Pendidikan
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SUKOHARJO — Tim Pengabdian Masyarakat Persyarikatan/AUM/Desa Binaan (P2AD) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi menyerahkan Sistem Keuangan Sekolah kepada SD IT Muhammadiyah Al-Kautsar Kartasura pada Selasa (2/6/2026). Langkah ini diambil sebagai bentuk implementasi nyata digitalisasi untuk mendukung pengelolaan keuangan sekolah yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel.
Sistem keuangan digital yang diserahkan ini merupakan hasil dari proses panjang yang meliputi tahapan pendampingan, perancangan, pengembangan, hingga penyempurnaan intensif selama kurang lebih satu setengah tahun. Selama periode tersebut, tim pengabdian melakukan identifikasi kebutuhan secara mendalam, diskusi berkala dengan pihak sekolah, uji coba, hingga evaluasi sistem.
Ketua Tim Pengabdian P2AD UMS, Santi Putriani, S.Ak., M.Sc., menyampaikan bahwa sistem ini dirancang secara khusus untuk mempermudah sirkulasi finansial harian sekolah. Selain menyerahkan sistem, tim P2AD UMS juga langsung melaksanakan kegiatan diseminasi serta pelatihan penggunaan aplikasi kepada pihak manajemen sekolah.
“Sistem yang dikembangkan diharapkan mampu mempermudah proses pencatatan, pelaporan, dan monitoring keuangan sekolah secara lebih terstruktur dan efisien. Kami juga memberikan diseminasi agar implementasinya dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan,” ujar Santi Putriani dalam keterangannya.
Pengembangan inovasi berbasis teknologi informasi ini melibatkan kolaborasi lintas disiplin ilmu. Tim pakar terdiri dari para dosen Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMS yang dipimpin oleh Santi Putriani, S.Ak., M.Sc., dengan anggota Rangga Dhia Majdudhin, S.E., M.Acc.; Nandya Octanti Pusparini, S.Ak., M.Sc.; dan Mujiyati, M.Si. Sementara dari Program Studi Teknik Informatika, tim diperkuat oleh Khanun Roisatul Ummah, S.Tr.T., M.Tr.Kom.
Menariknya, proyek pengabdian masyarakat ini juga menjadi wadah sinergi inklusif dengan melibatkan mahasiswa dari kedua program studi tersebut. Tim UMS bahkan merangkul Overlogic, sebuah startup teknologi yang sedang dirintis oleh mahasiswa Teknik Informatika UMS. Kolaborasi multidimensi ini menjadi bukti nyata keselarasan antara akademisi, mahasiswa, dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dalam melahirkan solusi digital yang solutif bagi masyarakat.
Kepala SD IT Muhammadiyah Al-Kautsar Kartasura, Yustri Mindaryani, M.Pd., menyampaikan apresiasi tertinggi atas kontribusi, dedikasi, dan pendampingan berkelanjutan yang diberikan oleh tim pengabdian UMS.
“Kami berharap sistem tersebut dapat memberikan manfaat nyata dalam mendukung tata kelola keuangan sekolah yang lebih profesional, modern, dan sesuai dengan kebutuhan pengelolaan sekolah saat ini,” ungkap Yustri Mindaryani.
Kegiatan serah terima sistem ini sekaligus menjadi bagian dari implementasi kerja sama formal antara Program Studi Akuntansi FEB UMS dengan SD IT Muhammadiyah Al-Kautsar Kartasura. Kedua institusi berkomitmen untuk terus saling mendukung dalam penguatan sistem administrasi, penerapan teknologi informasi, serta pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Ke depan, kemitraan strategis ini diharapkan dapat terus bertransformasi melalui berbagai program lanjutan, mulai dari sektor pendidikan, penelitian, pelatihan, hingga pengabdian masyarakat yang memberikan dampak positif jangka panjang bagi kedua belah pihak.
