Program SEA-Teacher: Langkah Mahasiswa UMS Perkuat Kompetensi Global di Filipina

Program SEA-Teacher: Langkah Mahasiswa UMS Perkuat Kompetensi Global di Filipina

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Yuanisya Arrafiu mahasiswa angkatan 23, mengikuti Southeast Asian (SEA) Teacher yang digelar di Filipina.

Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman mengajar secara langsung di lingkungan pendidikan internasional sekaligus memahami dinamika pembelajaran lintas budaya.

Yuanisya Arrfiu mahasiswa Prodi Akuntasi FKIP UMS

Selama pelaksanaan program, Yuanisya ditempatkan di Dioscoro T. Tejada Elementary School, yang berlokasi di Agbalogo, Makato, Aklan. Ia berperan sebagai asisten guru dengan membantu proses pembelajaran, seperti melakukan pengecekan tugas serta memberikan penilaian kepada siswa.

Yuanisya juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan demo teaching dan mengajar langsung menggunakan bahasa Inggris, hal itu, menurutnya menjadi pengalaman baru sekaligus tantangan tersendiri selama mengikuti kegiatan itu.

“Pengalaman pertama mengajar dengan bahasa Inggris membuat saya cukup gugup. Namun, siswa di sana sangat aktif dan menghargai keberadaan saya sebagai pengajar,” ungkap Yuanisya, Sabtu (21/2).

Yuniasya (tengah) foto bersama murid-murid di salah satu sekolah di Filipina

Selain mengajar di jenjang sekolah dasar dan senior high school pada mata pelajaran Business 1, Yuanisya juga dipercaya untuk mengajar di tingkat perguruan tinggi pada mata kuliah Mathematics of Investment.

Kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga dalam mengasah kompetensi pedagogik sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam menyampaikan materi di lingkungan akademik internasional.

Lebih lanjut, Ia juga berkesempatan menyampaikan pidato mengenai kesan dan pesan selama mengikuti program SEA-Teacher di Filipina. Dalam pidatonya, Yuanisya mengungkapkan rasa antusiasmenya meskipun merasa tertekan dalam mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, tekanan tersebut menjadi insight baru baginya dalam dunia pendidikan.

“Program ini sangat seru sekaligus menantang. Saya merasa cukup tertekan karena proses mengajar juga menjadi bagian dari penilaian oleh guru di ACC. Namun pengalaman ini memberikan banyak pembelajaran bagi saya, baik dalam hal mengajar maupun beradaptasi di lingkungan baru,” tambahnya.

Program SEA-Teacher diakhiri dengan kegiatan final demonstration serta closing ceremony yang diselenggarakan oleh Aklan Catholic College. Yuanisya bersama peserta lainnya menerima sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dalam mengikuti program tersebut.

Melalui program SEA Teacher, Yuanisya tidak hanya memperoleh pengalaman mengajar di tingkat internasional, tetapi juga memperluas wawasan mengenai praktik pendidikan di negara lain. Hal ini menunjukkan peran UMS dalam mendukung mahasiswanya untuk mengekpansikan diri di tingkat internasional. (Affiq/Humas)

Waspada Investasi Ilegal, Dosen UMS Edukasi Literasi Syariah bagi Diaspora di Jepang

Waspada Investasi Ilegal, Dosen UMS Edukasi Literasi Syariah bagi Diaspora di Jepang

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Mengantisipasi maraknya tawaran investasi ilegal yang mulai berdampak luas di Indonesia, dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan edukasi literasi investasi aman dan berbasis syariah kepada diaspora Indonesia yang tinggal di Jepang. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Indonesia Tokyo.

Edukasi menghadirkan Rochman Hadi Mustofa, M.Pd., dosen Pendidikan Akuntansi UMS, yang menekankan pentingnya penguatan literasi finansial di tengah tren investasi ilegal yang terus meningkat. Ia menyampaikan bahwa diaspora Indonesia, meskipun berada di luar negeri, tetap berpotensi menjadi sasaran penawaran investasi ilegal berbasis digital.

Dosen Pendidikan Akuntansi UMS, Rochman Hadi Mustofa, M.Pd di Masjid Indonesia Tokyo

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), fenomena investasi ilegal tidak bisa dianggap enteng. Sejak 2017 hingga 2023, kerugian masyarakat akibat investasi bodong di Indonesia dilaporkan mencapai sekitar Rp139,67 triliun. Angka tersebut menunjukkan besarnya dampak finansial yang dialami masyarakat akibat praktik investasi tanpa izin.

