MUHAMMADIYAHKARANGANYAR, SRAGEN — Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ahmad Dahlan Rais, menegaskan pentingnya menjadikan masjid sebagai pusat kemakmuran dan kebanggaan umat. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri pembukaan Akademi Marbot Masjid (AM3) Batch 4 di Masjid Raya Al Falah Sragen, Senin (6/10/2025).
Dalam arahannya di hadapan 75 peserta dari 12 kabupaten/kota di 9 provinsi, Ahmad Dahlan Rais menyampaikan pesan tegas agar para marbot dan pengelola masjid tidak hanya berfokus pada rutinitas ibadah, tetapi juga memperhatikan profesionalitas dan kemegahan masjid.
“Masjid harus bagus, harus gagah, harus berwibawa secara fisik. Harus bersih, speaker masjid harus bagus. Pengelola harus kompeten, imam tetap, muadzin tetap dengan suara merdu. Kelola anak muda,” ujar Dahlan Rais di hadapan peserta AM3 Batch 4.
Ia menegaskan, masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga simbol peradaban umat Islam yang harus dijaga wibawanya. Karena itu, menurutnya, pengelola masjid harus memiliki kemampuan manajerial, keterampilan komunikasi, dan semangat memakmurkan jamaah.
“Selamat mengikuti AM3 Batch 4 dengan sungguh-sungguh. Mudah-mudahan dapat memetik manfaat yang sebesar-besarnya,” tambahnya.
Program Akademi Marbot Masjid Batch 4 ini berlangsung selama tujuh hari penuh, 6–12 Oktober 2025, dengan tujuan mencetak marbot masjid yang kompeten dan profesional.Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua LPCRPM PP Muhammadiyah Jamaludin Ahmad dan Direktur AM3 sekaligus Takmir Masjid Al Falah Kusnadi Ikhwani.
Jamaludin Ahmad menekankan bahwa mengikuti AM3 bukanlah akhir, tetapi awal dari perjalanan memakmurkan masjid.
“Sepulang dari AM3 bukan suatu akhir, tetapi merupakan awal untuk membuat masjid makmur memakmurkan. Semoga ikhlas mengikuti AM3 Batch 4,” pesannya.
Sementara Kusnadi Ikhwani berharap para peserta dapat membawa semangat baru bagi masjid-masjid Muhammadiyah.
“Semangat dan semoga dapat membawa masjid Muhammadiyah menjadi unggul, makmur, dan profesional,” ujarnya.
Melalui pesan-pesan tersebut, Ahmad Dahlan Rais menegaskan kembali bahwa kemakmuran masjid tidak hanya ditentukan oleh bangunannya, tetapi juga oleh kompetensi dan keikhlasan pengelolanya.
MUHAMMADIYAHKARANGANYAR, KARANGANYAR— Program pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan potensi wisata berbasis lokal kembali digiatkan di Kabupaten Karanganyar. Lazismu Karanganyar bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA) dan Taruna Tani Kemuning Orchid resmi menggelar kegiatan Kick Off Kampung Eduwisata Anggrek di Dusun Kayumas, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Rabu (10/9/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari program Kampung Berkemajuan, yang berfokus pada penguatan potensi ekonomi dan wisata desa berbasis alam serta pelestarian lingkungan.
Sebagai langkah awal, diselenggarakan pelatihan pendampingan manajemen dan sumber daya manusia wisata di Kampung Eduwisata Kemuning Orchid. Pelatihan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari petani anggrek, pengelola desa wisata, penyuluh pertanian, serta perangkat desa dan dusun.
