Tingkatkan Literasi Digital, PCA Kebakkramat Gelar Pelatihan Jurnalistik bagi Admin Amal Usaha

Tingkatkan Literasi Digital, PCA Kebakkramat Gelar Pelatihan Jurnalistik bagi Admin Amal Usaha

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYARPimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kecamatan Kebakkramat mengambil langkah strategis dalam memperkuat syiar digital organisasi. Melalui pendampingan khusus, PCA Kebakkramat membekali para Operator Sekolah (Ops) Amal Usaha Aisyiyah (AUA) dengan keterampilan jurnalistik dalam pelatihan penulisan berita untuk portal resmi muhammadiyahkebakkramat.org.

Agenda yang berlangsung pada Jumat (20/02/2026) ini bertempat di TK Aisyiyah BA Macanan. Sebanyak 11 operator yang mengelola berbagai tingkatan pendidikan, mulai dari Tempat Penitipan Anak (TPA), Kelompok Bermain (KB), hingga Taman Kanak-Kanak (TK) Aisyiyah se-Kecamatan Kebakkramat, hadir untuk mempertajam kemampuan literasi mereka.

Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebakkramat, Paryono, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan respon terhadap kebutuhan informasi di era digital. Menurutnya, setiap kegiatan positif yang dilakukan oleh amal usaha harus mampu tersampaikan kepada masyarakat luas melalui kanal resmi.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan keaktifan admin web Aisyiyah dalam penulisan berita kegiatan Muhammadiyah di Kecamatan Kebakkramat,” ujar Paryono saat memberikan sambutan di lokasi acara.

Paryono menjelaskan bahwa penguatan literasi di kalangan warga Muhammadiyah menjadi latar belakang utama terselenggaranya acara ini. Ia berharap, setelah pelatihan ini, tidak ada lagi kegiatan produktif di lingkungan Aisyiyah yang luput dari pemberitaan.

Dalam sesi materi, para peserta dipandu langsung oleh Warjoko, seorang praktisi komunikasi yang kompeten di bidangnya. Warjoko memaparkan teknik penulisan berita dasar, mulai dari penentuan teras berita (lead) yang menarik hingga cara mengemas informasi agar sesuai dengan kaidah jurnalistik namun tetap ringan dibaca.

Selain teori, para operator juga diajak mempraktikkan langsung cara mengunggah konten ke sistem manajemen web. Hal ini dilakukan agar kendala teknis yang selama ini menghambat publikasi dapat segera teratasi. Pendampingan ini diharapkan mampu melahirkan kontributor-kontributor baru yang konsisten mengisi rubrik berita di tingkat cabang.

Dengan adanya pelatihan ini, PCA Kebakkramat optimis bahwa citra positif organisasi akan semakin kuat di dunia maya. Transformasi digital melalui tulisan diharapkan menjadi media dakwah yang efektif bagi persyarikatan dalam menjangkau masyarakat yang lebih luas.

Mahasiswa FHIP UMS Lolos DPRemaja 4.0, Siap Kawal Advokasi Kawasan Tanpa Rokok

Mahasiswa FHIP UMS Lolos DPRemaja 4.0, Siap Kawal Advokasi Kawasan Tanpa Rokok

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Abi Umaroh, mahasiswa Magister Ilmu Hukum UMS, resmi terpilih sebagai peserta Dewan Perwakilan Remaja (DPRemaja) 4.0 yang diselenggarakan oleh Indonesian Youth Council for Tactical Changes (IYCTC).

Abi menyampaikan bahwa keterlibatannya dalam DPRemaja 4.0 menjadi bagian dari komitmennya mengintegrasikan kajian akademik di bangku perkuliahan dengan praktik advokasi kebijakan secara langsung di masyarakat.

“Sebagai mahasiswa FHIP UMS, saya melihat pentingnya peran orang muda dalam mengawal implementasi kebijakan kesehatan, khususnya terkait pengendalian tembakau. Program ini menjadi ruang strategis bagi saya untuk memperkuat kapasitas sekaligus kontribusi nyata di daerah,” ujarnya saat diwawancarai pada Jumat, (20/2).

Abi yang juga merupakan penerima Beasiswa Unggulan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tersebut lolos setelah melalui proses seleksi ketat tingkat nasional. Program ini diikuti ribuan pendaftar dari berbagai daerah di Indonesia.

DPRemaja 4.0 merupakan program nasional penguatan kapasitas advokasi kebijakan yang berfokus pada implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) serta pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 sebagai aturan turunan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Pada penyelenggaraan tahun ini, hanya 11 orang muda terpilih dari total 1.463 pendaftar di seluruh Indonesia. Mereka berasal dari tiga daerah fokus, yakni Lombok Utara, DKI Jakarta, serta wilayah Semarang-Solo Raya.

