muhammadiyakaranganyar.or.id, COLOMADU – Sebanyak 20 peserta didik dari TK Aisyiyah Alam Ceria Tohudan, Karanganyar, melaksanakan kegiatan praktik manasik haji di Wisata Edukasi Religi Qolbu Boyolali pada Kamis (5/2/2026). Didampingi oleh tiga guru, kegiatan edukatif ini dirancang untuk memberikan pemahaman praktis mengenai tata cara ibadah haji sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap syariat Islam sejak usia dini.
Dengan penuh semangat, anak-anak mengenakan pakaian ihram berwarna putih bersih. Mereka mengikuti seluruh rangkaian simulasi manasik yang telah disesuaikan dengan kemampuan anak usia dini. Mulai dari prosesi wukuf di Padang Arafah, tawaf mengelilingi replika Ka’bah, lari-lari kecil dalam prosesi sai antara Bukit Shafa dan Marwah, hingga melempar jumrah, seluruh tahapan dijalani dengan antusiasme tinggi.
Setiap ritual yang dilakukan disertai dengan penjelasan sederhana dari pendamping agar makna di balik ibadah tersebut mudah dipahami oleh anak-anak. Pengalaman ini bukan sekadar simulasi fisik, melainkan menjadi perjalanan spiritual kecil yang memberikan kesan mendalam bagi para peserta didik.

Ekspresi ceria dan kegembiraan terpancar jelas dari wajah para siswa saat menirukan setiap gerakan ibadah. Pendekatan edukasi berbasis pengalaman (experiential learning) ini terbukti efektif dalam menanamkan nilai-nilai keislaman secara alami dan menyenangkan. Karakter religius siswa dibentuk melalui metode yang jauh dari kesan membosankan.
Yonanda, salah satu pendamping kegiatan, mengungkapkan bahwa antusiasme anak-anak selama mengikuti seluruh rangkaian manasik berada di luar dugaan para guru. Menurutnya, keterlibatan aktif siswa menunjukkan rasa ingin tahu yang besar terhadap ajaran agama.
“Ananda antusias sekali belajar ibadah manasik haji bersama,” ungkap Yonanda. Ia juga menyampaikan pesan penting agar anak-anak senantiasa istiqomah dalam menjalankan kewajiban sebagai umat Muslim. Yonanda menekankan pentingnya rajin menuntut ilmu dan membiasakan diri untuk tidak meninggalkan ibadah wajib sejak usia kecil.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen TK Aisyiyah Alam Ceria Tohudan dalam mengintegrasikan nilai-nilai ajaran Islam ke dalam proses pembelajaran secara holistik. Dengan metode yang kreatif, pihak sekolah berharap pengalaman manasik ini menjadi benih impian spiritual bagi anak-anak agar kelak dapat menunaikan ibadah haji yang sesungguhnya di tanah suci.
Harapan besar juga tersampir agar kegiatan ini memberikan kenangan yang dapat diingat sepanjang hayat oleh para siswa. “Semoga suatu saat kita semua bisa berkesempatan beribadah di Baitullah,” ujar Yonanda dengan penuh harap di sela-sela kegiatan.
Melalui sinergi antara edukasi dan rekreasi di Wisata Edukasi Religi Qolbu Boyolali, TK Aisyiyah Alam Ceria Tohudan berhasil menciptakan momentum pembelajaran yang penuh makna, membentuk karakter anak yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual.















