by | 2 Nov 2026 | KabarMu |

Unik! Aksi Angklung Lansia Mendungan dan Mahasiswa FIK, Pukau Peserta Jalan Sehat Harijadi 68 UMS

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Suasana Jalan Sehat dan Bazar Hari Jadi ke-68 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berlangsung meriah dengan persembahan musik angklung unik pada Minggu (1/11/2026). Pertunjukan seni tersebut dibawakan oleh gabungan anggota Posyandu Lansia Peduli Insani Mendungan,Kartasura, bersama mahasiswa Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UMS.

Aksi kolaborasi lintas generasi ini menjadi bukti nyata bahwa usia lanjut bukan halangan untuk tetap aktif, kreatif, dan berkarya di tengah masyarakat. Dipandu oleh kader kesehatan Yekti Handayani, S.Pd.I., S.Pd.AUD., M.Pd., para anggota posyandu lansia bersama mahasiswa tampil padu membawakan lagu persembahan di hadapan ratusan peserta jalan sehat.

Yekti Handayani mengungkapkan bahwa penampilan bersama antara mahasiswa Keperawatan UMS dan lansia ini merupakan pengalaman pertama bagi kedua belah pihak. Meski demikian, antusiasme para lansia sangat tinggi, bahkan beberapa di antaranya telah menginjak usia 79 hingga 81 tahun namun tetap aktif memainkan angklung.

“Ini ada yang usianya 81 tahun Bapak Ibu. Ada yang 79 tahun, tapi masih asyik menikmati angklung. Semoga nanti menginspirasi UMS agar lebih mempedulikan kami yang lansia,” ujar Yekti di sela-sela kegiatan.

Yekti menjelaskan, keterlibatan UMS dalam pelayanan lansia di Mendungan sangat krusial mengingat jumlah anggota posyandu lansia di wilayah tersebut mencapai ratusan orang. Selama ini, Prodi Keperawatan FIK UMS rutin menggelar kegiatan pengabdian masyarakat setiap hari Rabu, meliputi pemeriksaan kesehatan, konsultasi, serta pembinaan kader.

Selain latihan angklung yang telah berjalan hampir satu tahun dan senam lansia saban Rabu pagi, Posyandu Lansia Peduli Insani juga memfasilitasi penimbangan rutin, pengajian, kegiatan penyegaran semesteran, hingga layanan home care bagi lansia yang membutuhkan pendampingan khusus.

Dari sisi kesehatan, latihan musik angklung dinilai memberi dampak positif secara kognitif dan fisik bagi para lanjut usia.”Angklung menyeimbangkan otak kanan dan otak kiri. Pemain harus fokus kapan berhenti, kapan memainkan, kapan menggoyangkan kaki ke kanan, dan kapan harus berhenti,” tutur Yekti menyoroti manfaat koordinasi motorik serta konsentrasi dari seni angklung.

Sementara itu, mahasiswa Keperawatan UMS semester tiga, Annisa Nurul Hidayah, menyampaikan bahwa kolaborasi ini memberikan pengalaman berharga dalam membangun hubungan emosional dengan masyarakat. Kendati hanya menjalani satu kali latihan bersama sebelum pentas, mahasiswa dan para lansia mampu menyuguhkan penampilan yang harmonis.

Melalui partisipasi ini, mahasiswa Keperawatan FIK UMS tidak hanya mengasah kemampuan seni, tetapi juga mengaplikasikan ilmu keperawatan komunitas secara langsung di luar ruang perkuliahan. Penampilan tersebut ditutup dengan apresiasi tinggi dari para peserta serta harapan agar UMS terus berkembang dan memperluas kepedulian sosialnya terhadap kelompok lansia.

Editor: Asef Dwi Nugroho, S.I.Kom.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Artikel terkait