muhammadiyakaranganyar.or.id, KARANGANYAR – Suasana khidmat sekaligus haru menyelimuti gedung baru PAUD Terpadu Aisyiyah Ngrenak, Delingan, pada Kamis (13/3/2026). Lembaga pendidikan usia dini tersebut sukses menggelar rangkaian acara mulai dari Wisuda Iqro, Wisuda Tahfidz Juz 30, Pengajian Akbar, hingga santunan dhuafa dan buka puasa bersama (bukber).
Acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh santri TPQ Aisyiyah Ngrenak, Cheril. Suasana semakin syahdu saat Nara Karisa Putri, salah satu wisudawati Tahfidz Juz 30, melantunkan Surah Al-Bayyinah dengan fasih. Sebanyak 12 santri mengikuti prosesi wisuda yang ditandai dengan penyematan samir oleh Ketua Ranting Aisyiyah Delingan, Hadi Suwardi, didampingi Mudir Pengelola TPQ Aisyiyah At-Tarbiyah, Suwarni.
Isak tangis bahagia pecah saat memasuki sesi permohonan doa restu. Para santri bersimpuh di hadapan orang tua mereka, memohon rida untuk melanjutkan hafalan Al-Qur’an sekaligus meminta maaf atas segala kesalahan.
Dalam sambutannya, Kepala PAUD Terpadu Aisyiyah Ngrenak, Suwarni mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan momentum perdana yang dilaksanakan di gedung baru. Menariknya, gedung tersebut merupakan aset amal jariyah yang dibangun secara swadaya oleh wali murid, wali santri, dan masyarakat.
“Momentum pengajian dan buka bersama ini terselenggara melalui swadaya iftar seluruh wali murid. Ini adalah wujud nyata gotong royong umat. Dari mulai kerja bakti hingga berdirinya bangunan yang bermanfaat ini,” ujar Suwarni. Ia menambahkan bahwa tanggungan biaya pembangunan yang awalnya mencapai Rp68.500.000 per 11 Maret 2026, kini telah menyusut menjadi Rp37.100.000. Pihak pengelola masih membuka donasi bagi masyarakat yang ingin berinvestasi akhirat.
Ketua PCM Karanganyar, Dr. Burhan Mustaqim, M.Pd., yang turut hadir memberikan apresiasi tinggi. Menurutnya, keberhasilan membangun gedung megah dalam rentang waktu hanya empat bulan adalah bukti gerak cepat warga persyarikatan.
“Tanah dan bangunan ini sudah diwakafkan ke persyarikatan Muhammadiyah dan dikelola sepenuhnya untuk kemaslahatan umat. Kami sangat mengapresiasi kolaborasi tokoh masyarakat, RT, RW, dan komite yang mendukung dakwah ini,” tutur Dr. Burhan Mustaqim.
Selain aspek pendidikan, acara ini juga diwarnai aksi sosial berupa pemberian enam paket sembako bagi wali santri dan tiga paket beras dari Baznas, serta pembagian 50 paket takjil.
Ketua Badko sekaligus perwakilan KUA Kecamatan Karanganyar, H. Shidiq Zailani, SH., dalam tausiahnya menekankan pentingnya mencetak generasi penghafal Al-Qur’an. “Pendidikan terbaik di TPQ akan membentuk pribadi yang cinta Al-Qur’an sejak dini. Mari terus tingkatkan amal ibadah di bulan Ramadhan ini,” pesannya.
Rangkaian acara ditutup dengan buka puasa bersama dan salat Maghrib berjemaah yang diikuti oleh sekitar 200 hadirin.
muhammadiyahkaranganyar.or.id, Karanganyar, 11 Maret 2026 Pimpinan Daerah Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (PD IGABA) Kabupaten Karanganyar menyalurkan dana donasi kepada empat lembaga pendidikan anak usia dini yang terdampak bencana hujan angin pada Selasa sore, 4 Maret 2026. Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas dari keluarga besar guru PAUD Aisyiyah di Kabupaten Karanganyar.
Empat lembaga yang menerima bantuan tersebut yaitu TK ABA Ceporan Matesih, TK Aisyiyah Karan, TK Aisyiyah Parakan, dan PAUD Anggrasmanis. Keempat lembaga tersebut mengalami kerusakan akibat hujan disertai angin kencang yang melanda wilayah Karanganyar.