Berita
muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar mencatatkan lompatan finansial besar setelah Lazismu Karanganyar sukses menghimpun dana umat sebesar Rp9,2 Miliar per Juli 2026. Capaian fantastis yang menyentuh 71,8 persen dari target tahunan ini resmi dipaparkan dalam rapat pleno berkala di Aula Utama GDM Karanganyar, Jumat (26/6/2026).
Pencapaian luar biasa ini menjadi bukti nyata meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola dana umat Muhammadiyah di Bumi Intanpari. Dari total target yang dicanangkan, realisasi perolehan dana kini telah menyentuh angka 71,8 persen. Tidak hanya itu, program pendampingan ekonomi dan pengelolaan kurban bahkan mencatatkan capaian melampaui target hingga 113 persen.

“Jumlah 245.856 rupiah, itu aset dari kasih semuanya. Alhamdulillah berbagus sekalian, di bulan Juli sudah terhimpun 9.221.749.455 rupiah,” ujar perwakilan Lazismu Karanganyar saat memaparkan laporan dalam rapat Kantoran Rutin PDM Karanganyar di Aula Utama GDM, Jumat (26/6/2026).
Secara wilayah, Kantor Layanan Lazismu (KLL) Cabang Kebakramat sukses mencatatkan diri sebagai kontributor paling masif. PCM Kebakramat berhasil menggalang dana umat dengan total fantastis mencapai Rp917 juta. Keberhasilan ini terwujud berkat strategi integrasi keuangan satu atap antara pihak takmir masjid, amal usaha, dan ranting Muhammadiyah setempat.
Meskipun demikian, jajaran pimpinan tetap memberikan catatan evaluasi yang cukup ketat terkait kedisiplinan administrasi internal. Pasalnya, pihak manajemen menemukan adanya dana kurban (freshmeat) sekitar Rp25 juta di tingkat akar rumput yang belum dilaporkan ke daerah. Oleh karena itu, sistem satu atap akan semakin diperketat demi menjaga akuntabilitas.
“Uangnya yang berjalan himpun, lembaga yang berjalan himpun dimasukkan, dikeluarkan lagi terus beri sekali. Kemarin kalau tersalah mengaktifkan… uangnya 25 juta dari 100. Tapi dari itu menjadi pahalwasi (evaluasi) bagi kami,” tegas pihak Lazismu Karanganyar dalam forum tersebut.
Selain paparan performa finansial dari Lazismu Karanganyar, agenda rutin PDM Karanganyar ini juga merangkum berbagai capaian strategis dari majelis dan organisasi otonom (ortom) lainnya. Lembaga Pembinaan dan Pengawasan Keuangan (LPPK) melaporkan bahwa mereka telah menuntaskan audit non-pendidikan semester I untuk sejumlah amal usaha. Beberapa di antaranya meliputi PT CBI, MP Advertising, hingga panti asuhan putra dan putri.

Selanjutnya, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Karanganyar juga bersiap menggebrak lewat program sosial inklusif. PDA menjadwalkan agenda Jambore sekaligus Wisuda Terpuji Lansia Aisyiyah pada awal Juli 2026 ini. Program ini menjadi komitmen nyata gerakan perempuan Muhammadiyah dalam memberdayakan kelompok lansia.
Di sisi lain, geliat kepemudaan juga datang dari Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Karanganyar. Mereka kini tengah sibuk mematangkan persiapan teknis dan logistik untuk menyukseskan agenda nasional terdekat.
“Nanti Nasiatur Aisyah se-Indonesia akan bergabung atau melaksanakan perusahaan terbesar-besar di Bumi, yaitu muktamad Nasiatur Aisyah di Solo,” ujar perwakilan PDNA Karanganyar saat menyampaikan laporan kerjanya.
