Pendidikan
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN-DIK) dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan program kerja sosialisasi anti bullying sebagai upaya pencegahan perundungan pada anak di SD Muhammadiyah Program Unggulan Botok, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar, pada 3-5 Februari 2026.
Kegiatan ini menyasar siswa kelas 4, 5, dan 6, baik kelas reguler maupun bilingual. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap dampak perundungan serta memberikan ruang aman bagi mereka untuk berbagi pengalaman, baik sebagai korban maupun pelaku.
Salah satu Mahasiswa KKN Dik UMS, Bariq Octafiansa, menyampaikan bahwa sosialisasi ini menjadi langkah preventif untuk menanamkan pemahaman sejak dini mengenai bahaya bullying dan pentingnya saling menghargai antar teman.

“Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa bahwa perundungan bukanlah candaan biasa, melainkan tindakan yang dapat berdampak serius bagi kondisi psikologis korban. Melalui kegiatan ini, siswa juga memiliki ruang untuk bercerita dan saling memahami,” ujarnya saat diwawancarai, Jumat, (20/2).
Program ini dilaksanakan dengan koordinasi pihak sekolah dan guru, serta mendapatkan izin langsung dari kepala sekolah. Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi dua sesi setiap harinya.
Materi sosialisasi disampaikan secara interaktif menggunakan media presentasi, ice breaking, serta diskusi terbuka. Mahasiswa KKN-DIK UMS menjelaskan berbagai aspek penting, mulai dari pengertian bullying, jenis-jenis perundungan, dampak psikologis, hingga langkah pencegahan yang dapat dilakukan siswa.
Selain itu, siswa juga diajak untuk menuliskan pengalaman mereka terkait bullying pada sticky note, yang kemudian ditempelkan pada “pohon ungkapan” sebagai bentuk refleksi bersama. Mahasiswa KKN-DIK UMS juga membuka ruang konsultasi dan berperan sebagai konselor bagi siswa yang membutuhkan dukungan.
Bariq menerangkan, program ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus perundungan di lingkungan sekolah dasar, yang kerap dianggap sebagai candaan biasa. Padahal, tindakan tersebut dapat menimbulkan dampak psikologis yang serius bagi korban.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab siswa untuk saling melindungi serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
“Kami berharap siswa dapat lebih peduli terhadap teman-temannya, tidak lagi menganggap perundungan sebagai hal yang wajar, dan mampu menciptakan lingkungan belajar yang sehat secara emosional dan sosial,” tambahnya.
Kegiatan ini mendapatkan respons positif dari siswa dan guru. Siswa yang sebelumnya tidak memiliki ruang untuk bercerita kini dapat mengungkapkan pengalaman dan perasaan mereka, sementara pelaku perundungan juga menunjukkan kesadaran dan penyesalan atas tindakan yang dilakukan.
Melalui program ini, mahasiswa KKN-DIK UMS turut berkontribusi dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya pencegahan bullying, sekaligus menguatkan peran sekolah sebagai ruang pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan psikologis siswa secara optimal. (Fika/Humas)
Pendidikan
muhammadiyahkaranganyar.or.,id, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN-DIK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi remaja bertema “Speak Up and Stand Out: Seni Berbicara Tanpa Takut Salah”. Kegiatan ini dilaksanakan di MI Muhammadiyah Parakan, Karanganyar.
Salah satu mahasiswa, Ratu Bunga Olivia menyebut kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada remaja agar mampu menyampaikan pendapat, gagasan, dan usulan secara percaya diri tanpa rasa takut salah maupun khawatir terhadap penilaian negatif dari lingkungan. Program ini menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa KKN-DIK FKIP UMS kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-DIK FKIP UMS berharap remaja setempat dapat meningkatkan rasa percaya diri, berani menyampaikan aspirasi secara santun, serta tidak takut berbicara atau dihakimi ketika mengemukakan pendapat,” ujar Ratu, Jumat, (20/2)
Sementara itu, Annisa Nur Rahmawati, M.Psi., Psikolog, selaku pemateri dalam sosialisasi ini menekankan pentingnya keberanian berbicara serta keterampilan komunikasi yang sehat dan efektif sejak usia remaja. Menurutnya, kemampuan berbicara merupakan keterampilan penting agar individu mampu berperan aktif dalam lingkungan sosial.
“Setiap individu memiliki hak untuk menyampaikan pendapat. Tidak perlu takut salah dalam menyampaikan pendapat, kita semua sama-sama belajar di sini, termasuk saya,” ujarnya dalam sesi penyampaian materi.
Sosialisasi yang dimulai pukul 13.00 WIB ini dikemas secara interaktif melalui pemaparan materi dan diskusi terbuka. Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan dengan aktif mengajukan pertanyaan serta berbagi pengalaman terkait komunikasi di lingkungan sekolah maupun masyarakat. (Zahra/Humas)
Pendidikan
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi membuka Program Studi Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 133/B/O/2026. Pembukaan program ini menjadi bagian dari komitmen UMS dalam memperkuat pengembangan akademik sekaligus menjawab kebutuhan nasional akan dokter spesialis layanan primer.
Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menyampaikan bahwa pembukaan program spesialis merupakan wujud nyata inovasi dan pengembangan kelembagaan yang terus dilakukan UMS sebagai perguruan tinggi Islam berkelas dunia.