Kerusakan yang terjadi di antaranya pohon tumbang yang mengakibatkan pagar TK ABA Ceporan Matesih rusak, robohnya kanopi arena bermain anak-anak di TK Aisyiyah Karan, genteng aula TK Aisyiyah Parakan yang terlepas akibat terjangan angin, serta atap kelas PAUD Anggrasmanis yang mengalami kerusakan karena terpaan angin kencang.
Penyaluran bantuan dilakukan pada Rabu, 11 Maret 2026 oleh perwakilan pengurus PD IGABA Kabupaten Karanganyar, yaitu Ketua II Durotun Nikmah, M.Pd., Sekretaris Nyamini Ika Lestari, S.E., S.Pd., Bendahara Naning Indri Hastuti, S.Pd., serta perwakilan Divisi Kesejahteraan dan Litbang, Suwarni, S.Pd. dan Suwarno, S.Pd.
Sekretaris PD IGABA Kabupaten Karanganyar, Nyamini Ika Lestari, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan dana dari lembaga dan guru PAUD Aisyiyah se-Kabupaten Karanganyar sebagai wujud kepedulian bersama.
“Bantuan ini merupakan bentuk solidaritas dari keluarga besar PAUD Aisyiyah di Kabupaten Karanganyar. Kami berharap donasi ini dapat membantu meringankan beban lembaga yang terdampak bencana sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan dengan baik,” ujar Nyamini Ika Lestari.
Sementara itu, Ketua II PD IGABA Kabupaten Karanganyar, Durotun Nikmah, menegaskan bahwa kegiatan pentasyarufan ini tidak hanya sekadar penyerahan bantuan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah dan kebersamaan antar lembaga PAUD Aisyiyah.
Menurutnya, kepedulian dan gotong royong merupakan nilai penting yang selalu dijunjung dalam organisasi. Ia berharap semangat kebersamaan tersebut terus terjaga dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Kami sangat mengapresiasi partisipasi para guru dan lembaga PAUD Aisyiyah yang telah berkontribusi dalam penggalangan dana ini. Kepedulian bersama ini menunjukkan bahwa keluarga besar IGABA selalu hadir untuk saling membantu,” ungkapnya.
Para pengelola lembaga penerima bantuan menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh PD IGABA Kabupaten Karanganyar. Bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses perbaikan sarana yang rusak sehingga lingkungan belajar anak-anak kembali aman dan nyaman.
Melalui kegiatan ini, PD IGABA Kabupaten Karanganyar berharap semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan pendidikan anak usia dini terus tumbuh dan menjadi kekuatan dalam menghadapi berbagai situasi, termasuk bencana alam.
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Pengajian Ramadan yang dirangkai dengan buka puasa bersama pada Kamis (12/3) di Ruang Seminar Lantai 7 Gedung Induk Siti Walidah UMS. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan UMS, civitas academica, serta Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si.
Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus mengisi waktu menjelang berbuka puasa dengan kegiatan yang bermanfaat.
Ia menjelaskan bahwa pengajian Ramadan menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai spiritual di lingkungan kampus.
“Acara ini adalah ajang silaturahmi sekaligus menunggu waktu berbuka puasa yang diisi dengan pengajian,” ujarnya.
Harun juga menegaskan bahwa rasa syukur atas berbagai nikmat yang diberikan Allah Swt. harus diwujudkan melalui kerja yang sungguh-sungguh.
“Salah satu wujud syukur kita atas nikmat dari Allah adalah bekerja dengan bersungguh-sungguh,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Harun turut memaparkan secara singkat perkembangan dan berbagai capaian UMS di hadapan pimpinan pusat Muhammadiyah yang hadir.
Sementara itu, tausyiah disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si., ia mengawali ceramahnya dengan mengungkapkan rasa syukur karena masih dapat dipertemukan dalam suasana Ramadan melalui kegiatan pengajian yang rutin diselenggarakan oleh UMS.
“Alhamdulillah di sore hari Ramadan ini kita masih dipertemukan dalam agenda rutin yang diadakan UMS, pengajian Ramadhan,” katanya.