Sebagai perwakilan Daerah Pemilihan Jawa Tengah (Semarang-Solo Raya), Abi telah mengikuti rangkaian Bimbingan Teknis (BIMTEK) yang digelar di Hotel Tamarin Jakarta pada 10–13 Februari 2026. Kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas peserta dalam komunikasi kebijakan dan strategi advokasi.

Selama BIMTEK, peserta dibekali materi penyusunan policy brief, pemetaan aktor kebijakan, hingga simulasi advokasi berbasis studi kasus. Pendekatan ini memberikan pengalaman praktis dalam mengawal implementasi regulasi di tingkat daerah.

Pasca mengikuti BIMTEK, Abi akan kembali ke wilayah Semarang-Solo Raya untuk melakukan edukasi mengenai implementasi Kawasan Tanpa Rokok serta bahaya konsumsi produk tembakau, terutama bagi generasi muda dan remaja.

Menurutnya, penguatan literasi kebijakan dan peningkatan kesadaran publik menjadi langkah penting dalam menekan prevalensi perokok usia remaja. Ia menegaskan bahwa pengendalian iklan dan promosi produk tembakau memerlukan sinergi berbagai pihak.

“Pendekatan kolaboratif antara pemerintah, lembaga kesehatan, institusi pendidikan, dan organisasi kepemudaan menjadi fondasi penting agar kebijakan tidak berhenti di atas kertas, melainkan benar-benar terimplementasi dan berdampak pada perlindungan kesehatan masyarakat,” ungkapnya.

Capaian ini semakin menegaskan peran mahasiswa FHIP UMS dalam ruang advokasi kebijakan publik di tingkat nasional. Hal tersebut sekaligus menunjukkan komitmen UMS dalam melahirkan generasi muda yang unggul, kritis, dan solutif dalam menjawab tantangan kesehatan dan demokrasi di Indonesia. (Yusuf/Humas)

Mahasiswa KKN-DIK UMS Gelar Edukasi Parenting, Bekali Orang Tua Pola Asuh Era Digital

Mahasiswa KKN-DIK UMS Gelar Edukasi Parenting, Bekali Orang Tua Pola Asuh Era Digital

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN-DIK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kegiatan parenting bagi masyarakat Desa Pendek, Kecamatan Mojogedang, Karanyanyar, sebagai bentuk kontribusi nyata dalam meningkatkan pemahaman orang tua terhadap pengasuhan anak di era digital. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (4/2) ini diikuti oleh para ibu-ibu RT 03 dan RT 04 dengan antusias dan partisipasi aktif sepanjang kegiatan berlangsung.

Salah satu mahasiswa, Rizky Nugraheni menyebut kegiatan parenting ini, diharapkan para orang tua semakin memahami pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak yang berakhlak, mandiri, serta bijak dalam menghadapi perkembangan teknologi.

“Program ini menjadi bagian dari implementasi pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial dalam mendukung pendidikan karakter anak,” ujar Rizky Nugraheni, Kamis, (19/2).

Program parenting tersebut turut dihadiri oleh Ibu Bayan Dusun Pendek, Nanik Triyani, yang memberikan sambutan pembuka. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN-DIK FKIP UMS yang menghadirkan kegiatan edukatif bagi masyarakat.

“Kegiatan ini sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana orang tua menghadapi tantangan baru dalam mendampingi anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital,” ujarnya.

Kegiatan parenting mengusung tema “Peran Orangtua dalam Pembentukan Karakter Anak di Era Digital.” Materi yang disampaikan menekankan bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam membentuk karakter anak, meliputi penanaman nilai moral, spiritual, serta kemampuan komunikasi dan sosial yang menjadi bekal anak dalam kehidupan sehari-hari.

Sesi tanya jawab dari ibu – ibu kepada pemateri Ibu Dr. Choirun Nisa, S.Pd. SD., M.Pd.

Dalam pemaparannya, Dr. Choirun Nisa, S.Pd. SD., M.Pd., selaku pemateri dalam kegiatan ini menjelaskan berbagai tantangan yang dihadapi orang tua di era digital, di antaranya penggunaan gawai secara berlebihan, paparan konten negatif, berkurangnya interaksi tatap muka dalam keluarga, hingga potensi kecanduan internet pada anak.

“Orang tua memiliki peran penting sebagai teladan (role model), pendamping digital, sekaligus pengarah dalam penggunaan teknologi secara bijak,” ungkapnya.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab antara pemateri dan peserta. Para ibu secara aktif menyampaikan pengalaman serta permasalahan yang dihadapi dalam mendampingi anak di rumah, khususnya terkait penggunaan gawai.

