muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperluas jejaring kelembagaan di tingkat global melalui kunjungan akademik ke dua perguruan tinggi Islam bereputasi internasional, yaitu Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir, dan Universitas Islam Madinah (UIM) di Arab Saudi.
Kunjungan yang dipimpin oleh Ketua Program Studi (Kaprodi) IQT UMS, Dr. Kharis Nugroho, Lc., M.Ud., tersebut bertujuan memetakan peluang kerja sama pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengembangan ilmu Al-Qur’an dan tafsir.
Agenda diplomasi akademik diawali di Mesir pada Sabtu (3/10/2026). Kharis bertemu langsung dengan Kepala Jurusan Fakultas Ilmu Al-Qur’an dan Qira’at (Kulliyyatul Qur’an al-Karim li al-Qira’at wa Ulumiha) Universitas Al-Azhar, Prof. Dr. Mahmud Ibrahim Assalamy, untuk membahas potensi hubungan akademik antar-lembaga.

Rangkaian kunjungan dilanjutkan ke Arab Saudi pada Selasa (6/10/2026). Di Universitas Islam Madinah, Kharis melakukan audiensi dengan Ketua Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Qira’at Dr. Abdul Aziz bin al-Husein as-Syinqity, Ketua Prodi Ilmu Tafsir Dr. Ibrahim bin Abdurrahim, serta Ketua Jurusan Ilmu Hadis Dr. Kholid at-Tsubaity.
Kaprodi IQT UMS Dr. Kharis Nugroho menyampaikan bahwa pertemuan lintas negara ini membuka ruang komunikasi strategis dalam mengidentifikasi potensi kolaborasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kedua institusi menyambut baik kunjungan kami dan menunjukkan keterbukaan terhadap peluang kerja sama yang dapat dikembangkan bersama. Sambutan positif ini menjadi langkah awal kami untuk menjajaki bentuk kolaborasi yang relevan dengan kebutuhan pengembangan akademik Program Studi IQT UMS,” ujar Kharis dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/10/2026).
Ia menjelaskan, fokus kerja sama yang dipetakan meliputi pengembangan kajian Al-Qur’an, program dosen tamu (visiting lecturer), kursus singkat (short course atau daurah), konferensi internasional bersama, riset kolaboratif (joint research), hingga penguatan jejaring antarperguruan tinggi. Rincian skema dan mekanisme teknis pelaksanaan program-program tersebut nantinya akan dibahas lebih lanjut oleh pihak-pihak terkait.
Kharis berharap diplomasi akademik ini tidak berhenti pada tahap penjajakan, melainkan berlanjut hingga terwujudnya kerja sama konkret yang berkelanjutan.
“Melalui penguatan jejaring internasional, Prodi IQT UMS berupaya memperluas ruang pertukaran ilmu, mengembangkan riset kolaboratif, serta meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur’an dan tafsir,” tegasnya.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen IQT UMS dalam menghadirkan studi Al-Qur’an dan tafsir yang berakar kuat pada tradisi keilmuan Islam, serta tetap responsif terhadap tantangan kemanusiaan dan perkembangan zaman.
Editor: Asef Dwi Nugroho, S.I.Kom.














