by | 22 Jun 2026 | Pendidikan |

Internasionalisasi Kampus: UMS Sukses Edukasi Hukum dan Budaya Batik di Vietnam

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Program Studi (Prodi) Ilmu Hukum Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan rangkaian kegiatan International Exposure dan International Community Service di Vietnam pada 9-14 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen nyata institusi dalam memperluas jejaring akademik internasional sekaligus mendiplomasikan kebudayaan Indonesia di panggung global.

Agenda strategis tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Dekan I FHIP UMS, Dr. Syaifuddin Zuhdi, SH.I., MH.I., serta Ketua Gugus Penjaminan Mutu FHIP UMS, Hanifah Febriani, SH., LL.M. Kehadiran pimpinan fakultas ini mempertegas langkah UMS dalam memperkuat kolaborasi global di bidang tri dharma perguruan tinggi, yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Selama sepekan berada di Vietnam, delegasi mahasiswa dan dosen UMS mengikuti serangkaian aktivitas akademik di Tôn Đức Thắng University (TDTU), yang meliputi perkuliahan bersama, kuliah khusus, hingga penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai landasan penguatan kerja sama antarlembaga. Puncak dari penguatan relasi tersebut terjadi pada Jumat (13/6/2026), saat Prodi Ilmu Hukum UMS menggelar program Cultural Exchange dan International Community Service di Fakultas Hukum (Khoa Luật) TDTU. Acara ini secara apik mengintegrasikan aspek edukasi perlindungan hukum terhadap warisan budaya dengan praktik langsung di lapangan.

Dalam sesi pertukaran budaya, mahasiswa dari kedua negara saling mempresentasikan kekayaan daerah masing-masing. Perwakilan mahasiswa Fakultas Hukum TDTU memperkenalkan ragam kebudayaan, tradisi, serta kuliner khas Vietnam, sedangkan delegasi mahasiswa Ilmu Hukum UMS yang diwakili oleh Raffi Abhyasa Saputra dan Muhammad Thoriq Wibisono memaparkan eksotisme budaya Indonesia, khususnya dari Kota Surakarta sebagai salah satu pusat pertumbuhan dan perkembangan industri batik nasional.

Sebagai inti dari program pengabdian masyarakat internasional, tim dosen Ilmu Hukum UMS yang beranggotakan Syaifuddin Zuhdi, Hanifah Febriani, dan Muhammad RM Fayasy Failaq memberikan kuliah umum mengenai aspek hukum dan historis batik. Materi yang disampaikan meliputi 1) perlindungan hukum terhadap kekayaan intelektual komunal yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia, 2) sejarah panjang batik sebagai salah satu objek budaya yang bernilai tinggi, 3) filosofi mendalam yang terkandung di balik setiap motif kain, dan 4) tata cara membatik yang sesuai dengan pakem tradisional.

Usai pemaparan materi teoretis, agenda berlanjut ke sesi praktikal berupa workshop membatik yang diikuti oleh 34 peserta dari civitas akademika TDTU. Seluruh peserta asing tersebut dibagi ke dalam empat kelompok kerja dengan didampingi langsung oleh lima mahasiswa Ilmu Hukum UMS, yakni Az Syahra Rachmayanti, Fateekah Aulia Hakam Majid, Restu Ramadhaniah Putri, Muhammad Thoriq Wibisono, dan Raffi Abhyasa Saputra.

Melalui pendampingan intensif ini, para mahasiswa Vietnam berkesempatan mempraktikkan langsung teknik menorehkan lilin malam menggunakan canting tradisional di atas lembaran kain berukuran 30 x 30 sentimeter yang telah digambari pola motif Batik Kawung dan Batik Parang. Setelah selesai, seluruh hasil karya kain batik beserta alat canting yang mereka gunakan diberikan secara cuma-cuma sebagai suvenir resmi untuk dibawa pulang.

Respons positif dan antusiasme tinggi ditunjukkan oleh para peserta dari TDTU selama mengikuti jalannya kegiatan. Suasana pembelajaran menjadi semakin interaktif dengan adanya sesi kuis berhadiah doorprize bagi mahasiswa yang aktif berpartisipasi.

Salah satu mahasiswi asal Vietnam, Nguyen Pham Phuong Hien, mengungkapkan kesan mendalamnya setelah mencoba seni tradisional ini untuk pertama kali. Ia mengakui bahwa pada awalnya menganggap teknik membatik cukup rumit untuk dilakukan, namun setelah mencobanya beberapa kali di bawah arahan mahasiswa pendamping, ia mulai memahami ritme dan caranya, sehingga menganggap aktivitas ini sebagai sebuah pengalaman yang sangat unik serta menarik. Tingginya ketertarikan peserta ini menjadi bukti bahwa seni membatik Indonesia memiliki daya tarik universal yang diakui dunia. (Fika/Humas)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Informasi PDM Karanganyar kini hadir di Saluran WhatsApp dengan klik Muhammadiyah Karanganyar

Jadwal Salat Hari Ini
Memuat lokasi…
Subuh
Terbit
Zuhur
Ashar
Maghrib
Isya
Menuju salat berikutnya:
Subuh menggunakan kriteria Muhammadiyah (-18°).

Artikel terkait