muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Mahasiswi Kedokteran Umum Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Ainun Ni’mah Syawaliyah, berhasil meraih predikat peserta terbaik dalam Kegiatan Indonesia Scientific Leadership (ISL) Training oleh Badan Analisis dan Pengembangan Ilmiah Nasional (BAPUN) di bawah naungan Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI).
ISL Training merupakan program pelatihan yang berfokus pada penguatan kemampuan penelitian, penulisan karya ilmiah, serta kepemimpinan berbasis bukti ilmiah. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa kedokteran dari berbagai universitas di Indonesia dengan jumlah peserta mencapai puluhan mahasiswa dan berlangsung selama tujuh hari.
Ainun mengaku ketertarikannya pada dunia penelitian sejak duduk di bangku SMP menjadi modal utama dalam mengikuti kegiatan ini. Selama pelatihan ia aktif bertanya, berdiskusi, dan terlibat langsung dalam pembentukan tim.
Ainun bersama dengan rekan-rekan nya mempresentasikan hasil penelitian dalam sesi akademik selama pelaksanaan Indonesia Scientific Leadership
“Selama kegiatan saya merasa enjoy, saat diskusi ilmiah saya selalu berusaha menuangkan ide-ide saya, dan saat pembentukan tim penelitian, saya mengajukan sebagai ketua,” ungkapnya, Sabtu (14/2).
Dukungan dari Fakultas Kedokteran serta dekanat menjadi faktor penting dalam keberhasilannya. Ainun menyampaikan bahwa pihak fakultas memberikan pendampingan dan fasilitas, termasuk bantuan biaya serta dukungan untuk publikasi ilmiah.
“Pihak fakultas sangat terbuka dan mendukung pengembangan mahasiswa,” jelasnya.
Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa akhir, tantangan yang ia hadapi adalah memahami materi penelitian yang disampaikan oleh pakar. Menurut Ainun, tantangan utama bukanlah memahami materi tetapi bagaimana cara mengaplikasikannya menjadi penelitian nyata dan publikasi ilmiah.
“Bagaimana caranya agar materi-materi yang dikasih selama ISL itu bisa diterapkan, karena sayang kalau misalkan cuman di dengerin, sama mengaplikasikan semua materi di ISL jadi penelitian dan bisa jadi sebuah paper publikasi,” katanya.
Ke depan, Ainun berharap dapat meningkatkan kualitas dari penelitiannya dan mampu menembus jurnal internasional. Ia juga berkomitmen untuk menularkan ilmu yang diperolehnya kepada adik tingkat melalui lembaga ilmiah Cornea Club di FK UMS.
“Saya ingin meningkatkan bukan kuantitas dari penelitiannya, tapi kualitas. Saya juga ingin penelitian kedepan yang saya lakukan itu standarnya standar internasional, jika Allah menghendaki bisa publish di Scopus,” tuturnya. (Zahra/Humas)
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Upaya menumbuhkan kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi anak-anak panti asuhan terus diperkuat mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui kegiatan pelatihan public speaking di Panti Asuhan Yatim Putri Aisyiyah. Program bertajuk “Suaramu Berharga” ini menjadi ruang belajar sekaligus ruang tumbuh bagi para peserta untuk berani menyuarakan mimpi mereka.
Kegiatan yang digelar dalam rangka Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN-DIK) tersebut merupakan kolaborasi empat program studi di lingkungan FKIP UMS, yakni PGSD, Pendidikan Biologi, dan Pendidikan Akuntansi, di bawah pendampingan Ika Candra Sayekti, M.Pd. Pelaksanaan kegiatan turut bersinergi dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonogiri.
“Materi yang disampaikan mencakup dasar-dasar public speaking dengan pendekatan komunikatif dan mudah dipahami. Anak-anak panti dikenalkan pada teknik mengatasi rasa gugup, mengatur intonasi suara, menjaga kontak mata, serta memaksimalkan bahasa tubuh saat berbicara di depan umum,” jelas Ika saat dimintai keterangan pada Sabtu, (14/2).
Sejak awal kegiatan, tambahnya, suasana berlangsung hangat dan interaktif. Mahasiswa membuka sesi dengan ice breaking sederhana untuk mencairkan suasana, sehingga peserta merasa nyaman dan lebih siap mengikuti materi.
Salah satu anak panti praktek public speaking
Tak hanya teori, mahasiswa juga menghadirkan sesi praktik sebagai bagian utama kegiatan. Peserta diberi kesempatan maju satu per satu untuk memperkenalkan diri, berbagi pengalaman singkat, hingga menyampaikan cita-cita mereka.
“Antusiasme terlihat saat para peserta mulai berani tampil di depan teman-temannya. Meski awalnya tampak malu, dukungan dan tepuk tangan dari sesama peserta membuat rasa percaya diri mereka tumbuh secara perlahan,” ungkap pendamping.
Ketua Kelompok KKN-DIK, Hammam Rafi Abidin, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menanamkan keyakinan bahwa setiap anak memiliki potensi yang layak dihargai. Menurutnya, keberanian berbicara merupakan fondasi penting dalam meraih masa depan.
