muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkenalkan inovasi mutakhir berupa gelang barcode berbasis akal imitasi atau Artificial Intelligence (AI) dalam Upacara Wisuda Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar pada Sabtu (20/6/2026). Teknologi digital ini diterapkan untuk mendukung efisiensi prosesi pemanggilan 1.217 wisudawan sekaligus berfungsi sebagai suvenir eksklusif.
Direktur Direktorat Akademik and Admisi UMS, Dr. Triyono, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa sistem pemanggilan berbasis kecerdasan buatan sebenarnya telah diimplementasikan sejak empat periode wisuda sebelumnya. Namun, integrasi sistem tersebut menggunakan media gelang barcode yang dipakai langsung oleh setiap wisudawan baru pertama kali diaplikasikan pada periode ini.
“Untuk proses pemanggilan itu kita sudah menggunakan teknologi AI. Dengan cara hanya cukup discan, kemudian nanti akan tampil di layar dan yang memanggil itu AI,” ujar Triyono usai menghadiri acara pelepasan wisuda tersebut.
Pemantauan Waktu Secara Real-Time
Melalui penerapan teknologi ini, panitia maupun peserta dapat mengakses berbagai informasi terkait prosesi wisuda secara digital hanya dengan memindai barcode pada gelang. Sistem pintar tersebut juga dikembangkan agar terhubung langsung dengan alat pemantau waktu pelaksanaan acara secara real-time.
“Nanti hanya tinggal scan itu saja, sudah muncul semuanya. Bahkan estimasi wisuda akan selesai pada jam berapa juga bisa dimonitor,” jelas Triyono.
Fitur pemantauan waktu ini memberikan keunggulan bagi panitia untuk mengendalikan jalannya prosesi secara lebih terukur. Jika terdapat satu sesi yang berjalan melebihi target waktu yang ditentukan, panitia pelaksana dapat segera melakukan penyesuaian di lapangan agar seluruh rangkaian acara tetap berjalan sesuai jadwal.
Komitmen Kurangi Konsumsi Kertas
Di samping meningkatkan aspek efisiensi acara, langkah inovasi ini menjadi bagian dari komitmen nyata UMS dalam mengurangi penggunaan kertas (paperless) pada perhelatan besar institusi. Melalui kebijakan ini, dokumen undangan dan berbagai informasi pelengkap yang semula dicetak pada kertas berukuran besar, kini sepenuhnya dialihkan ke format digital yang diakses lewat barcode seukuran kartu identitas.
“Kita sama-sama menjaga bumi kita agar konsumsi kertas bisa dikurangi. Mahasiswa juga mendapatkan kenangan berupa gelang wisuda ini,” pungkas Triyono. (Genis/Humas)















