by | 20 Oct 2026 | KabarMu |

Tingkatkan Capaian TKA, MGMP Matematika Karanganyar dan UMS Manfaatkan AI untuk Asesmen

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Dosen Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta, Dr. Masduki, M.Si., mendampingi 32 guru matematika yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran Matematika Pokja V Kabupaten Karanganyar untuk mengembangkan soal Tes Kemampuan Akademik berbantuan kecerdasan buatan.

Kegiatan pendampingan bertema “Menyiapkan Siswa Sukses TKA: Mengembangkan Pemahaman, Aplikasi, dan Penalaran” tersebut digelar di SMP Negeri 2 Karanganyar pada Rabu (14/10/2026). Melalui workshop ini, Masduki menyampaikan materi penguatan pembelajaran sekaligus penyusunan instrumen evaluasi yang sesuai dengan tuntutan berpikir siswa.

“Pemanfaatan AI ditempatkan sebagai sarana pendukung pekerjaan guru, dengan tetap mengutamakan pemeriksaan dan pertimbangan profesional dalam menentukan kualitas soal,” ujar Masduki, Selasa (20/10/2026).

Langkah pendampingan ini dilatarbelakangi oleh hasil TKA Matematika SMP tahun pelajaran 2025/2026 secara nasional yang masih rendah dengan skor rata-rata 39,75, di mana skor konten bilangan mencatatkan angka terendah yakni 36,03. Masduki menilai capaian ini perlu menjadi bahan refleksi untuk memperkuat kemampuan dasar siswa pada materi operasi bilangan, penentuan modus, dan bilangan berpangkat melalui diagnosis kesulitan belajar dan pembelajaran yang terarah.

Dalam pelatihan tersebut, Masduki menekankan perbaikan proses pembelajaran dengan memperkenalkan strategi pemeriksaan langkah penyelesaian siswa, pengaitan berbagai representasi matematika, hingga asesmen singkat. Pembahasan juga membedah tiga level kognitif TKA, yakni pengetahuan dan pemahaman, aplikasi, serta penalaran. Ia menegaskan bahwa level kognitif ditentukan oleh proses berpikir yang diperlukan siswa, bukan sekadar dari panjangnya perhitungan atau penggunaan soal cerita.

Pada bagian pengembangan soal berbasis kecerdasan buatan, pendampingan mengarahkan alur kerja mulai dari penyusunan kisi-kisi, pembuatan draf, verifikasi, hingga uji coba bank soal.

“AI dapat membantu menghasilkan alternatif, sementara guru memeriksa ketepatan matematika, kesesuaian level kognitif, kejelasan bahasa, dan kelayakan setiap butir soal,” tegas Masduki.

Untuk mendukung praktik langsung, para peserta dibagi ke dalam empat kelompok konten—bilangan, aljabar, geometri dan pengukuran, serta data dan peluang—yang dipilah berdasarkan level kognitif. Setiap peserta ditugaskan menyusun lima draf soal pilihan ganda dan pilihan ganda kompleks beserta kunci dan pembahasan berdasarkan Kerangka Asesmen TKA dalam Perkaban Nomor 47 Tahun 2025. Draf yang disusun akan melalui penelaahan sejawat dan uji coba sebelum dipergunakan secara lebih luas.

Editor: Asef Dwi Nugroho, S.I.Kom.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Artikel terkait