MUHAMMADIYAHKARANGANYAR, Kebakkramat – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebakkramat menggelar agenda pembinaan tata kelola keuangan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) melalui kegiatan bertajuk “Paparan APBS/APBS-P dan Training Pembuatan Cashflow”. Acara ini berlangsung di Ruang Pertemuan Solusi Training Center Kebakkramat, Kamis (15/1/2026).
Kegiatan diikuti oleh jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar, Pleno PCM Kebakkramat, serta para kepala sekolah/madrasah dan bendahara AUM se-Kebakkramat.
Ketua PCM Kebakkramat, Paryono, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembenahan tata kelola keuangan merupakan lanjutan dari berbagai program sebelumnya di bidang dakwah dan filantropi.
“Setelah upaya peningkatan kualitas pengajian di tingkat ranting dan penguatan sektor filantropi, kini kami fokus pada perbaikan tata kelola keuangan AUM,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kesehatan organisasi membutuhkan kepatuhan pada aturan dan arahan pimpinan.
Ketua PDM Karanganyar, Muhammad Arief Babhier, yang hadir sebagai pemateri utama, menegaskan kembali prinsip Qoidah Amal Usaha Muhammadiyah. Menurutnya, AUM merupakan milik persyarikatan, bukan perseorangan.
“Segala sumber pendapatan AUM harus dikelola dengan prinsip dakwah dan pemenuhan kebutuhan umat. AUM adalah media dakwah, bukan semata unit usaha,” jelasnya.
Hal senada disampaikan oleh Heru Sutanto dari Majelis Dikdasmen PDM Karanganyar. Ia menekankan pentingnya perencanaan anggaran dan evaluasi berkala untuk mendukung pertumbuhan AUM, meskipun memiliki keterbatasan pemasukan.
Sesi teknis dipandu oleh Sekretaris PCM Kebakkramat, Warjoko, yang juga mewakili KJA Hapsari Handayani. Pada sesi ini peserta mendapatkan pelatihan penyusunan laporan keuangan standar, meliputi Neraca, Laporan Laba Rugi, dan arus kas (Cashflow).
“Setiap transaksi harus memiliki bukti yang sah. Penggunaan cashflow ini menjadi tahap transisi sebelum seluruh AUM beralih ke sistem akuntansi digital,” paparnya.
Melalui kegiatan ini, PCM Kebakkramat berharap pengelolaan AUM di Kebakkramat menjadi lebih akuntabel, tertib administrasi, dan mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan maupun dakwah.
Reporter: Agus S















