Meriahnya Karnaval Tarhib Ramadan 1447 H di Desa Tohudan Colomadu Karanganyar, Anak-Anak Tumbuhkan Kecintaan pada Bulan Suci

Meriahnya Karnaval Tarhib Ramadan 1447 H di Desa Tohudan Colomadu Karanganyar, Anak-Anak Tumbuhkan Kecintaan pada Bulan Suci

muhammadiyahkaranganyar.or.id, Karanganyar-Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Desa Tohudan, Colomadu , Karanganyar sukses menyelenggarakan Lomba Karnaval Tarhib Ramadhan 1447 H dengan tema “Ramadan Datang, Anak Sholeh Bergembira” .Acara ini berlangsung pada hari Minggu (8/2/2026), Kegiatan yang berlangsung penuh suka cita ini diikuti oleh sekitar 180an peserta dari tujuh Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dan satu amal usaha Muhammadiyah yakni TK Aisyiyah Tohudan Colomadu.

Kegiatan dalam penyelenggaraan karnaval ini digelar sebagai bagian dari syiar menyambut bulan suci Ramadhan berlangsung meriah dengan peserta berkeliling kampung sambil menampilkan beragam kreativitas. Anak-anak tampil dengan kostum unik bernuansa Islami, yel-yel semangat tampak dalam setiap langkah dalam penyelenggaraan karnaval , lagu- lagu dengan nuansa religi, serta tarian yang sarat nilai dakwah juga ikut mewarnai dalam karnaval ini Antusiasme peserta dan masyarakat yang menyaksikan di sepanjang rute karnaval menciptakan suasana kebersamaan yang hangat dan penuh kegembiraan.

Ketua Panitia Ana Wahyuni, S.Sos menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah menanamkan sejak dini pemahaman bahwa Ramadhan merupakan bulan yang menyenangkan dan dinanti-nanti oleh umat Muslim. “Ramadhan adalah bulan karunia, rahmat, ampunan, serta dilipatgandakan pahala dan dibukanya pintu-pintu surga,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kegembiraan menyambut Ramadhan merupakan cerminan hati yang hidup dan menjadi motivasi untuk memaksimalkan ibadah guna meningkatkan ketakwaan serta mensucikan diri dari dosa.

Ketua Pimpinan Ranting Aisyiyah Tohudan Ibu Tri Wuryani juga memberikan apresiasi nya terhadap kegiatan ini, beliau berharap dengan mengadakan serangkaian acara Tahrib Ramadhan ini, anak-anak TPA jadi semakin semangat dan selama bulan ramadhan bisa mengisi kegiatan ramadhan dengan rajin mengikuti kegiatan TPA, rajin shalat tarawih, dan kelak esok menjadi berguna bagi masyarakat nusa dan bangsa. Semoga kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan setiap menjelang ramadhan.

Dilain pihak Perwakilan Takmir bapak Waryono menyampaikan rasa bangga kepada anak-anak yang ikut serta dalam acara ini, dan acara ini dapat menjadikan niat supaya ikut berpuasa di bulan ramadhan

Kegiatan karnaval ini berlangsung meriah salah satu kejutan dalam kegiatan ini adalah munculnya kreativitas luar biasa dari anak-anak yang di luar dugaan panitia. Selain sebagai sarana syiar Islam yang menyenangkan, karnaval ini juga efektif mempererat silaturahmi antar lembaga pendidikan keagamaan, pengurus PRA-PRM, serta masyarakat desa Tohudan.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi tradisi positif tahunan yang tidak hanya menyebarkan syiar Islam secara ceria, tetapi juga berperan sebagai pendidikan karakter sejak usia dini. Melalui karnaval tarhib, anak-anak diajak mencintai bulan Ramadhan dan mempersiapkan diri dengan semangat untuk meningkatkan kualitas ibadah selama bulan suci. Dengan demikian, Ramadhan tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai momentum istimewa yang dinanti dengan penuh kebahagiaan dan harapan.

Kontributor : Abdul Latif Multi Utomo (MPI Colomadu)

MPW PDM Karanganyar Genjot Administrasi dan Wakaf Produktif demi Kepercayaan Umat

MPW PDM Karanganyar Genjot Administrasi dan Wakaf Produktif demi Kepercayaan Umat

muhammadiyakaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Majelis Pendayagunaan Wakaf (MPW) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar bergerak cepat memperkuat tata kelola aset organisasi. Melalui konsolidasi bersama Pleno dan MPW Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kerjo, lembaga ini fokus mematangkan sistem administrasi sekaligus mengakselerasi pengembangan wakaf produktif.