Haedar menekankan bahwa salah satu karakter ibadurrahman atau hamba-hamba Allah Yang Maha Pengasih adalah memiliki sikap seimbang dalam kehidupan, termasuk dalam mengelola harta.
Menurutnya, sikap tidak boros dan tidak kikir harus menjadi prinsip yang diterapkan dalam pengelolaan organisasi maupun amal usaha Muhammadiyah.
“Ciri ibadurrahman adalah tidak boros dan tidak kikir. Ini harus kita terapkan dalam organisasi dan amal usaha Muhammadiyah,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjadikan doa sebagai bagian dari perjuangan hidup sehari-hari. Doa, menurutnya, tidak seharusnya hanya dipanjatkan ketika menghadapi kesulitan.
“Doa itu sebenarnya harus include di dalam perjuangan hidup kita, bukan ketika susah baru berdoa agar dipermudah,” tuturnya.
Dalam pengelolaan organisasi, Haedar menegaskan bahwa Muhammadiyah harus terus bergerak menjadi organisasi yang modern, profesional, dan berkemajuan. Hal tersebut penting agar Muhammadiyah mampu menjawab berbagai tantangan zaman.
Ia juga menyebut bahwa Muhammadiyah memiliki jaringan luas dalam kehidupan umat yang bergerak dalam berbagai bidang sosial kemasyarakatan. Karena itu, penguatan dakwah membutuhkan dukungan dari kalangan intelektual, terutama ijtihad Muhammadiyah di Kalender Hijriyah Global Tinggal (KHGT).
“Saya berharap Muhammadiyah ini di backup oleh para ilmuwan untuk mendukung dakwah kita, terutama ijtihad kita di KHGT,” katanya.
Di akhir tausyiahnya, Haedar menyinggung tentang adanya sikap moderat dalam berbagai ijtihad yang dilakukan Muhammadiyah, termasuk dalam konteks pemikiran keagamaan.
“Segala apapun itu pasti ada sisi moderatnya, begitupun dalam khittah kita ini. Karena itu juga merupakan bentuk ijtihad Muhammadiyah,” pungkasnya.
Kegiatan pengajian Ramadan tersebut berlangsung khidmat dan diakhiri dengan buka puasa bersama seluruh peserta yang hadir. (Adi/Humas)
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Nuansa dakwah Internasional mewarnai kegiatan pesantren Ramadhan di SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Baturan Colomadu dengan menghadirkan mahasiswa asing Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di tengah lingkungan sekolah dasar. Melalui kolaborasi bersama dengan UMS, Alwy Ahmed, mahasiswa asal Kenya Afrika Timur hadir dalam menambah wawasan para siswa, pada Rabu (11/3).
Pesantren Ramadhan tersebut diikuti oleh 144 siswa kelas 1-6 pada, kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan tahunan sekolah yang dirancang dalam mengisi waktu di bulan Ramadhan, sekaligus menghadirkan pengalaman religius dan sosial yang berkesan bagi peserta didik.
Kegiatan dakwah internasional yang menghadirkan dai luar negeri di lingkungan sekolah dasar berlangsung meriah dan penuh antusias. Pendamping kegiatan dari UMS, Fika Annisa’ Sholihah, S.Ars., M.Arch., menyampaikan bahwa program tersebut berjalan lancar setelah dirinya mendapat amanah dari Wakil Rektor III UMS, Mutohharun Jinan, M.Ag. Ia ditugaskan untuk mencari sekaligus mendampingi dai internasional yang akan berinteraksi langsung dengan para siswa.
Fika Annisa’ Sholihah, S.Ars., M.Arch.,Pendamping Kegiatan dari UMS
“Alhamdulillah acara berjalan lancar. Sebelumnya saya sebagai pendamping dari UMS diberi amanah oleh Wakil Rektor III untuk mencari sekaligus mendampingi ustadz dari luar negeri,” ungkapnya saat dimintai keterangan, Kamis (12/3).
Fika menjelaskan bahwa dirinya kemudian menghubungi Alwy Ahmed karena dinilai memiliki kemampuan komunikasi yang baik serta aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan akademik.
