by | 2 Nov 2026 | KabarMu |

Manfaatkan Suweg dan Bekatul, Tim Gizi UMS Raih Dua Penghargaan di Mandalika Essay Competition 9

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Tim mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses memboyong dua penghargaan bergengsi dalam ajang Mandalika Essay Competition (MEC) 9 yang diselenggarakan di Lombok pada 24–26 Oktober 2026. Dalam kompetisi nasional kategori pangan tersebut, tim UMS meraih Medali Emas (Gold Medal) dan penghargaan Favorite Poster melalui karya inovasi beras analog bernama SUBEKA.

Inovasi beras analog SUBEKA diangkat untuk mengoptimalkan potensi pangan lokal sebagai alternatif sumber karbohidrat sehat, sekaligus mendorong pola konsumsi masyarakat yang lebih beragam dan bergizi. Tim penemu terdiri atas tiga mahasiswa Ilmu Gizi UMS yang diketuai oleh Poppy Aureliana Riadita, beranggotakan Syifa Alicia Arka Aisyah dan Ulla Aulia Izaty, dengan pendampingan dosen Aan Sofyan, S.Pt., M.Pd., M.Sc.

Karya yang digagas bertajuk “BERAS SUBEKA (Suweg-Bekatul): Inovasi Beras Analog Berbasis Pangan Lokal sebagai Langkah Menuju Diversifikasi Pangan yang Lebih Sehat”. Gagasan ini berawal dari kebiasaan konsumsi beras padi sebagai makanan pokok di Indonesia, di tengah melimpahnya komoditas pangan lokal yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Ketua Tim, Poppy Aureliana Riadita, menjelaskan bahwa pemilihan umbi suweg dan bekatul didasari oleh tren ketertarikan masyarakat terhadap pangan lokal serta pemanfaatan limbah pengolahan padi.

“Melihat tren terhadap pangan umbi-umbian mulai meningkat, tim tertarik untuk mengangkat potensi umbi suweg yang kurang dimanfaatkan secara optimal, serta bekatul yang merupakan hasil samping pengolahan padi yang menyimpan potensi untuk dikembangkan sebagai pangan bernilai tambah,” ujar Poppy, Senin (2/11/2026).

Sebelum berlaga di Lombok, tim melakukan kajian literatur mendalam terkait potensi nutrisi dan karakteristik umbi suweg serta bekatul. Menurut Poppy, tantangan terbesar tim terletak pada perumusan konsep inovasi yang berbasis ilmiah kuat dan memiliki arah pengembangan yang terukur agar mudah diterima oleh pola konsumsi masyarakat.

Raihan dua penghargaan sekaligus ini menjadi pengalaman berharga bagi tim saat bersaing dengan perwakilan berbagai perguruan tinggi di Indonesia, sekaligus menjadi motivasi untuk melanjutkan pengembangan riset produk.

“Kedepannya kami berharap Beras SUBEKA tidak hanya berhenti di konsep inovasi saja tetapi dapat dikembangkan menjadi produk beras analog yang nyata dan dapat dilakukan uji coba lebih lanjut. Sehingga beras SUBEKA berpeluang menjadi salah satu alternatif pangan lokal yang mendukung diversifikasi pangan di Indonesia,” pungkas Poppy.

Editor: Asef Dwi Nugroho, S.I.Kom.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Artikel terkait