Menyambut gelaran Muktamar Nasyiatul Aisyiyah 2026 yang akan berpusat di Lorin Syariah Hotel dan Auditorium UMS pada Agustus mendatang, PDNA Karanganyar siap mengambil peran besar. Mereka menargetkan pengiriman minimal 100 kader lokal untuk meramaikan syiar pembukaan muktamar tersebut. Melalui koordinasi lintas majelis ini, PDM Karanganyar optimis dapat menutup gerak semester pertama tahun ini dengan capaian dakwah yang solid, akuntabel, dan berdampak luas.
Pendidikan
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan rangkaian edukasi kesehatan dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi warga PKK Dukuh Sudimoro RT 1 RW 10, Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (26/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema besar “Cek Labelnya, Batasi GGL-nya, Sehat Hidupnya” ini diinisiasi sebagai upaya nyata untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat guna menekan risiko penyakit tidak menular (PTM).
Koordinator kelompok KKN Tematik FIK UMS 2026, Hangkeen Ahmada Fosse, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari pelaksanaan KKN mahasiswa FIK UMS dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Fokus utamanya adalah mendukung upaya pencegahan penyakit tidak menular yang saat ini prevalensinya kian meningkat.
“Kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan melalui langkah-langkah sederhana, mulai dari mengatur pola makan, memahami kandungan gizi makanan, aktif bergerak, hingga rutin memeriksakan kondisi kesehatannya,” ujar Hangkeen, Jumat (26/6/2026).
Rangkaian kegiatan edukasi ini melibatkan kolaborasi antardisiplin ilmu dari berbagai program studi (Prodi) di bawah FIK UMS. Sesi pertama diawali oleh penyuluhan gizi bertema “Batasi GGL-nya, Jaga Makanannya” untuk memberikan pemahaman mengenai batas aman konsumsi gula, garam, dan lemak serta penerapan pola makan bergizi seimbang.
Selanjutnya, mahasiswa Prodi Keperawatan memaparkan materi bertema “Berlebih GGL-nya, Datang Penyakitnya”. Sesi ini fokus membahas dampak buruk konsumsi GGL berlebih yang memicu penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit jantung, lengkap dengan pengenalan faktor risiko dan gejalanya.
Untuk mengimbangi edukasi pola makan, mahasiswa Prodi Fisioterapi menghadirkan materi “Rajin Geraknya, Terbakar Kalori dan Gulanya”. Warga tidak hanya diberikan teori mengenai pentingnya olahraga untuk mengontrol kadar gula darah, melainkan juga diajak langsung mempraktikkan gerakan fisik sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah.
Sementara itu, dari aspek kecerdasan konsumen, mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat memberikan penyuluhan bertema “Cek Labelnya, Bijak Pilihnya”. Melalui sesi ini, warga diajarkan langkah-langkah membaca serta memahami informasi nilai gizi pada label pangan kemasan agar lebih bijak memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan gizi keluarga.
Sebagai implementasi klinis dari seluruh rangkaian penyuluhan, mahasiswa KKN FIK UMS melaksanakan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang meliputi pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah. Pemeriksaan ini bertujuan sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi PTM di lingkungan masyarakat.
Warga PKK Sudimoro RT 1 RW 10 menyambut baik program ini. Melalui pendampingan dari mahasiswa dan tenaga kesehatan, warga mendapatkan rujukan informasi langsung mengenai kondisi kesehatan terkini mereka. Program ini diharapkan menjadi stimulus awal dalam membentuk masyarakat Desa Parangjoro yang lebih sehat, produktif, dan tanggap kesehatan sejak dini.
Pendidikan
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Program Studi (Prodi) Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Workshop Peningkatan Kapasitas Pengajaran Dosen Berbasis Outcome-Based Education (OBE). Kegiatan ini berlangsung di Hotel Mercure Solo pada Kamis (25/6/2026).
Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan Prodi Akuntansi FEB UMS dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui pembelajaran yang berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan (learning outcomes). Penerapan sistem ini sekaligus mendukung kebijakan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja serta perkembangan global.
