MPKSDI dan UMUKA Solo gelar Pengajian Sholawat “Padanging Ati” bersama Ust. KRAT Dr. Tafsir Dwijoluhur Pujonagoro, M.Ag., gaungkan dakwah kultural yang ramah dan membumi.
MUHAMMADIYAHKARANGANYAR, KARANGANYAR – Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar menghadirkan kegiatan Pengajian Sholawat Kidung Jawa “Padanging Ati” bersama Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA) Solo sebagai bentuk dakwah kultural yang kreatif, membumi, dan berkeadaban.
Kegiatan yang berlangsung di Aula UMUKA Solo pada Jumat malam itu diikuti lebih dari 200 jamaah, terdiri dari kader dan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), pimpinan UMUKA, serta tokoh-tokoh persyarikatan.

Suasana hangat terasa sejak awal acara. Penampilan Metronome Band dan kolaborasi Gamelan Sinergi Srawung Sinergi membuka malam dengan harmoni budaya yang berpadu dengan lantunan sholawat. Nuansa Jawa berpadu indah dengan nilai-nilai dakwah Islam, mencerminkan wajah Muhammadiyah yang ramah terhadap budaya.
Ketua MPKSDI Muhammadiyah Karanganyar, Zainuddin Ahpandi, S.E., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja MPKSDI yang berfokus pada penguatan metodologi dakwah kultural.
“Kami ingin kader Muhammadiyah memahami bahwa dakwah bisa disampaikan melalui cara yang lembut dan dekat dengan masyarakat. Selama nilai Islam tetap dijaga, budaya bisa menjadi jembatan dakwah yang efektif,” ungkapnya.
Rektor UMUKA Solo, Dr. H. Muh. Samsuri, M.S.I., turut memberikan apresiasi atas kolaborasi ini.
“Kegiatan ini membuktikan bahwa Muhammadiyah juga berbudaya. Melalui kegiatan seperti ini, nilai-nilai Islam dapat hadir secara elegan dan menyatu dengan kebudayaan lokal,” ujar Samsuri.

Ketua PDM Karanganyar, Muhammad Arief, S.Ag., M.Pd., menegaskan pentingnya keseimbangan antara spiritualitas dan kebudayaan dalam dakwah Muhammadiyah.
“Muhammadiyah juga bersholawat. Kita ingin menunjukkan bahwa dakwah itu bisa penuh keindahan dan tetap berpijak pada Al-Qur’an dan Sunnah,” tutur Arief.
Puncak acara diisi oleh KRAT Dr. Tafsir Dwijoluhur Pujonagoro, M.Ag., Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, yang membawakan kajian bertema Agama dan Budaya. Dalam tausiyahnya, beliau menegaskan bahwa Islam hadir bukan untuk menjauh dari budaya, melainkan untuk menyucikan dan memperbaikinya.
“Islam itu tidak datang untuk melangit sendiri, tapi untuk membumi. Kalau Islam dipahami terlalu tinggi sampai tak bisa dipraktikkan di bumi, itu bukan Islam yang sejati,” tegas Dr. Tafsir, disambut takbir para jamaah.
Beliau menambahkan bahwa budaya yang tidak bertentangan dengan akidah dan syariat adalah sarana dakwah yang sangat efektif.
“Budaya itu wadah, Islam itu isi. Selama wadahnya baik, isiilah dengan nilai Islam. Dengan begitu, dakwah akan lebih mudah diterima dan berakar di masyarakat,” pesannya.

Acara diakhiri dengan doa bersama dan harapan agar Padanging Ati menjadi wadah refleksi bagi kader Muhammadiyah untuk terus meneguhkan semangat dakwah yang mencerahkan, membumi, dan berkemajuan.
Kontributor: MPI PDM Karanganyar















