MUHAMMADIYAHKARANGANYAR, KARANGANYAR – Pimpinan Daerah (Pimda) 55 Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kabupaten Karanganyar resmi mengukuhkan jajaran pengurus baru dalam acara yang berlangsung khidmat di Padepokan Tapak Suci, Lingkungan Kayangan, Kelurahan Bejen, Karanganyar, Jumat (3/10).
Acara pengukuhan dihadiri berbagai unsur, mulai dari perwakilan Bupati Karanganyar melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora), anggota DPRD Karanganyar, Polres, Kodim, Forkopimcam, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), ortom Muhammadiyah, serta masyarakat setempat.
Pengukuhan dilakukan langsung oleh Pimpinan Wilayah Tapak Suci Putera Muhammadiyah Jawa Tengah. Dalam kesempatan tersebut, Gesang Triwigati resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Pimda 55 Tapak Suci Karanganyar, didampingi Zailani Abdul Aziz sebagai Sekretaris Umum, dan Suparmanto sebagai Bendahara Umum, bersama jajaran pengurus lainnya.
Mengusung tema “Merekatkan Ukhuwah, Membangun Maslahat,” acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antarwarga Tapak Suci dan keluarga besar Muhammadiyah di Karanganyar.
Dalam sambutannya, Ketua PDM Karanganyar, Muhammad Arief, menyampaikan bahwa semangat ukhuwah dan maslahat harus menjadi ruh utama gerakan Tapak Suci di tengah masyarakat.
“Tapak Suci tidak hanya melahirkan pendekar yang tangguh secara fisik, tetapi juga pejuang yang berakhlak dan memberi maslahat bagi lingkungan. Dengan ukhuwah yang kuat, kita bisa bersama membangun Karanganyar yang berkemajuan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa keberlangsungan organisasi Tapak Suci menjadi bagian penting dari keberlanjutan amal usaha dan dakwah Muhammadiyah, terutama dalam pembinaan generasi muda.
Acara pengukuhan ditutup dengan doa bersama dan harapan agar kepengurusan baru mampu membawa Tapak Suci Karanganyar semakin solid, berdaya, dan berkontribusi bagi masyarakat.
MUHAMMADIYAHKARANGANYAR, Karanganyar – Majelis Pemberdayaan Wakaf (MPW) Muhammadiyah Karanganyar bersama Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) serta Kepala Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) melaksanakan kegiatan pengambilan titik koordinat dan pemasangan patok tanah wakaf di Kecamatan Jatiyoso dan Mojogedang, pada Kamis–Jumat, 2–3 Oktober 2025.Kegiatan ini dilakukan untuk memenuhi syarat ukur ulang dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) dalam rangka pembaruan sertifikat tanah wakaf yang sebelumnya belum terkoneksi dengan koordinat digital.
Pada Kamis, 2 Oktober 2025, tim MPW melakukan pengukuran ulang di dua lokasi di Kecamatan Jatiyoso. Pertama, tanah wakaf seluas ±1.800 m² di Desa Jatiyoso milik Prof. Ravik Karsidi yang kondisinya berada di lahan miring terjal. Kedua, tanah wakaf di Desa Wonorejo seluas ±894–900 m² yang diperuntukkan bagi SD Muhammadiyah Jatiyoso. Dalam kegiatan ini hadir Ketua, Sekretaris, Bendahara MPW, Kepala SD Muhammadiyah Jatiyoso, sebagian guru, serta perangkat desa setempat.
Kemudian pada Jumat, 3 Oktober 2025, pengukuran dilanjutkan di Kecamatan Mojogedang pada lahan wakaf yang berasal dari pewakaf, Bapak Sutiman, warga Sragen. Tanah wakaf tersebut berada di Mojogedang dan diperuntukkan bagi MI Akhlaqul Karimah Mojogedang. Kegiatan tersebut melibatkan MPW, PCM Mojogedang, Kepala MI Akhlaqul Karimah, serta penggarap tanah.Selain pengambilan titik koordinat dan pemasangan patok, kegiatan juga disertai dokumentasi berupa foto pojok-pojok batas tanah serta pengumpulan tanda tangan saksi batas tanah dari warga sekitar (utara, selatan, barat, timur).
Ketua MPW Muhammadiyah Karanganyar menyampaikan pentingnya kegiatan ini sebagai upaya menjaga keberlanjutan manfaat wakaf.
“Dengan adanya ukur ulang dan sertifikat baru yang sesuai koordinat, tanah wakaf akan lebih kuat secara hukum. Hal ini penting agar pemanfaatannya, khususnya untuk amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan, dapat berjalan aman dan berkelanjutan,” ujarnya.
Kontributor : Majelis Pustaka & Informasi PDM Karanganyar
MUHAMMADIYAHKARANGANYAR, Karanganyar – Kabar gembira datang dari SD Aisyiyah Surya Ceria (ASC) Karanganyar yang berhasil meraih medali perak dalam ajang bergengsi Olimpiade Sains Muhammadiyah Jawa Tengah (OSMJT) 2025. Prestasi ini diraih melalui bidang Matematika dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah serta masyarakat Karanganyar.
