Berita
PDMKARANGANYAR, SMA MUHAMMADIYAH 1 KRA – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Karanganyar kembali mengambil langkah progresif dalam mempercepat reformasi organisasi dan digitalisasi. Sabtu (6/9), PDM Karanganyar resmi meluncurkan program penerapan Key Performance Indicator (KPI) yang ditujukan bagi seluruh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kabupaten Karanganyar.
Peluncuran yang dikemas dalam bentuk pelatihan ini berlangsung di Aula SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar, diikuti oleh para sekretaris PCM. Acara dibuka langsung oleh Ketua PDM Karanganyar, H. Muhammad Arief, S.Ag., M.Pd., yang menegaskan bahwa penerapan KPI merupakan kebutuhan mendesak dalam meningkatkan tata kelola organisasi.
“Dengan KPI, kita ingin memastikan setiap cabang memiliki ukuran yang jelas dalam merencanakan, melaksanakan, sekaligus mengevaluasi program kerja. Muhammadiyah harus menjadi organisasi modern, profesional, dan berkemajuan,” tegas Arief dalam sambutannya.
Materi inti mengenai implementasi KPI disampaikan oleh Sekretaris PDM Karanganyar, Teguh Anshori, S.E., S.Sy., M.H., didampingi tim perumus KPI PCM. Dalam paparannya, Teguh menekankan pentingnya penyamaan persepsi antar-cabang sehingga KPI tidak sekadar menjadi dokumen formal, tetapi benar-benar menjadi instrumen strategis.
Melalui pelatihan ini, PDM Karanganyar berharap seluruh PCM mampu menginternalisasi konsep KPI, sehingga budaya kerja berbasis target dan evaluasi dapat tumbuh di lingkungan Muhammadiyah Karanganyar. Penerapan KPI juga diharapkan mampu memperkuat agenda reformasi organisasi sekaligus mempercepat adaptasi Muhammadiyah terhadap era digital.
Dengan terobosan ini, PDM Karanganyar menegaskan komitmennya untuk menyiapkan kader dan cabang Muhammadiyah agar siap menjawab tantangan zaman, serta tetap menjadi pelopor gerakan Islam berkemajuan di tingkat lokal maupun nasional.
Berita
PDMKARANGANYAR, MIM KARANGANYAR – Dalam upaya memperkuat kualitas pendidikan dan semangat pengabdian para pendidik, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah Karanganyar menyelenggarakan rapat dinas sekaligus pembinaan guru di Aula MI Muhammadiyah Karanganyar, Senin (14/7). Kegiatan ini diikuti oleh 104 guru dan karyawan sebagai bagian dari persiapan menghadapi tahun ajaran baru.
Kegiatan pembinaan dipandu langsung oleh H. Romdloni, M.Hum, perwakilan dari Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar. Dalam sesi pembinaannya, beliau menekankan pentingnya dedikasi dan semangat dalam mendidik, serta mengajak para tenaga pendidik untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran demi mencetak generasi yang unggul, berilmu, dan berakhlak mulia.
“Guru adalah pelita bagi generasi masa depan. Semangat yang kuat dan niat yang lurus dalam mengajar akan melahirkan peserta didik yang tak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai moral dan spiritual,” ujar H. Romdloni dalam penyampaian materinya.
Acara ini tidak hanya menjadi ajang koordinasi, tetapi juga wadah penyegaran motivasi bagi seluruh guru dan karyawan. Dengan semangat baru yang ditanamkan melalui pembinaan ini, MI Muhammadiyah Karanganyar berkomitmen memberikan layanan pendidikan terbaik kepada para siswa.
Marjiyanti, S.Ag., M.Pd.I, selaku Kepala MI Muhammadiyah Karanganyar, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi awal yang baik untuk membangun atmosfer belajar yang lebih berkualitas dan menyenangkan di tahun ajaran mendatang.
“Kami ingin memulai tahun ajaran baru dengan semangat kolaborasi dan kualitas kerja yang lebih baik. Pembinaan ini menjadi fondasi penting untuk itu,” ungkap Marjiyanti.
Dengan mengusung semangat “Madrasahnya Para Juara”, MI Muhammadiyah Karanganyar terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi emas yang siap menghadapi tantangan zaman dengan bekal ilmu dan akhlak.
Berita
MUHAMMADIYAH KARANGANYAR – Lembaga Pengembangan Pesantren (LPP) PP Muhammadiyah memberikan apresiasi tinggi kepada Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Al Ikhlas Botok atas keberhasilannya mewisuda angkatan perdana pada acara Haflah Akhirussanah, Selasa (3/6/2025). Peristiwa ini dianggap sebagai bukti nyata dedikasi dan keteladanan pengurus serta kemitraan yang solid antara Ponpes Al Ikhlas Botok, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kerjo, dan masyarakat setempat.
