by | 7 Oct 2026 | KabarMu |

Lulus 100 Persen, 42 Dietisien Baru FIK UMS Angkatan II Resmi Diambil Sumpah Profesi

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Sebanyak 42 dietisien baru Program Studi Pendidikan Profesi Dietisien Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Angkatan II resmi mengucap sumpah profesi di The Royal Heritage Solo, Selasa (6/10/2026). Seluruh lulusan tersebut mencatatkan tingkat kelulusan 100 persen pada Objective Structured Clinical Examination (OSCE) serta Uji Kompetensi Nasional (UKOMNAS) berbasis Computer Based Test (CBT).

Berdasarkan hasil rekapitulasi penilaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), OSCE, dan Try Out Internal, FIK UMS menetapkan tiga lulusan dengan predikat terbaik. Predikat terbaik pertama diraih oleh Afiya Hasna Nabila, S.Gz., Dietisien, disikuti Fila Rachmad Ramadan, S.Gz., Dietisien sebagai terbaik kedua, dan Nabila Aliya Putri, S.Gz., Dietisien di posisi terbaik ketiga.

Ketua Prodi Pendidikan Profesi Dietisien FIK UMS, Dr. Dwi Sarbini, SST., M.Kes., menyampaikan bahwa capaian ini mempertegas komitmen mutu pendidikan di UMS. Ia melaporkan bahwa pada tahun 2026, program studi tersebut berhasil meraih akreditasi “Unggul” dari LAM-PTKes hingga tahun 2031, serta akreditasi internasional dari lembaga AHPGS Jerman untuk jangka waktu lima tahun.

Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menekankan pentingnya sikap dan kualitas pelayanan bagi para tenaga gizi baru saat terjun ke tengah masyarakat. Harun mendorong agar para lulusan tidak sekadar menjadi pengikut, melainkan menjadi pelopor perubahan sesuai dengan visi keunggulan UMS.

“Sektor pangan dan minuman berhubungan langsung dengan masyarakat. Kunci utamanya adalah pelayanan yang mengedepankan kesopanan dan tutur kata yang baik. Jadilah pelopor sebagai penggerak arah perubahan,” tegas Harun.

Di sisi lain, Wakil Ketua DPD PERSAGI Jawa Tengah, Florentinus Nurtitus, S.SiT., M.Gz., RD., mengingatkan besarnya tantangan dinamika kesehatan nasional saat ini, seperti double burden of malnutrition yang mencakup stunting, obesitas, hingga peningkatan penyakit tidak menular. Ia meminta para dietisien baru untuk adaptif terhadap kemajuan teknologi kesehatan serta memperkuat kolaborasi interprofesional bersama dokter, perawat, dan apoteker.

Perwakilan lulusan, Fila Rahmad Ramadhan, S.Gz., Dietisien, menegaskan bahwa prosesi sumpah profesi menjadi awal dari amanah besar dalam menjaga keselamatan pasien dan kepercayaan masyarakat. Harapan senada disampaikan oleh perwakilan orang tua, Drs. Mudji Lasmono, yang berpesan agar para lulusan senantiasa mengamalkan ilmu pengetahuan yang telah didapat secara optimal demi memberikan manfaat nyata bagi publik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Artikel terkait