Kepala Sekolah SD ASC Karanganyar, Rizal Noventue, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya.
“Alhamdulillah, prestasi ini adalah hasil kerja keras siswa, doa orang tua, serta dukungan seluruh guru. Medali perak ini membuktikan bahwa SD ASC Karanganyar mampu bersaing dengan sekolah Muhammadiyah terbaik di tingkat provinsi. Semoga ke depan lahir prestasi-prestasi lainnya yang lebih gemilang,” ujarnya.
Dalam kompetisi ini, siswa ASC Karanganyar didampingi langsung oleh guru pembimbing Annisah Nur bersama Kepala Sekolah Rizal Noventue. Kehadiran mereka memberi dukungan penuh, baik secara akademik maupun moral, sehingga siswa tampil percaya diri di arena lomba.
Prestasi medali perak ini sekaligus menjadi motivasi besar bagi SD Aisyiyah Surya Ceria Karanganyar untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. Sekolah berkomitmen mencetak generasi unggul yang tidak hanya berprestasi dalam akademik, tetapi juga memiliki akhlak Islami yang kuat.
MUHAMMADIYAHKARANGANYAR, Karanganyar – Siswa MI Muhammadiyah Karanganyar sukses mengharumkan nama sekolah dengan meraih 6 medali dalam ajang Olimpiade Sains Muhammadiyah Jawa Tengah (OSMJT) 2025. Prestasi ini sekaligus menjadi bukti kualitas pendidikan dan pembinaan yang diberikan di madrasah Muhammadiyah.
Dalam kompetisi tersebut, siswa MIM Karanganyar berhasil membawa pulang dua medali emas di bidang IPA, satu medali emas di bidang Bahasa Inggris, serta satu medali perak di bidang IPA. Selain itu, mereka juga menambah koleksi prestasi dengan satu medali perak di bidang Matematika dan satu medali perunggu di bidang ISMUBA.
Kepala MI Muhammadiyah Karanganyar, Marjiyanti, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya.
“Alhamdulillah, anak-anak MIM Karanganyar telah menorehkan prestasi luar biasa. Medali ini adalah hasil kerja keras, bimbingan guru, doa orang tua, serta dukungan semua pihak. Semoga capaian ini menjadi penyemangat untuk terus berprestasi lebih tinggi lagi,” ungkapnya.
Prestasi ini membuktikan bahwa MI Muhammadiyah Karanganyar tidak hanya fokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga berkomitmen membentuk generasi Qur’ani yang berakhlak mulia dan siap bersaing di tingkat lebih tinggi.
Dengan dukungan seluruh warga Muhammadiyah dan masyarakat, MIM Karanganyar optimistis akan terus melahirkan siswa-siswa berprestasi yang membawa nama baik sekolah, Karanganyar, dan persyarikatan Muhammadiyah.
MUHAMMADIYAHKARANGANYAR, Karanganyar – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa SD Muhammadiyah Tegalgede. Salah satu siswanya, Jais Arsyad Ramadhan, berhasil terpilih untuk mewakili Kantor Kemenag Kabupaten Karanganyar dalam ajang bergengsi Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2025.
Kompetisi tingkat provinsi ini akan berlangsung pada 7–11 November 2025 di Tegal, Jawa Tengah dan mempertemukan para qari dan hafidz terbaik dari seluruh kabupaten/kota se-Jawa Tengah.
Kepala SD Muhammadiyah Tegalgede, Suwandi, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas capaian siswanya.
“Alhamdulillah, Jais Arsyad Ramadhan menjadi kebanggaan sekolah dan persyarikatan. Semoga keikutsertaan di MTQH Provinsi ini tidak hanya sebagai ajang prestasi, tetapi juga sebagai sarana dakwah melalui Al-Qur’an dan Hadits. Kami mohon doa restu dari seluruh warga Muhammadiyah Karanganyar agar Jais dapat tampil maksimal dan membawa pulang hasil terbaik,” ujarnya penuh harap.
Apresiasi juga datang dari Ketua PDM Karanganyar, Muhammad Arif, yang menyinggung keberangkatan Jais saat rapat rutin PDM.
“Anak-anak Muhammadiyah seperti Jais adalah aset berharga untuk masa depan umat. Kami sangat bangga ada siswa dari SD Muhammadiyah Tegalgede yang mewakili Karanganyar di MTQH tingkat provinsi. Ini bukti nyata bahwa pendidikan Muhammadiyah mampu melahirkan generasi Qur’ani dan berprestasi,” ungkapnya disambut penuh antusias oleh peserta rapat.
Menurut Suwandi, keberhasilan Jais tidak terlepas dari bimbingan guru, dukungan keluarga, dan pembiasaan pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan sekolah. Hal ini sejalan dengan komitmen SD Muhammadiyah Tegalgede untuk mencetak generasi Qur’ani yang berprestasi sekaligus berakhlak mulia.
Dengan doa dan dukungan dari semua pihak, SD Muhammadiyah Tegalgede optimistis Jais dapat memberikan yang terbaik untuk Karanganyar dan sekaligus mengharumkan nama Muhammadiyah di tingkat provinsi.