“Kami ingin adik-adik memahami bahwa suara mereka berharga. Dengan berani berbicara, mereka sedang melangkah menuju mimpi yang lebih besar,” ujarnya.
Mahasiswa UMS itu juga menekankan pentingnya konsistensi dalam melatih keberanian tersebut. Mereka mendorong peserta untuk aktif bertanya di kelas, terlibat dalam kegiatan sekolah, serta berani mengambil peran dalam aktivitas organisasi.
Pihak pengelola panti memberikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa FKIP UMS yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi pengembangan karakter anak-anak asuh. Keterampilan komunikasi, menurut mereka, menjadi bekal penting dalam pendidikan dan kehidupan sosial ke depan.
Melalui kegiatan Sosialisasi Public Speaking “Suaramu Berharga” yang telah sukses terlaksana pada Jumat, (13/2) ini, mahasiswa FKIP UMS tidak hanya menjalankan program pengabdian, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi lingkungan sekitar. Dari panti asuhan, langkah kecil untuk berani berbicara hari ini diharapkan menjadi awal lahirnya generasi yang percaya diri dan siap menyongsong masa depan. (Yusuf/Humas)
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN-DIK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Tahun 2026 menggelar sosialisasi anti bullying dengan memanfaatkan Smart Box sebagai media edukasi interaktif di Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Program Khusus (MPK) Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri. Kegiatan tersebut dilaksanakan di aula sekolah pada Jumat (7/2) dan mendapat sambutan positif dari pihak sekolah.
Program ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat mahasiswa KKN-DIK UMS yang berfokus pada penguatan pendidikan karakter anak sejak usia dini. Sosialisasi ini menyasar siswa SD MPK Pracimantoro yang dinilai perlu memperoleh pemahaman lebih mendalam terkait bahaya dan dampak bullying di lingkungan sekolah.
Mahasiswa KKN-DIK UMS menilai bahwa praktik bullying masih kerap terjadi dan sering dianggap sebagai candaan. Bentuk-bentuk perilaku tersebut antara lain memanggil teman dengan nama orang tua, menggunakan kata-kata kasar seperti nama hewan, hingga ejekan terhadap kondisi fisik siswa. Perilaku tersebut dapat berdampak pada kesehatan mental, rasa aman, serta kepercayaan diri peserta didik.
Sebagai upaya pencegahan, mahasiswa KKN-DIK UMS mengusung pendekatan kreatif dan menyenangkan melalui pemanfaatan Smart Box. Media ini dirancang untuk membantu siswa mengenali berbagai bentuk bullying, baik verbal, fisik, maupun digital, sekaligus menanamkan nilai empati, kepedulian, dan sikap saling menghargai.
Dalam pelaksanaannya, siswa diajak berinteraksi langsung dengan Smart Box dengan membaca materi yang tersedia, kemudian mendiskusikan bersama fasilitator mengenai solusi yang dapat dilakukan ketika mengalami atau menyaksikan tindakan bullying. Metode interaktif ini dinilai mampu melatih daya berpikir kritis serta menumbuhkan keberanian siswa untuk bersikap peduli terhadap lingkungan sekitar.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-DIK UMS, Dr. Gatot Jariono, turut mendampingi jalannya kegiatan dan memberikan dukungan terhadap program ini.
“Saya berharap sosialisasi anti bullying ini dapat menanamkan nilai empati, sikap saling menghargai, serta keberanian menolak bullying demi terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif,” ungkapnya, Sabtu, (14/2).
Salah satu siswa peserta sosialisasi, Naya, mengaku kegiatan tersebut membantunya menghadapi kondisi lingkungan yang kurang sehat.
“Kegiatan ini membantu saya supaya tidak takut lagi. Kalau ada yang mengejek, saya tahu harus bagaimana dan tidak merasa sendirian,” ungkapnya.
Smart Box sendiri merupakan media pembelajaran interaktif yang berisi materi edukasi, refleksi, serta sesi berbagi pengalaman seputar bullying. Melalui media tersebut, siswa diajak memahami jenis-jenis bullying, dampak negatif yang ditimbulkan, serta langkah yang tepat untuk melaporkan dan mencegah tindakan tersebut.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-DIK UMS berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam membangun lingkungan pendidikan yang positif. Lingkungan sekolah yang sehat dinilai menjadi pondasi penting bagi kesehatan mental serta perkembangan karakter siswa di masa depan. (Adi/Humas)
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN DIK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan edukatif bertajuk Menghidupkan Tanah: Pengolahan Tanah dan Pembuatan Pupuk Kompos Organik. Kegiatan ini dilaksanakan bersama siswa SMA Muhammadiyah 1 Wonogiri, pada Sabtu, 31 Januari 2025.
Kegiatan ini menjadi upaya nyata mahasiswa dalam menjawab kebutuhan sekolah sekaligus mendukung program green house yang rutin dilaksanakan setiap hari Sabtu. Selain itu program yang diberikan juga menjawab persoalan SDGs ke-12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggungjawab.