Selain itu, hingga Agustus 2025, OJK melalui Satgas Waspada Investasi telah memblokir lebih dari 9.081 entitas pinjaman online dan investasi ilegal yang beroperasi tanpa izin. Upaya penindakan ini terus dilakukan sebagai bentuk perlindungan terhadap konsumen di tingkat nasional.

Rochman menyatakan bahwa tawaran investasi dengan janji keuntungan tinggi kerap muncul melalui platform digital yang menargetkan warga negara Indonesia, termasuk pekerja migran yang memiliki jaringan sosial dan komunitas internasional.

“Kami melihat kebutuhan mendesak untuk memberikan literasi investasi syariah sebagai bagian dari strategi perlindungan finansial. Literasi ini tidak hanya membahas mekanisme investasi, tetapi juga prinsip-prinsip kejelasan, keadilan, dan keberlanjutan yang dipegang oleh investasi berbasis syariah,” ujarnya, Sabtu (21/2).

Dengan membekali diaspora dengan pemahaman tentang investasi aman dan berbasis syariah, diharapkan mereka semakin waspada terhadap tawaran yang terkesan menggiurkan namun berisiko tinggi.

Salah satu peserta, Muhammad Wahyudi Prasetyo, mengaku bahwa materi yang disampaikan memberikan perspektif baru dalam mengelola aset secara aman. Ia menilai, tantangan finansial yang dihadapi diaspora kerap berkaitan dengan terbatasnya akses terhadap informasi investasi yang valid dan terpercaya.

“Pengetahuan tentang investasi syariah membuat saya lebih tenang dalam merencanakan keuangan. Di tengah kondisi ekonomi dunia yang tak menentu, kami perlu memahami mana peluang yang aman dan mana yang berisiko,” kata Wahyudi.

Apresiasi juga disampaikan oleh Mochammad Zamzam, yang berharap kolaborasi antara akademisi dan komunitas diaspora dapat terus berlanjut.

“Kami sangat menghargai kegiatan seperti ini. Tidak hanya bermanfaat dalam jangka pendek, tetapi juga membentuk kesadaran finansial yang tetap relevan seiring waktu,” ujarnya.

Pakar keuangan mencatat, tawaran investasi ilegal kerap menyamar melalui berbagai modus, termasuk skema cepat kaya atau penawaran online yang tampak profesional namun tanpa izin resmi. Hingga pertengahan 2025, puluhan ribu laporan penipuan dan entitas ilegal telah diproses melalui sistem pelaporan seperti Indonesia Anti-Scam Center yang dibentuk untuk memperkuat perlindungan konsumen dari aktivitas ilegal.

Program edukasi yang digelar pada Minggu (1/2) itu, sekaligus menegaskan peran perguruan tinggi dalam menjembatani kesenjangan informasi yang dihadapi masyarakat Indonesia di luar negeri. (Fika/Humas)

Tingkatkan Kapasitas Pemuda, Mahasiswa KKN UMS Gelar Sesi Berbagi Manajemen Organisasi

Tingkatkan Kapasitas Pemuda, Mahasiswa KKN UMS Gelar Sesi Berbagi Manajemen Organisasi

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN Dik) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan sharing session bertema Keorganisasian dan Pengelolaan Keuangan Karang Taruna bersama pemuda Karang Taruna Dusun Duwet, Mlokowetan, Kecamatan Ngadirojo, Wonogiri. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons atas kebutuhan dan keluhan pemuda setempat terkait kurangnya kekompakan organisasi serta pengelolaan keuangan yang belum tertata dengan baik.

Sharing session berlangsung dalam suasana yang santai namun serius. Mahasiswa KKN DIK FKIP UMS memulai kegiatan dengan mengajak peserta berdiskusi mengenai kondisi organisasi yang mereka jalani selama ini. Beberapa anggota Karang Taruna mengungkapkan bahwa kegiatan sering tidak berkelanjutan, sebagian pengurus cenderung pasif, dan komunikasi antaranggota belum berjalan optimal. Kondisi tersebut berdampak pada minimnya program kerja serta menurunnya rasa kebersamaan antar anggotanya.

