by | 21 Feb 2026 | Pendidikan |

Mahasiswa UMS Sosialisasikan Anti-Bullying di Sekolah Dasar guna Ciptakan Ruang Aman bagi Siswa

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN-DIK) dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan program kerja sosialisasi anti bullying sebagai upaya pencegahan perundungan pada anak di SD Muhammadiyah Program Unggulan Botok, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar, pada 3-5 Februari 2026.

Kegiatan ini menyasar siswa kelas 4, 5, dan 6, baik kelas reguler maupun bilingual. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap dampak perundungan serta memberikan ruang aman bagi mereka untuk berbagi pengalaman, baik sebagai korban maupun pelaku.

Salah satu Mahasiswa KKN Dik UMS, Bariq Octafiansa, menyampaikan bahwa sosialisasi ini menjadi langkah preventif untuk menanamkan pemahaman sejak dini mengenai bahaya bullying dan pentingnya saling menghargai antar teman.

“Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa bahwa perundungan bukanlah candaan biasa, melainkan tindakan yang dapat berdampak serius bagi kondisi psikologis korban. Melalui kegiatan ini, siswa juga memiliki ruang untuk bercerita dan saling memahami,” ujarnya saat diwawancarai, Jumat, (20/2).

Program ini dilaksanakan dengan koordinasi pihak sekolah dan guru, serta mendapatkan izin langsung dari kepala sekolah. Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi dua sesi setiap harinya.

Materi sosialisasi disampaikan secara interaktif menggunakan media presentasi, ice breaking, serta diskusi terbuka. Mahasiswa KKN-DIK UMS menjelaskan berbagai aspek penting, mulai dari pengertian bullying, jenis-jenis perundungan, dampak psikologis, hingga langkah pencegahan yang dapat dilakukan siswa.

Selain itu, siswa juga diajak untuk menuliskan pengalaman mereka terkait bullying pada sticky note, yang kemudian ditempelkan pada “pohon ungkapan” sebagai bentuk refleksi bersama. Mahasiswa KKN-DIK UMS juga membuka ruang konsultasi dan berperan sebagai konselor bagi siswa yang membutuhkan dukungan.

Bariq menerangkan, program ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus perundungan di lingkungan sekolah dasar, yang kerap dianggap sebagai candaan biasa. Padahal, tindakan tersebut dapat menimbulkan dampak psikologis yang serius bagi korban.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab siswa untuk saling melindungi serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

“Kami berharap siswa dapat lebih peduli terhadap teman-temannya, tidak lagi menganggap perundungan sebagai hal yang wajar, dan mampu menciptakan lingkungan belajar yang sehat secara emosional dan sosial,” tambahnya.

Kegiatan ini mendapatkan respons positif dari siswa dan guru. Siswa yang sebelumnya tidak memiliki ruang untuk bercerita kini dapat mengungkapkan pengalaman dan perasaan mereka, sementara pelaku perundungan juga menunjukkan kesadaran dan penyesalan atas tindakan yang dilakukan.

Melalui program ini, mahasiswa KKN-DIK UMS turut berkontribusi dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya pencegahan bullying, sekaligus menguatkan peran sekolah sebagai ruang pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan psikologis siswa secara optimal. (Fika/Humas)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Jadwal Salat Hari Ini
Memuat lokasi…
Subuh
Terbit
Zuhur
Ashar
Maghrib
Isya
Menuju salat berikutnya:
Subuh menggunakan kriteria Muhammadiyah (-18°).

Artikel terkait