muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Program Studi (Prodi) Arsitektur Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerjunkan mahasiswa untuk melaksanakan survei lapangan di peternakan Bima Sejahtera Farm, Wonosari Ngadisalam, Gunungpring, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang,Selasa (27/10/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari praktik mata kuliah Perancangan Multi Disiplin yang diampu oleh Surharyani, S.T.,M.T., dan Ar. Erwin Herliana, S.T., M.Ars, IAI. Melalui agenda ini, mahasiswa ditantang untuk merancang kompleks Peternakan Terpadu Sapi dan Kambing yang efisien secara teknis sekaligus adaptif terhadap pengembangan agrowisata (Retail & Visitor Center).
Dosen pengampu mata kuliah, Surhayani, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di Kecamatan Muntilan didasari atas letaknya yang strategis di koridor Yogyakarta-Borobudur. Selain memiliki iklim mikro tropis pegunungan di lereng Gunung Merapi, kawasan tersebut menyimpan potensi besar pada sektor agribisnis dan pariwisata.

Mahasiswa Prodi Arsitektur UMS saat berdiskusi dengan pemilik Bima Sejahtera Farm
“Survei lapangan memberikan mahasiswa kesempatan mengamati langsung kondisi tapak dan fasilitas peternakan yang sedang beroperasi. Pengamatan ini menjadi dasar analisis perancangan yang mengintegrasikan berbagai disiplin, mulai dari arsitektur dan masterplan, sains bangunan, teknik lingkungan, struktur, hingga inovasi bisnis,” ujar Surhayani,Minggu (1/11/2026).
Dalam proses pengamatan, mahasiswa melakukan analisis komprehensif mencakup zonasi kawasan berdasarkan tingkat kebisingan, arah angin, biosecurity, penghawaan dan pencahayaan alami, pengelolaan limbah ternak, hingga alur operasional produksi dan distribusi barang kepada pengunjung.
Menanggapi kolaborasi tersebut, perwakilan dari Bima Sejahtera Farm, Ibrahim Azhar, menyambut terbuka kehadiran akademisi UMS. Putra dari pemilik usaha Hari Suwito tersebut menegaskan kesiapannya mendukung proses pembelajaran mahasiswa di lapangan.

“Kami membuka lokasi peternakan ini sebagai objek studi dan saya siap menjadi narasumber bagi mahasiswa dalam proses perancangan proyek. Prinsipnya, peternakan sesuai standar harus mampu meminimalkan biaya produksi dengan tetap menempatkan keselamatan hewan ternak sebagai prioritas utama,” jelas Ibrahim.
Melalui diskusi interaktif bersama pengelola peternakan, mahasiswa memperoleh pemahaman mendalam mengenai kebutuhan operasional kawasan, termasuk teknis perlindungan area produksi saat fasilitas ritel dan pusat kunjungan diaktifkan di masa depan.
Seluruh data hasil pengukuran dan temuan di lapangan selanjutnya akan dikembangkan oleh mahasiswa Arsitektur UMS menjadi karya akhir berupa panel gambar arsitektur serta buku laporan analisis dan eksplanasi desain.
Editor: Asef Dwi Nugroho, S.I.Kom.














