by | 2 Nov 2026 | KabarMu |

Inovasi PasokHub Antar Mahasiswa UMS Sabet 3 Penghargaan di Mandalika Essay Competition 9

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Inovasi digital untuk memperkuat rantai pasok dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengantarkan tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih prestasi nasional. Melalui karya bertajuk PasokHub, Tim BrawSuITS berhasil menyabet tiga penghargaan sekaligus, yakni Juara Harapan 1, Gold Medal, dan Best Paper dalam ajang Mandalika Essay Competition 9 (MEC 9) 2026 di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Tim BrawSuITS merupakan kolaborasi mahasiswa lintas perguruan tinggi yang diketuai oleh Muhammad Hasbi Assidiqi bersama Alif Galuh Ristika dari UMS, serta melibatkan Diah Ayu Rahmadani dari Universitas Brawijaya (UB) dan Anindia Nur Aisyah Fitri dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Capaian tersebut diraih melalui gagasan bertajuk “PasokHub: Rekayasa Sistem Basis Data Terintegrasi untuk Pemberdayaan Rantai Pasok Berkelanjutan di Era Transformasi Bisnis Digital 5.0”. Gagasan ini menawarkan arsitektur basis data terintegrasi sebagai solusi mendasar atas persoalan kendala distribusi barang, transparansi harga, dan efisiensi pengelolaan persediaan pada ekosistem perdagangan skala UMKM.

Ketua Tim, Muhammad Hasbi Assidiqi, menjelaskan bahwa gagasan tersebut berangkat dari temuan lapangan mengenai masih belum optimalnya pengelolaan arus barang dan persediaan di tingkat UMKM, meski adopsi pembayaran digital telah berjalan pesat.

“Kondisi tersebut diperparah oleh panjangnya rantai distribusi konvensional yang melibatkan produsen atau petani,pengumpul, distributor, hingga pengecer. Akibatnya, muncul inefisiensi distribusi, penumpukan marjin harga, serta risiko kehilangan dan pemborosan pangan berupa food loss dan food waste,” ujar Hasbi, Senin (2/11/2026).

Untuk merespons persoalan tersebut, PasokHub dirancang sebagai sistem basis data terintegrasi yang menghubungkan seluruh pemangku kepentingan dalam satu platform terpusat. Arsitektur sistem ini menerapkan prinsip normalisasi basis data relasional hingga Third Normal Form (3NF) demi menjamin konsistensi data dan meminimalkan redundansi informasi.

Secara teknis, platform PasokHub dibekali beberapa fitur utama:

  • Digital Traceability: Memungkinkan konsumen melacak perjalanan produk dari titik panen hingga distribusi melalui pemindaian Batch ID atau QR Code, termasuk transparansi marjin harga (fair margin).

  • Dashboard Analitik Rantai Pasok: Menyajikan visualisasi tren penjualan, kinerja operasional, dan pemetaan logistik untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis berbasis data.

  • Manajemen Stok Otomatis: Mencatat pergerakan dan mutasi persediaan barang secara real-time setiap terjadi transaksi.

  • Keamanan RBAC: Mengintegrasikan Role-Based Access Control guna membatasi dan mengatur hak akses informasi sesuai kewenangan pengguna.

Selain dari sisi teknis arsitektur data, penerapan inovasi PasokHub mengusung konsep pendampingan kolaborasi Pentahelix—melibatkan akademisi, pemerintah, komunitas petani/UMKM, sektor swasta, dan media.

Pendekatan multidisiplin ini dirancang untuk menyokong ketercapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG Nomor 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG Nomor 12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Editor: Asef Dwi Nugroho, S.I.Kom.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Artikel terkait