Solidaritas Tanpa Batas: MI Muhammadiyah Karanganyar Bantu Korban Banjir Sumatera

Solidaritas Tanpa Batas: MI Muhammadiyah Karanganyar Bantu Korban Banjir Sumatera

Duka mendalam masih menyelimuti saudara-saudara kita di Sumatera pascabencana banjir besar yang melanda wilayah tersebut. Musibah ini tidak hanya menyebabkan kerusakan pada rumah dan harta benda, tetapi juga merenggut ratusan nyawa. Lebih dari 753 jiwa telah berpulang, sementara ribuan keluarga kehilangan tempat tinggal dan orang-orang tercinta.

Sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kemanusiaan, MI Muhammadiyah Karanganyar menyelenggarakan Pengumpulan Donasi Serentak pada Kamis, 04 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menguatkan rasa empati sekaligus mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Alhamdulillah, melalui kepedulian seluruh warga sekolah guru, murid, dan orang tua, terkumpul donasi sebesar Rp.37.017.500. Seluruh dana tersebut insya Allah akan disalurkan melalui Lazismu Kabupaten Karanganyar untuk membantu para penyintas yang sangat membutuhkan.

Dalam sambutannya, Wakil Kepala Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan menyampaikan apresiasi dan ungkapan terima kasih atas partisipasi seluruh pihak.

“Bencana yang menimpa saudara-saudara kita di Sumatera adalah panggilan kemanusiaan bagi kita semua. Hari ini, kita tidak hanya mengumpulkan donasi, tetapi juga menanamkan nilai keikhlasan dan kepedulian kepada murid-murid kita. Alhamdulillah, kepedulian keluarga besar MI Muhammadiyah Karanganyar begitu luar biasa. Semoga donasi yang terkumpul ini mampu meringankan duka para penyintas dan menjadi amal jariyah yang terus mengalir. Terima kasih kepada seluruh guru, murid, dan orang tua atas partisipasi dan kepercayaannya. Semoga Allah SWT membalas dengan pahala berlipat ganda.”

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat solidaritas, empati, dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh dalam diri seluruh warga sekolah. MI Muhammadiyah Karanganyar berkomitmen untuk terus hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, sejalan dengan prinsip utama dalam gerakan Muhammadiyah: “Menebar Rahmat untuk Semesta.”

Kreatif dan Inspiratif, Muhammadiyah Festival Colomadu 2025 Sukses Menyita Perhatian Warga

Kreatif dan Inspiratif, Muhammadiyah Festival Colomadu 2025 Sukses Menyita Perhatian Warga

MUHAMMADIYAHKARANGANYAR, COLOMADU – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Colomadu sukses menyelenggarakan Muhammadiyah Festival dalam rangka memperingati Milad ke-113 Muhammadiyah pada Minggu, 30 November 2025. Kegiatan berlangsung di area depan Vanue de Colomadu bertepatan dengan gelaran Car Free Day (CFD) pukul 06.00–09.00.

Festival ini melibatkan seluruh unsur Muhammadiyah dan Aisyiyah di Colomadu, mulai dari pimpinan, majelis, lembaga, hingga Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) jenjang KB, TK, SD, dan SMP se-Kecamatan Colomadu.

Rangkaian kegiatan meliputi sambutan Ketua PCM Colomadu H. Seno Ariyanto, SE., pembukaan stand SPMB, panggung seni dari berbagai AUM, panggung literasi, lomba mewarnai untuk KB dan TK, serta pameran karya dari majelis dan lembaga PCM–PCA Colomadu.

Dalam sambutannya, H. Seno Ariyanto menegaskan bahwa usia Muhammadiyah yang mencapai 113 tahun menunjukkan kematangan organisasi. Meski telah berusia panjang, katanya, Muhammadiyah justru semakin berkembang dan berperan besar dalam memajukan kehidupan bangsa.

Hadir pula Ketua PDM Karanganyar, H. Muhammad Arif, yang mengapresiasi kiprah PCM Colomadu. Ia menyebut Colomadu sebagai cabang yang dinamis dan mampu menjadi panutan dalam pemberdayaan masyarakat. Letak geografis Colomadu yang strategis—berbatasan dengan Boyolali, Sukoharjo, dan dekat dengan Solo—dinilai menjadi keunggulan tersendiri.

Sebagai tanda pembukaan, Ketua PDM, PCM, dan tamu undangan menerbangkan burung merpati secara simbolis.

Festival berlangsung meriah dengan beragam penampilan dari sekolah-sekolah di Colomadu. Pengunjung CFD antusias menyaksikan atraksi drumband, tari, vokal, hadroh, Hizbul Wathan (HW), dan Tapak Suci (TS).

