muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si., bersama Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI, Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.Si., dan Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Prof. Dr. Irwan Meilano, S.T., M.Sc. meresmikan gedung baru Pondok Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Sabtu (24/10/2026). Peresmian ini menandai pembaruan sarana fisik guna memperkuat pusat kaderisasi utama persyarikatan.
Prosesi peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Haedar Nashir. Penandatanganan prasasti peresmian sebelumnya telah dilakukan pada Sidang Senat Terbuka Hari Jadi ke-68 UMS dengan disaksikan oleh pimpinan universitas dan Wamendikdasmen.
“Bangunan Pondok Shabran Insyaallah menjadi bangunan yang berkah dan diberkahi oleh Allah,” ujar Haedar Nashir saat memotong pita peresmian.

Acara peresmian tersebut turut didampingi oleh Anggota Badan Pembina Harian (BPH) UMS Drs. Marpuji Ali, M.Si., Rektor UMS Prof. Harun Joko Prayitno, dan Wakil Rektor III UMS Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag. Hadir pula jajaran pengasuh, pengajar, mahasantri, alumni, serta tokoh masyarakat setempat.
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq yang merupakan alumni Pondok Shabran menyampaikan bahwa tempat tersebut didesain sejak masa kepemimpinan Djazman Al Kindi sebagai pusat kaderisasi Muhammadiyah. Ia menilai pembaruan gedung ini menjadi fasilitas vital untuk menunjang kualitas pembelajaran dan kepemimpinan kader.
“Dengan fasilitas Pondok Shabran yang semakin megah ini, dapat menumbuhkan motivasi bagi adik-adik mahasantri dalam belajar, begitu juga untuk memantik semangat mahasantri untuk lebih giat dan aktif di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah,” tutur Fajar.
Gedung baru Pondok Shabran UMS dibangun setinggi empat lantai yang mencakup 18 ruang kelas, 2 ruang pertemuan, dan 80 kamar mandi. Sarana ini direncanakan menjadi pusat seluruh aktivitas mahasantri Shabran serta pusat pelaksanaan Baitul Arqam bagi mahasiswa UMS.
Fajar menambahkan, alumni Pondok Shabran telah banyak berkiprah di berbagai sektor, baik di internal organisasi maupun pemerintahan. Ia berharap pengembangan fasilitas ini diimbangi dengan peningkatan dukungan dari PP Muhammadiyah agar distribusi kader ke daerah terdepan, terluar, dan tertinggal hingga tingkat internasional dapat terus meningkat.
Editor: Asef Dwi Nugroho, S.I.Kom.