Menurutnya, Alwy juga memiliki ketertarikan besar dalam mendalami Islam dan pemikiran Muhammadiyah, bahkan telah menulis empat buku serta sejumlah publikasi ilmiah. Dalam kegiatan tersebut, antusiasme siswa sekolah dasar terlihat sangat tinggi melalui berbagai aktivitas interaktif seperti sambung ayat, berbagi cerita tentang hobi, hingga diskusi ringan mengenai budaya Indonesia.
Hervian Prasetyo, M.Pd., Kepala Sekolah SD Muhammadiyah PK Baturan Colomadu
Bagi Alwi, kesempatan ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Berbagi cerita dengan perbedaan praktik Ramadhan lintas budaya membangkitkan kembali kenangan masa kecil dan sejalan dengan minatnya untuk terlibat dalam literasi serta edukasi anak.
“Saya merasa sangat senang. Dan sebenarnya ini mengingatkan saya dari kecilku, dan saya benar-benar suka berinteraksi dengan anak-anak. Saya benar-benar suka lebih terlibat dalam literasi dan edukasi anak-anak, dan saya merasa sangat senang dengan para pelajar sangat kooperatif,” jelasnya.
Suasana sesi interaksi semakin meriah ketika Alwy mengajak para siswa menyanyikan lagu Cinta Rasul yang dipopulerkan oleh Hadad Alwi, sehingga menciptakan momen kebersamaan yang hangat dan penuh semangat.
“Saya sangat berharap bisa mengunjungi sebanyak mungkin sekolah, karena saya sangat suka pergi ke sekolah dan saya suka menjadi sukarelawan di masyarakat,” harapnya.
Menanggapi kegiatan ini, Kepala sekolah SD Muhammadiyah PK Baturan Colomadu, Hervian Prasetyo, M.Pd., menuturkan bahwa konsep pesantren Ramadhan dilaksanakan dengan menghadirkan suasana di pondok pesantren. Dengan menghadirkan dari luar negeri menjadi bagian dari strategi membangun wawasan global kepada siswa dan menambah pengetahuan mengenai Islam tidak sebatas Indonesia.
“Ternyata nggak hanya Indonesia saja, ternyata meskipun di pelajaran itu mungkin sudah dikenalkan negara-negara ASEAN, negara-negara Asia, Eropa, terus Asia Timur dan lain sebagainya, ternyata orang itu bisa didatangkan sama sekolah, terus mungkin memunculkan motivasi lebih ke suatu saat aku tak ingin kesana juga lah dan lain sebagainya,” tuturnya yang juga alumni S1 dan S2 UMS itu.
Dalam pelaksanaannya, pesantren Ramadhan diisi serangkaian ibadah dan aktivitas, mulai dari buka puasa bersama, Tarawih berjamaah, dilanjutkan tadarus Al-Qur’an, hingga sahur bersama, dan ditutup dengan shalat Subuh berjamaah. Pola kegiatan satu malam ini telah disesuaikan dengan siswa, namun tetap mempertahankan nuansa kedisiplinan, kebersamaan, dan kemandirian sebagaimana di pondok.
Melalui sinergi antara program pesantren Ramadhan dan kehadiran dai mahasiswa asing, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah PK Baturan berupaya menanamkan nilai-nilai keislaman, memperluas wawasan global siswa, sekaligus memperkuat citra sekolah sebagai lembaga yang adaptif, inovatif, dan terbuka terhadap kolaborasi lintas negara. (Roselia/Humas)
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus mempertegas komitmennya dalam membina Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kali ini, melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), UMS menerjunkan tim pakar untuk mengawal transformasi industri kreatif di Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Program pengabdian masyarakat ini berfokus pada optimalisasi potensi batik ecoprint sebagai simbol ekonomi kreatif berbasis lingkungan yang berdaya saing tinggi.
Program pengabdian ini diketuai langsung oleh Dekan FEB UMS, Prof. Dr. Muzakar Isa, S.E., M.Si., CSBA., CIPE. Dalam pelaksanaannya, Muzakar Isa yang akrab disapa dengan Isa itu didampingi oleh tim dosen kompeten, yakni Imam Riefly Aditomo, S.M., M.B.A. dan Rafi Amani Muflih Rahardi, S.M., M.M. Tak hanya dosen, program ini juga melibatkan kontribusi aktif mahasiswa sebagai wujud nyata kolaborasi akademik dan praktis di lapangan.
