Aisyiyah, Berita, Cabang, PCM Gondangrejo
muhammadiyahkaranganyar.or.id, GONDANGREJO-Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Karangturi, Kecamatan Gondangrejo, kembali menggelar kegiatan Kajian Rutin yang berlangsung pada Ahad, 8 Maret 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula KB/TK Aisyiyah Cekel Kampus II dan dihadiri oleh lebih dari 70 anggota Aisyiyah dari wilayah Kelurahan Karangturi. Suasana kajian berlangsung khidmat, penuh kekeluargaan, sekaligus menjadi ajang mempererat silaturahmi antar anggota.
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu “Sang Surya” dan Mars Aisyiyah yang dipimpin oleh Ibu Nur Sholehah. Seluruh peserta mengikuti dengan penuh semangat sebagai bentuk kecintaan dan kebanggaan terhadap organisasi Muhammadiyah dan Aisyiyah. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an secara bersama-sama, yaitu Surah Ali Imran ayat 110–120 dipimpin oleh ibu Ida Mafiati. Pembacaan ayat suci tersebut menjadi pengingat bagi seluruh peserta tentang pentingnya menjadi umat terbaik yang senantiasa menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran.

Memasuki acara inti, para peserta mendapatkan tausiyah dari Ustaz Budiyanto, M.Pd., yang menyampaikan kajian dengan tema “Ciri-Ciri Orang Beriman” berdasarkan tafsir Surah Al-Baqarah ayat 177. Dalam pemaparannya, Ustaz Budiyanto menjelaskan bahwa keimanan tidak hanya diwujudkan melalui pengakuan lisan, tetapi harus tercermin dalam amal nyata dan perilaku sehari-hari.
Ia menekankan bahwa Al-Qur’an menjelaskan ciri-ciri orang yang benar-benar beriman, di antaranya memiliki keyakinan kepada Allah Swt., hari akhir, malaikat, kitab-kitab Allah, dan para nabi. Selain itu, orang beriman juga diwujudkan melalui sikap gemar bersedekah, menunaikan salat, menunaikan zakat, menepati janji, serta bersabar dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Para peserta tampak antusias mengikuti kajian hingga selesai. Materi yang disampaikan tidak hanya menambah wawasan keagamaan, tetapi juga memberikan motivasi untuk semakin meningkatkan kualitas iman dan amal saleh dalam kehidupan sehari-hari.
Selain kegiatan kajian, pada kesempatan tersebut juga dilakukan pengumpulan zakat fitrah dari para anggota untuk disalurkan melalui Lazismu Karangturi. Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian sosial sekaligus upaya menanamkan semangat berbagi kepada sesama, khususnya menjelang datangnya bulan suci Ramadan.
Melalui kegiatan kajian rutin ini, PRA Karangturi berharap dapat terus memperkuat keimanan anggota sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Kajian rutin diharapkan menjadi sarana pembinaan spiritual yang berkelanjutan bagi seluruh anggota Aisyiyah agar senantiasa istiqamah dalam menjalankan ajaran Islam serta aktif dalam kegiatan dakwah dan sosial kemasyarakatan.
Berita, Cabang, PCM Kerjo
muhammadiyakaranganyar.or.id, KARANGANYAR – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar bersama Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kerjo menggelar agenda kolaborasi bertajuk Tarawih Keliling (Tarling) pada Sabtu, 7 Maret 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Masjid An Nur Prayan, Desa Sumberejo, Kecamatan Kerjo ini dihadiri oleh jajaran Pleno PDM Karanganyar, Pleno PCM Kerjo, serta perwakilan lembaga, Organisasi Otonom (Ortom), dan jamaah setempat.
Kehadiran rombongan PDM Karanganyar dan PCM Kerjo disambut hangat oleh jajaran Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sumberejo. Momentum ini dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi sekaligus penguatan sinergi antarstruktur Muhammadiyah di berbagai tingkatan. Selain itu, kegiatan ini bertujuan memperkokoh kekuatan akar rumput umat di wilayah Kerjo.
Rangkaian acara dimulai dengan buka puasa bersama setelah sholat Maghrib. Suasana kekeluargaan nampak kental saat sesi ramah tamah antar pimpinan dan anggota. Hal ini mencerminkan eratnya ukhuwah Islamiyah serta solidnya koordinasi gerakan dakwah di tingkat cabang maupun ranting. Memasuki waktu Isya, seluruh jamaah melaksanakan sholat Isya yang dilanjutkan dengan sholat Tarawih dan Witir secara berjamaah dengan khusyuk.

