by | 26 Oct 2026 | KabarMu |

UMS Health Innovation Hackathon 2026 Seleksi 15 Finalis, Total Hadiah Rp125 Juta

muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar tahapan seleksi peserta UMS Health Innovation Hackathon 2026 guna menentukan 15 tim terbaik yang berhak melanjutkan pengembangan inovasi teknologi kesehatan. Seleksi administrasi dan substansi tersebut berlangsung pada 21–25 Oktober 2026.

Program yang diselenggarakan oleh Taskforce Direktorat Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Publikasi, dan Sentra KI (DRPPS) UMS dengan dukungan Ditjen Risbang Kemendiktisaintek serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ini berhasil menjaring 50 tim dengan total 233 inovator dari 30 perguruan tinggi dan institusi profesional di delapan provinsi.

Penilaian proposal bertumpu pada lima aspek utama. Bobot terbesar dialokasikan untuk inovasi dan kelayakan rancangan sebesar 28 persen, disusul kedalaman teknologi sebesar 22 persen. Aspek kesesuaian masalah dan solusi serta rencana hilirisasi masing-masing memiliki bobot 20 persen, sementara komponen lokal dan peluang Hak Kekayaan Intelektual (HKI) menyumbang 10 persen dari total penilaian.

Ketua Pelaksana Program sekaligus Ketua Taskforce UMS Health Innovation Hackathon 2026, Prof. Dr. Ir. Suranto, S.T., M.M., M.Si., IPU., menegaskan bahwa ajang ini mengusung pendekatan demand-driven innovation.

“Hackathon ini dirancang bukan sekadar kompetisi ide di atas kertas, melainkan implementasi nyata dari pendekatan inovasi berbasis kebutuhan pengguna (demand-driven innovation). Seluruh proposal yang masuk merespons langsung tantangan operasional riil yang diajukan oleh mitra strategis rumah sakit dan industri manufaktur kesehatan. Kolaborasi lintas disiplin ini menjadi kunci agar inovasi kampus benar-benar terhilirisasi dan memberi dampak sosial-ekonomi nyata,” terang Suranto, Senin (26/10/2026).

Sebanyak 15 tim terpilih akan diumumkan melalui laman resmi program dan kontak ketua tim. Selanjutnya, para finalis dijadwalkan mengikuti pembekalan serta Problem-Owner Clinic pada 29 Oktober hingga 4 November 2026 guna mendalami masalah teknis, studi kelayakan, perancangan model bisnis, hingga regulasi produk kesehatan langsung bersama mitra rumah sakit dan industri.

Rangkaian acara berlanjut pada awal hingga pertengahan November 2026 melalui kompetisi intensif selama tiga hari. Peserta akan melewati tahapan perumusan solusi (Explore & Define), pengembangan purwarupa bersama mentor (Build & Improve), serta unjuk fungsi produk dalam Demo Day untuk menentukan lima tim pemenang.

Guna mendukung realisasi produk inovasi, panitia menyediakan total pendanaan dan apresiasi sebesar Rp125 juta. Seluruh 15 finalis memperoleh bantuan pembuatan purwarupa sebesar Rp5 juta per tim. Selain itu, lima tim pemenang akan menerima hadiah tunai tambahan:

  • Juara 1: Hadiah tunai Rp22.500.000 + dana purwarupa Rp5.000.000 (Total manfaat Rp27.500.000)

  • Juara 2: Hadiah tunai Rp15.000.000 + dana purwarupa Rp5.000.000 (Total manfaat Rp20.000.000)

  • Juara 3: Hadiah tunai Rp7.500.000 + dana purwarupa Rp5.000.000 (Total manfaat Rp12.500.000)

  • Juara Harapan 1: Hadiah tunai Rp3.000.000 + dana purwarupa Rp5.000.000 (Total manfaat Rp8.000.000)

  • Juara Harapan 2: Hadiah tunai Rp2.000.000 + dana purwarupa Rp5.000.000 (Total manfaat Rp7.000.000)

Pasca-kompetisi, inovasi terpilih akan terus didampingi hingga April 2027. Pendampingan mencakup validasi purwarupa melalui pengujian laboratorium/klinis, pengurusan HKI, business matching, serta penyusunan dokumen adopsi teknologi. Pengumuman hasil seleksi dan agenda lengkap dapat diakses melalui situs resmi https://ihub.ums.ac.id/hackathon.

Editor: Asef Dwi Nugroho, S.I.Kom.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Artikel terkait