by | 21 Oct 2026 | KabarMu |

Tingkatkan Mutu Layanan RS PKU Kartasura, Tim MARS FK UMS Gelar Pendampingan Manajerial

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Program Studi Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) untuk memperkuat manajerial dan kualitas pelayanan di RS PKU Muhammadiyah Kartasura. Program pendampingan yang berlangsung dalam dua agenda pada September dan Oktober 2026 ini berhasil mendongkrak pemahaman peserta hingga 37 poin serta melahirkan draf Standar Operasional Prosedur (SOP) Service Excellence.

Ketua Tim P2M MARS FK UMS, dr. Asri Alfajri, M.A.R.S., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi manajerial, keterampilan pelayanan tenaga rumah sakit, serta konsistensi penerapan standar pelayanan yang berorientasi pada keselamatan dan kebutuhan pasien. Rangkaian program diawali dengan agenda pertama pada 26 September 2026 yang diikuti jajaran manajerial RS PKU Muhammadiyah Kartasura, meliputi kepala bagian, kepala bidang, kepala ruang, dan staf teknologi informasi.

Dalam sesi pertama tersebut, para peserta menerima materi transformasi digital kesehatan oleh dr. Yusuf Alam Romadhon, M.Kes., Sp.KKLP, FISQua, FISPH, FISCM, serta kepemimpinan transformasional oleh dr. Nida Faradisa Fauziyah, MMR, FISPH, FISCM. Selain itu, dr. Asri Alfajri menyajikan materi mengenai pengelolaan risiko proaktif sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas tata kelola rumah sakit.

Agenda kedua dilaksanakan pada 10 Oktober 2026 dengan melibatkan jajaran manajerial, petugas front office, dan petugas keamanan. Dr. dr. Burhannudin Ichsan, M.Med.Ed., M.Kes., M.K.M., memaparkan materi posisi strategis rumah sakit melalui analisis SWOT, sementara Didik Ikhwan Supriyanto, S.ST., menyampaikan strategi service excellence. Peserta juga menjalani simulasi pelayanan prima, meliputi teknik menyapa, mendengarkan kebutuhan pasien, hingga penanganan informasi, yang dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) penyusunan draf SOP Service Excellence.

Berdasarkan hasil evaluasi melalui pretest dan posttest terhadap 16 peserta, rata-rata skor pengetahuan peserta meningkat signifikan dari 50 sebelum pelatihan menjadi 87 setelah pelatihan. Selain peningkatan nilai, kegiatan P2M ini menghasilkan luaran konkret berupa draf SOP Service Excellence, poster edukasi pelayanan prima, serta modul pelatihan.

Dr. Asri berharap luaran kegiatan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pedoman operasional sekaligus media pembelajaran berkelanjutan bagi seluruh petugas rumah sakit dalam membangun budaya pelayanan yang profesional dan konsisten. Keberlanjutan program akan diwujudkan melalui penerapan hasil pelatihan, sosialisasi SOP secara internal, serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara berkala.

Editor: Asef Dwi Nugroho, S.I.Kom.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Artikel terkait