UMS Siapkan Inkubator Bisnis Berstandar Nasional Usai Pertemuan dengan Kemendag

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) tengah menjajaki inisiasi pengembangan inkubator bisnis bagi mahasiswa. Inkubator bisnis tersebut ditargetkan akan menghidupkan ekosistem wirausaha mahasiswa di UMS.

Dalam kunjungan ke Kementerian Perdagangan, Rabu (4/2) lalu, UMS menyatakan kesiapannya untuk mendukung program pembinaan wirausaha dari kalangan mahasiswa melalui inkubator bisnis.

Wakil Rektor V Bidang Riset, Inovasi, Reputasi, Dampak, Kemitraan dan Urusan Internasional UMS Prof. Supriyono , S.T., M.T., Ph.D., menjelaskan inkubator bisnis merupakan komitmen UMS dalam memfasilitasi mahasiswa yang akan memulai wirausaha.

“Visi besar kami tentu untuk membangkitkan jiwa berwirausaha mahasiswa UMS. Kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi job seeker tetapi juga job creator,” ujar Supriyono, Jumat (6/2).

Kasubdit Pengembangan Kemitraan Industri Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Urusan Internasional Sidiq Permono Nugroho, S.E., M.M. menyebut inisiasi inkubator bisnis tersebut selaras dengan program pembinaan wirausaha yang dilakukan Kementerian Perdagangan.

Kasubdit Pengembangan Kemitraan Industri Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Urusan Internasional Sidiq Permono Nugroho, S.E., M.M. (tengah) memaparkan kesiapan UMS dalam mengembangkan inkubator bisnis yang selaras dengan program Campuspreneur.

Diketahui Kementerian Perdagangan telah memiliki program serupa, bernama Campuspreneur, yang telah diimplementasikan di 18 kampus di Indonesia. “Nah, kemarin kami tawarkan seperti itu (inkubator bisnis). Ternyata di Kementerian Perdagangan juga ada program serupa,” ungkap Sidiq.

Dalam pertemuan selama satu jam itu, UMS memaparkan ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus. UMS menyatakan kesiapannya untuk mendukung program Campuspreneur melalui inkubator bisnis.

“Kami jelaskan ekosistem kewirausahaan di UMS dan alhamdulillah mereka juga tertarik untuk menggandeng UMS dalam program tersebut,” imbuh Sidiq.

Jika inisiasi ini berhasil, Kementerian Perdagangan akan menyediakan sejumlah fasilitas untuk mendukung pengembangan ekosistem kewirausahaan di UMS. Fasilitas tersebut meliputi pelatihan bisnis, uji pasar, hingga pemasaran.

Selama ini, Sidiq menjelaskan, karya mahasiswa dalam program kreativitas mahasiswa hanya berhenti pada tahap prototip. Padahal karya tersebut sangat potensial untuk dikembangkan sebagai produk bisnis.

Inkubator bisnis UMS nantinya diharapkan dapat mengurasi karya mahasiswa yang layak dikomersialisasikan. Pelatihan yang akan dilakukan nantinya dapat meningkatkan nilai jual produk karya mahasiswa.

“Tentu nanti value-nya akan berbeda dengan produk yang sudah ada. Besar harapan kami mereka (mahasiswa) dapat mengisi ceruk-ceruk yang belum terpenuhi oleh produsen existing,” tandas Sidiq. (Gede/Humas)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Jadwal Salat Hari Ini
Memuat lokasi…
Subuh
Terbit
Zuhur
Ashar
Maghrib
Isya
Menuju salat berikutnya:
Subuh menggunakan kriteria Muhammadiyah (-18°).

Artikel terkait