muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Dosen Program Studi (Prodi) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum, S.K.M., M.Kes., melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kantor Kepala Desa Sindon, Boyolali, pada Sabtu (30/5/2026). Kegiatan ini berfokus pada pemberian edukasi mengenai pentingnya kesehatan reproduksi anak sejak dini serta pemanfaatan teknologi digital untuk pendataan kesehatan keluarga.
Program ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antara Prodi Kesmas UMS, Politeknik Assalam Surakarta, dan TK Aisyiyah Sindon. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 30 orang tua murid dari TK Aisyiyah Sindon, serta melibatkan aktif alumni dan mahasiswa Kesmas UMS dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pendampingan di lapangan.
“Pendidikan kesehatan reproduksi tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Orang tua memiliki peran utama dalam membangun pemahaman anak sejak dini. Jika komunikasi tidak dibangun sejak kecil, anak berisiko mencari informasi sendiri saat dewasa dari sumber yang belum tentu benar,” ujar Tanjung dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).
Membangun Komunikasi Efektif dan Menepis Stigma Tabu
Dalam pemaparannya, Tanjung menekankan bahwa membahas kesehatan reproduksi bersama anak bukanlah hal yang tabu. Sebaliknya, hal ini merupakan langkah preventif yang krusial demi keselamatan dan tumbuh kembang anak. Orang tua diajarkan cara mengenalkan perbedaan fisik laki-laki dan perempuan, mengenalkan organ reproduksi dengan nama ilmiah yang benar, memberikan pemahaman tentang batasan sentuhan yang aman, serta membangun ruang komunikasi yang terbuka di dalam keluarga.
Pada sesi interaktif, para peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga diajak berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai hambatan serta strategi menerapkan komunikasi sensitif tersebut di lingkungan rumah tangga masing-masing sesuai dengan tahapan usia anak.
Digitalisasi Data Kesehatan Anak dalam Keluarga
Selain edukasi mengenai kesehatan reproduksi, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai pentingnya memulai pendataan kesehatan secara digital sejak dini. Materi kedua ini disampaikan oleh alumni Kesmas UMS, Chayanita Sekar Wijaya, S.K.M., M.K.M.
Chayanita memberikan simulasi dan pemahaman kepada orang tua mengenai manfaat pencatatan riwayat kesehatan berbasis digital. Menurutnya, sistem digital akan memudahkan orang tua dalam memantau riwayat imunisasi, tumbuh kembang, hingga rekam medis anak secara berkelanjutan dan terintegrasi.
“Pendataan kesehatan digital diharapkan dapat membantu orang tua dalam mengakses informasi kesehatan anak secara lebih mudah dan mendukung pelayanan kesehatan yang lebih efektif,” ungkap Chayanita.
Mendorong Optimisme Orang Tua
Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang acara, ditandai dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan dalam sesi tanya jawab mengenai taktik praktis menyikapi pertanyaan kritis anak seputar seksualitas. Melalui forum ini, para orang tua mengaku lebih optimis dan percaya diri untuk mengemban peran sebagai edukator utama kesehatan reproduksi di rumah.
Melalui agenda ini, tim Kesmas UMS berharap ada pergeseran paradigma pada orang tua murid. Tanggung jawab keluarga tidak hanya berhenti pada pemenuhan kebutuhan ekonomi belaka, melainkan juga mencakup pemberian pendidikan kesehatan yang tepat dan adaptif teknologi, sehingga anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang sehat, aman, dan mandiri. (Afida/Adi/Humas)















