by | 19 Feb 2026 | Pendidikan |

Cetak Pemimpin Mahasiswa Profesional, UMS Bekali Ormawa dengan Manajemen Konflik

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan materi ketiga dalam rangkaian Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) Fungsionaris Ormawa yang bertempat di Hotel Syariah Lorin Solo. Materi ini mengangkat tema “Manajemen Konflik Organisasi” sebagai forum penguatan kapasitas kepemimpinan dan tata kelola organisasi mahasiswa di tingkat universitas maupun fakultas.

Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa aktivis Ormawa UMS yang terdiri atas pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa, serta Unit Kegiatan Mahasiswa baik di tingkat universitas maupun fakultas. Meskipun secara umum memiliki format pelatihan seperti LKMM pada umumnya, materi ketiga ini memiliki kekhasan karena secara khusus membahas dinamika konflik dalam organisasi dan strategi penyelesaiannya secara profesional dan konstruktif.

Dr. Nur Aklis, S.T., M.Eng., selaku Wakil Dekan I Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Fakultas Teknik UMS, menegaskan bahwa konflik merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari dalam organisasi. Menurutnya, konflik bukan selalu sesuatu yang buruk, melainkan bersifat netral dan dapat menjadi destruktif atau konstruktif tergantung pada cara pengelolaannya.

Ia menjelaskan paradigma modern konflik yang menempatkan konflik sebagai tanda dinamika organisasi yang sehat apabila dikelola dengan baik. Materi disampaikan dengan mengulas anatomi konflik, mulai dari isu permukaan hingga akar terdalam seperti kepentingan, kebutuhan dasar, nilai, hingga identitas dan relasi.

“Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada tahapan eskalasi konflik menurut Louis R. Pondy serta lima gaya penyelesaian konflik berdasarkan Thomas-Kilmann Conflict Mode Instrument (TKI), yaitu competing, collaborating, compromising, avoiding, dan accommodating,” ungkapnya, Jumat, (13/2).

Pelaksanaan materi berlangsung melalui pemaparan konseptual, studi kasus organisasi mahasiswa, serta simulasi pendekatan mediasi. Nur Aklis menekankan pentingnya membedakan antara task conflict yang dapat memunculkan inovasi dengan relationship conflict yang berpotensi merusak tim. Peserta juga dibekali teknik mediasi seperti active listening, reframing, identifikasi kepentingan berbasis kebutuhan, hingga penyusunan kesepakatan bersama dengan pendekatan win-win solution.

Dalam sesi tanya jawab, salah satu mahasiswa menanyakan bagaimana sikap pemimpin ketika menghadapi kondisi organisasi yang memiliki latar belakang beragam, komunikasi yang tidak efektif, serta adanya pengurus internal yang membawa permasalahan pribadi namun mengatasnamakan organisasi.

Menanggapi hal tersebut, Nur Aklis menjelaskan bahwa pemimpin harus mampu mengidentifikasi terlebih dahulu apakah konflik tersebut bersifat personal atau struktural. Pemimpin tidak boleh langsung menggunakan pendekatan bersaing (competing), melainkan perlu mengedepankan gaya collaborating dengan kecerdasan emosional.

Ia menekankan pentingnya dialog personal untuk memisahkan persoalan individu dari kepentingan organisasi. Pemimpin harus tegas dalam menjaga profesionalitas, namun tetap kooperatif dalam membangun komunikasi. Permasalahan pribadi perlu diselesaikan secara terpisah melalui pendekatan empatik, sedangkan keputusan organisasi harus tetap berbasis pada kepentingan bersama, transparansi, serta aturan yang telah disepakati. Dengan demikian, konflik tidak berkembang menjadi ‘relationship conflict’ yang destruktif.

Kegiatan ini dilaksanakan karena tingginya kompleksitas dinamika organisasi mahasiswa yang melibatkan perbedaan latar belakang, perspektif, serta kepentingan. Kemampuan mengelola konflik menjadi kompetensi penting bagi fungsionaris Ormawa agar organisasi tetap produktif, harmonis, dan berorientasi pada tujuan bersama.

Melalui materi ini, mahasiswa UMS diajak untuk tidak menghindari konflik, melainkan mengelolanya secara dewasa dan profesional. Aktivis Ormawa diharapkan mampu menjadi pemimpin yang tegas, kolaboratif, serta berintegritas dalam membangun budaya organisasi yang sehat dan berdaya saing. (Daffana/Fika/Humas)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Jadwal Salat Hari Ini
Memuat lokasi…
Subuh
Terbit
Zuhur
Ashar
Maghrib
Isya
Menuju salat berikutnya:
Subuh menggunakan kriteria Muhammadiyah (-18°).

Artikel terkait