Agenda strategis ini berlangsung di kediaman Ketua MPW PCM Kerjo, Sukiman, di Gempolan, Kerjo, pada Sabtu (7/2/2026). Pertemuan tersebut dihadiri sekitar 20 peserta yang terdiri dari jajaran pengurus MPW PDM Karanganyar, LBH AP PDM Karanganyar, serta pleno dan pengurus MPW dari PCM Kerjo.

Ketua MPW PDM Karanganyar, Sarwana, menegaskan bahwa pembenahan administrasi bukan sekadar urusan teknis di atas kertas. Menurutnya, ketertiban dokumen adalah fondasi utama untuk membangun kepercayaan (trust) masyarakat terhadap Muhammadiyah.

“Wakaf ini unik. Banyak yang sudah kita garap administrasinya, namun setiap bidang memiliki kekhasan proses masing-masing,” ujar Sarwana. Ia mencontohkan beberapa aset di Kerjo yang tengah diproses, seperti wakaf atas nama Sugiman (Kiringan-Botok), SMP Muhammadiyah 5 Kerjo, Masjid Al Huda Tawangsari, hingga wakaf terbaru dari Parlan di Ganten.

Sarwana mengingatkan bahwa proses ini membutuhkan ketelitian dan kesabaran ekstra. Oleh karena itu, ia meminta dukungan penuh dari PCM Kerjo untuk membantu melengkapi dokumen yang diperlukan di lapangan agar proses legalitas berjalan lancar.

Senada dengan hal itu, Sekretaris MPW PDM Karanganyar, Suparno, menyoroti pentingnya alur yang runtut, termasuk penyederhanaan Surat Kuasa Pimpinan Pusat (PP). Ia menilai birokrasi saat ini masih cukup panjang karena adanya keharusan stempel balik setelah ditandatangani penerima kuasa. Hal ini menjadi tantangan dalam membangun kecepatan layanan administrasi.

Selain sisi administratif, konsolidasi ini juga membedah urgensi wakaf produktif. Wakil Ketua MPW PDM Karanganyar, Mansur, menjelaskan bahwa pengembangan wakaf produktif merupakan amanat Persyarikatan dan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004.

“Wakaf produktif adalah cara memastikan aset wakaf memberikan manfaat nyata bagi penerima manfaat atau mauquf ‘alaih,” kata Mansur. Ia menambahkan bahwa MPW PDM siap memberikan edukasi dan pendampingan agar gerakan wakaf produktif di Karanganyar semakin akseleratif.

Ketua PCM Kerjo, Budi, menyambut hangat inisiatif ini. Ia mengapresiasi langkah jemput bola yang dilakukan MPW PDM Karanganyar. “Kami berharap Kerjo menjadi yang pertama mendapatkan informasi dan mempraktikkannya. Kita harus ber- fastabiqul khoirot,” ungkapnya.

Dukungan hukum juga datang dari LBH AP PDM Karanganyar. Ketua LBH AP, Arie, menegaskan kesiapannya mengawal setiap aset organisasi. “Selama kegiatan kita sesuai hukum, maka jalan terus. Jika ada kendala hukum terkait wakaf, kami siap membantu,” tegas Arie.

Pertemuan ini diharapkan tidak hanya memperkuat sinergi antarlembaga di Muhammadiyah, tetapi juga menjadi titik tolak kebangkitan ekonomi umat melalui pengelolaan wakaf yang profesional dan produktif.

Songsong Ramadan, PCA Jumantono Perkuat Iman Lewat Kajian Lima Pilar Persiapan

Songsong Ramadan, PCA Jumantono Perkuat Iman Lewat Kajian Lima Pilar Persiapan

muhammadiyakaranganyar.or.id, JUMANTONO — Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Jumantono menggelar kajian keislaman guna membekali jamaah dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Kegiatan yang dipusatkan di KB Aisyiyah Smart Kids (ASKID) Jumantono ini berlangsung khidmat pada Jumat (6/2/2026) mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.

Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus PCA Jumantono serta jamaah Aisyiyah setempat. Dalam kesempatan tersebut, panitia menghadirkan Ismail Soleh, Ketua Majelis Tabligh dan Dakwah Komunitas (MTDK) PDM Karanganyar, sebagai pemateri utama. Kajian ini menjadi bagian dari ikhtiar spiritual agar umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan kesiapan mental dan pemahaman agama yang matang.