Ketua Program Studi Akuntansi FEB UMS, Dr. Mahameru Rosy Rochmatulloh, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa penerapan kurikulum berbasis OBE merupakan strategi penting untuk memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan profesi, industri, dan masyarakat.
“Transformasi pembelajaran melalui pendekatan OBE merupakan langkah strategis untuk menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas dosen menjadi faktor yang sangat penting dalam mewujudkan pembelajaran yang berkualitas,” ujar Mahameru pada Jumat (26/6/2026).
Ia menambahkan, pendekatan OBE tidak lagi berfokus pada proses penyampaian materi semata, melainkan memastikan setiap mahasiswa mampu mencapai kompetensi konkret yang telah dirancang secara sistematis dalam kurikulum.
Workshop ini menghadirkan Dr. Laili Etika Rahmawati, S.Pd., M.Pd., sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Laili mengulas secara mendalam mengenai implementasi OBE dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi. Materi yang dibahas meliputi penyusunan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Course Learning Outcomes (CLO), penyelarasan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), hingga penyusunan sistem asesmen yang mampu mengukur ketercapaian kompetensi mahasiswa secara komprehensif.
Menurut Laili, keberhasilan implementasi OBE membutuhkan perubahan paradigma mengajar dari para tenaga pendidik, yaitu dari yang sebelumnya berorientasi pada proses transksional di kelas menjadi pembelajaran yang berorientasi pada hasil belajar nyata.
“Dosen perlu mampu merancang pengalaman belajar yang efektif, terukur, dan relevan dengan kebutuhan para pemangku kepentingan sehingga kompetensi lulusan benar-benar dapat dibuktikan,” jelas Laili.
Selama lokakarya berlangsung, para dosen peserta aktif mengikuti sesi diskusi interaktif, bedah studi kasus, serta praktik langsung penyusunan perangkat pembelajaran berbasis OBE. Para dosen juga melakukan evaluasi terhadap perangkat pembelajaran yang telah digunakan sebelumnya agar semakin selaras dengan standar akreditasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Melalui agenda ini, manajemen Prodi Akuntansi FEB UMS berharap seluruh dosen dapat memahami dan mengimplementasikan OBE secara komprehensif. Hal ini diharapkan mampu mendongkrak kualitas proses pembelajaran, memperkuat budaya Continuous Quality Improvement (CQI), serta melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, profesional, dan memiliki karakter kuat.
Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja nyata yang berkesinambungan dari Prodi Akuntansi FEB UMS demi mewujudkan visi program studi yang unggul dalam bidang caturdarma perguruan tinggi sekaligus memiliki daya saing internasional.
Berita, PCM Kerjo
muhammadiyahkaranganyar.or.id, KERJO — Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Al-Ikhlas Botok sukses menyelenggarakan kegiatan Lomba Gema Muharram 1448 H pada Kamis (25/6/2026). Acara syiar Islam yang berlangsung mulai pukul 08.30 WIB hingga 11.30 WIB ini diikuti oleh sekitar 25 peserta putra dan putri dari jenjang kelas 2 hingga kelas 6 Sekolah Dasar (SD).
Kegiatan ini diinisiasi dengan tujuan utama menumbuhkan kecintaan anak-anak sejak dini terhadap ilmu agama dan Al-Qur’an. Seluruh rangkaian perlombaan berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh semangat. Sejak pagi hari, para peserta tampak antusias menunjukkan kemampuan terbaik mereka di atas panggung, didampingi para orang tua dan pendamping yang turut memberikan dukungan moral secara langsung.
Berdasarkan hasil penilaian berkala yang dilakukan secara objektif oleh dewan juri, telah ditetapkan para pemenang untuk dua cabang perlombaan utama, yakni Lomba Azan dan Lomba Tahfidz. Penyerahan trofi, piagam penghargaan, serta hadiah kepada para juara menjadi momentum penutup yang penuh kebahagiaan bagi seluruh peserta.