Shandy Yusril Fadlullah, salah satu mahasiswa KKN DIK FKIP UMS, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun kembali semangat kebersamaan pemuda desa.“Karang Taruna itu sebenarnya punya potensi besar. Tapi kalau tidak ada komunikasi yang baik dan pengelolaan yang rapi, potensi itu sulit berkembang. Kami ingin mendorong teman-teman Karang Taruna agar berani aktif, saling menguatkan, dan mulai membangun organisasi secara bertahap, tidak harus langsung sempurna,” ujarnya, Sabtu (21/2).

Melalui pemaparan materi, mahasiswa KKN DIK menjelaskan pentingnya sistem keorganisasian yang jelas, mulai dari pembagian tugas pengurus, pentingnya rapat yang terarah, hingga peran komunikasi dalam menjaga solidaritas organisasi. Peserta diajak memahami bahwa organisasi yang sehat tidak bergantung pada salah satu orang saja, melainkan berjalan berdasarkan kerja tim dan tanggung jawab bersama.

Selain keorganisasian, pengelolaan keuangan menjadi topik utama yang mendapat perhatian peserta. Mahasiswa KKN DIK menyampaikan prinsip dasar pengelolaan keuangan organisasi yang sederhana namun akuntabel, seperti pentingnya pencatatan rutin, pemisahan uang pribadi dan kas organisasi, transparansi kepada anggota, serta penyampaian laporan keuangan secara berkala. Materi ini disampaikan dengan contoh-contoh sederhana yang dekat dengan aktivitas Karang Taruna sehari-hari.

Antusiasme peserta terlihat dari diskusi yang berlangsung aktif. Banyak anggota Karang Taruna menyampaikan pengalaman mereka terkait kendala organisasi dan keuangan, sekaligus mengajukan pertanyaan tentang langkah-langkah praktis yang bisa langsung diterapkan. Mahasiswa KKN DIK pun mendorong peserta untuk mulai menyusun jobdesk pengurus secara tertulis dan membangun kebiasaan komunikasi terbuka agar organisasi dapat berjalan lebih solid.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak Karang Taruna. Mereka menilai sharing session ini memberi sudut pandang baru dan motivasi untuk membenahi organisasi agar lebih aktif dan dipercaya anggotanya. Melalui kegiatan ini, Jumat (6/2), mahasiswa KKN DIK FKIP UMS berharap Karang Taruna Dusun Duwet dapat tumbuh menjadi organisasi kepemudaan yang kompak, transparan dan berkelanjutan.

Selain menjadi wadah berbagi ilmu, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa KKN DIK FKIP UMS dalam mendampingi masyarakat desa, khususnya generasi muda, agar mampu mengelola organisasi secara lebih baik dan mandiri. (Alifa/Humas)

Mahasiswa KKN-Dik UMS Ajak Warga Baturetno Terapkan Hidup Sehat Lewat Senam

Mahasiswa KKN-Dik UMS Ajak Warga Baturetno Terapkan Hidup Sehat Lewat Senam

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Mahasiswa KKN Dik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan senam bersama ibu-ibu di Dusun Sumber Agung, Kecamatan Baturetno. Kegiatan ini berlangsung pada pekan kedua pelaksanaan KKN di rumah Wasi selaku perwakilan PKK dusun dan diikuti warga dengan antusias tinggi.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kebugaran masyarakat sekaligus mempererat kebersamaan warga. Mahasiswa KKN menghadirkan inovasi berupa senam body fitness, sebagai variasi baru dari senam rutin yang sebelumnya menggunakan senam kreasi. Senam ini berfokus pada peningkatan kekuatan otot, kelenturan tubuh, serta kebugaran jasmani secara menyeluruh.

Dalam kegiatannya, warga mulai berdatangan memadati halaman rumah Wasi dengan mengenakan pakaian olahraga santai. Jumlah peserta yang hadir bahkan melampaui perkiraan panitia, menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan.

Gerakan senam dipandu secara sistematis mulai dari pemanasan, gerakan inti, hingga pendinginan. Iringan musik energik turut menambah semangat peserta selama mengikuti rangkaian kegiatan. Selain meningkatkan kebugaran fisik, aktivitas olahraga bersama ini juga dinilai mampu memperbaiki suasana hati, mengurangi stres, serta mempererat interaksi sosial antarwarga.

Wasi selaku perwakilan PKK menyampaikan apresiasinya atas inovasi yang dihadirkan mahasiswa KKN. Ia menilai variasi senam tersebut memberikan pengalaman baru dan menambah motivasi ibu-ibu untuk berolahraga secara rutin.