Salah satu peserta, Sudarmi, mengajukan pertanyaan mengenai cara mengatasi kebiasaan anak yang harus menggunakan handphone saat makan karena anak cenderung menangis dan menolak makan apabila tidak diberikan gawai.

Menanggapi hal tersebut, Choirun Nisa menjelaskan bahwa orang tua dapat mengalihkan perhatian anak melalui aktivitas yang lebih interaktif dan menyenangkan, seperti mengajak anak berbincang ringan, bercerita, bermain tebak-tebakan sederhana, serta menciptakan suasana makan yang hangat bersama keluarga.

Ia juga menegaskan pentingnya konsistensi orang tua dalam membangun kebiasaan makan tanpa gawai secara bertahap agar anak dapat belajar fokus pada makanan sekaligus meningkatkan interaksi sosial dalam keluarga.

Sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan, mahasiswa KKN-DIK FKIP UMS turut membagikan souvenir berupa gelas kepada para peserta kegiatan. Momen tersebut menjadi simbol kebersamaan sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat setempat. (Adi/Humas)

Mahasiswa KKN-Dik UMS Kenalkan Aplikasi ‘Adventure Quest’ untuk Belajar Aksara Jawa di Wonogiri

Mahasiswa KKN-Dik UMS Kenalkan Aplikasi ‘Adventure Quest’ untuk Belajar Aksara Jawa di Wonogiri

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN DIK) berupa kegiatan peningkatan pemahaman Bahasa Jawa melalui media pembelajaran interaktif di SD Negeri 1 Ngadirojo Lor, Wonogiri, pada Selasa, 2 Februari 2026. Kegiatan ini ditujukan khusus bagi siswa kelas III sebagai upaya meningkatkan pemahaman mereka mengenai aksara Jawa dengan cara yang lebih menarik dan menyenangkan.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan pretest sederhana berbentuk soal menjodohkan aksara Jawa, untuk mengetahui sejauh mana pemahaman awal siswa terhadap aksara Jawa. Dari hasil awal tersebut, terlihat bahwa sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam mengenali huruf dan sandangan Aksara Jawa.

Selanjutnya, Alifa Mukaromah bersama dengan mahasiswa KKN DIK FKIP UMS lainnya memperkenalkan aplikasi pembelajaran berbasis game bernama Adventure Quest Aksara Jawa yang dapat diunduh melalui Play Store. Melalui aplikasi ini, siswa diajak belajar membaca aksara Jawa, mengenal sandangan, hingga berlatih menulis aksara Jawa secara langsung.

Presentasi pengenalan aksara Jawa oleh mahasiswa kepada para siswa

“Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur suara yang membantu siswa mengenali pelafalan setiap huruf, sehingga proses belajar menjadi lebih mudah dipahami,” jelas Alifa, Kamis (19/2).

Tidak hanya itu, aplikasi tersebut juga menghadirkan permainan edukatif berupa game petualangan. Dalam game tersebut, siswa harus menjawab pertanyaan seputar aksara Jawa dengan benar untuk melanjutkan perjalanan dan menemukan harta karun.

“Konsep belajar sambil bermain ini terbukti mampu meningkatkan minat dan keaktifan siswa selama proses pembelajaran berlangsung,” tegas Alifa.

Melalui kegiatan ini, Alifa Mukaromah mahasiswa KKN DIK FKIP UMS berharap pembelajaran Bahasa Jawa, khususnya aksara Jawa, dapat disampaikan dengan pendekatan yang lebih kreatif dan sesuai dengan karakter dan kemampuan tiap siswa sekolah dasar. “Pemanfaatan media interaktif diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan siswa terhadap budaya lokal sekaligus meningkatkan pemahaman mereka secara berkelanjutan,” tuturnya.

Antusiasme siswa kelas III terlihat sangat tinggi. Mereka tampak bersemangat mencoba setiap fitur dalam aplikasi, saling berdiskusi, dan berani menjawab pertanyaan yang diberikan. Suasana kelas menjadi lebih hidup, dan siswa tidak merasa bosan saat mempelajari materi aksara Jawa yang sebelumnya dianggap sulit dan membosankan.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN DIK FKIP UMS dalam mendukung pelestarian budaya daerah melalui inovasi pembelajaran berbasis teknologi di lingkungan sekolah dasar. (Shandy/Maysali/Humas)

Resmi Dilantik, IMM Pondok Shabran dan IMM Abduh FAI UMS Siap Jalankan Amanah Organisasi

Resmi Dilantik, IMM Pondok Shabran dan IMM Abduh FAI UMS Siap Jalankan Amanah Organisasi

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pondok Hajjah Nuriyah Shabran dan IMM Muhammad Abduh periode 2026-2027 resmi dilantik pada Senin, (16/2 2026). Acara yang berlangsung khidmat ini digelar di Auditorium Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dengan mengusung tema “Merawat Gerakan, Menata Ikatan: Kolaborasi Simpul IMM dalam meneguhkan Gerakan yang Berkeadaban”.

