by | 21 Feb 2026 | Pendidikan |

Edukasi Lingkungan, Mahasiswa KKN-Dik UMS Ajak Siswa SMA Muhammadiyah 1 Wonogiri Olah Sampah Jadi Kompos

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN DIK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan edukatif bertajuk Menghidupkan Tanah: Pengolahan Tanah dan Pembuatan Pupuk Kompos Organik. Kegiatan ini dilaksanakan bersama siswa SMA Muhammadiyah 1 Wonogiri, pada Sabtu, 31 Januari 2025.

Kegiatan ini menjadi upaya nyata mahasiswa dalam menjawab kebutuhan sekolah sekaligus mendukung program green house yang rutin dilaksanakan setiap hari Sabtu. Selain itu program yang diberikan juga menjawab persoalan SDGs ke-12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggungjawab.

Program green house di SMA Muhammadiyah 1 Wonogiri selama ini melibatkan siswa dalam kegiatan menanam berbagai tanaman seperti jagung, kacang, dan ketela. Hasil panen dimanfaatkan untuk konsumsi maupun dijual. Namun, pihak sekolah mengungkapkan bahwa masih banyak siswa yang belum memahami cara memanfaatkan sampah organik secara optimal, sehingga sampah sering kali menumpuk dan belum diolah dengan baik.

Menjawab persoalan tersebut, mahasiswa KKN DIK FKIP UMS menghadirkan kegiatan pelatihan dengan tema “Menghidupkan Tanah: Pengolahan Tanah dan Pembuatan Pupuk Kompos Organik”. Shandy Yusril Fadlullah mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika UMS menerangkan kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai definisi tanah, komponen tanah, struktur atau profil tanah, penyebab dan dampak pencemaran tanah, serta pentingnya konservasi tanah.

“Materi ini disampaikan untuk membangun pemahaman dasar siswa tentang peran tanah sebagai sumber kehidupan dan media utama dalam kegiatan pertanian sekolah,” kata Shandy, Jumat (13/2).

Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan pupuk kompos. Para siswa diajak memanfaatkan sampah organik rumah tangga seperti sisa sayuran, daun kering, serta bahan sederhana berupa galon bekas sebagai wadah kompos. Dalam prosesnya, mahasiswa juga mengenalkan penggunaan EM4 sebagai media fermentasi untuk mempercepat penguraian sampah organik menjadi pupuk yang siap digunakan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN DIK FKIP UMS berharap siswa SMA Muhammadiyah 1 Wonogiri dapat lebih peduli terhadap lingkungan, mampu mengelola sampah organik secara mandiri, serta menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kegiatan green house secara berkelanjutan.

“Pelatihan ini menjadi bukti bahwa edukasi sederhana, jika dilakukan secara tepat, dapat memberi dampak nyata bagi sekolah dan lingkungan sekitar,” tutup Shandy.

Antusiasme siswa terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Salah satu siswa, Devica menyampaikan kesannya bahwa pelatihan ini membuka wawasannya. Ia mengaku baru menyadari bahwa sampah tidak selalu harus dibuang, tetapi dapat diolah kembali menjadi pupuk kompos yang bermanfaat untuk tanaman. Menurutnya, pengetahuan ini sangat relevan dengan kondisi sekolah yang memiliki program green house, sehingga siswa bisa lebih memahami proses penanaman dari hulu ke hilir.

Apresiasi juga disampaikan oleh pihak sekolah. Salah satu guru, Pak ikang mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN DIK FKIP UMS atas edukasi dan pendampingan yang diberikan. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya mendukung program sekolah, tetapi juga menanamkan kesadaran lingkungan kepada siswa.

“Dengan kondisi sekolah seperti ini, kegiatan pembuatan kompos sangat membantu dan mendukung upaya kami menjaga lingkungan yang sudah memberikan kehidupan bagi kita semua,” ujarnya. (Tia/Maysali/Humas)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Jadwal Salat Hari Ini
Memuat lokasi…
Subuh
Terbit
Zuhur
Ashar
Maghrib
Isya
Menuju salat berikutnya:
Subuh menggunakan kriteria Muhammadiyah (-18°).

Artikel terkait