“UMS sebagai perguruan tinggi Islam berkelas dunia selalu melakukan inovasi tiada henti. Salah satu bentuknya adalah pengembangan akademik dan kelembagaan secara vertikal, mulai dari jenjang sarjana, profesi, magister, hingga spesialis. Penambahan Program Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer ini menjadi bentuk komitmen UMS dalam memperkuat aspek kesehatan,” ungkapnya saat diwawancarai, Jumat, (20/2).
Ia menambahkan bahwa saat ini UMS telah memiliki jenjang pendidikan lengkap di Fakultas Kedokteran, mulai dari sarjana, profesi dokter, magister administrasi rumah sakit, hingga spesialis. Selain itu, tim task force UMS juga tengah mempersiapkan sejumlah program spesialis strategis lainnya sebagai bagian dari upaya menghadirkan kampus yang sehat, adaptif, progresif, dan moderatif.
Sementara itu, Dekan FK UMS, Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, M.Kes., Sp.DVE., Dipl. STD-HIV/AIDS., FINSDV., FAADV., menjelaskan bahwa percepatan pendirian PPDS ini tidak terlepas dari inisiatif pemerintah dalam mengatasi kekurangan dokter spesialis di Indonesia. Pemerintah kemudian membentuk Satuan Tugas (Satgas) Akselerasi Pendirian PPDS untuk mempercepat pembukaan program spesialis di berbagai fakultas kedokteran.

Tim satgas memetakan sebanyak 144 fakultas kedokteran di seluruh Indonesia dan menawarkan tiga skema pendirian PPDS, yaitu skema mandiri, skema cangkokan melalui pembinaan fakultas kedokteran lain, serta skema mandat langsung dari kementerian. Meski banyak institusi mengundurkan diri lantaran waktu persiapan yang singkat, FK UMS tetap melanjutkan proses hingga akhirnya dinyatakan lolos setelah melalui evaluasi lapangan oleh tim ahli dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran pada pertengahan Januari.
Program Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer atau Sp.KKLP memiliki peran strategis dalam sistem kesehatan nasional, khususnya dalam memperkuat layanan kesehatan tingkat pertama. Dokter spesialis layanan primer diharapkan mampu menangani berbagai permasalahan kesehatan secara komprehensif di fasilitas kesehatan primer, sehingga mengurangi kebutuhan rujukan ke rumah sakit tingkat lanjut.
Flora menyebut program ini juga berperan dalam mendukung pemerataan distribusi dokter spesialis, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), guna memastikan akses layanan kesehatan yang lebih merata bagi masyarakat.
Flora menegaskan bahwa program Sp.KKLP FK UMS memiliki keunggulan melalui integrasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam seluruh proses pembelajaran. Keunggulan tersebut menjadi pembeda sekaligus memperkuat identitas FK UMS dalam mencetak dokter spesialis yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga memiliki integritas dan nilai kemanusiaan yang kuat.
Dengan dibukanya Program Studi Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer PPDS berdasarkan SK Mendiktisaintek Nomor 133/B/O/2026, Dekan FK menyebut UMS optimistis dapat berkontribusi lebih luas dalam mencetak dokter spesialis berkualitas serta mendukung penguatan sistem pelayanan kesehatan nasional di masa depan. (Fika/Humas)
Berita
muhammadiyakaranganyar.or.id, KARANGANYAR – Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, PAUD Terpadu Aisyiyah Ngrenak menggelar serangkaian kegiatan syiar Islam dan bakti sosial (baksos) selama dua hari, mulai Jumat (13/2/2026) hingga Sabtu (14/2/2026). Acara yang berlangsung meriah ini menjadi momentum penguatan dakwah sekaligus peresmian operasional gedung baru bagi masyarakat Delingan.
Kemeriahan dimulai dengan pawai Ramadhan yang diikuti 250 peserta, terdiri dari murid KB/TK, wali murid, hingga keluarga besar SD Delingan 1. Langkah para peserta kian bersemangat dengan iringan pasukan marching band PAUD Aisyiyah Ngrenak. Suasana kekeluargaan kian terasa saat panitia membagikan doorprize serta makan bersama menu segar berupa es buah dan makanan ringan hasil sumbangan sukarela wali murid.
Puncak acara dilaksanakan pada Sabtu dengan menggelar Pengajian Akbar dan berbagai layanan sosial gratis. Kegiatan dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh santri TPQ Aisyiyah Ngrenak, Cheril Nadira, serta penampilan dai cilik (pildacil), Afika Fitriana, yang memukau 320 jemaah yang hadir.

