KabarMu
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Program Studi Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi mengukuhkan Marita Fatimah, S.H., M.H. sebagai doktor baru dalam Sidang Terbuka Promosi dan Pengukuhan Doktor di Auditorium Moh. Djazman Kampus I UMS, Surakarta, Rabu (22/7/2026).
Marita sukses meraih gelar tertinggi akademik tersebut setelah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Model Kebijakan Hukum Proyek Strategis Nasional dan Dampaknya terhadap Stratifikasi Sosial Berbasis Welfare Society: Studi Komparasi Indonesia dan Kolombia.” Penelitiannya menawarkan perspektif baru mengenai pentingnya keadilan sosial melalui pendekatan welfare society dalam pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN).
Perjalanan Marita meraih gelar doktor terbilang unik karena ia menjalani proses perkuliahan lintas negara dari Bogota, Kolombia. Di negara Amerika Selatan tersebut, Marita mendampingi suaminya yang bertugas sebagai diplomat di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bogota, sekaligus menjabat sebagai Ketua Dharma Wanita Persatuan KBRI Bogota, ibu rumah tangga, dan advokat.
“Perbedaan negara tidak menjadi penghalang. Dengan tekad yang kuat dan dukungan teknologi seperti Zoom, semuanya menjadi lebih memungkinkan. Ide dan inspirasi bisa datang dari mana saja,” ujar Marita usai pelaksanaan sidang terbuka.
Ia mengungkapkan, kekhasan Program Doktor Ilmu Hukum UMS terletak pada penguatan paradigma Hukum Transendental berbasis filsafat hukum yang mendalam. Pengalaman tinggal di Kolombia serta latar belakangnya sebagai praktisi hukum menjadi inspirasi utama dalam menyusun kajian komparatif tersebut sebagai legacy ilmiah.
Pada kesempatan yang sama, Promotor Program Doktor Ilmu Hukum UMS, Prof. Dr. Absori, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa UMS secara konsisten menjaga kualitas lulusan dengan mempertahankan visi pengembangan hukum berbasis nilai-nilai transendensi Islam. Setiap tahunnya, UMS hanya menerima sekitar 15–20 mahasiswa S3 melalui seleksi ketat dari berbagai jalur beasiswa maupun mandiri.
“Kami memang tidak banyak menerima mahasiswa. Yang kami jaga adalah kualitas. Amanat para pendiri Program Doktor Ilmu Hukum UMS adalah jangan terlalu ekspansif menerima mahasiswa S3, tetapi lakukan seleksi yang baik agar menghasilkan doktor-doktor yang berkualitas,” tegas Prof. Absori. Ia juga mengapresiasi kedisiplinan Marita yang berhasil menyelesaikan studi tepat waktu dalam kurun waktu lebih dari tiga tahun.
Selain Marita Fatimah, sidang terbuka tersebut turut mengukuhkan lima doktor baru lainnya dari Program Doktor Ilmu Hukum FHIP UMS, yaitu Noor Rahmad, Hairu Mondosiyoko, Any Farida, dan Anna Azharniyah.
Berita, SekolahMu
muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR — Para santriwati Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Arqom Karanganyar sukses memukau ribuan pasang mata lewat pertunjukan Tari Saman dalam acara pembukaan Musyawarah Wilayah (Musywil) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Tengah, Kamis (23/7/2026).
Penampilan yang dimulai pukul 08.10 WIB tersebut menyedot perhatian sekitar 5.000 peserta Musywil dari berbagai wilayah Jawa Tengah yang memadati kawasan Alun-Alun Karanganyar hingga Pondok Modern Karanganyar. Kekompakan gerakan, ketepatan irama, serta semangat para santriwati di atas panggung menjadikan pertunjukan seni tradisional ini sebagai salah satu momen paling berkesan dalam rangkaian pembukaan acara.
Dibalik kesuksesan aksi panggung tersebut, terdapat persiapan matang melalui latihan intensif di bawah bimbingan pelatih Ustadzah Annisa Rokhimah dan Ustadzah Miftahul Hilmi Khasanah. Kedua pelatih mendampingi langsung para santriwati dalam mengasah koreografi, membangun keselarasan tim, hingga penghayatan nilai-nilai tarian.
Tari Saman yang dibawakan tidak sekadar menjadi sajian hiburan, melainkan juga menyuarakan pesan mendalam tentang pentingnya kedisiplinan, kebersamaan, dan kerja sama—nilai-nilai yang sejalan dengan semangat kaderisasi IPM dalam membentuk generasi muda yang berkarakter serta berakhlak mulia.

Pimpinan Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Arqom Karanganyar menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas capaian anak didiknya yang berhasil membawa nama baik institusi di ajang tingkat provinsi tersebut.