Usai ibadah, agenda berlanjut dengan sesi kultum yang disampaikan oleh Ketua LBHAP PDM Karanganyar, Ari Santoso. Dalam paparannya, Ari menekankan pentingnya legalitas aset masjid agar memiliki dasar hukum yang kuat, baik dari sisi kepemilikan maupun perizinan.
“Memakmurkan masjid juga harus didukung dengan legalitas yang kuat, sehingga umat dan jamaah akan merasa nyaman dalam beribadah kalau masjidnya jelas dan tidak ada permasalahan,” ujar Ari Santoso secara langsung.
Ketua PCM Kerjo, Budi Sambodo, mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menyebut agenda malam itu sebagai “Paket Tarling” karena adanya penggabungan jadwal antara tingkat daerah dan cabang di lokasi yang sama. Budi juga memuji kualitas pengelolaan ibadah di Masjid An Nur.
“Terima kasih atas sambutan dan penyelenggaraannya, khusyuk dan bagus. Secara fisik masjid dan bacaan imam sudah serasa di Masjid Al Falah Sragen,” ungkap Budi Sambodo dalam sambutannya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PDM Karanganyar berpesan kepada seluruh warga persyarikatan untuk menjadikan masjid sebagai prioritas utama. Ia menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat ibadah, pembinaan umat, dan penguatan dakwah Muhammadiyah yang aktif setiap hari, bukan hanya saat Ramadhan.

Sebagai bentuk nyata kepedulian sosial, acara diakhiri dengan penyerahan paket santunan kepada penerima manfaat. Selain santunan, PDM Karanganyar juga menyerahkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) secara simbolis kepada perwakilan PCM Kerjo sebagai panduan penanggalan umat Islam yang terpadu.
Pendidikan
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Tapak Suci Unit 003 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses telah menyelenggarakan acara Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT ) pada Sabtu – Ahad, 28-1 Maret 2026. Kegiatan ini bertempat di SDIT Muhammadiyah Al-Kautsar Gumpang, Kartasura, Sukoharjo.
MABIT pada tahun ini mengusung tema “Satu Malam Berjuta Makna : Dekat dengan Allah, Akrab dengan Sesama” dengan tujuan untuk meningkatkan keimanan, ketaqwaan, serta untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota Tapak Suci Unit 003 UMS. Program ini merujuk pada Pedoman Hidup Warga Muhammadiyah (PHIWM) tentang kehidupan berorganisasi, khususnya pada poin ke-4 dan ke-12.
Kegiatan ini diprakarsai dari Departemen Keislaman dan Kemuhammadiyahan, yang mendapatkan dukungan penuh antusias dan semangat dari pengurus lain bahkan Pimpinan Umum, untuk dapat menggelar MABIT yang hanya dilakukan satu kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Ramadan.
Muhammad Hasbi Assidqi, selaku ketua panitia menegaskan bahwasanya MABIT ini adalah pembuktian bahwa anggota tapak suci tidak hanya dilatih dan dituntut kuat secara fisik, tetapi juga harus kokoh dalam spiritual dan berakhlak mulia.
“Di tapak suci tidak hanya membentuk pribadi yang kuat secara fisik, tetapi juga kokoh secara spiritual dan berakhlak mulia. Harapannya, nilai-nilai yang kita dapatkan dalam kegiatan ini dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di kampus, di organisasi, maupun di tengah masyarakat,” ujarnya, Jumat (6/3).
Dalam suasana penuh kekhidmatan, kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Pendekar sekaligus salah satu pendiri Tapak Suci Unit 003 UMS yakni Yusuf Ibrahim S.Psi. Dalam sambutannya, Yusuf menyampaikan bahwa mabit tidak hanya sekedar untuk menambah atau memperkuat kualitas keimanan kita akan tetapi juga mempererat tali kekeluargaan antar anggota dari tahun ke tahun. Ia juga mengapresiasi dengan diadakannya kegiatan MABIT ini.
“Saya bersyukur dan merasa senang karena acara MABIT ini masih dijalankan dan dilaksanakan hingga saat ini, dulu mabit itu dilaksanakan hingga 1 pekan atau 7 hari penuh dengan menu buka seadanya dan tanpa kemewahan,” ujarnya.
Berbagai rangkaian acara digelar, mulai dari berbagi takjil, buka puasa bersama, tarawih, kajian keislaman, muhasabah, sarasehan atau silaturahmi antar generasi Tapak Suci Unit 003 UMS hingga qiyamul lail dan tadarus bersama.Seluruh rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas ibadah serta mempererat ukhuwah Islamiyah di antara seluruh peserta.