Yunus Muhammadi, perwakilan LPP PP Muhammadiyah, menyatakan bahwa keberhasilan tersebut merupakan buah dari kesabaran dan keuletan pengurus selama tiga tahun terakhir. “Awal berdiri, Ponpes Al Ikhlas Botok hanya memiliki empat santri. Namun, berkat sinergi antara pengurus, PCM Kerjo, dan masyarakat, hari ini kita melepas angkatan pertama dengan enam santri yang lulus dengan prestasi membanggakan,” ujarnya di pelataran Masjid Jami’ Walidah Sa’ada Kerjo. Yunus menambahkan bahwa model pengembangan pesantren seperti ini menjadi contoh positif bagi pesantren-pesantren Muhammadiyah di wilayah Karanganyar.
Sebagai bentuk dukungan strategis, LPP PP Muhammadiyah mengeluarkan beberapa arahan. Pertama, santri didorong untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah Muhammadiyah yang memiliki program tahfizh sehingga hafalan Al-Qur’an mereka terus terjaga dan berkembang. Kedua, pengurus Ponpes Al Ikhlas Botok diminta meningkatkan upaya publikasi—baik melalui media sosial maupun kegiatan dakwah langsung—untuk memperluas daya tampung dan menarik lebih banyak calon santri. Ketiga, PCM Kerjo diingatkan agar tetap memperkuat pendampingan, termasuk monitoring kurikulum dan fasilitas pesantren.
Dukungan struktural Muhammadiyah juga ditegaskan oleh Romdloni (Gus Doni), Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar Bidang Pendidikan. Menurutnya, “Melanjutkan pendidikan di sekolah Muhammadiyah adalah kewajiban bagi alumni pesantren Muhammadiyah. Dengan begitu, kesinambungan pembinaan agama dan hafalan Al-Qur’an para santri akan terjaga.” Selain itu, Gus Doni mengumumkan insentif khusus berupa seragam gratis bagi sepuluh pendaftar pertama yang mendaftarkan diri pada bulan Juni 2025.
Ketua PCM Kerjo, Budi Sambodo menambahkan bahwa momentum Haflah Akhirussanah ini merupakan ajang strategis untuk mempromosikan Ponpes Al Ikhlas Botok kepada masyarakat luas. Ia berharap publikasi yang lebih gencar akan membantu pesantren ini membuka kesempatan bagi santri baru dari berbagai daerah. Sementara itu, Yunus mencatat bahwa LPP PP Muhammadiyah akan terus berupaya mendampingi pesantren-pesantren muda agar mampu berkembang dan memenuhi standar kualitas pendidikan.
Mudir PPTQ Al Ikhlas Botok, Nuralim Muhammad Yusuf, menjelaskan bahwa kurikulum terintegrasi di pesantren meliputi pendidikan formal setara SMP (berdasarkan kurikulum nasional), pembekalan tahsin dan tahfizh Al-Qur’an, serta pelatihan keterampilan sunnah seperti berkuda dan memanah. “Kami merancang program ini agar santri tidak hanya cakap dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki karakter tangguh dan disiplin sesuai sunah Nabi,” kata Nuralim. Ia menegaskan bahwa seluruh lulusan perdana telah dipastikan melanjutkan ke sekolah Muhammadiyah di Karanganyar dan Sragen, dengan prioritas lembaga yang memiliki program tahfizh.
Acara Haflah Akhirussanah yang dihadiri oleh jajaran Forkompinca Kecamatan Kerjo ini diakhiri dengan tradisi sungkeman santri kepada orang tua, sebagai ungkapan syukur dan terima kasih atas dukungan selama menuntut ilmu di Ponpes Al Ikhlas Botok. Keberhasilan pesantren muda ini diharapkan menjadi tolok ukur efektivitas pembinaan LPP PP Muhammadiyah bagi pesantren-pesantren baru di lingkungan organisasi.
Berita
MUHAMMADIYAH KARANGANYAR – Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur’an (PPTQ) Al Ikhlas Botok, di bawah naungan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pondok Pesantren (LPP PP) Muhammadiyah, secara resmi melepas enam santri angkatan pertamanya pada acara Haflah Akhirussanah yang digelar Selasa (3/6/2025) di Pelataran Masjid Jami’ Walidah Sa’ada Kerjo. Peristiwa ini menjadi tonggak penting bagi pesantren, karena menandai keberhasilan model pendidikan terpadu yang menggabungkan penghafalan Al-Qur’an, kurikulum formal setara SMP, serta pelatihan keterampilan sunnah.
Yunus Muhammadi, perwakilan LPP PP Muhammadiyah, menyoroti perjalanan panjang PPTQ Al Ikhlas Botok sejak didirikan tiga tahun lalu. “Awalnya pesantren ini hanya memiliki empat santri. Berkat keuletan pengurus, dukungan PCM Kerjo, dan partisipasi aktif masyarakat, hari ini kami melepas angkatan pertama dengan enam santri yang lulus dengan prestasi membanggakan,” ujarnya dalam sambutan. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut menjadi bukti bahwa model integratif pesantren ini berhasil menarik minat masyarakat.