Fokus utama kegiatan adalah peningkatan kapasitas pelaku wisata dan petani anggrek dalam memasarkan produk serta destinasi wisata melalui kanal digital secara efektif dan berkelanjutan. Ada empat produk utama yang dikembangkan dalam program ini, antara lain:
Pembibitan anggrek dengan sistem kultur jaringan
Tanaman anggrek berbunga siap jual
Edukasi budidaya dan perawatan tanaman anggrek
Wisata observasi dab perawatan tanaman anggrek
Melalui produk tersebut, Kampung Eduwisata Kemuning Orchid diharapkan mampu menjadi daya tarik baru wisata Karanganyar yang menggabungkan edukasi, ekonomi, dan pelestarian alam.
Materi pelatihan disampaikan oleh Dian Deliana, dosen Perhotelan UMUKA, yang membahas pentingnya digital literacy dan customer relationship bagi pengelola wisata. Dengan kemampuan tersebut, para pelaku wisata diharapkan dapat memperluas jangkauan promosi produk dan destinasi melalui platform digital.
Ketua RT 01 Kayumas, Arjo Sumino, menyambut baik pelatihan tersebut.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat dan sudah lama kami nantikan. Digital literacy dan customer relationship adalah kebutuhan mendesak agar sektor wisata kami mampu bersaing dan dikenal lebih luas,” ujarnya.
Manajer Program Lazismu Karanganyar, Muhammad Insan, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program Kampung Berkemajuan yang dikelola secara inovatif dan berkelanjutan.
“Kerja sama antara Kemuning Orchid dan UMUKA merupakan upaya strategis untuk mengelola dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara produktif. Melalui program Kampung Eduwisata, kami ingin mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa,” jelasnya.
Program ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan pelaku wisata lokal dalam membangun desa berbasis potensi alam dan budaya.
Kampung Eduwisata Kemuning Orchid merupakan destinasi baru di kawasan wisata Kemuning, Karanganyar, yang menawarkan pengalaman belajar dan rekreasi berbasis budidaya anggrek. Program ini dikembangkan melalui kolaborasi antara UMUKA, Lazismu Karanganyar, dan masyarakat setempat.
MUHAMMADIYAHKARANGANYAR, KARANGANYAR — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh SD Muhammadiyah 1 Tegalgede, Karanganyar. Siswa kelas 6B, Jais Arsyad Ramadhan, berhasil meraih Juara I Tilawatil Qur’an Putra pada ajang MAPSI-SD ke-XXVI Tingkat Kabupaten Karanganyar 2025 yang digelar pada Sabtu (4/10/2025).Atas keberhasilan tersebut, Jais akan mewakili Kabupaten Karanganyar pada MAPSI Tingkat Provinsi Jawa Tengah yang akan diselenggarakan pada 17–19 Oktober 2025 di Kabupaten Purbalingga.
MAPSI atau Mata Pelajaran Agama Islam dan Seni Islami merupakan kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan secara berjenjang, mulai dari tingkat kecamatan hingga provinsi.
Capaian Jais Arsyad Ramadhan ini semakin memperkuat posisi SD Muhammadiyah 1 Tegalgede sebagai sekolah berprestasi di ajang MAPSI. Sekolah ini berhasil mencatat quattrick, yakni empat tahun berturut-turut meraih juara pada cabang Tilawatil Qur’an Putra tingkat kabupaten.Prestasi gemilang tersebut tidak lepas dari peran para pembimbing, Ustadz Khomarudin dan Ustadz Suranto, yang dengan penuh dedikasi membimbing para siswa dalam memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an.
Kepala SD Muhammadiyah 1 Tegalgede, Suwandi, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas prestasi yang diraih oleh siswanya.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas capaian ananda Jais. Ini merupakan hasil kerja keras, doa, dan dukungan dari seluruh pihak. Kami berharap Jais dapat memberikan penampilan terbaik di tingkat provinsi dan membawa nama baik sekolah serta Kabupaten Karanganyar,” ujar Suwandi.
Seluruh keluarga besar SD Muhammadiyah 1 Tegalgede turut berbangga atas capaian ini. Mereka berharap keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi siswa-siswi lain untuk terus berprestasi di bidang agama maupun akademik.
