muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Mahasiswa Pengalaman Belajar Lapangan 1 (PBL-1) Kelompok 9 Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan sosialisasi dan layanan konsultasi jaminan kesehatan serta bantuan sosial bagi warga Desa Alasombo, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (6/10/2026).
Program edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pemanfaatan layanan publik masyarakat desa terkait Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan Mandiri, Kartu Indonesia Sehat (KIS), hingga Program Keluarga Harapan (PKH).
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Kesmas UMS menggandeng tiga instansi teknis sebagai narasumber, yakni Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, Dinas Sosial Kabupaten Sukoharjo, dan BPJS Kesehatan KC Surakarta.

Panitia Acara PBL-1 Kelompok 9 Prodi Kesmas UMS, Najma Azizah Nurrahmah, menyampaikan bahwa kegiatan dirancang tidak hanya untuk menyampaikan informasi secara teori, tetapi juga memberikan ruang bagi warga untuk menyelesaikan kendala administratif secara langsung.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada masyarakat mengenai JKN, BPJS, KIS, dan PKH. Kami juga menyediakan ruang konsultasi agar warga dapat langsung menanyakan kendala yang mereka alami kepada pihak yang berwenang,” ujar Najma, Rabu (7/10/2026).
Sesi acara diawali dengan pemaparan materi teknis mengenai prosedur dan syarat kepesertaan dari masing-masing instansi. Dinas Kesehatan menyampaikan materi seputar program layanan kesehatan daerah, Dinas Sosial memaparkan kriteria dan alur penerimaan PKH, sementara BPJS Kesehatan KC Surakarta menjelaskan ketentuan kepesertaan JKN dan KIS.
Usai pemaparan materi, panitia membuka stand konsultasi khusus dari setiap instansi. Warga Desa Alasombo memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menanyakan berbagai permasalahan, mulai dari keaktifan status kepesertaan hingga mekanisme pencairan bantuan sosial.
Kaur Perencanaan Desa Alasombo, Lastri, memberikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan oleh para mahasiswa UMS. Ia menilai keberadaan stand konsultasi sangat membantu warga yang selama ini menemui hambatan dalam mengakses informasi layanan kesehatan dan bantuan sosial.
“Kegiatan ini sangat membantu warga Desa Alasombo, terutama bagi masyarakat yang masih memiliki pertanyaan atau kendala terkait BPJS, KIS, JKN, maupun PKH. Dengan adanya sosialisasi dan stand konsultasi, warga dapat langsung menyampaikan permasalahan dan memperoleh penjelasan dari pihak yang berwenang,” tutur Lastri.
Melalui kegiatan PBL-1 ini, mahasiswa Kesmas UMS berharap tingkat literasi masyarakat terhadap hak dan kewajiban dalam program jaminan sosial dapat terus meningkat, sehingga pemanfaatan fasilitas kesehatan di tingkat desa menjadi lebih optimal.