Program green house di SMA Muhammadiyah 1 Wonogiri selama ini melibatkan siswa dalam kegiatan menanam berbagai tanaman seperti jagung, kacang, dan ketela. Hasil panen dimanfaatkan untuk konsumsi maupun dijual. Namun, pihak sekolah mengungkapkan bahwa masih banyak siswa yang belum memahami cara memanfaatkan sampah organik secara optimal, sehingga sampah sering kali menumpuk dan belum diolah dengan baik.
Menjawab persoalan tersebut, mahasiswa KKN DIK FKIP UMS menghadirkan kegiatan pelatihan dengan tema “Menghidupkan Tanah: Pengolahan Tanah dan Pembuatan Pupuk Kompos Organik”. Shandy Yusril Fadlullah mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika UMS menerangkan kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai definisi tanah, komponen tanah, struktur atau profil tanah, penyebab dan dampak pencemaran tanah, serta pentingnya konservasi tanah.
“Materi ini disampaikan untuk membangun pemahaman dasar siswa tentang peran tanah sebagai sumber kehidupan dan media utama dalam kegiatan pertanian sekolah,” kata Shandy, Jumat (13/2).
Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan pupuk kompos. Para siswa diajak memanfaatkan sampah organik rumah tangga seperti sisa sayuran, daun kering, serta bahan sederhana berupa galon bekas sebagai wadah kompos. Dalam prosesnya, mahasiswa juga mengenalkan penggunaan EM4 sebagai media fermentasi untuk mempercepat penguraian sampah organik menjadi pupuk yang siap digunakan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN DIK FKIP UMS berharap siswa SMA Muhammadiyah 1 Wonogiri dapat lebih peduli terhadap lingkungan, mampu mengelola sampah organik secara mandiri, serta menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kegiatan green house secara berkelanjutan.
“Pelatihan ini menjadi bukti bahwa edukasi sederhana, jika dilakukan secara tepat, dapat memberi dampak nyata bagi sekolah dan lingkungan sekitar,” tutup Shandy.
Antusiasme siswa terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Salah satu siswa, Devica menyampaikan kesannya bahwa pelatihan ini membuka wawasannya. Ia mengaku baru menyadari bahwa sampah tidak selalu harus dibuang, tetapi dapat diolah kembali menjadi pupuk kompos yang bermanfaat untuk tanaman. Menurutnya, pengetahuan ini sangat relevan dengan kondisi sekolah yang memiliki program green house, sehingga siswa bisa lebih memahami proses penanaman dari hulu ke hilir.
Apresiasi juga disampaikan oleh pihak sekolah. Salah satu guru, Pak ikang mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN DIK FKIP UMS atas edukasi dan pendampingan yang diberikan. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya mendukung program sekolah, tetapi juga menanamkan kesadaran lingkungan kepada siswa.
“Dengan kondisi sekolah seperti ini, kegiatan pembuatan kompos sangat membantu dan mendukung upaya kami menjaga lingkungan yang sudah memberikan kehidupan bagi kita semua,” ujarnya. (Tia/Maysali/Humas)
muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR – Menyambut bulan suci Ramadhan dengan semangat pembaruan, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar menyelenggarakan agenda Pengajian Ramadhan yang spesial. Mengangkat tema yang sangat fundamental, yakni “Tajdid dalam Muhammadiyah”, acara ini diharapkan menjadi sarana penguatan ideologi dan wawasan bagi seluruh warga persyarikatan.
Sebagai organisasi gerakan Islam yang dikenal dengan semangat pembaruannya, pemahaman mengenai Tajdid (pemurnian dan dinamisasi) sangatlah penting. Untuk mengupas tuntas hal tersebut, PDM Karanganyar menghadirkan tokoh pakar di bidangnya.
Detail Pelaksanaan Acara
Bagi Anda yang ingin memperdalam ilmu dan mempererat silaturahmi, berikut adalah jadwal lengkap pelaksanaannya:
Hari/Tanggal: Jum’at, 20 Februari 2026
Waktu: 15.30 WIB – Selesai
Tempat: Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah Karanganyar
Narasumber: Dr. H. Hamim Ilyas, M. Ag. (Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah)
Mengapa Anda Harus Hadir?
Kehadiran Dr. H. Hamim Ilyas, M. Ag. memberikan bobot tersendiri bagi pengajian ini. Sebagai Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, beliau akan memaparkan bagaimana konsep Tajdid diimplementasikan dalam konteks modern saat ini, agar Muhammadiyah tetap relevan namun tetap kokoh di atas landasan Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Acara ini terbuka bagi jajaran pimpinan, kader, serta simpatisan Muhammadiyah di wilayah Karanganyar dan sekitarnya. Mari manfaatkan momentum Ramadhan ini sebagai madrasah ilmu untuk meningkatkan kualitas keislaman kita.
Informasi Lebih Lanjut
Untuk informasi terkini seputar kegiatan PDM Karanganyar, Anda dapat mengunjungi situs resmi di muhammadiyahkaranganyar.or.id.
Catatan: Mengingat pentingnya materi yang akan disampaikan, para peserta diharapkan hadir tepat waktu demi kenyamanan dan kekhusyukan bersama.