muhammadiyakaranganyar.or.id, KERJO — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kerjo menggelar Kajian Ahad Pagi pamungkas sebelum memasuki bulan suci Ramadan 1447 H. Acara yang berlangsung di Kompleks Pendidikan Muhammadiyah, Masjid Al Ikhlas Botok, Kerjo, pada Minggu (15/2/2026) ini menjadi momentum penting bagi ratusan jamaah untuk memantapkan persiapan spiritual.
Kajian yang dimulai sejak pukul 06.00 hingga 07.00 WIB ini berhasil menyedot perhatian warga sekitar. Setidaknya, sekitar 500 jamaah memadati area masjid untuk mendengarkan tausiyah. Kehadiran massa yang besar ini menunjukkan tingginya antusiasme warga Muhammadiyah di wilayah Kerjo dalam menyambut bulan penuh ampunan yang tinggal menghitung hari.
Dalam kesempatan tersebut, panitia menghadirkan Jarwanto, Ketua PCM Ngargoyoso, sebagai pemateri utama. Fokus pembahasan kali ini adalah mengenai penguatan ibadah yang berlandaskan pada Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Jarwanto menekankan bahwa ibadah tidak hanya soal rutinitas, melainkan harus memiliki fondasi hukum yang kuat agar diterima oleh Allah SWT.

“Apa yang menjadi keyakinan kita, kita akan diakui sebagai umatnya Rasulullah, yaitu dengan beriktibak kepada Sunnah Rasulullah,” ujar Jarwanto di hadapan ratusan jamaah yang hadir.
Menurutnya, mengikuti sunnah bukan sekadar pilihan, melainkan syarat utama bagi seorang mukmin agar mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad di hari akhir kelak. Jarwanto juga menambahkan bahwa salah satu bukti cinta kepada Rasulullah adalah dengan mengenali sosoknya secara mendalam.
“Ciri lain supaya kita diakui sebagai umat Nabi Muhammad SAW adalah dengan mengenal Rasulullah, yakni dengan banyak membaca dan memahami sejarah kehidupan beliau,” tambah Jarwanto. Ia menjelaskan bahwa mempelajari sirah nabawiyah akan memberikan gambaran nyata bagaimana seorang muslim seharusnya bersikap di tengah tantangan zaman modern.
Sementara itu, Ketua PCM Kerjo, Sambodo, menyatakan bahwa Kajian Ahad Pagi ini bukan sekadar rutinitas mingguan. Baginya, kegiatan ini adalah wadah strategis untuk melakukan edukasi keagamaan sekaligus mempererat ikatan kekeluargaan antarwarga Muhammadiyah dan masyarakat umum.
Sambodo menjelaskan bahwa kajian tersebut dirancang sebagai media dalam memahami ilmu keagamaan serta menjadi sarana penguatan silaturahmi antarjamaah. Karena itu, ia mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk ikut ambil bagian dalam kegiatan rutin yang dipusatkan di Botok ini.
“Kami mengajak semua kalangan untuk bergabung dalam Kajian Ahad Pagi Botok ini agar syiar Islam semakin luas dirasakan manfaatnya,” ungkap Sambodo.
Dengan berakhirnya kajian ahad ini, PCM Kerjo berharap jamaah telah memiliki bekal ilmu yang cukup untuk menjalani ibadah puasa Ramadan 1447 H dengan lebih bermakna. Persiapan fisik dan mental yang dibalut dengan pemahaman agama yang benar diharapkan mampu menciptakan kualitas ibadah yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.