Dalam paparannya, Ismail mengangkat tema strategis bertajuk “5 Persiapan Menyambut Ramadan”. Kelima poin utama tersebut meliputi kesiapan iman, ilmu, amal, harta, dan hati. Ia menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum besar untuk meningkatkan kualitas diri secara moral maupun sosial.

“Ramadan tidak datang secara tiba-tiba untuk dijalani tanpa bekal. Ia harus disambut dengan iman yang kuat agar ibadah kita bernilai di sisi Allah,” ujar Ismail saat memberikan materi di hadapan puluhan jamaah.

Menurut Ismail, iman merupakan fondasi utama. Tanpa kekuatan iman, rangkaian ibadah di bulan suci dikhawatirkan hanya menjadi penggugur kewajiban yang hampa makna. Selain itu, ia menekankan pentingnya ilmu sebagai penuntun. Ia menjelaskan bahwa ilmu yang benar akan membimbing seseorang agar tidak salah dalam melangkah. Jamaah pun diajak untuk kembali mendalami hukum-hukum terkait puasa, zakat, dan ibadah lainnya agar sesuai dengan tuntunan syariat.

Lebih lanjut, Ismail mengingatkan bahwa ilmu yang dimiliki harus diwujudkan dalam amal nyata. Ramadan seharusnya menjadi ajang pembuktian peningkatan kualitas ibadah dan kepedulian sosial. Tak hanya itu, kesiapan harta juga menjadi poin yang disoroti. Harta yang berkah, menurutnya, adalah harta yang dipersiapkan untuk mendukung ibadah serta berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah.

“Ramadan adalah waktu terbaik untuk melatih kepekaan sosial. Harta yang kita miliki hendaknya digunakan untuk menebar kebaikan kepada sesama yang membutuhkan,” tambahnya.

Sebagai penutup, Ismail mengajak seluruh jamaah untuk membersihkan hati agar dapat menerima keberkahan bulan suci dengan lapang. Melalui kajian ini, PCA Jumantono berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan keislaman secara berkelanjutan. Langkah ini merupakan bagian dari peran strategis Aisyiyah dalam menjalankan dakwah dan membentuk masyarakat yang berkemajuan.

Tingkatkan Profesionalisme Dakwah, Karanganyar Jadi Tuan Rumah Pelatihan Imam dan Takmir Masjid se-Solo Raya

Tingkatkan Profesionalisme Dakwah, Karanganyar Jadi Tuan Rumah Pelatihan Imam dan Takmir Masjid se-Solo Raya

muhammadiyakaranganyar.or.id, Majelis Tabligh dan Dakwah Komunitas (MTDK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar tengah mematangkan persiapan teknis untuk menggelar Pelatihan Imam dan Takmir Masjid Muhammadiyah se-Solo Raya. Langkah awal ini ditandai dengan pelaksanaan Rapat Koordinasi yang berlangsung di SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar pada Selasa, 3 Februari 2026.

Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua MTDK PDM Karanganyar, Ismail Soleh, dan dihadiri oleh jajaran pengurus serta Sekretaris Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Masjid dan Musholla (LPPMM) PDM Karanganyar, Dwi Hananta. Fokus utama pembahasan adalah memastikan kesiapan sarana dan substansi materi agar selaras dengan napas dakwah berkemajuan.

Agenda besar ini direncanakan berlangsung pada Senin, 16 Februari 2026, bertempat di Aula MI Muhammadiyah Karanganyar. Mengusung tema “Meningkatkan Profesionalisme Imam Masjid/Musholla untuk Dakwah yang Berkemajuan”, pelatihan akan dimulai pukul 07.30 WIB hingga selesai.

Ismail Soleh menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan respon strategis terhadap dinamika dakwah di masyarakat yang kian kompleks. Kualitas imam dan takmir harus terus ditingkatkan agar masjid tidak sekadar menjadi tempat ibadah ritual, tetapi juga pusat peradaban umat.

“Pelatihan ini bukan sekadar formalitas menunaikan program kerja, tetapi merupakan ikhtiar strategis untuk meningkatkan kapasitas imam dan takmir masjid agar mampu menjalankan peran dakwah secara profesional dan berkemajuan,” ujar Ismail.

Sebagai tuan rumah, Ismail juga berpesan kepada seluruh panitia untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para tamu dari berbagai kabupaten di Solo Raya. Ia berharap Karanganyar mampu meninggalkan kesan positif, baik dari sisi penyelenggaraan maupun keramahtamahan.

