by | 4 Jun 2025 | Berita

Perdana Luluskan Santri Unggulan, Bukti Kompetensi PPTQ Al Ikhlas Botok

MUHAMMADIYAH KARANGANYAR – Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur’an (PPTQ) Al Ikhlas Botok, di bawah naungan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pondok Pesantren (LPP PP) Muhammadiyah, secara resmi melepas enam santri angkatan pertamanya pada acara Haflah Akhirussanah yang digelar Selasa (3/6/2025) di Pelataran Masjid Jami’ Walidah Sa’ada Kerjo. Peristiwa ini menjadi tonggak penting bagi pesantren, karena menandai keberhasilan model pendidikan terpadu yang menggabungkan penghafalan Al-Qur’an, kurikulum formal setara SMP, serta pelatihan keterampilan sunnah.

Yunus Muhammadi, perwakilan LPP PP Muhammadiyah, menyoroti perjalanan panjang PPTQ Al Ikhlas Botok sejak didirikan tiga tahun lalu. “Awalnya pesantren ini hanya memiliki empat santri. Berkat keuletan pengurus, dukungan PCM Kerjo, dan partisipasi aktif masyarakat, hari ini kami melepas angkatan pertama dengan enam santri yang lulus dengan prestasi membanggakan,” ujarnya dalam sambutan. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut menjadi bukti bahwa model integratif pesantren ini berhasil menarik minat masyarakat.

Mudir PPTQ Al Ikhlas Botok, Nuralim Muhammad Yusuf, memaparkan tiga pilar penting dalam kurikulum lembaganya:

  1. Tahsin sebagai Fondasi Utama
    Nuralim menjelaskan bahwa sejak hari pertama, santri dibekali ilmu tahsin untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an. “Dengan penguasaan tahsin yang kuat, santri dapat belajar mandiri, membaca Al-Qur’an dengan benar, dan memudahkan mereka dalam proses menghafal,” katanya.
  2. Integrasi Pendidikan Formal Setara SMP
    Pesantren Al Ikhlas Botok menyelenggarakan pendidikan formal menengah pertama berbasiskan kurikulum nasional. Kurikulum tersebut diintegrasikan secara penuh dengan program tahfizh intensif, sehingga santri tidak perlu memilih antara kecakapan akademik dan pendalaman agama.
  3. Revitalisasi Keterampilan Sunnah
    Sebagai upaya membentuk karakter santri, PPTQ Al Ikhlas Botok menyediakan ekstrakurikuler berkuda dan memanah. “Kegiatan ini bukan hanya meneladani sunnah Nabi, tetapi juga melatih fokus, disiplin, dan ketangguhan fisik maupun mental,” tutur Nuralim.

Semua santri angkatan pertama telah dipastikan melanjutkan studi ke berbagai sekolah Muhammadiyah di Karanganyar dan Sragen. Nuralim menegaskan, “Kami memprioritaskan lembaga yang memiliki program pembinaan tahfizh agar hafalan Al-Qur’an santri terus terjaga dan berkembang.” Keputusan ini sejalan dengan kebijakan LPP PP Muhammadiyah dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar.

Romdloni (Gus Doni), Wakil Ketua PDM Karanganyar Bidang Pendidikan, menegaskan komitmen Muhammadiyah terhadap kesinambungan pembinaan agama. “Melanjutkan ke sekolah Muhammadiyah menjadi kewajiban bagi alumni pesantren Muhammadiyah seperti Al Ikhlas Botok, agar pembinaan mereka tidak terputus,” katanya. Dalam kesempatan sama, Gus Doni mengumumkan insentif bagi calon santri baru: “Sepuluh pendaftar pertama pada bulan Juni 2025 akan mendapatkan seragam PPTQ secara gratis.”

Budi Sambodo, Ketua PCM Kerjo menyambut positif Haflah Akhirussanah sebagai momen strategis untuk mengenalkan keunggulan PPTQ Al Ikhlas Botok kepada masyarakat luas. Yunus dari LPP PP Muhammadiyah menambahkan bahwa publikasi harus ditingkatkan agar semakin banyak calon santri mengetahui model pendidikan terpadu ini. “Keberhasilan pesantren muda seperti Al Ikhlas Botok menjadi tolok ukur efektivitas pembinaan LPP PP Muhammadiyah di wilayah Karanganyar,” ujarny


Haflah Akhirussanah diakhiri dengan tradisi sungkeman santri kepada orang tua, sebagai wujud syukur atas kelulusan mereka dari jenjang dasar tahfizh dan ilmu agama di PPTQ Al Ikhlas Botok.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Jadwal Salat Hari Ini
Memuat lokasi…
Subuh
Terbit
Zuhur
Ashar
Maghrib
Isya
Menuju salat berikutnya:
Subuh menggunakan kriteria Muhammadiyah (-18°).

Artikel terkait