Acara ditutup dengan pengumuman pemenang lomba mewarnai serta penyerahan hadiah bagi para juara.

Kontributor: Puspitasari Dwi Ariyanti.

Kajian Ideopolitor ke-5 PCM Kebakkramat Bahas Konsolidasi Ideologi dan Aksi Gerakan

Kajian Ideopolitor ke-5 PCM Kebakkramat Bahas Konsolidasi Ideologi dan Aksi Gerakan

MUHAMMADIYAHKARANGANYAR, Kebakkramat – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebakkramat menggelar Kajian Ideopolitor seri ke-5 di Aula Solusi Training Center Kebakkramat, Selasa (25/11/2025) malam. Kegiatan berlangsung pukul 19.30–22.00 WIB dan difokuskan sebagai ruang konsolidasi ideologi serta penguatan karakter gerakan Muhammadiyah di tingkat cabang hingga ranting.

Kajian ini diikuti sekitar 60 peserta yang terdiri dari unsur Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), dan Organisasi Otonom (Ortom) se-Kebakkramat. Panitia pelaksana dari MI Muhammadiyah Kaliwuluh menyusun rangkaian kegiatan dan fasilitasi teknis acara.

Ketua PCM Kebakkramat, Paryono, dalam sambutannya mengajak seluruh pimpinan untuk melakukan refleksi Milad ke-113 Muhammadiyah. Ia mengutip pesan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, terkait tiga modal utama yang penting dimiliki setiap pimpinan persyarikatan.

“Profesor Haedar Nashir berpesan, pimpinan Muhammadiyah harus memiliki tiga modal utama,” ujar Paryono. “Pertama adalah keikhlasan sebagai pondasi amal, kedua kesungguhan dalam menjalankan amanah, dan ketiga kesabaran dalam menghadapi tantangan dakwah,” jelasnya.

Pada sesi pertama, narasumber dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades), Harun Waskito, membahas peran strategis Muhammadiyah dalam pemberdayaan masyarakat di tingkat desa. Ia menyoroti perlunya kepedulian pimpinan ranting terhadap Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA).

“Peran tidak berhenti di masjid atau mushola. Pimpinan ranting perlu mengusulkan penggunaan sebagian dana desa untuk pemberdayaan kualitas manusia, termasuk kegiatan TPA, melalui mekanisme musyawarah desa,” papar Harun.

Sesi kedua menghadirkan Sekretaris PDM Karanganyar, Teguh Anshori, yang memaparkan penajaman ideologi gerakan Muhammadiyah. Ia menjelaskan lima dari 11 karakter Muhammadiyah yang dirumuskan Haedar Nashir dan dinilai relevan dengan konteks gerakan masa kini.

Kelima karakter tersebut antara lain Gerakan Islam, Dakwah dan Tajdid, bersikap wasathiyah dalam beragama, Islam sebagai agama berkemajuan, serta Ideologi Gerakan yang menekankan nilai-nilai Islam.

“Muhammadiyah harus berada di garda depan membawa Islam berkemajuan, dengan memadukan pemurnian (purifikasi) dan pembaruan (dinamisasi),” ungkap Teguh.

Kegiatan ditutup dengan peluncuran program infaq “Satu Orang Satu Semen” oleh Ketua Lazismu PCM Kebakkramat. Program ini ditujukan untuk mendukung pembangunan gedung dakwah PCM Kebakkramat melalui kontribusi kolektif warga Muhammadiyah.

“Kami ingin memudahkan warga dalam berinfaq. Dengan kontribusi minimal satu sak semen, diharapkan dapat membantu percepatan pembangunan gedung dakwah,” ujarnya.

Berakhirnya kajian ini diharapkan memperkuat kapasitas pimpinan persyarikatan di Kebakkramat dalam aspek ideologi, strategi gerakan, dan kolaborasi program kemasyarakatan.

Kontributor: Agus S

Safe Steps for Kids: Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana untuk Anak-anak di MI Muhammadiyah Karanganyar

Safe Steps for Kids: Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana untuk Anak-anak di MI Muhammadiyah Karanganyar

Rabu, 19 November 2025 — MI Muhammadiyah Karanganyar bekerja sama dengan PMI Kabupaten Karanganyar melaksanakan program Safe Steps for Kids pada pukul 07.30–11.30 WIB. Kegiatan pelatihan kesiapsiagaan bencana bagi anak-anak ini bertujuan membekali murid dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi situasi berbahaya seperti banjir, kebakaran, angin ribut, dan kondisi darurat lainnya.