Ketua Panitia Pelaksana, Suwarni, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari peresmian gedung yang dilakukan Januari lalu. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada tokoh-tokoh yang telah membimbingnya sejak masa sekolah hingga sukses mengelola PAUD tersebut.
“Kami berharap seluruh elemen masyarakat terus bersinergi mendukung kegiatan dakwah di sini. Gedung ini diproyeksikan menjadi pusat pembelajaran Al-Qur’an, tahfidz, serta parenting Islami yang bermanfaat bagi umat,” ujar Suwarni.
Ia juga melaporkan transparansi dana pembangunan gedung. Saat peresmian, gedung tersebut masih menyisakan tanggungan sebesar Rp68,5 juta. Namun, berkat gotong royong jamaah, angka tersebut kini berkurang menjadi Rp63,5 juta. Selama Ramadan, pihak pengelola kembali membuka pintu donasi untuk melunasi sisa tanggungan tersebut.
Apresiasi tinggi datang dari Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Karanganyar, Hidayah Rohani. Menurutnya, perkembangan PAUD Terpadu Aisyiyah Ngrenak sangat pesat karena kegigihan para pengajar dan dukungan penuh warga sekitar. Senada dengan hal itu, pemateri pengajian, Muhamad Samsuri mengajak jemaah menyambut Ramadhan dengan ilmu dan ukhuwah.
“Mari kita jadikan gedung megah di tanah wakaf ini sebagai aset amal jariyah yang nyata melalui dukungan bersama,” tutur Samsuri dalam tausiahnya.

Selain aspek spiritual, kegiatan ini menghadirkan layanan fisik bagi warga. Bekerja sama dengan tim kesehatan pimpinan Dyah Fauziati dan pakar Kesehatan panitia menyediakan cek kesehatan gratis, fisioterapi pijat bayi, cukur gratis, hingga pembagian sayur gratis. Tak lupa, santunan diberikan kepada 25 anak yatim dan dhuafa sebagai wujud kepedulian sosial.
Acara yang turut dihadiri camat Karanganyar, Kepala KUA Jumapolo, hingga jajaran perangkat Kelurahan Delingan Prof Dr Sunami M. Hum Turut hadir dan membersamai kegiatan baksos dan Foto bersama segenap panitia kegiatan Beliau juga menyampaikan semoga gedung baru PAUD Terpadu Aisyiyah Ngrenak selalu bisa bermanfaat untuk umat Kegiatan diakhiri dengan tradisi “Nyoto Bareng” atau makan soto bersama seluruh jamaah sebelum baksos di mulai Kegiatan baksos selesai pada pukul 11.00 WIB.
Berita
MUHAMMADIYAKARANGANYAR.OR.ID, KERJO — Suasana sore di sekitar Masjid Al Ikhlas Botok, Kerjo, tampak lebih cerah dan dinamis pada Ramadan tahun ini. Remaja Masjid Al Ikhlas Botok, yang populer dengan sebutan Hero Masjid, sukses menyemarakkan syiar bulan suci dengan menggelar bazar takjil yang melibatkan warga sekitar.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (20/2/2026) atau bertepatan dengan 3 Ramadan 1447 H ini, menghadirkan sekitar 15 stan kuliner. Sejak dibuka pukul 15.30 WIB hingga menjelang kumandang azan Magrib, area masjid dipadati masyarakat yang antusias berburu aneka kudapan untuk berbuka puasa.
Ketua Penyelenggara sekaligus Ketua Hero Masjid, Hafidz Jembar Ginayuh, mengungkapkan bahwa acara ini merupakan kali kedua dilaksanakan. Melihat respons positif dan tingginya animo masyarakat, pihak remaja masjid berencana mematenkan kegiatan ini sebagai program rutin setiap tahun.
Hafidz menjelaskan bahwa fungsi bazar ini tidak hanya sekadar tempat transaksi jual beli jajanan, tetapi memiliki misi ideologis yang lebih mendalam. “Bazar takjil Masjid Al Ikhlas Botok ini di samping sebagai pusat jajanan, juga sebagai sarana mendekatkan dan mengenalkan masyarakat kepada masjid,” ujar Hafidz.
Ia menambahkan bahwa visi besar dari gerakan pemuda ini adalah mengembalikan peran rumah ibadah sebagai pilar penyokong kehidupan sosial. Hafidz berharap masjid benar-benar bisa menjadi pusat peradaban serta memberikan solusi nyata bagi problematika umat dan masyarakat di lingkungan sekitarnya.
Inisiatif kreatif para pemuda ini mendapat apresiasi tinggi dari jajaran pengurus masjid. Ketua Takmir Masjid Al Ikhlas Botok, Budi Sambodo, menegaskan bahwa pihak takmir akan terus memberikan ruang seluas-luasnya bagi para remaja untuk berinovasi melalui kegiatan positif.
Budi menilai bahwa peran pemuda sebagai pelopor sangat krusial dalam menghidupkan ekosistem masjid. Menurutnya, kegiatan yang mampu mendatangkan massa dalam jumlah besar secara alami akan mempererat ikatan antara jemaah dengan masjid.
“Kegiatan sangat baik, pemuda masjid sebagai pelopor yang mempunyai kegiatan positif seperti ini harus selalu didukung,” kata Budi. Ia juga menekankan bahwa penyediaan wadah bagi Hero Masjid adalah langkah strategis untuk memastikan masjid selalu ramai oleh umat melalui aktivitas-aktivitas yang bermanfaat bagi ekonomi dan sosial warga.