by | 2 Nov 2026 | KabarMu |

Inovasi Rehabilitasi Bahu Berbasis AI Karya Mahasiswa UMS Sabet Bronze Medal di ISIF 2026

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengukir prestasi internasional dengan meraih Bronze Medal dalam ajang International Science and Invention Fair (ISIF) 2026 di Universitas Indonesia pada 13–18 Oktober 2026. Penghargaan tersebut diraih berkat inovasi rehabilitasi bahu berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bernama MoveWall-AI: Transforming Shoulder Rehabilitation Through AI-Adaptive Interactive Exergaming.

Inovasi ini mengintegrasikan prinsip latihan fisioterapi, teknologi AI, serta konsep permainan interaktif (exergaming). Gagasan tersebut dikembangkan untuk mengatasi potensi kejenuhan pasien akibat latihan fisioterapi bahu yang harus dilakukan secara berulang dan konsisten.

Pengembangan MoveWall-AI melibatkan kolaborasi lintas disiplin ilmu. Tim penemu terdiri atas Taqiyyah Nurul ‘Azzah (Profesi Fisioterapi UMS), Hafidh Erli Nurdin (S1 Fisioterapi UMS), Sri Kusuma Dewi (S1 Farmasi UMS), Airlangga Pradana P. (S1 Teknik Informatika UMS), serta Alfin Andhika M. (S1 Informatika Universitas Teknologi Yogyakarta/UTY). Tim ini beroperasi di bawah pendampingan dosen pembimbing Arif Pristianto, SSt.FT., Ftr., M.Fis.

Dalam penerapannya, MoveWall-AI mengusung konsep permainan memanah dengan target apel pada beragam posisi dan ketinggian. Pasien mengarahkan panah ke target menggunakan gerakan bahu yang dirancang khusus sesuai kebutuhan terapeutik. Teknologi AI bertindak menganalisis gerakan pengguna sekaligus menyesuaikan tingkat kesulitan permainan secara otomatis, mulai dari sudut gerak rendah hingga tinggi seiring peningkatan kemampuan pasien.

Mahasiswa Profesi Fisioterapi UMS, Taqiyyah Nurul ‘Azzah, menjelaskan bahwa pendekatan adaptif ini bertujuan mempertahankan fungsi terapi sekaligus memotivasi pasien dan membantu fisioterapis memantau perkembangan gerak.

“Awalnya, ide MoveWall-AI muncul dari ketertarikan kami untuk mengembangkan inovasi di bidang fisioterapi yang memanfaatkan perkembangan teknologi. Kami melihat bahwa rehabilitasi, khususnya pada pasien dengan gangguan bahu, membutuhkan latihan yang dilakukan secara berulang dan konsisten. Namun, terkadang latihan yang dilakukan secara terus-menerus bisa terasa monoton bagi pasien,” ujar Taqiyyah, Senin (2/11/2026).

Meskipun telah meraih apresiasi internasional, Taqiyyah menekankan bahwa MoveWall-AI masih memerlukan riset lanjutan sebelum diimplementasikan secara luas di fasilitas kesehatan.

“Kami perlu menyempurnakan sistem deteksi gerakan, meningkatkan akurasi teknologi AI, serta melakukan pengujian lebih lanjut untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya. Kami juga ingin nantinya MoveWall-AI dapat diuji secara langsung kepada pasien melalui penelitian klinis. Jadi, inovasi ini benar-benar bisa dibuktikan manfaatnya dan bukan hanya menarik dari sisi teknologi,” paparnya.

Dosen pembimbing tim, Arif Pristianto, menyampaikan apresiasi atas dedikasi para mahasiswa yang aktif berinovasi di tengah padatnya jadwal akademik dan praktik klinis.

“Kami senang dan bangga dengan para mahasiswa yang tetap aktif dan kreatif berinovasi, berkolaborasi, dan berprestasi di tengah kesibukan kuliah dan praktik. Semoga inovasi dan prestasi ini terus dikembangkan serta menjadi motivasi bagi adik tingkat agar ada regenerasi bagi mahasiswa yang aktif dalam kompetisi,” kata Arif.

Raihan dalam ISIF 2026 ini menjadi pijakan awal bagi tim untuk mentransformasi MoveWall-AI dari sekadar karya ilmiah kompetisi menjadi perangkat medis teruji yang bermanfaat luas bagi masyarakat.

Editor: Asef Dwi Nugroho, S.I.Kom.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Artikel terkait