by | 21 Jul 2026 | KabarMu |

Inklusi Berkelanjutan, PKM-PM UMS Luncurkan Program HealSpace di Kecamatan Sambi, Boyolali

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) HealSpace Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi mengawali rangkaian program pemberdayaan bagi penyandang disabilitas mental melalui acara “Sosialisasi Program” di Kantor Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (10/6/2026) tersebut digelar sebagai langkah awal untuk memberikan pemahaman secara komprehensif mengenai tujuan, mekanisme, serta seluruh rangkaian tahapan pelaksanaan program HealSpace yang akan dijalankan bersama mitra.

Dalam sosialisasi tersebut, tim HealSpace memperkenalkan implementasi sistem Smart-Wicking dan vermikompos sebagai bagian dari metode terapi hortikultura yang akan diterapkan. Selain pemaparan materi, para peserta juga mengikuti pre-test guna mengukur pengetahuan serta kondisi psikologis awal sebagai data dasar evaluasi efektivitas program ke depan.

Ketua Tim PKM-PM HealSpace, Abqory Anis Subekti, menjelaskan bahwa data pre-test ini menjadi pijakan penting untuk memetakan kondisi peserta sebelum mengikuti pendampingan utuh.

“Hasil pre-test akan menjadi data dasar untuk mengetahui tingkat pengetahuan, pemahaman, dan kondisi psikologis peserta sebelum mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Data tersebut selanjutnya digunakan sebagai bahan evaluasi terhadap efektivitas program pengabdian yang dijalankan,” terang Abqory.

Dosen Pembimbing PKM-PM HealSpace, Siti Azizah Susilawati, S.Si., M.P., Ph.D., menegaskan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan sosial yang ramah disabilitas.

“Program ini tidak dapat berjalan sendiri. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan komunitas menjadi kunci dalam menghadirkan perubahan yang berkelanjutan. Kami berharap HealSpace mampu menjadi ruang pemberdayaan yang mendorong kemandirian, meningkatkan kesejahteraan psikologis, serta memperkuat partisipasi penyandang disabilitas dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Siti Azizah pada Senin (20/7/2026).

Langkah inklusif mahasiswa UMS ini mendapat apresiasi positif dari Camat Sambi, Dony Mahendra, S.STP., M.Si. Ia menilai kepedulian terhadap kondisi psikologis kelompok rentan merupakan aspek krusial yang kerap terlewatkan.

“Kami sangat mengapresiasi langkah mahasiswa UMS yang tidak hanya hadir memberikan pendampingan, tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis warga disabilitas. Kepedulian seperti ini menunjukkan bahwa mereka benar-benar memahami kebutuhan masyarakat. Semoga semangat ini terus tumbuh dan membawa manfaat yang lebih luas,” ungkap Dony.

Dukungan senada disampaikan oleh Kepala Desa Demangan sekaligus Pembina Disabilitas Mental Komunitas Karya Manunggal, Rosyid Setyawan. Ia berharap keterlibatan tim UMS dapat memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan kualitas hidup anggotanya melalui kegiatan yang terarah.

Antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung menandai kesiapan Komunitas Karya Manunggal untuk mengikuti seluruh tahapan pendampingan, pelatihan, hingga evaluasi yang akan dipusatkan di Desa Demangan, Kecamatan Sambi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Jadwal Salat Hari Ini
Memuat lokasi…
Subuh
Terbit
Zuhur
Ashar
Maghrib
Isya
Menuju salat berikutnya:
Subuh menggunakan kriteria Muhammadiyah (-18°).

Artikel terkait