Selain rangkaian kegiatan keagamaan dan keakraban, MABIT juga diisi dengan aksi sosial berupa pembagian takjil. Menjelang waktu berbuka, panitia dan anggota UKM Tapak Suci turun ke jalan untuk membagikan puluhan porsi takjil kepada masyarakat. Aksi ini juga menjadi suatu bentuk kepedulian sosial sekaligus pengimplementasian nilai-nilai keislaman yang diajarkan dalam organisasi, terkhususnya Muhammadiyah.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa UKM Tapak Suci tidak hanya sekadar wadah olahraga, tetapi juga sebagai sarana pembinaan keislaman bagi mahasiswa. Harapannya melalui kegiatan MABIT ini dapat meningkatkan semangat dalam mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. (Wulan/Affiq/Humas)
Pendidikan
muhammadiyahkaranganyar.or.id,SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat layanan bagi mahasiswa internasional melalui berbagai program adaptasi akademik dan pendampingan selama masa studi. Upaya ini dilakukan untuk memastikan mahasiswa dari luar negeri dapat mengikuti perkuliahan dengan baik sekaligus beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial di kampus.
Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Urusan Internasional (DRKUI) UMS menegaskan bahwa dukungan bagi mahasiswa internasional tidak hanya diberikan pada awal kedatangan, tetapi juga berlangsung selama proses studi. Pendampingan dilakukan melalui pengenalan sistem akademik, layanan administrasi, serta informasi penting terkait kehidupan mahasiswa di kampus. Hal tersebut menjadi bagian dari orientasi mahasiswa internasional dalam kegiatan Welcoming Session for Inbound Students from Uzbekistan.

“Keberadaan mahasiswa internasional menjadi bagian penting dalam mendorong internasionalisasi kampus. Kehadiran mereka tidak hanya memperkaya pengalaman belajar mahasiswa, tetapi juga memperluas jejaring global universitas,” kata Direktur DRKUI UMS, Nurgiyatna, S.T., M.Sc., Ph.D., saat ditemui pada Jumat, (6/3).
Menurutnya, UMS berkomitmen menciptakan lingkungan akademik yang inklusif bagi mahasiswa dari berbagai negara. Selain mengikuti perkuliahan, mahasiswa internasional juga mendapatkan pendampingan dari mahasiswa lokal yang berperan sebagai buddy untuk membantu proses adaptasi di lingkungan kampus. Skema pendampingan tersebut diperkenalkan dalam kegiatan Welcoming Session for Inbound Students from Uzbekistan yang telah berlangsung pada Jumat, (20/2).
Dalam sesi informasi akademik dijelaskan bahwa perkuliahan reguler mahasiswa UMS telah dimulai sejak 9 Februari, sementara mahasiswa inbound akan mulai mengikuti perkuliahan secara resmi pada 23 Februari 2026.
Dalam kegiatan itu juga dilakukan pemaparan dari perwakilan Pondok Pesantren Mahasiswa Internasional KH. Mas Mansur UMS (PESMA) terkait aturan dan fasilitas asrama mahasiswa. PESMA merupakan asrama resmi universitas yang menyediakan lingkungan tempat tinggal yang aman dengan sistem keamanan selama 24 jam serta mendukung keseimbangan kehidupan akademik dan sosial mahasiswa.
Dalam pemaparan tersebut dijelaskan pula struktur organisasi asrama dan layanan hunian yang dikoordinasikan oleh Duty Residential Coordinator yang selalu siaga. Fasilitas yang tersedia antara lain layanan makan opsional sebesar Rp350.000 per bulan (Senin–Jumat) serta layanan laundry sebesar Rp5.000 per kilogram dengan ketentuan tertentu untuk beberapa jenis barang.
Mahasiswa juga diberikan penjelasan mengenai peraturan asrama, seperti larangan menempati kamar seorang diri, membawa peralatan elektronik tertentu, memasak di dalam kamar, serta mengundang tamu ke kamar. Selain itu dijelaskan pula kebijakan terkait jam operasional gerbang, izin menginap di luar, aturan berpakaian, serta etika selama tinggal di asrama. Pelanggaran terhadap aturan akan diberikan dua kali surat peringatan sebelum sanksi lanjutan diterapkan.
Pihak pengelola PESMA juga akan membagikan peraturan asrama secara tertulis dan meminta mahasiswa menandatangani pernyataan kepatuhan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan asrama. Selain itu, akan dibentuk pula grup komunikasi resmi untuk mempermudah koordinasi dan penyampaian informasi.
Pada sesi berikutnya, mahasiswa inbound berdiskusi dengan Ketua dan Sekretaris Program Studi serta buddy atau mahasiswa pendamping masing-masing untuk membahas pemilihan mata kuliah, jadwal kelas, dan proses adaptasi di lingkungan kampus. Buddy yang ditugaskan diharapkan dapat memberikan pendampingan intensif terutama pada minggu pertama perkuliahan.
