Strategi Branding FHIP UMS: Tekankan Konsistensi dan Adaptasi Tren Media Sosial

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar pelatihan pengelolaan media sosial bagi para pengelola akun resmi fakultas dan program studi, sebagai upaya peningkatan kualitas komunikasi digital dan penguatan citra institusi di ruang publik, yang berlangsung di Ruang Diskusi Lt.2 FHIP UMS, Jumat, (6/2).

Kegiatan ini menghadirkan 2 narasumber dari staf Humas UMS, yaitu (1) Rasuli, S.Sos., M.I.Kom., yang memberikan pemaparan strategis terkait pemilihan platform, pemetaan audiens, hingga penguatan nilai institusi dalam pengelolaan media sosial di lingkungan fakultas, dan (2) Muhammad Fatkhan Attamimi, S.Pd., yang menjelaskan tentang teknis pelaksanaan produksi konten.

Dalam sesi awal, Rasuli menjelaskan bahwa pemilihan platform media sosial harus disesuaikan dengan kebiasaan audiens. Ia mencontohkan pemanfaatan WhatsApp Channel sebagai sarana distribusi informasi berbasis tautan, mengingat WhatsApp menjadi platform yang paling akrab digunakan masyarakat dalam keseharian.

“Instagram saat ini menjadi kanal utama komunikasi digital UMS karena mampu memadukan konten informatif yang formal dengan pendekatan visual yang relevan bagi audiens kampus,” papar Rasuli.

Sementara itu, lanjutnya, TikTok dimanfaatkan sebagai medium untuk menjangkau generasi muda, khususnya Gen Z, guna membangun kesadaran awal terhadap UMS.

Rasuli menekankan pentingnya diferensiasi konten antar platform, meskipun dalam praktiknya terdapat konten yang dapat dipublikasikan secara serentak. Menurutnya, karakter audiens yang berbeda menuntut pendekatan pesan, gaya visual, dan format konten yang tidak bisa diseragamkan.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pengelolaan media sosial UMS diawali dengan pemetaan brand dan segmentasi audiens sejak 2022. Langkah tersebut dilakukan agar pesan institusi dapat tersampaikan secara lebih terarah, mengingat tidak semua segmen publik dapat dijangkau dengan pendekatan komunikasi yang sama.

Dalam konteks nilai institusi, Rasuli menegaskan bahwa keislaman dan kemuhammadiyahan menjadi fondasi utama dalam narasi komunikasi UMS. Nilai tersebut dipertahankan sebagai pembeda sekaligus identitas yang memperkuat positioning UMS di tengah kompetisi perguruan tinggi.

Materi pelatihan juga menggarisbawahi tiga elemen penting dalam pengelolaan media sosial, yakni organisasi, audiens, dan nilai. Ketiganya saling terhubung dalam membentuk arah komunikasi, persona akun, serta tujuan pengelolaan media sosial di tingkat fakultas maupun program studi.

Peserta pelatihan dibekali pemahaman mengenai penentuan tujuan media sosial, mulai dari fungsi informasi, pembentukan citra, pengelolaan komunitas, hingga layanan pengaduan. Selain itu, narasumber juga memperkenalkan indikator kinerja utama atau Key Performance Indicator (KPI) seperti growth, reach, impression, engagement, dan total views.

Pada kesempatan yang sama, Muhammad Fatkan Attamimi yang kerap disapa Atta, memaparkan alur produksi konten yang diterapkan oleh Tim Media Sosial Humas UMS, yang terbagi dalam tiga tahapan utama, yakni pra-produksi, produksi, dan post-produksi. Ketiga tahapan tersebut menjadi kerangka kerja agar proses pembuatan konten berjalan lebih terstruktur dan efisien.

Ata menjelaskan bahwa pada tahap pra-produksi, tim melakukan analisis tujuan konten, target audiens, penentuan ide, serta perencanaan teknis.

“Tahap ini krusial karena menentukan arah pesan dan kesiapan teknis sebelum proses produksi dimulai,” tegasnya.

Pada tahap produksi, ia menekankan pentingnya eksekusi yang sesuai dengan perencanaan dan brief yang telah disepakati. Proses pengambilan gambar, perekaman audio, hingga pembuatan visual harus memperhatikan kualitas teknis agar pesan dapat tersampaikan secara optimal.

Sementara itu, pada tahap post-produksi, konten melalui proses pengolahan dan penyempurnaan, mulai dari editing, proses peninjauan atau approval, revisi apabila diperlukan, hingga publikasi ke kanal media sosial yang telah ditentukan.

Dalam sesi tanya jawab, Kaprodi Program Studi Ilmu Hukum UMS, Fahmi Fairuzzaman, S.H., M.H., L.L.M., mengangkat isu konsistensi persona akun serta fleksibilitas dalam mengikuti tren. Menanggapi hal tersebut, Rasuli menyampaikan bahwa persona utama akun sebaiknya konsisten, sementara adaptasi terhadap tren dilakukan pada cara berkomunikasi tanpa mengubah identitas brand.

Ia juga menanggapi pertanyaan terkait penggunaan warna visual antara identitas universitas dan program studi. Menurutnya, palet warna prodi dapat dikombinasikan dengan identitas visual UMS selama tetap selaras dengan karakter dan nilai institusi, serta tidak mengaburkan branding utama universitas.

Melalui pelatihan ini, lanjutnya, Fakultas Hukum dan Ilmu Politik UMS diharapkan mampu mengelola media sosial secara lebih strategis, terarah, dan berdampak, sekaligus memperkuat peran media digital sebagai jembatan komunikasi antara institusi dengan publik internal maupun eksternal. (Yusuf/Humas)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Jadwal Salat Hari Ini
Memuat lokasi…
Subuh
Terbit
Zuhur
Ashar
Maghrib
Isya
Menuju salat berikutnya:
Subuh menggunakan kriteria Muhammadiyah (-18°).

Artikel terkait