by | 21 Feb 2026 | Pendidikan |

Perkuat Pemulihan Pascabencana, UMS Terjunkan Tim Psikososial ke Wilayah Aceh Tamiang

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Tim Psikososial Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Tengah melaksanakan kegiatan pemulihan psikososial di Kota Lintang, Kuala Simpang, Aceh Tamiang, pada Rabu (11/2). Kegiatan ini difokuskan pada psikoedukasi guru serta pengaktifan kembali kegiatan sosial masyarakat melalui pengajian dan layanan cek kesehatan gratis sebagai bagian dari respons pemulihan pascabencana.

Program ini bertujuan memberdayakan guru sebagai agen penggerak pemulihan di lingkungan sekolah sekaligus menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat kegiatan sosial masyarakat yang sempat terhenti akibat bencana.

Kegiatan psikoedukasi mengangkat tema “Peran Guru dalam Mendampingi Siswa Pascabencana” dan diikuti enam guru dari TK Pembina Kota Lintang, SD Negeri 4 Kuala Simpang, dan SMP Negeri 1 Kuala Simpang. Materi yang disampaikan meliputi peran sekolah dalam masa pemulihan, respons psikologis anak pascabencana, serta strategi konkret pendampingan siswa.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi, sharing session, simulasi, serta pembagian modul praktis pendampingan siswa. Dalam sesi diskusi, para guru mengungkapkan berbagai tantangan yang dihadapi, seperti menurunnya motivasi belajar siswa akibat libur panjang, perubahan perilaku siswa, serta ketidakstabilan kehadiran karena sebagian siswa mengungsi atau membantu orang tua bekerja.

Tim Relawan

Alvanindya Nafik Ardani, S.Psi., Psikolog selaku tim Psikososial UMS menegaskan bahwa guru memiliki peran kunci dalam menjaga keberlanjutan pemulihan siswa.

“Guru merupakan kunci bagi keberlanjutan proses belajar dan pemulihan siswa. Dalam masa pascabencana, yang terpenting adalah sustainability. Relawan bisa saja kembali ke daerah asal, tetapi guru akan terus bersama siswa setiap hari. Karena itu, membekali guru berarti menjaga keberlanjutan pendidikan dan pemulihan anak-anak,” ujarnya saat diwawancarai Sabtu, (14/2).

Ia menambahkan, guru merupakan figur dewasa yang paling dekat dengan siswa selain orang tua, sehingga stabilitas emosi dan ketenangan guru sangat berpengaruh terhadap rasa aman anak. Guru yang mampu mengelola emosi dengan baik akan membantu siswa merasa lebih aman dan terkendali.

Kemalawati, guru SDN 4 Kuala Simpang, mengaku mendapatkan perspektif baru dari kegiatan tersebut.

“Ternyata penting bagi guru untuk menyiapkan diri lebih dulu sebelum menghadapi siswa. Sebagai orang dewasa, bukan menahan emosi, tetapi mengelolanya dengan baik agar tidak berdampak pada anak,” ungkapnya.

Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam diskusi serta saling berbagi pengalaman lintas jenjang pendidikan.

Kajian bersama Warga di Aceh Tamiang

Pada sore hingga malam hari, kegiatan dilanjutkan dengan pengaktifan kembali pengajian di masjid dusun setempat bekerja sama dengan Badan Kemakmuran Masjid (BKM) dan imam dusun. Kegiatan ini dihadiri sekitar 40 jamaah dari Dusun Ar-Rahim, Sa’adah, dan Hasanah, sementara dua dusun lainnya dijadwalkan menyusul di Masjid Al Ihsan.

Sebelum bencana, pengajian rutin dan perwiritan merupakan aktivitas sosial yang aktif dilakukan warga. Namun, pascabencana, banyak warga mengungsi, rumah dan perabotan rusak atau hanyut, serta kegiatan sosial terhenti karena warga fokus membersihkan dan memperbaiki rumah masing-masing.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan salat Magrib berjamaah, dilanjutkan pengajian yang diisi imam dusun, kemudian salat Isya berjamaah, dan ditutup dengan cek kesehatan gratis. Layanan kesehatan disediakan oleh Tim Medis MDMC Jawa Tengah berupa pemeriksaan tekanan darah, konsultasi dokter, serta pembagian obat gratis.

Antusiasme warga terlihat tinggi, terutama saat layanan kesehatan berlangsung. Bagi sebagian warga, kegiatan ini bukan hanya layanan medis, tetapi juga menjadi ruang untuk kembali berkumpul, saling berbagi cerita, dan memperkuat semangat kebersamaan setelah masa sulit.

Dalam tausiyahnya, imam dusun menyampaikan bahwa bencana dapat menjadi momentum evaluasi diri sekaligus sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ia juga mengapresiasi relawan MDMC yang telah membantu mengaktifkan kembali pengajian, dengan harapan masjid dapat kembali menjadi pusat persatuan dan penguatan spiritual masyarakat.

Melalui penguatan peran guru di sekolah dan aktivasi kembali ruang sosial masyarakat, tim Psikososial UMS dan MDMC berharap proses pemulihan tidak berhenti pada kehadiran relawan semata. (Fika/Humas)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Jadwal Salat Hari Ini
Memuat lokasi…
Subuh
Terbit
Zuhur
Ashar
Maghrib
Isya
Menuju salat berikutnya:
Subuh menggunakan kriteria Muhammadiyah (-18°).

Artikel terkait