Mudir PPTQ Al Ikhlas Botok, Nuralim Muhammad Yusuf, memaparkan tiga pilar penting dalam kurikulum lembaganya:
- Tahsin sebagai Fondasi Utama
Nuralim menjelaskan bahwa sejak hari pertama, santri dibekali ilmu tahsin untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an. “Dengan penguasaan tahsin yang kuat, santri dapat belajar mandiri, membaca Al-Qur’an dengan benar, dan memudahkan mereka dalam proses menghafal,” katanya. - Integrasi Pendidikan Formal Setara SMP
Pesantren Al Ikhlas Botok menyelenggarakan pendidikan formal menengah pertama berbasiskan kurikulum nasional. Kurikulum tersebut diintegrasikan secara penuh dengan program tahfizh intensif, sehingga santri tidak perlu memilih antara kecakapan akademik dan pendalaman agama. - Revitalisasi Keterampilan Sunnah
Sebagai upaya membentuk karakter santri, PPTQ Al Ikhlas Botok menyediakan ekstrakurikuler berkuda dan memanah. “Kegiatan ini bukan hanya meneladani sunnah Nabi, tetapi juga melatih fokus, disiplin, dan ketangguhan fisik maupun mental,” tutur Nuralim.
Semua santri angkatan pertama telah dipastikan melanjutkan studi ke berbagai sekolah Muhammadiyah di Karanganyar dan Sragen. Nuralim menegaskan, “Kami memprioritaskan lembaga yang memiliki program pembinaan tahfizh agar hafalan Al-Qur’an santri terus terjaga dan berkembang.” Keputusan ini sejalan dengan kebijakan LPP PP Muhammadiyah dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar.
Romdloni (Gus Doni), Wakil Ketua PDM Karanganyar Bidang Pendidikan, menegaskan komitmen Muhammadiyah terhadap kesinambungan pembinaan agama. “Melanjutkan ke sekolah Muhammadiyah menjadi kewajiban bagi alumni pesantren Muhammadiyah seperti Al Ikhlas Botok, agar pembinaan mereka tidak terputus,” katanya. Dalam kesempatan sama, Gus Doni mengumumkan insentif bagi calon santri baru: “Sepuluh pendaftar pertama pada bulan Juni 2025 akan mendapatkan seragam PPTQ secara gratis.”
Budi Sambodo, Ketua PCM Kerjo menyambut positif Haflah Akhirussanah sebagai momen strategis untuk mengenalkan keunggulan PPTQ Al Ikhlas Botok kepada masyarakat luas. Yunus dari LPP PP Muhammadiyah menambahkan bahwa publikasi harus ditingkatkan agar semakin banyak calon santri mengetahui model pendidikan terpadu ini. “Keberhasilan pesantren muda seperti Al Ikhlas Botok menjadi tolok ukur efektivitas pembinaan LPP PP Muhammadiyah di wilayah Karanganyar,” ujarny
Haflah Akhirussanah diakhiri dengan tradisi sungkeman santri kepada orang tua, sebagai wujud syukur atas kelulusan mereka dari jenjang dasar tahfizh dan ilmu agama di PPTQ Al Ikhlas Botok.
Berita
MUHAMMADIYAH KARANGANYAR – MI Muhammadiyah Karanganyar menggelar acara Akhirusanah untuk siswa kelas 6 pada Senin, 2 Juni 2025, di aula madrasah setempat. Acara yang dihadiri oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Karanganyar, Kepala Kantor Kementerian Agama Karanganyar, Komite Madrasah, orang tua siswa, dan 247 siswa kelas 6 ini mengusung tema “Mewujudkan Generasi Berakhlak Mulia dalam Meraih Cita-Cita Menuju Indonesia Emas”.
Dalam sambutannya, Kepala Madrasah, Marjiyanti, S.Ag., M.Pd.I, menyampaikan bahwa acara ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai akhlak mulia dan semangat berprestasi pada siswa kelas 6. Melalui pemberian penghargaan kepada lulusan terbaik, tahfidz terbaik, peringkat kelas 3 besar, dan siswa berprestasi, diharapkan dapat memotivasi siswa untuk terus meningkatkan prestasi dan mewujudkan cita-cita mereka.
MI Muhammadiyah Karanganyar dikenal sebagai madrasah unggulan dengan berbagai prestasi gemilang. Sebelumnya, madrasah ini telah meraih Juara 1 Olimpiade Matematika, Juara 1 Story Telling, dan Juara 2 Tahfidz di SPIDA Competition 2024 . Selain itu, madrasah ini juga ditetapkan sebagai Sekolah Unggulan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah .
Acara Akhirusanah ini juga menjadi momentum penting untuk mengenang perjalanan siswa kelas 6 selama menempuh pendidikan di MI Muhammadiyah Karanganyar. Dengan demikian, diharapkan siswa dapat menjadi generasi yang berakhlak mulia dan berprestasi, serta dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.