Senada dengan hal tersebut, Dwi Hananta menyoroti pentingnya data valid mengenai masjid binaan Muhammadiyah di Karanganyar. Ia menjelaskan bahwa sinergi antarmajelis menjadi kunci keberhasilan acara ini. Menurut Dwi, penguatan fungsi masjid sebagai pusat dakwah sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya.

Secara teknis, pelatihan ini akan diikuti oleh 20 perwakilan dari setiap PDM di wilayah Solo Raya. Khusus untuk Karanganyar, peserta akan diambil dari setiap Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) serta Masjid Bina Muwahidin di seluruh kabupaten.

Program kolaboratif ini terselenggara atas kerja sama MTDK PDM Karanganyar dengan Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah dan Majelis Tabligh Solo Raya. Melalui persiapan yang matang, kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak penguatan dakwah Muhammadiyah yang lebih terstruktur di tingkat akar rumput.

Sambut Ramadan, PCM Jumantono Bedah Kitab Maqāṣid aṣ-Ṣaum Bersama Ratusan Jamaah

Sambut Ramadan, PCM Jumantono Bedah Kitab Maqāṣid aṣ-Ṣaum Bersama Ratusan Jamaah

muhammadiyakaranganyar.or.id, JUMANTONO – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jumantono bersama Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) menggelar kajian keislaman mendalam guna menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Kegiatan yang berfokus pada pembedahan Kitab Maqāṣid aṣ-Ṣaum ini bertujuan membekali umat dengan pemahaman komprehensif mengenai hakikat dan tujuan ibadah puasa.

Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan PCM Jumantono, para Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), serta sekitar 300 jamaah. Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi, mencakup berbagai kalangan mulai dari tokoh masyarakat, warga persyarikatan, hingga generasi milenial yang memadati lokasi kegiatan.

Suasana semakin syahdu saat Ilmi, siswa kelas VII MTs Muhammadiyah 5 Jumantono, melantunkan ayat suci Al-Qur’an sebagai pembuka. Penampilan ini menjadi ruang aktualisasi bagi siswa madrasah untuk menunjukkan hasil pembelajaran tahfiz mereka. Kehadiran generasi muda ini mendapat apresiasi besar karena menunjukkan keberhasilan kaderisasi sejak dini.

Memahami Hakikat Puasa

Dalam pemaparannya, Zarkasyi, selaku pemateri sekaligus Pleno PCM Jumantono, menekankan pentingnya persiapan keilmuan sebelum memasuki bulan Ramadan. Ia menjelaskan bahwa puasa bukan sekadar aktivitas menahan lapar dan dahaga, melainkan memiliki dimensi spiritual, moral, dan sosial yang mendalam.

“Mari kita kuatkan keilmuan kita terlebih dalam menyambut Bulan Ramadan, karena wajibnya kita mengilmui suatu amalan sebelum melaksanakannya,” ujar Zarkasyi dengan tegas di hadapan para jamaah.

Zarkasyi menambahkan bahwa pemahaman yang benar tentang maqāṣid (tujuan) puasa akan berdampak langsung pada kualitas ibadah. Menurutnya, puasa yang dijalani dengan landasan ilmu tidak hanya akan sah secara hukum fikih, tetapi juga akan memberikan dampak transformatif bagi jiwa dan perilaku seorang muslim di sisi Allah SWT.

Sinergi Dakwah Lintas Generasi

Kajian ini merupakan bagian dari program pembinaan umat agar lebih siap secara mental dan intelektual. Panitia penyelenggara menilai bahwa keterlibatan berbagai unsur, mulai dari pelajar hingga tokoh senior, menjadi kekuatan utama dalam dakwah Muhammadiyah di Jumantono. Sinergi ini mencerminkan gerak dakwah yang inklusif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Sesi tanya jawab berlangsung dinamis dan interaktif. Banyak jamaah yang berkonsultasi mengenai praktik puasa, kemantapan niat, hingga strategi menjaga keistiqamahan ibadah di tengah kesibukan duniawi. Diskusi ini mempertegas keinginan warga untuk menjalankan Ramadan secara totalitas.

Melalui kegiatan ini, PCM Jumantono berharap nilai-nilai spiritualitas jamaah semakin menguat. Dengan bekal ilmu dari Kitab Maqāṣid aṣ-Ṣaum, diharapkan ibadah Ramadan tahun ini dapat dijalani dengan penuh kesadaran, keikhlasan, dan keberkahan yang maksimal.