muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Ada banyak kegiatan menarik yang digelar pada hari bebas kendaraan bermotor atau car free day (CFD). Tak cuma olahraga, sejumlah kegiatan menarik, seperti wisata kuliner, pentas seni, hingga keagamaan pun ada.
Bagi organisasi Mahasiswa Pencinta Al-Qur’an (MPQ) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), CFD menjadi wadah yang tepat untuk mendekatkan Islam kepada masyarakat. Dengan gagasan itu, mereka pun menggelar kegiatan bertajuk “Ngaji on The Road (Ngaroad)”.
Anggota MPQ, sekaligus ketua pelaksana kegiatan, Muhammad Syukron, mengatakan Ngaroad menjadi ikhtiar MPQ untuk menumbuhkan semangat belajar Al-Qur;an di tengah masyarakat.
“Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi ikhtiar bersama dalam memberantas buta huruf hijaiyyah serta menumbuhkan semangat belajar Al-Qur’an di tengah masyarakat,” ujar lelaki yang akrab disapa Syukron itu, Kamis (19/2).

Kegiatan Ngaroad merupakan kegiatan rutin MPQ UMS yang digelar setiap tiga bulan sekali. Syukron mengatakan kegiatan tersebut telah rutin digelar sejak 2023. Dikemas dalam bentuk pengajaran membaca Al-Qur’an secara langsung kepada masyarakat yang hadir di CFD.
Teranyar, MPQ menggelar Ngaroad di CFD Slamet Riyadi Kota Solo, Jawa Tengah, pada Minggu (15/2) lalu. Gelaran kali ini turut menggandeng Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Pondok Shabran UMS. “Biasanya kami di CFD Colomadu, Karanganyar. Tapi kali ini di CFD Slamet Riyadi Solo,” imbuh Syukron.
Sebanyak 60 peserta mengikuti kegiatan Ngaroad. Mayoritas peserta adalah anak-anak dan remaja. Hal tersebut menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap pembelajaran Al-Qur’an di ruang terbuka.
Kendati demikian, Syukron menyebut peserta Ngaroad tidak terbatas pada usia tertentu. Masyarakat berusia dewasa pun akan mendapat bimbingan dan dukungan untuk mempelajari cara membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.

Syukron mengakui salah satu tantangan bagi orang dewasa untuk mengikuti kegiatan seperti Ngaroad adalah menghadapi rasa malu. “Banyak orang dewasa yang malu karena belum bisa membaca Al Qur’an (masih iqra) di lingkungan terbuka seperti CFD ini. Tapi kami tetap melayani untuk membaca Iqra dengan senang hati,” ujar Syukron optimis.
Ia mengajak masyarakat untuk mendalami Al-Qur’an meski telah berusia dewasa. Sebab, “Usia berapapun dan latar belakang apapun tidak menghalangi untuk belajar Al Qur’an,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, MPQ UMS dan IMM Pondok Shabran berkomitmen untuk mensyiarkan Islam dan menjangkau masyarakat yang lebih luas di masa mendatang. (Gede/Humas)