“Alhamdulillah, kami mengapresiasi santriwati Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Arqom Karanganyar atas penampilan Tari Saman pada pembukaan Musywil IPM Jawa Tengah. Kalian telah menunjukkan kedisiplinan, kekompakan, dan akhlak yang baik. Teruslah berkarya, berprestasi, serta menjadi kader Muhammadiyah yang berilmu, berkarakter, dan membawa manfaat bagi umat,” ungkapnya.
Pihak pimpinan pondok menambahkan bahwa keikutsertaan santriwati dalam ajang berskala wilayah ini merupakan bagian dari komitmen pesantren untuk mengembangkan potensi, mengasah rasa percaya diri, serta melestarikan seni budaya Nusantara yang bernilai edukatif. Pengalaman ini diharapkan dapat menjadi pemantik motivasi bagi para santri untuk terus berkontribusi positif di berbagai bidang.
Partisipasi aktif dalam pembukaan Musywil IPM Jawa Tengah 2026 ini mempertegas komitmen Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Arqom Karanganyar dalam mencetak generasi muda unggul, tidak hanya cerdas secara akademik dan keagamaan, tetapi juga terampil dalam seni, budaya, serta kepemimpinan.
KabarMu
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) turut berkontribusi aktif dalam mendorong transformasi pelayanan publik berbasis digital di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Kontribusi tersebut diwujudkan melalui partisipasi dalam Program Magang Mandiri guna mendukung optimalisasi SIJATIL (Sistem Informasi Jaringan Transaksi Integrasi Layanan Mitra Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor), sebuah inovasi dari Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Pendapatan Daerah (UPT PPD) Ponorogo, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Timur.
Inovasi SIJATIL dirancang untuk memperluas aksesibilitas pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sekaligus mendongkrak optimasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Program magang berbasis praktik lapangan (experiential learning) ini diikuti oleh dua mahasiswa FEB UMS, yakni Anindya Putri Annora dan Pebrianti Nurul Azizah. Selama kegiatan berlangsung, keduanya terlibat langsung dalam analisis proses bisnis, pendampingan, hingga pengumpulan data mitra pembayaran.
“Kami tidak hanya mempelajari proses administrasi pelayanan PKB, tetapi juga melakukan observasi, pendampingan, dokumentasi, analisis proses bisnis, serta pengumpulan data pada jaringan Mitra Layanan Pembayaran PKB yang telah tergabung dalam ekosistem SIJATIL,” terang Anindya, Rabu (22/7/2026).
Selain mendapatkan pemahaman empiris terkait pola kerja sama dan mekanisme pelayanan pajak, mahasiswa juga merumuskan rekomendasi berbasis kajian akademis. Hasil observasi tersebut dijadikan referensi pertimbangan bagi UPT PPD Ponorogo untuk memperkuat efektivitas, kecepatan, dan akuntabilitas layanan publik secara berkelanjutan.
Kepala UPT PPD Ponorogo, Sartono, S.Sos., memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan profesionalisme yang ditunjukkan oleh para mahasiswa UMS selama bertugas di lapangan. Menurutnya, sinergi ini memberikan nilai tambah yang nyata bagi penguatan inovasi organisasi.
“Kehadiran mereka tidak hanya untuk memenuhi proses akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata melalui observasi, analisis, dan pendampingan langsung kepada Mitra Layanan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor di berbagai titik pelayanan,” ujar Sartono.
Ia menambahkan, keterlibatan akademisi dan generasi muda merupakan elemen kunci dalam membangun budaya inovasi di sektor pemerintahan.
“Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah tidak hanya bergantung pada regulasi dan teknologi, tetapi juga memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, mitra layanan, dan dunia pendidikan. Kehadiran mahasiswa sebagai agen perubahan menjadi bagian penting,” tambahnya.
Kemitraan strategis antara Bapenda Provinsi Jawa Timur melalui UPT PPD Ponorogo dan UMS ini diharapkan dapat menjadi rujukan model kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mencetak SDM berkualitas sekaligus meningkatkan mutu pelayanan publik yang adaptif.
KabarMu
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Urusan Internasional (DRKUI) menggelar Seminar Pengelolaan Tata Kelola Kampus Berkelanjutan dan Sinergi Perguruan Tinggi-Pemerintah Daerah dalam Mendukung Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) pada Selasa (21/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Amphitheater Abu Bakar, Fakultas Kedokteran UMS tersebut digelar untuk meningkatkan pemahaman mengenai tata kelola kampus berkelanjutan sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pencapaian SDGs.
Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menegaskan bahwa implementasi SDGs di lingkungan perguruan tinggi perlu dibangun secara menyeluruh, mulai dari langkah preventif, kuratif, hingga diinternalisasi menjadi budaya organisasi.

“Nah, supaya ke depan akan menjadi ekosistem penting, SDGs ini bukan hanya bagi tata kelola di penyelenggaraan perguruan tinggi, tetapi juga bagi masyarakat luas,” ujar Harun.
