Bentuk Kekuatan Jasmani dan Semangat Jihad, Pondok Darul Arqam Karanganyar Kembali Mengadakan Extrakulikuler Tapak Suci Rutin

Bentuk Kekuatan Jasmani dan Semangat Jihad, Pondok Darul Arqam Karanganyar Kembali Mengadakan Extrakulikuler Tapak Suci Rutin

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR – Pondok Putra Darul Arqam Karanganyar secara rutin menyelenggarakan kegiatan Ekstrakurikuler Tapak Suci sebagai bagian dari pembinaan fisik dan karakter santri. Kegiatan Extra Tapak Suci Rutin ini kembali dilaksanakan pada Senin (2/2/2026) dan diikuti oleh ratusan santri Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Arqam Karanganyar.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di lingkungan Pondok Putra Darul Arqam Karanganyar dengan melibatkan santri dari berbagai jenjang. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan, di mana para santri mengikuti latihan dengan penuh semangat dan kedisiplinan. Latihan Tapak Suci menjadi agenda rutin pesantren yang bertujuan untuk membentuk santri yang kuat secara jasmani sekaligus tangguh secara mental.

Extra Tapak Suci Rutin ini diselenggarakan oleh Muhammad Yusuf Sofyan selaku penanggung jawab kegiatan. Ia menyampaikan bahwa latihan bela diri Tapak Suci memiliki peran penting dalam menunjang kesehatan dan ketahanan fisik santri. Menurutnya, kekuatan jasmani merupakan salah satu fondasi utama agar santri mampu menjalani aktivitas belajar dan ibadah dengan optimal.

“Melalui Tapak Suci, santri tidak hanya dilatih kekuatan fisiknya, tetapi juga kedisiplinan, keberanian, dan pengendalian diri. Ini menjadi bekal penting bagi mereka di masa depan,” ujar Muhammad Yusuf Sofyan dalam keterangannya.

Tapak Suci sebagai seni bela diri khas Muhammadiyah mengajarkan nilai-nilai keislaman yang terintegrasi dengan latihan fisik. Oleh karena itu, kegiatan ini tidak sekadar olahraga, tetapi juga sarana pendidikan karakter yang menanamkan semangat juang, tanggung jawab, dan kebersamaan di kalangan santri.

Pimpinan Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Arqam Karanganyar dalam pernyataannya menegaskan pentingnya pelaksanaan kegiatan ini secara sungguh-sungguh. “Kegiatan Tapak Suci harus dilakukan sebaik-baiknya untuk berjihad,” tegasnya. Pernyataan tersebut menekankan bahwa jihad yang dimaksud adalah kesungguhan dalam membina diri, menjaga kesehatan, serta mempersiapkan santri agar siap berjuang di jalan kebaikan.

Secara tidak langsung, pimpinan pondok Darul Arqom Karanganyar juga menekankan bahwa santri yang kuat jasmani akan lebih siap menghadapi tantangan zaman. Keseimbangan antara kekuatan fisik, spiritual, dan intelektual menjadi cita-cita utama pendidikan di Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Arqam Karanganyar.

Selama kegiatan berlangsung, para santri mengikuti rangkaian latihan mulai dari pemanasan, teknik dasar Tapak Suci, hingga latihan penguatan fisik. Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan pengawasan dan pembinaan yang terarah sehingga tetap mengedepankan aspek keselamatan dan edukasi.

Melalui Extra Tapak Suci Rutin ini, Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Arqam Karanganyar berharap dapat mencetak santri yang sehat, kuat, dan berjiwa pejuang. Kegiatan ini diharapkan terus berjalan secara konsisten sebagai bagian dari komitmen pesantren dalam membentuk generasi yang siap mengabdi kepada agama, bangsa, dan masyarakat.

Perkuat Sinergi, PCPM Karanganyar dan Disparpora Gelar Laga Futsal Persahabatan Seri Ke-7

Perkuat Sinergi, PCPM Karanganyar dan Disparpora Gelar Laga Futsal Persahabatan Seri Ke-7

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR – Lapangan futsal menjadi saksi bisu harmonisnya hubungan antara elemen pemuda dan pemerintah daerah. Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kecamatan Karanganyar menggelar pertandingan persahabatan futsal seri ke-7 bersama Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Karanganyar. Agenda yang berlangsung di AMS Futsal Karanganyar pada Jumat (30/1/2026) ini bukan sekadar mengejar skor, melainkan memperkuat sinergi lintas sektoral.

Ketua PCPM Kecamatan Karanganyar, Paksi Hidayatulloh, menegaskan bahwa olahraga merupakan media paling cair dan efektif untuk menyatukan berbagai kepentingan positif. Menurutnya, melalui keringat yang mengucur di lapangan, jiwa sportivitas kader muda Muhammadiyah dapat terus dipupuk sembari memperlebar jejaring komunikasi.

“Persahabatan futsal menjadi media efektif untuk menumbuhkan jiwa sportivitas kader muda Muhammadiyah, penguatan jejaring, dan mempererat silaturahmi lintas elemen,” ujar Paksi di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan bahwa program rutin ini menjadi batu loncatan bagi PCPM Kecamatan Karanganyar untuk menjajaki kolaborasi yang lebih formal dan strategis di bidang kepemudaan dan olahraga bersama Disparpora. Harapannya, kerja sama ini tidak berhenti di lapangan futsal, namun berlanjut pada program-program pemberdayaan pemuda lainnya di masa depan.

Apresiasi tinggi datang dari Kepala Disparpora Kabupaten Karanganyar, Hari Purnomo. Ia menilai konsistensi PCPM dalam menginisiasi agenda olahraga mandiri patut dicontoh. Hari memandang Muhammadiyah sebagai organisasi dengan basis massa yang besar, sehingga memiliki potensi melimpah untuk melahirkan atlet-atlet berbakat dari kalangan santri atau kader.

Hari menekankan bahwa Muhammadiyah di Kabupaten Karanganyar memiliki potensi besar yang perlu terus dipacu melalui kegiatan yang terarah. Baginya, olahraga yang rutin dilakukan akan memunculkan bibit unggul secara berkelanjutan yang kelak bisa mengharumkan nama daerah.

“Kami dari Disparpora membuka pintu selebar-lebarnya untuk akses kolaborasi program bersama Pemuda Muhammadiyah, Muhammadiyah, serta masyarakat Karanganyar secara umum. Sinergi ini diharapkan mampu mendorong prestasi daerah,” pungkas Hari.

Pertandingan yang berlangsung dengan tensi tinggi namun penuh tawa itu ditutup dengan sesi diskusi santai. Kedua belah pihak bersepakat bahwa kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan adalah kunci utama dalam membangun karakter generasi muda yang sehat, tangguh, dan kompetitif. Dengan semangat sportivitas yang tertanam, masa depan olahraga di Karanganyar diyakini akan semakin cerah.