by | 5 Feb 2026 | Pendidikan |

Sinergi UMS dan MI Muhammadiyah Sragen: Inovasi Belajar Matematika Melalui Lesson Study

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat kontribusinya dalam peningkatan mutu pendidikan dasar Muhammadiyah melalui pendampingan pembelajaran matematika berbasis lesson study mini di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah Kabupaten Sragen.

Ketua Tim Pengabdian UMS, Nuqthy Faiziyah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa lesson study mini menjadi strategi efektif untuk membangun budaya refleksi dan kolaborasi guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika.

“Melalui lesson study mini, guru tidak hanya menerima materi, tetapi terlibat langsung dalam perencanaan, praktik, dan refleksi pembelajaran matematika berbasis Base Ten Block,” jelasnya saat diwawancarai pada Senin, (2/2).

Nuqthy Faiziyah menerangkan, pendampingan ini menjadi bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat Persyarikatan/AUM/Desa Binaan (P2AD) UMS yang berfokus pada penguatan number sense siswa melalui pemanfaatan alat peraga Base Ten Block dalam pembelajaran matematika.

Program tersebut melibatkan tiga MI Muhammadiyah sebagai sekolah mitra, yakni MI Muhammadiyah Pantirejo, MI Muhammadiyah Karanganom Kecamatan Sukodono, serta MI Muhammadiyah Slogo Kecamatan Tanon. Ketiga sekolah menjadi lokasi penerapan langsung model pembelajaran kolaboratif dan reflektif.

“Berbeda dari pelatihan guru pada umumnya, UMS menerapkan pendekatan lesson study mini yang menempatkan guru sebagai subjek utama pengembangan pembelajaran. Model ini memungkinkan guru merancang, mempraktikkan, dan merefleksikan pembelajaran secara langsung di kelas,” papar Ketua Tim.

Dalam tahap perencanaan, ungkapnya, guru bersama tim pengabdian UMS dan observer menyusun pembelajaran matematika yang mengintegrasikan Base Ten Block. Materi yang dikembangkan menyesuaikan kebutuhan siswa, mulai dari konsep nilai tempat hingga operasi hitung bilangan puluhan dan ratusan.

“Tahap pelaksanaan dilakukan dengan guru sebagai guru model yang mengajar di kelas, sementara observer mencermati proses pembelajaran, interaksi guru-siswa, serta respons siswa terhadap penggunaan alat peraga konkret,” terangnya.

Proses tersebut kemudian dilanjutkan dengan tahap refleksi, di mana guru dan observer mendiskusikan hasil pembelajaran, mengevaluasi strategi yang digunakan, serta merumuskan perbaikan pembelajaran ke depan.

Dampak pendampingan yang sukses terlaksana pada Kamis, (29/1) itu dirasakan langsung oleh sekolah mitra. Kepala MI Muhammadiyah Pantirejo, Dwi Susilowati, S.Pd., menilai program UMS membantu guru menghadirkan pembelajaran matematika yang lebih konkret dan mudah dipahami siswa.

“Pendampingan dari UMS sangat membantu guru kami. Alat peraga Base Ten Block membuat siswa lebih memahami konsep matematika yang selama ini dianggap sulit,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan guru MI Muhammadiyah Karanganom, Indri Damayanti, S.Pd. Menurutnya, penggunaan alat peraga konkret mampu meningkatkan minat dan partisipasi siswa dalam pembelajaran matematika.

Indri Damayanti, S.Pd. dari MIM karanganom, Sukodono, Sragen
Indri Damayanti, S.Pd. dari MIM karanganom, Sukodono, Sragen

Program lesson study mini ini melengkapi rangkaian kegiatan P2AD UMS yang sebelumnya juga mencakup pelatihan penguatan konsep number sense serta penyusunan perangkat pembelajaran matematika berbasis Base Ten Block.

Melalui pendampingan berkelanjutan ini, lanjutnya, UMS menegaskan perannya sebagai mitra strategis Amal Usaha Muhammadiyah dalam meningkatkan kompetensi guru dan mutu pembelajaran matematika di jenjang pendidikan dasar secara berkelanjutan. (Yusuf/Humas)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Jadwal Salat Hari Ini
Memuat lokasi…
Subuh
Terbit
Zuhur
Ashar
Maghrib
Isya
Menuju salat berikutnya:
Subuh menggunakan kriteria Muhammadiyah (-18°).

Artikel terkait