muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Program Studi Pendidikan Jasmani (Penjas) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berkomitmen meningkatkan kualitas layanan akademik dengan menggelar kegiatan Pendampingan Penyelesaian Tugas Akhir Mahasiswa pada Rabu (10/6/2026). Langkah strategis ini dirancang secara khusus untuk membantu mahasiswa menyelesaikan tugas akhir mereka tepat waktu sekaligus memenuhi standar mutu ilmiah yang telah ditetapkan pihak universitas.
Pendampingan tugas akhir dinilai sebagai instrumen krusial dalam siklus pendidikan tinggi karena menjadi gerbang final yang wajib dilalui mahasiswa sebelum menyandang gelar sarjana. Melalui program akselerasi ini, mahasiswa mendapatkan bimbingan intensif dan arah kebijakan yang komprehensif mulai dari penyusunan proposal penelitian, metodologi pelaksanaan riset di lapangan, teknik pengolahan data, tata cara penulisan laporan akhir, hingga taktik menghadapi ujian sidang.
Agenda akademik yang berlangsung dinamis ini disambut antusias tinggi oleh para peserta. Forum tersebut dimanfaatkan secara maksimal oleh mahasiswa kelas akhir untuk membedah berbagai problem teknis dan administratif yang kerap menghambat progres studi mereka, seperti penentuan topik riset yang relevan, penyusunan instrumen pengumpulan data, kendala pada formula analisis data, hingga mekanisme birokrasi administrasi fakultas.
Guna memberikan solusi konkret, jajaran dosen senior dan pimpinan Prodi Penjas UMS hadir langsung memberikan motivasi operasional serta strategi pengerjaan skripsi yang efektif. Di antara jajaran akademisi yang hadir memimpin jalannya pendampingan klinis tersebut adalah Nurhidayat, S.Pd., M.Or., Dr. Pungki Indarto, S.Pd., M.Or., dan Anugrah Nur Wartadi, S.Pd., M.Or.
“Keberhasilan penyelesaian tugas akhir sangat ditentukan oleh kedisiplinan dan konsistensi mahasiswa dalam menjalankan setiap tahapan penelitian. Tugas akhir bukan hanya syarat kelulusan, tetapi juga sarana untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan ilmiah. Oleh karena itu, mahasiswa perlu menjaga semangat dan memanfaatkan setiap kesempatan konsultasi dengan dosen pembimbing,” tegas Nurhidayat dalam arahannya, Kamis (11/6/2026).
Nurhidayat juga menyuntikkan paradigma positif bahwa hambatan-hambatan metodologis yang dijumpai di lapangan selama penelitian sejatinya merupakan proses pembelajaran riil yang memperkaya kematangan intelektual serta pengalaman akademik mahasiswa.
Senada dengan hal itu, pakar olahraga UMS Dr. Pungki Indarto menggarisbawahi pentingnya mempertahankan integritas dan mutu karya ilmiah di tengah program percepatan masa studi mahasiswa. Menurut Pungki, ketepatan waktu kelulusan mahasiswa mutlak harus dibarengi dengan kualitas riset yang mampu menyumbang kontribusi nyata bagi khazanah ilmu pengetahuan, khususnya di sektor pendidikan jasmani.
“Mahasiswa perlu membangun komunikasi yang intensif dengan dosen pembimbing serta memiliki perencanaan yang jelas dalam menyelesaikan setiap tahapan penelitian. Dengan demikian, berbagai hambatan dapat diidentifikasi dan diselesaikan lebih awal sehingga proses penyusunan tugas akhir menjadi lebih efektif,” terang Pungki seraya mendorong penguatan budaya akademik lewat diskusi kelompok terarah dan pemanfaatan referensi tepercaya.
Di tempat yang sama, Anugrah Nur Wartadi mengimbau para mahasiswa untuk tetap menjaga optimisme tingkat tinggi di tengah tekanan penyelesaian tugas akhir. Ia menekankan bahwa skripsi merupakan representasi konkret kemampuan mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu teoretis yang didapat di ruang kuliah ke dalam penyelesaian problem di dunia nyata.
“Setiap mahasiswa memiliki tantangan yang berbeda dalam menyelesaikan tugas akhir. Yang terpenting adalah bagaimana kita mampu menjaga semangat, tetap optimis, dan terus berupaya mencari solusi atas setiap permasalahan yang dihadapi. Dengan kerja keras dan pendampingan yang tepat, saya yakin mahasiswa mampu menyelesaikan tugas akhir dengan hasil yang membanggakan,” tutur Anugrah optimis.
Apresiasi mendalam terhadap efektivitas program ini juga disampaikan langsung oleh Ketua Program Studi (Kaprodi) Penjas UMS, Dr. Eko Sudarmanto. Eko menegaskan bahwa manajemen program studi mengemban tanggung jawab moral dan profesional untuk mengawal hak-hak mahasiswa dalam memperoleh pelayanan akademik yang optimal hingga akhir masa perkuliahan mereka.
“Kegiatan pendampingan penyelesaian tugas akhir ini merupakan salah satu bentuk komitmen Program Studi Pendidikan Jasmani dalam meningkatkan kualitas lulusan. Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk berkonsultasi, memperoleh arahan yang tepat, serta meningkatkan motivasi dalam menyelesaikan tugas akhirnya,” papar Eko.
Pihak prodi optimis bahwa target kelulusan tepat waktu (on-time graduation) dapat terealisasi secara massal melalui jalinan kolaborasi tripartit yang sehat antara mahasiswa, jajaran dosen pembimbing, dan tata kelola program studi. Target penyelesaian tugas akhir yang bermutu ini tidak sekadar berimbas pada kesuksesan individu mahasiswa, melainkan berkorelasi langsung terhadap peningkatan peringkat mutu dan akreditasi akademik institusi secara makro.
Melalui penyelenggaraan program berkala ini, Penjas UMS bertekad menciptakan iklim kampus yang lebih suportif, produktif, serta berorientasi penuh pada kesuksesan masa depan mahasiswa. Pendampingan ini menjadi manifesto berkelanjutan prodi untuk memperkokoh ekosistem penelitian, mendongkrak mutu pendidikan nasional, dan melahirkan lulusan berkompeten yang siap mengabdi di tengah masyarakat. Fika/Humas)