Harun menjelaskan, UMS berkomitmen mendukung SDGs melalui pelaksanaan catur dharma perguruan tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Ia menambahkan bahwa UMS memiliki tiga peran utama, yakni memberikan arah kebijakan, menggerakkan sivitas akademika, serta menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat melalui inovasi kawasan ekosistem kampus.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Kepala UI GreenMetric, Dr. Abellia Anggi Wardani, menyampaikan bahwa konsep kampus berkelanjutan tidak hanya diukur dari ruang terbuka hijau atau efisiensi energi semata, melainkan berakar pada tata kelola yang baik (good governance).
Menjelaskan lebih rinci, Manager of Operations, Data, and Service Development UI GreenMetric, Rahmi, S.Hum., M.Sc., Ph.D., menekankan bahwa transformasi keberlanjutan yang hakiki harus masuk ke dalam kebijakan, rencana strategis, anggaran, pengadaan, hingga kurikulum dan evaluasi kinerja. Menurut Rahmi, terdapat empat aspek utama keberlanjutan yang harus berjalan simultan, yaitu aspek lingkungan, akademik, tata kelola, dan dampak sosial.
Direktur DRKUI UMS, Nurgiyatna, Ph.D., berharap seminar ini dapat memperkuat kesadaran dan kolaborasi antara UMS dengan pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Kota Surakarta dan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.
Dukungan pemerintah daerah turut dipaparkan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Surakarta, Dian Rineta, S.T., M.Si., yang menjelaskan pemanfaatan sistem data terpadu SoloData sebagai fondasi pemantauan capaian SDGs. Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sukoharjo, Drs. Rudiyanto, M.Si., memaparkan tantangan dan program prioritas pembangunan daerah yang berkaitan dengan lingkungan hidup.
KabarMu
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Program Studi (Prodi) Pendidikan Jasmani (Penjas) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi memperluas jejaring internasional melalui implementasi Memorandum of Understanding (MoU) bersama Wuhan Sports University (WHSU), Tiongkok, pada 16–19 Juli 2026.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen UMS dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada penguatan riset, pengabdian masyarakat, serta pengembangan sport science.
Delegasi Penjas UMS dipimpin oleh Ketua Program Studi, Dr. Eko Sudarmanto, S.Pd., M.Or., dengan pendampingan Agam Akhmad Syaukani, S.Si., M.Ed., Ph.D., selaku fasilitator akademik. Kedatangan rombongan UMS disambut secara resmi oleh perwakilan Wuhan Sports University, Dr. Du Geng.
Ketua Prodi Penjas UMS, Dr. Eko Sudarmanto, menegaskan bahwa kerja sama internasional ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas akademik sekaligus daya saing program studi di tingkat global.
“Implementasi MoU ini merupakan wujud nyata komitmen Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP UMS dalam mengembangkan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui jejaring internasional. Kami percaya bahwa kolaborasi dengan Wuhan Sports University tidak hanya memperluas ruang akademik bagi dosen dan mahasiswa, tetapi juga menjadi jembatan untuk melahirkan penelitian inovatif, pembelajaran yang lebih berkualitas, serta pengabdian kepada masyarakat yang berdampak global,” ujar Eko, Selasa (21/7/2026).
Eko menambahkan, internasionalisasi bukan sekadar menambah daftar kerja sama luar negeri, melainkan membangun ekosistem akademik yang mendorong pertukaran pengetahuan, budaya ilmiah, serta inovasi berbasis standar global.
Sementara itu, Dr. Du Geng menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kemitraan ini. Ia menilai UMS dan WHSU memiliki kesamaan visi dalam mengembangkan pendidikan olahraga berbasis riset. Menurutnya, implementasi MoU ini menjadi pijakan awal bagi berbagai program akademik yang saling menguntungkan, termasuk pertukaran civitas akademika dan penelitian kolaboratif.
Selama kunjungan empat hari di Tiongkok, delegasi UMS menjalani berbagai agenda intensif. Di antaranya diskusi sistem pembelajaran olahraga, pemaparan riset sport science terkini, hingga peninjauan langsung ke laboratorium fisiologi olahraga, laboratorium biomekanika, pusat kebugaran atlet prestasi, serta fasilitas pelatihan elite milik WHSU.
Rangkaian forum diskusi tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan program prioritas yang akan segera ditindaklanjuti. Program-program tersebut mencakup penyelenggaraan kuliah tamu internasional, student mobility, faculty exchange, penelitian bersama dengan target publikasi pada jurnal bereputasi internasional, hingga pengembangan kurikulum berbasis standar internasional.
Melalui sinergi strategis dengan Wuhan Sports University ini, UMS berharap dapat mempercepat transformasi pendidikan menuju standar internasional sekaligus menghadirkan inovasi di bidang ilmu olahraga yang berdaya saing global.