muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Tim Pengabdian Masyarakat-Kemitraan Internasional (PkM-KI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan kegiatan pengabdian dengan berkolaborasi bersama Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Jepang, Pimpinan Cabang Istimewa Aisyiyah (PCIA) Jepang, Masjid Indonesia Tokyo (MIT), Jemaah Masjid SRIT Tokyo (JMS), serta Ikatan Persaudaraan Trainee Indonesia di Jepang (IPTIJ).
Pengabdian ini berupa kegiatan workshop yang bertajuk Membangun Literasi dan Kewirausahaan Berkelanjutan Berbasis Green Economy yang digelar di Masjid Indonesia Tokyo, Minggu (1/2). Sejumlah 30 peserta yang terdiri atas pelajar dan pekerja Indonesia di Jepang mengikuti workshop tersebut.
Ketua Tim Pengabdian dari prodi Pendidikan Akuntansi, Dr. Suranto, S.Pd., M.Pd., CFA., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mendorong peserta untuk mampu mengidentifikasi peluang usaha kecil yang berorientasi pada lingkungan.

“Peserta diarahkan untuk menggali ide bisnis hijau, seperti penggunaan bahan daur ulang untuk produk kreatif, penerapan konsep zero waste dalam usaha kuliner, serta penjualan produk ramah lingkungan (eco-friendly goods) melalui platform daring,” jelasnya saat dimintai keterangan, Senin (9/2).
Suranto menambahkan, program PkM-KI ini berupaya memperkuat kapasitas diaspora Indonesia dalam dua aspek utama, yakni peningkatan literasi dan kompetensi pendidikan hijau, serta pengembangan inovasi kewirausahaan berbasis green economy.
“Upaya ini diharapkan dapat menjadi bekal strategis bagi para peserta ketika kembali ke Indonesia, agar mampu mengembangkan usaha hijau yang terinspirasi dari praktik berkelanjutan di Jepang, negara yang dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap isu lingkungan,” harapnya.

Para peserta juga mendapat pendampingan praktis yang berfokus pada penerapan Green Business Model Canvas (GBMC) sederhana. Pendekatan ini membantu peserta dalam memahami struktur nilai, biaya, mitra kunci, hingga dampak lingkungan, sehingga wirausaha yang dikembangkan bersifat berkelanjutan.
Sekretaris PCIM Jepang, Moch. Zamzam Rajab Awaludin, menuturkan kolaborasi kemitraan dalam kancah internasional dinilai sangat relevan dalam memenuhi kebutuhan diaspora Indonesia di Jepang.
“Kegiatan ini merupakan kerja sama yang sangat baik antara UMS dan PCIM Jepang. Materi-materi yang disampaikan sesuai dengan permasalahan yang kami hadapi di Jepang. Semoga kerjasama ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujarnya.
Melalui PkM-KI ini,UMS menegaskan komitmennya dalam mengembangkan pengabdian masyarakat berbasis kemitraan internasional, sekaligus berkontribusi nyata dalam penguatan literasi, kewirausahaan hijau, dan pemberdayaan diaspora Indonesia di luar negeri. (Roselia/Humas)