Kegiatan diikuti oleh 100 murid kelas V MI Muhammadiyah Karanganyar yang tergabung dalam Ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) Mula. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PMI Kabupaten Karanganyar, Kepala BPBD Karanganyar, serta tim Fasilitator dan tim Edukasi dari PMI Kabupaten Karanganyar. Kehadiran para pihak menunjukkan komitmen dan kepedulian bersama dalam meningkatkan keselamatan dan kesiapsiagaan anak-anak sejak dini.

Dalam sambutannya, Kepala Madrasah MI Muhammadiyah Karanganyar, Ibu Sartini, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya program ini. Beliau menegaskan bahwa pelatihan seperti ini sangat penting bagi murid untuk memahami langkah-langkah penyelamatan diri serta membantu orang lain saat terjadi keadaan darurat.

“Dengan adanya program ini, anak-anak kita dapat belajar bagaimana cara menyelamatkan diri sendiri dan orang lain dalam keadaan berbahaya. Kami sangat mendukung dan mengapresiasi upaya PMI Kabupaten Karanganyar dalam menyelenggarakan program ini,” ujar Ibu Sartini.

Melalui kegiatan ini, MI Muhammadiyah Karanganyar berharap murid dapat lebih siap dan sigap dalam menghadapi situasi bencana, serta mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Program Safe Steps for Kids diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun generasi yang peduli, tangguh, dan berdaya dalam menghadapi keadaan darurat.

PCM Kebakkramat Perkuat Administrasi Lewat Pelatihan Digitalisasi KTAM dan Kesekretariatan

PCM Kebakkramat Perkuat Administrasi Lewat Pelatihan Digitalisasi KTAM dan Kesekretariatan

MUHAMMADIYAHKARANGANYAR, KEBAKKRAMAT – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebakkramat terus memperkuat tata kelola organisasi melalui peningkatan kapasitas sekretaris di tingkat ranting. Bersama Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), PCM Kebakkramat menggelar kegiatan “Sosialisasi Aplikasi Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) dan Training Administrasi Organisasi” pada Ahad, 16 November 2025.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Solusi Training Center Kebakkramat ini dimulai pukul 08.00–12.00 WIB dan diikuti para Sekretaris Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), sekretaris organisasi otonom (Ortom), serta sekretaris lembaga di lingkungan PCM Kebakkramat. Mereka merupakan garda terdepan dalam urusan administrasi sehingga peningkatan kompetensi menjadi kebutuhan mendesak.

Ketua PCM Kebakkramat, Paryono, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan tertib administrasi dan kemudahan layanan digital.
“Target utama kita adalah memperkuat pengarsipan dan mempermudah proses pengajuan KTAM secara digital. Administrasi yang rapi akan membuat organisasi lebih efektif,” ujarnya.

Sesi pertama menghadirkan Dedi Gunawan, Dosen Informatika UMS sekaligus anggota Tim Pengabdian Masyarakat. Ia memaparkan cara penggunaan aplikasi pengajuan KTAM secara detail. Peserta tidak hanya menerima teori, tetapi langsung praktik menggunakan perangkat masing-masing.
“Kami bimbing tahap demi tahap agar peserta langsung bisa mengoperasikan aplikasi ketika kembali ke ranting,” jelas Dedi.

Sesi kedua dipimpin Teguh Anshori, Sekretaris PDM Karanganyar. Ia mengawali materi dengan mengutip pesan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir:
“Mati hidupnya organisasi tergantung sekretaris.”
Pesan tersebut menjadi pengingat pentingnya peran sekretaris dalam menjaga keberlangsungan organisasi.

Materi kemudian berlanjut pada pedoman teknis kesekretariatan, mulai dari penomoran surat hingga struktur surat sesuai standar Persyarikatan Muhammadiyah. Diharapkan, pengetahuan ini dapat menyamakan format administrasi di seluruh PRM dan Ortom.

Pelatihan berlangsung interaktif, diwarnai tanya jawab seputar teknis kesekretariatan dan penerapan digitalisasi KTAM. Antusiasme peserta menunjukkan keseriusan mereka dalam meningkatkan layanan administrasi di masing-masing ranting.

Kegiatan ini memperlihatkan sinergi kuat antara PCM Kebakkramat dan UMS dalam mempercepat digitalisasi organisasi serta memperkuat tertib administrasi. PCM Kebakkramat berharap, pelatihan ini menjadi momentum untuk menghadirkan organisasi yang lebih profesional, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Kontributor: Agus S.