Hepy Adityarini, S.Pd., M.A., Ph.D., selaku Kepala Subdivisi Pengembangan Kemitraan Akademik dan Mobilitas DRKUI UMS, menegaskan bahwa universitas telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memastikan proses adaptasi mahasiswa inbound berjalan dengan baik, baik dalam kegiatan akademik maupun kehidupan di asrama.
“Seluruh mahasiswa inbound akan dipastikan terdaftar pada mata kuliah yang dipilih dan akan memperoleh informasi detail terkait jadwal serta ruang kelas sebelum perkuliahan dimulai. Selain itu, buddy yang ditugaskan juga akan memberikan pendampingan intensif selama minggu pertama untuk membantu proses adaptasi akademik maupun sosial,” kata Heppy.
DRKUI juga akan melakukan pemantauan berkala selama bulan pertama guna memastikan para mahasiswa dapat beradaptasi dengan baik. Mahasiswa didorong untuk segera melaporkan apabila terdapat kendala akademik maupun non-akademik kepada DRKUI atau program studi terkait. Selain itu, akan diselenggarakan sesi umpan balik setelah satu bulan untuk menampung pengalaman serta masukan dari mahasiswa. (Yusuf/Humas)
Berita, Cabang, PCM Karanganyar
muhammadiyakaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Momentum bulan suci Ramadan 1447 H menjadi saksi bisu kedermawanan seorang pendidik di Karanganyar. Suwarni, yang menjabat sebagai Kepala PAUD Terpadu Aisyiyah Ngrenak, secara resmi menyerahkan ikrar wakaf tanah miliknya kepada Persyarikatan Muhammadiyah melalui Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kecamatan Karanganyar.
Prosesi ikrar wakaf yang khidmat ini dilaksanakan di Aula Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karanganyar pada Jumat, 6 Maret 2026. Dimulai pukul 09.30 WIB, kegiatan tersebut dihadiri oleh sekitar 12 peserta yang terdiri dari unsur pejabat KUA, saksi, serta pengurus PCM Karanganyar.
Tanah yang diwakafkan berlokasi di Ngrenak, Delingan, Karanganyar, dengan luas mencapai 120 meter persegi. Secara legalitas, lahan tersebut tercatat dengan nomor SHM 11.18.000024885.0. Suwarni, perempuan kelahiran 21 Juni 1981 yang berdomisili di Geneng, Gedong, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bentuk dedikasi spiritual bagi keluarganya. Ia meniatkan wakaf tersebut sebagai amal jariyah untuk kedua orang tuanya, Almarhum Darmo Sukimin dan Almarhumah Minem.
Di atas lahan tersebut, saat ini telah berdiri gedung baru yang dipergunakan untuk aktivitas dakwah dan pendidikan PAUD Terpadu. Suwarni berharap agar fasilitas tersebut terus memberikan manfaat yang luas bagi umat dan mencetak generasi rabbani melalui pendidikan Aisyiyah.
Kepala KUA Karanganyar sekaligus Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW), Drs. H. Aris Purwanto, memimpin langsung jalannya ikrar. Dalam sambutannya, Aris menjelaskan bahwa penerbitan Akta Ikrar Wakaf (AIW) merupakan tahapan krusial untuk menjamin kepastian hukum aset wakaf tersebut.
“Tanah wakaf ini wajib digunakan sesuai dengan tujuan awal, yakni untuk kepentingan pendidikan TK atau PAUD Aisyiyah, dan harus dimanfaatkan selamanya bagi kemaslahatan publik,” tegas Aris saat memberikan pengarahan. Ia juga menambahkan bahwa sebelum ikrar dilaksanakan, seluruh anggota keluarga ahli waris telah memberikan persetujuan untuk menghindari sengketa di masa depan.
Dalam prosesi tersebut, Suwarni bertindak sebagai wakif (pemberi wakaf). Sementara itu, pihak Nadzir (pengelola) diwakili oleh jajaran pimpinan PCM Karanganyar, yakni Dr. Burhan Mustaqim M.Pd selaku Ketua, Irham B. Senoaji sebagai Sekretaris, dan Agus Waskito sebagai Bendahara. Bertindak sebagai saksi adalah M. Syahrul Shidiq dan Widodo Eko Riyanto.
Melalui ikrar ini, status tanah tersebut kini sah secara hukum negara. PCM Karanganyar berkomitmen untuk menjaga amanah tersebut demi keberlangsungan dakwah pendidikan di wilayah Kecamatan Karanganyar.