulai dari pengurus Lazismu PCM Gondangrejo, Kepala Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Kecamatan Gondangrejo, pengurus Kantor Layanan (KL) Lazismu, hingga Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Gondangrejo, Dra. Yayuk Kristiningsih beserta jajarannya. Turut hadir pula para Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Cabang Gondangrejo.
Kegiatan dibuka dengan renungan rohani melalui kultum surat Al-‘Asr yang disampaikan oleh Sekretaris PCM Gondangrejo, Suharna. Dalam sambutannya, Ketua PCM Gondangrejo, Drs. Edi Pupon, M.Pd., menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran tim Lazismu tingkat daerah. “Kami menyambut baik dan berterima kasih kepada BP Lazismu PDM Karanganyar yang berkenan hadir untuk menguatkan program ini di tingkat akar rumput,” ungkap Edi Pupon.

Ketua BP Lazismu Karanganyar, Zaki, memaparkan secara detail mengenai Instruksi PDM Nomor 190/INS/III.0/A/2026 tentang Instruksi QurbanMu. Ia menjelaskan bahwa saat ini Muhammadiyah memiliki tiga skema kurban. Pertama adalah kurban konvensional (daging segar), kedua kurban 3T (penyaluran hewan ke daerah terluar, terdepan, dan tertinggal), serta ketiga adalah kurban yang dikelola menjadi RendangMu.
Zaki menekankan bahwa program RendangMu memiliki nilai kebermanfaatan yang lebih luas dan fleksibel. “Dengan program RendangMu, daging kurban dapat ditasyarufkan ke daerah terdampak bencana sewaktu-waktu. Meski dalam bentuk kemasan, shohibul qurban tetap mendapatkan hak bagiannya yang biasanya diterima sekitar satu bulan setelah hari raya,” jelas Zaki.
Lebih lanjut, Zaki menjelaskan adanya perluasan program berupa “Infaq RendangMu” dengan nominal minimal Rp50.000. Program ini bertujuan melibatkan lebih banyak partisipan, termasuk siswa AUM, guru, karyawan, hingga pimpinan persyarikatan. BP Lazismu Karanganyar menargetkan perolehan Infaq RendangMu sebesar Rp5.000.000 untuk wilayah PCM Gondangrejo.
Drs. H. Romdloni, M.Hum., perwakilan PDM Karanganyar bidang Dikdasmen, turut memberikan penguatan. Ia mengajak seluruh elemen untuk bergerak ikhlas. “Kepala AUM harus bersinergi dengan KL Lazismu dalam pengelolaan infaq pendidikan. Pimpinan Ranting juga harus aktif berdakwah dan tidak berhenti menimba ilmu melalui kajian-kajian pimpinan,” tegas Romdloni.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan kesadaran kolektif warga Muhammadiyah Gondangrejo dalam menyukseskan program kurban nasional semakin meningkat, demi kemaslahatan umat yang lebih luas.
Berita, PCM Jumantono
muhammadiyahkaranganyar.or.id, Kegiatan Kajian Ahad Pagi yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sedayu, yang merupakan bagian dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jumantono, berlangsung khidmat sekaligus menggembirakan di Masjid IC Sholah bin Muhammad Jurbu’a, Ahad (3/5/2026) pukul 06.00–07.00 WIB. Acara ini dihadiri lebih dari 300 jamaah dari berbagai kalangan usia, mulai dari remaja hingga orang tua, yang tampak antusias mengikuti rangkaian kajian.
Kehadiran sejumlah tokoh turut menambah semarak kegiatan ini. Ketua PCM Jumantono beserta beberapa jajaran pimpinan hadir langsung, disertai pengurus PRM dan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Sedayu. Selain itu, Kepala Desa Sedayu juga turut hadir dan berbaur bersama jamaah, memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan keagamaan tersebut.
Sejak awal hingga akhir kegiatan, suasana terasa hidup dan penuh kemeriahan. Hal ini tidak lepas dari gaya penyampaian materi oleh Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Daerah Pemilihan IV, Drs. H. Juliyatmono, MM., MH., yang dikenal komunikatif dan bersemangat. Pembawaannya yang berapi-api, disertai contoh-contoh nyata dari kehidupan sehari-hari, kerap mengundang gelak tawa para jamaah tanpa mengurangi kekhidmatan kajian.

Dalam tausiyahnya, Juliyatmono menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menjadi pribadi yang tidak hanya baik, tetapi juga memberikan dampak kebaikan bagi orang lain. “Jangan berhenti jadi pribadi yang baik saja, namun jadilah pula orang yang berdampak baik bagi orang lain,” ujarnya di hadapan jamaah.
Ia juga mengutip firman Allah dalam QS Ali Imran ayat 104 yang mendorong umat Islam untuk senantiasa mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Menurutnya, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui aktivitas berorganisasi, khususnya dalam Muhammadiyah.
Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa salah satu indikator baik buruknya seseorang dapat dilihat dari perkataannya. “Baik buruknya seorang manusia ditentukan salah satu indikatornya adalah melalui perkataannya,” tegasnya.
Dalam penyampaiannya yang santai namun penuh makna, ia beberapa kali menyelipkan ilustrasi kehidupan masyarakat yang relevan, sehingga jamaah merasa dekat dengan materi yang disampaikan. Tidak jarang, suasana kajian dipenuhi tawa hangat, mencerminkan penerimaan jamaah terhadap pesan yang disampaikan secara ringan namun mengena.
Selain itu, Juliyatmono mengingatkan hakikat kehidupan manusia yang bersifat sementara. Dunia hanyalah tempat persiapan menuju kehidupan yang kekal. “Sejatinya manusia ada di dunia ini hanya sementara, di dunia ini adalah tempat untuk bersiap menyambut mati kita,” ungkapnya.
Ia mengajak seluruh jamaah untuk meningkatkan kesadaran spiritual dengan memperbanyak rasa syukur dan memohon ampunan kepada Allah SWT, sebagaimana terkandung dalam QS Ali Imran ayat 133-134. Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga kualitas ibadah, khususnya salat lima waktu.
“Sebagai penutup, tertibkan salat kita agar hidup kita menjadi baik, terkhusus salat lima waktu kita,” pesannya.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana menimba ilmu, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan yang hangat dan menggembirakan. Para jamaah tampak menyimak dengan seksama, sekaligus menikmati suasana kajian yang penuh semangat, kemeriahan, dan kebersamaan.
Kajian Ahad Pagi PRM Sedayu diharapkan dapat terus menjadi wadah pembinaan umat serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.