Salah satu peserta, Sulastri berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan lebih sering. Ia mengungkapkan bahwa warga sangat antusias mengikuti senam dan mengusulkan agar kegiatan dapat digelar hingga tiga kali dalam seminggu agar manfaat kesehatan dan kebersamaan semakin terasa.

“Kalau bisa jangan hanya sekali seminggu. Ibu-ibu disini semangat sekali, mungkin bisa diadakan tiga kali seminggu supaya badan makin sehat,” tuturnya dengan penuh semangat Sabtu, 21/2).

Di akhir kegiatan, ditutup dengan sesi pendinginan dan ramah tamah sederhana. Warga tampak masih berbincang santai setelah senam berakhir, mencerminkan suasana kebersamaan yang hangat.

Melalui kegiatan yang digelar pada Sabtu (8/2) itu, masyarakat Dusun Sumber Agung menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan yang sehat dan kompak. Partisipasi aktif warga menjadi bukti bahwa aktivitas sederhana seperti senam bersama dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kesehatan sekaligus keharmonisan sosial. (Madzhahibil/Zahra/Humas)

Mahasiswa KKN-Dik UMS Kenalkan Permainan Engklek Berbasis Puzzle Matematika

Mahasiswa KKN-Dik UMS Kenalkan Permainan Engklek Berbasis Puzzle Matematika

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN-Dik) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Program Studi Pendidikan Matematika menghadirkan kegiatan pembelajaran inovatif. Pembelajaran yang dibungkus dengan permainan tradisional Indonesia engklek yang dikolaborasikan dengan puzzle matematika kepada anak-anak di Sanggar Bimbingan (SB) At-Tanzil Hicom, Malaysia. Digelar pada Kamis,(12/2).

Murid-murid SB At-Tanzil Hicom merupakan anak-anak pekerja imigran Indonesia di Malaysia. Dirancang sebagai pembelajaran matematika berbasis permainan untuk meningkatkan pemahaman operasi bilangan dasar, serta meningkatkan minat dan motivasi belajar anak-anak dalam pembelajaran matematika yang seru dan menyenangkan.

Hakim-salah satu mahasiswa KKN-Dik UMS mengungkapkan alasan menghadirkan metode pembelajaran berbasis permainan engklek dan puzzle pada pembelajaran matematika. Menurutnya, hal ini sebagai respons terhadap rendahnya pemahaman operasi bilangan dasar pada sebagian anak-anak pekerja imigran di SB At-Tanzil Hicom.

“Banyak anak yang berada di jenjang kelas tinggi namun masih mengalami kesulitan dalam matematika dasar. Oleh karena itu, pembelajaran dikemas secara menyenangkan dan kontekstual agar anak-anak lebih termotivasi, aktif, dan tidak merasa takut terhadap matematika,” tuturnya, Sabtu (21/2).

Dalam Proses pembelajaran, mahasiswa KKN-Dik UMS mengawali dengan mengenalkan Engklek yang merupakan salah satu permainan tradisional anak Indonesia. Mahasiswa KKN-Dik UMS memanfaatkan permainan engklek sebagai media pembelajaran, yang dimodifikasi dengan menambahkan kartu puzzle matematika berisi soal operasi hitung dasar, seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.

Hakim juga menjelaskan penerapan permainan engklek sebagai bahan pembelajaran matematika di SB At-Tanzil Hicom, Malaysia. Menurutnya, metode pembelajaran berbasis permainan dapat meningkatkan skill kolaborasi dan daya berpikir cepat.

“Anak-anak kami minta melompat pada petak engklek dan mengambil kartu soal sesuai petak yang diinjak. Setelah itu, mereka harus menyelesaikan soal matematika dan mencocokkannya dengan kartu jawaban hingga membentuk susunan puzzle yang utuh. Pembelajaran dilakukan secara berkelompok untuk melatih kerja sama, konsentrasi, dan kemampuan berpikir cepat,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, lanjut Hakim, diharapkan anak-anak pekerja imigran Indonesia di Malaysia semakin termotivasi untuk belajar dan memiliki pemahaman matematika yang lebih baik. Selain itu, diharapkan pendekatan pembelajaran berbasis permainan tradisional dapat terus dikembangkan sebagai media pembelajaran kontekstual. (Affiq/Humas)