Immawan Nashiruddin Amin didapuk sebagai ketua umum PK IMM Shabran, menggantikan Immawan Muhammad Fikri Azka yang sebelumnya menjabat pada periode 2025, sedangkan Immawan Handito Putro didapuk sebagai ketua umum PK IMM Muhammad Abduh periode 2026, menggantikan Immawati Naura Zukhrufana selaku ketua umum periode sebelumnya.

Selaku ketua panitia, Faozan Syifaur dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar kader IMM menjadikan semboyan IMM yang berbunyi
“Anggun dalam Moral, Unggul dalam Intelektual” sebagai ruh dalam setiap pergerakan.

Sambutan kepala Pondok Shabran UMS Yayuli, S.Ag., M.P.I

Dalam sambutannya Yayuli, S.Ag., M.P.I. selaku Direktur Pondok Hajjah Nuriyah Shabran menyampaikan bahwa pelantikan ini bukan hanya sekedar seremonial, tetapi menjadi momentum estafet perjuangan.

“Ini bukan sekedar seremonial pelantikan. Hari ini adalah momentum estafet perjuangan, sebuah ideologi untuk kembali meneguhkan komitmen bahwa ikatan mahasiswa Muhammadiyah bukan hanya organisasi tetapi gerakan intelektual,” ungkapnya pada Kamis, (19/2).

Yayuli juga menyampaikan makna yang terkandung pada tema kali ini, menurutnya kolaborasi ini menjaga roh perjuangan IMM agar tetap hidup, progresif, dan relevan, sehingga IMM tidak hanya hadir sebagai organisasi mahasiswa, tetapi sebagai ruang pembinaan karakter, laboratorium, kepemimpinan, dan pusat intelektual muslim yang berintegritas.

“Tidak ada gerakan besar tanpa kolaborasi yang pokok, tidak ada perjuangan yang berkelanjutan tanpa komunikasi yang sehat dan kepemimpinan yang inklusif, kolaborasi simbol IMM menjadi kunci dalam meneguhkan gerakan yang berkeadaan. Setiap bidang, setiap badan, setiap gagasan adalah simpul penting yang saling terhubung. Ketika simpul-simpul ini bekerja bersama, maka IMM bukan hanya hadir sebagai organisasi mahasiswa, tetapi sebagai ruang pembinaan karakter, laboratorium, kepemimpinan, dan pusat lainnya intelektual muslim yang berintegritas,” sambung Yayuli.

Selanjutnya penyampaian prakata dari Muhammad Fikri Azka, selaku ketua umum IMM shabran periode 2025-2026, ia mengingatkan kepada para pimpinan baru untuk meneguhkan niat dan senantiasa memperbaikinya, karena niat yang menentukan arah tujuan yang akan dibawa kedepannya.

“Pada kesempatan kali ini, saya hanya ingin mengingatkan kepada seluruh pimpinan baru untuk meneguhkan niat dan selalu memperbaikinya, karena niat yang akan menentukan tujuan kita dalam mengemban amanah,” tuturnya.

Naura Zukhrufana, selaku ketua umum IMM Muhammad Abduh periode 2025-2026 juga menyampaikan pra katanya, ia berpesan untuk terus mengobarkan api perjuangan, menurutnya suatu ikatan bukan tentang seberapa lama seseorang di dalamnya, melainkan bagaimana api didalamnya bias terus menyala dan makin berkobar, ia juga menyampaikan harapannya agar pimpinan yang baru dapat memegang amanah dengan baik.

“Kalian disini adalah teladan untuk masyarakat, penerus dakwah kami, jangan sampai pernah padam, Sebenarnya ikatan ini bukan yang paling lama kita ada di sini, tapi bagaimana kita bisa menghidupkan terus apinya, bagaimana kita bisa terus menghidupkan semangat-semangatnya, saya terus bangga, semoga kalian menjadi pimpinan yang amanah,” ujarnya.
Usai acara pelantikan, acara dilanjutkan dengan launching buku “Nalar Futurology Maroon” karya PK IMM Shabran periode 2025. (Choiril/Affiq/Humas)