Isa mengatakan Desa Jarum memiliki potensi besar sebagai desa wisata. Desa Jarum sendiri telah ditetapkan sebagai desa wisata dengan klasifikasi maju yang memiliki akar budaya batik sangat kuat.
“Mitra utama dalam program ini, Kelompok Batik Mojoarum, menaungi lebih dari 230 pengrajin dengan 20 anggota inti pembatik yang aktif,” ujar Isa, Kamis (12/3).
Keunggulan utama produk Kelompok Batik Mojoarum terletak pada teknik ecoprint yang memanfaatkan bahan alami, seperti daun jati dan daun jambu, sebagai sumber warna dan pola. Penggunaan bahan organik ini memastikan setiap kain yang dihasilkan memiliki motif unik dan eksklusif yang tidak dapat direplikasi secara identik, menjadikannya nilai jual tersendiri di pasar seni.
Meski memiliki peluang besar, para pengrajin sempat menghadapi beberapa kendala serius. Menyikapi hal tersebut, tim dosen FEB UMS yang dipimpin oleh Isa memberikan solusi komprehensif. Untuk melaksanakannya, tim dibantu oleh mahasiswa di antaranya Berlian Syafiiqul Widaad (Bisnis Digital 25), Raziiq Akbar Al Qarni (Bisnis Digital 24), Fauzan Muhammad Ihsan (Manajemen 23), Viola Arisona (Manajemen 24), dan Rima Noviita (Manajemen 24).
“Kehadiran mereka memberikan energi baru dan sudut pandang desain kontemporer yang diharapkan dapat menarik minat pasar generasi muda, sembari mereka belajar langsung mengenai ketelatenan dan kearifan lokal dalam mengolah warna alam,” ujar Isa.
Solusi komprehensif yang diberikan oleh tim berupa, pertama, terkait kemandirian bahan baku, mahasiswa dan dosen membantu pengrajin melalui pelatihan budidaya dan perawatan tanaman pewarna alami. Langkah ini bertujuan menjaga ketersediaan bahan baku secara mandiri, menekan ketergantungan pasokan dari luar daerah, sehingga produksi tetap stabil dan efisien.
“Kedua, aspek standardisasi dan perlindungan HKI. Tim melakukan pendataan dan penyusunan motif batik guna memperkuat ciri khas produk. Hal ini menjadi langkah awal yang krusial untuk mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) agar karya pengrajin memiliki perlindungan hukum dan nilai jual yang lebih tinggi,”
Ketiga, pada digitalisasi pemasaran, para pengrajin diberikan pelatihan penjualan berbasis digital agar dapat memanfaatkan media sosial dan marketplace. Pendekatan ini bertujuan memperluas jangkauan pasar dan menyesuaikan usaha batik ecoprint dengan perkembangan ekonomi digital global.
Isa menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata hilirisasi ilmu pengetahuan dari kampus ke masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa batik ecoprint Desa Jarum tidak hanya lestari secara budaya, tetapi juga tangguh secara ekonomi. Sinergi antara dosen dan mahasiswa di sini adalah kunci untuk menciptakan ekosistem pengabdian yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi kesejahteraan warga,” pungkasnya.
Melalui langkah kolaboratif ini, diharapkan Desa Jarum semakin kokoh sebagai destinasi wisata edukasi dan sentra batik ecoprint unggulan di Jawa Tengah yang mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional.
Antusiasme tinggi terlihat dari para pengrajin sepanjang program berlangsung. Sri Mulyani, selaku Koordinator Kelompok Batik Mojoarum, menyampaikan apresiasi mendalam atas pendampingan yang diberikan oleh tim pengabdian dari dosen FEB UMS.
“Kegiatan pelatihan batik ecoprint ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan dan keterampilan baru dalam memanfaatkan bahan alami menjadi produk batik yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong kreativitas serta kerja sama dalam menghasilkan karya yang menarik,” ujarnya dengan penuh semangat. (Maysali/Humas)