Pada cabang Lomba Azan, gelar Juara 1 diraih oleh Fatih Haidan, disusul oleh Usaid Yusuf sebagai Juara 2, dan Wildan di posisi Juara 3. Sementara itu, untuk posisi Juara Harapan 1, 2, dan 3 berturut-turut ditempati oleh Farel Yuliana, Abdul Aziz, dan Irfan Fauzi.

Untuk cabang Lomba Tahfidz, peringkat Juara 1 berhasil disematkan kepada Akmalu Saher F.F., diikuti oleh Kalisa Aja sebagai Juara 2, dan Irham Muzafar di peringkat Juara 3. Adapun gelar Juara Harapan 1 direbut oleh Khoirul, Juara Harapan 2 oleh Fatih Haidan, dan Juara Harapan 3 diraih oleh Alinka Nirwasita.
Direktur PPTQ Al-Ikhlas Botok, Nur ‘Alim Muhammad Yusuf, menyampaikan apresiasi mendalam serta rasa terima kasih kepada seluruh pihak—mulai dari peserta, orang tua, panitia, dewan juri, hingga para donatur—yang telah mendukung kelancaran acara. Beliau menekankan bahwa agenda ini bukan sekadar ajang perlombaan semata, melainkan sarana (wasilah) penting untuk mengobarkan semangat anak-anak dalam mempelajari Islam.
“Kami berharap melalui kegiatan ini para peserta semakin termotivasi untuk terus belajar agama dan menghafal Al-Qur’an. Semoga kelak mereka menjadi generasi yang saleh dan salehah, yang membanggakan kedua orang tua mereka di dunia serta mempersembahkan mahkota kemuliaan di akhirat sebagai balasan atas kesabaran dan perjuangan orang tua dalam mendidik dan membimbing mereka,” ungkap Nur ‘Alim.
Sementara itu, perwakilan Pengurus Sahabat Al-Ikhlas, Rusdiyanto, S.Sos., M.Si., mengonfirmasi bahwa kesuksesan Gema Muharram 1448 H ini menjadi langkah awal (starting point) strategis bagi pelaksanaan ragam program kerja PPTQ Al-Ikhlas Botok ke depan agar lembaga ini kian berkembang luas.
Rusdiyanto menjelaskan bahwa cakupan kegiatan tahun ini meliputi Rihlah Ukhuwah, Lomba Tahfidz, dan Lomba Azan, yang batas kepesertaannya masih dikhususkan bagi usia sekolah dasar. Kendati demikian, pihak panitia berkomitmen penuh untuk memperluas jangkauan wilayah dan usia peserta di masa mendatang agar efek positif dari pembinaan keislaman ini dapat merangkul lebih banyak generasi muda.
Lebih lanjut, pengurus juga memaparkan target besar terkait pengembangan sarana fisik pesantren jangka panjang. Saat ini, institusi telah mengantongi aset berupa tanah wakaf seluas kurang lebih 1.500 meter persegi yang diproyeksikan sebagai lokasi perluasan klaster pendidikan. Sebagai langkah operasional awal, pengurus merencanakan proses pengurukan lahan serta penyusunan desain maket bangunan pondok dengan estimasi kebutuhan anggaran awal mencapai Rp350.000.000.
“Kami berharap dukungan dan doa dari seluruh masyarakat agar cita-cita pengembangan PPTQ Al-Ikhlas Botok dapat terwujud. Dengan fasilitas yang lebih memadai, insya Allah pondok dapat memberikan layanan pendidikan Islam yang lebih baik dan menjangkau lebih banyak generasi Qur’ani,” ujar Rusdiyanto memungkasi keterangannya.
Melalui suksesnya gelaran Gema Muharram 1448 H ini, PPTQ Al-Ikhlas Botok menegaskan kembali komitmennya untuk terus berkontribusi aktif melahirkan generasi Qurani yang tangguh secara keilmuan dan luhur secara akhlak, sehingga mampu membawa maslahat nyata bagi agama, masyarakat, serta bangsa Indonesia.