MUHAMMADIYAHKARANGANYAR, YOGYAKARTA – Majelis Pendayagunaan Wakaf (MPW) Muhammadiyah Karanganyar terus menunjukkan komitmennya dalam menata dan memberdayakan aset wakaf. Hal ini dibuktikan dengan koordinasi ke Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Yogyakarta, Sabtu (4/10), untuk menyelesaikan pengurusan surat kuasa penandatanganan tanah wakaf Muhammadiyah.
Rombongan dipimpin oleh Ketua MPW Muhammadiyah Karanganyar, Suparyadi, bersama Sekretaris, Wakil Ketua, dan Bendahara. Mereka berangkat dari Karanganyar sejak pukul 06.30 WIB dengan membawa 17 berkas tanah Muhammadiyah, terdiri atas 16 berkas wakaf dan 1 berkas jual beli, guna diajukan untuk surat kuasa resmi.
Surat kuasa tersebut menjadi dasar hukum bagi proses administrasi tanah wakaf di Kementerian Agama, Badan Pertanahan Nasional (BPN), dan PPAT/Notaris. Upaya ini merupakan bagian dari program strategis MPW dalam penertiban dan legalisasi aset wakaf Muhammadiyah Karanganyar.
Selain pengurusan dokumen, rombongan juga melakukan silaturahmi ke Pimpinan Pusat Muhammadiyah guna memperkuat koordinasi dan memastikan seluruh langkah sesuai dengan ketentuan organisasi serta peraturan perundang-undangan.
Ketua MPW Muhammadiyah Karanganyar, Suparyadi, menegaskan pentingnya langkah ini dalam menjaga amanah wakaf.
“Kami berkomitmen menata dan mengamankan seluruh aset wakaf Muhammadiyah agar memiliki kekuatan hukum yang sah. Dengan legalitas yang kuat, wakaf dapat benar-benar diberdayakan untuk kepentingan dakwah, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa MPW bertekad menjadikan pengelolaan wakaf Muhammadiyah lebih profesional dan produktif.
“Wakaf bukan hanya aset diam, tetapi potensi ekonomi umat. Dengan pengelolaan yang tertib dan modern, tanah-tanah wakaf ini bisa menjadi sumber manfaat yang berkelanjutan bagi kegiatan sosial dan keagamaan Muhammadiyah,” tambah Suparyadi.
Langkah koordinasi ke Yogyakarta ini menjadi bagian penting dari upaya MPW Muhammadiyah Karanganyar untuk meneguhkan peran wakaf sebagai instrumen dakwah dan pemberdayaan umat, sekaligus memperkuat sinergi antara tingkat daerah dan pusat dalam mengelola aset secara amanah dan transparan.
MUHAMMADIYAHKARANGANYAR, TAWANGMANGU – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tawangmangu kembali menggelar kajian rutin Sabtu pagi di Gedung Dakwah I.R. HM Sanusi, Sabtu (4/10). Kegiatan ini diisi oleh Ustadz Ikhwan Hadi, yang menyampaikan tausiyah penuh makna kepada jamaah dan masyarakat sekitar.
Kajian ini merupakan agenda rutin PCM Tawangmangu sebagai sarana memperkuat pemahaman keislaman, mempererat ukhuwah, serta menumbuhkan semangat dakwah di kalangan warga Muhammadiyah dan simpatisan.
Selepas kajian, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan Puskesmas Tawangmangu. Pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, serta konsultasi kesehatan dasar bagi jamaah yang hadir.
Ketua PCM Tawangmangu, Edy Pamungkas, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata sinergi antara dakwah dan pelayanan masyarakat.
“Kami ingin menjadikan kajian ini bukan hanya sebagai sarana menambah ilmu, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan warga. Semoga kegiatan seperti ini terus berjalan dan membawa manfaat bagi umat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan rutin semacam ini akan terus dijaga keberlangsungannya agar menjadi wadah pembinaan spiritual sekaligus sosial bagi masyarakat Tawangmangu.