by | 3 Nov 2026 | KabarMu |

Mahasiswa UMS Kembangkan REVIVEE, Platform AI dan Blockchain Pengurang Limbah Pangan

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Tim Dahlan Muda Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengembangkan inovasi platform digital bertajuk REVIVEE. Platform berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan blockchain ini hadir untuk mengintegrasikan distribusi makanan surplus serta pengelolaan limbah organik maupun anorganik guna mendukung ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan.

Melalui pendekatan ekonomi sirkular, REVIVEE dirancang untuk menghubungkan industri hotel, restoran, dan kafe (HOREKA) dengan konsumen serta mitra pengolah limbah. Solo Raya dipilih sebagai wilayah awal pengembangan mengingat potensi strategis kawasan tersebut yang memiliki lebih dari 6.000 pelaku industri HOREKA.

Tim pengembang REVIVEE diketuai oleh Bintang Permana bersama anggota Dandi Bagus Nur Afiyanto, Elgiva Rasyad Aditya Putra, dan Mukhamad Nafis Arjunnajah, di bawah bimbingan Liana Mangifera, S.E., M.M., CFRM. Bintang menegaskan bahwa platform ini berfokus mengubah limbah tak terpakai menjadi sumber nilai ekonomi baru.

“Persoalan yang ingin kami selesaikan bukan hanya mengenai makanan berlebih yang masih layak konsumsi, tetapi juga limbah organik dan anorganik yang belum dikelola secara optimal. REVIVEE hadir untuk mempertemukan penghasil limbah dengan pihak yang membutuhkan bahan baku tersebut,” ujar Bintang, Selasa (3/11/2026).

REVIVEE mengoperasikan dua skema utama. Pertama, Business to Consumer (B2C) yang mendistribusikan makanan surplus layak konsumsi dari HOREKA kepada masyarakat—khususnya mahasiswa dan karyawan muda—dengan harga lebih terjangkau. Kedua, Business to Business (B2B) yang menghubungkan pelaku HOREKA dengan mitra pengolah seperti peternak maggot Black Soldier Fly (BSF), peternakan unggas, produsen pupuk organik, dan kelompok tani.

Keunggulan platform ini didukung integrasi teknologi AI Matching Engine yang mencocokkan penghasil dan penerima limbah berdasarkan jenis, lokasi, kapasitas, dan ketersediaan waktu. Sementara itu, teknologi blockchain menjamin seluruh pencatatan transaksi berlangsung transparan dan dapat ditelusuri. Platform ini juga dilengkapi Sustainability Analytics Dashboard untuk memantau volume limbah yang terolah serta estimasi pengurangan emisi gas rumah kaca.

Dandi Bagus Nur Afiyanto menjelaskan bahwa hasil survei terhadap 69 responden di Solo Raya menunjukkan 93 persen konsumen berminat membeli makanan surplus berharga terjangkau. Selain itu, 60 persen pelaku HOREKA menghadapi kendala surplus makanan harian dan 100 persen responden HOREKA membutuhkan laporan lingkungan otomatis.

“Bagi industri HOREKA, REVIVEE menawarkan solusi pengelolaan limbah dari hulu hingga hilir. Makanan yang masih layak konsumsi dapat didistribusikan kembali kepada masyarakat, sedangkan limbah yang tidak dapat dikonsumsi diarahkan kepada mitra pengolah. Proses ini juga didukung layanan penjemputan dengan target waktu kurang dari 24 jam,” kata Dandi.

Dari segi finansial, kebutuhan modal awal proyek ini diproyeksikan sebesar Rp25 juta, bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan sebesar Rp15 juta dan kontribusi empat anggota tim sebesar Rp10 juta. REVIVEE menargetkan operasional sebanyak 3.150 transaksi per bulan (sekitar 105 transaksi per hari).

Elgiva Rasyad Aditya Putra menambahkan bahwa dengan proyeksi pendapatan bulanan Rp31.648.500 dan beban operasional Rp26 juta, REVIVEE diperkirakan mengantongi laba bersih Rp5.648.500 per bulan.

“Berdasarkan perhitungan kelayakan bisnis, REVIVEE memiliki proyeksi Return on Investment (ROI) tahunan sebesar 271,13 persen, dengan periode pengembalian modal (Payback Period) sekitar 4,43 bulan atau 133 hari. Sementara itu, titik impas (Break Even Point/BEP) diproyeksikan tercapai pada 2.588 transaksi per bulan,” papar Elgiva.

Dengan pencapaian target 3.150 transaksi per bulan, REVIVEE diproyeksikan mampu mengurangi limbah hingga 31,5 ton per bulan atau 378 ton per tahun. Ke depan, tim menargetkan perluasan ekosistem dari Solo Raya menuju Semarang dan Yogyakarta, sebelum mengekspansi wilayah Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Pada tahun pertama, platform menargetkan gaet 50 mitra HOREKA dan 100 penerima, lalu meningkat menjadi 200 mitra HOREKA dan 500 penerima pada tahun kedua.

Editor: Asef Dwi Nugroho, S.I.Kom.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Artikel terkait