by | 26 Nov 2025 | Berita

Kajian Ideopolitor ke-5 PCM Kebakkramat Bahas Konsolidasi Ideologi dan Aksi Gerakan

MUHAMMADIYAHKARANGANYAR, Kebakkramat – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebakkramat menggelar Kajian Ideopolitor seri ke-5 di Aula Solusi Training Center Kebakkramat, Selasa (25/11/2025) malam. Kegiatan berlangsung pukul 19.30–22.00 WIB dan difokuskan sebagai ruang konsolidasi ideologi serta penguatan karakter gerakan Muhammadiyah di tingkat cabang hingga ranting.

Kajian ini diikuti sekitar 60 peserta yang terdiri dari unsur Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), dan Organisasi Otonom (Ortom) se-Kebakkramat. Panitia pelaksana dari MI Muhammadiyah Kaliwuluh menyusun rangkaian kegiatan dan fasilitasi teknis acara.

Ketua PCM Kebakkramat, Paryono, dalam sambutannya mengajak seluruh pimpinan untuk melakukan refleksi Milad ke-113 Muhammadiyah. Ia mengutip pesan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, terkait tiga modal utama yang penting dimiliki setiap pimpinan persyarikatan.

“Profesor Haedar Nashir berpesan, pimpinan Muhammadiyah harus memiliki tiga modal utama,” ujar Paryono. “Pertama adalah keikhlasan sebagai pondasi amal, kedua kesungguhan dalam menjalankan amanah, dan ketiga kesabaran dalam menghadapi tantangan dakwah,” jelasnya.

Pada sesi pertama, narasumber dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades), Harun Waskito, membahas peran strategis Muhammadiyah dalam pemberdayaan masyarakat di tingkat desa. Ia menyoroti perlunya kepedulian pimpinan ranting terhadap Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA).

“Peran tidak berhenti di masjid atau mushola. Pimpinan ranting perlu mengusulkan penggunaan sebagian dana desa untuk pemberdayaan kualitas manusia, termasuk kegiatan TPA, melalui mekanisme musyawarah desa,” papar Harun.

Sesi kedua menghadirkan Sekretaris PDM Karanganyar, Teguh Anshori, yang memaparkan penajaman ideologi gerakan Muhammadiyah. Ia menjelaskan lima dari 11 karakter Muhammadiyah yang dirumuskan Haedar Nashir dan dinilai relevan dengan konteks gerakan masa kini.

Kelima karakter tersebut antara lain Gerakan Islam, Dakwah dan Tajdid, bersikap wasathiyah dalam beragama, Islam sebagai agama berkemajuan, serta Ideologi Gerakan yang menekankan nilai-nilai Islam.

“Muhammadiyah harus berada di garda depan membawa Islam berkemajuan, dengan memadukan pemurnian (purifikasi) dan pembaruan (dinamisasi),” ungkap Teguh.

Kegiatan ditutup dengan peluncuran program infaq “Satu Orang Satu Semen” oleh Ketua Lazismu PCM Kebakkramat. Program ini ditujukan untuk mendukung pembangunan gedung dakwah PCM Kebakkramat melalui kontribusi kolektif warga Muhammadiyah.

“Kami ingin memudahkan warga dalam berinfaq. Dengan kontribusi minimal satu sak semen, diharapkan dapat membantu percepatan pembangunan gedung dakwah,” ujarnya.

Berakhirnya kajian ini diharapkan memperkuat kapasitas pimpinan persyarikatan di Kebakkramat dalam aspek ideologi, strategi gerakan, dan kolaborasi program kemasyarakatan.

Kontributor: Agus S

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Jadwal Salat Hari Ini
Memuat lokasi…
Subuh
Terbit
Zuhur
Ashar
Maghrib
Isya
Menuju salat berikutnya:
Subuh menggunakan kriteria Muhammadiyah (-18°).

Artikel terkait