Pendidikan
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA, – Lembaga Pengembangan Mata Kuliah dan Layanan Bahasa (LPMB) Universitas Muhammadiyah Surakarta terus memperkuat inovasi pembelajaran melalui Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) melalui pendekatan yang lebih kontekstual dan inovatif. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop Inovasi Pembelajaran MKWK Berbasis Proyek Integratif yang digelar pada Sabtu (18/4) di ruang seminar lantai 7 Gedung Induk Siti Walidah.
Kegiatan ini diikuti oleh dosen pengampu mata kuliah Pancasila, Kewarganegaraan, dan Bahasa Indonesia di lingkungan UMS. Workshop menghadirkan dua fasilitator, yakni Wibowo Heru Prasetiyo, Ph.D. dan Dr. Ir. Muchlison Anis, M.T., yang merupakan trainer dalam program active learning UMS.
Workshop dirancang sebagai ruang kolaboratif untuk memperkuat pemahaman sekaligus praktik pembelajaran berbasis proyek yang integratif. Rangkaian kegiatan dimulai dari penyamaan persepsi mengenai konsep dan contoh pembelajaran berbasis proyek integratif, dilanjutkan dengan eksplorasi tema serta penyusunan desain proyek yang relevan dengan karakteristik MKWK.
Pada sesi berikutnya, para peserta mempresentasikan draf desain proyek yang telah disusun untuk kemudian mendapatkan umpan balik melalui proses review bersama. Kegiatan ditutup dengan perumusan rangkuman hasil workshop sebagai pijakan implementasi di kelas.
Salah satu fasilitator, Wibowo Heru Prasetiyo, Ph.D., menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan kolaboratif. “Pembelajaran berbasis proyek integratif memungkinkan mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mengaitkannya dengan realitas sosial. Ini menjadi langkah penting untuk membangun kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung, terutama pada sesi eksplorasi dan presentasi desain proyek. Salah satu dosen pengajar Bahasa Indonesia, Eko Purnomo, M.Pd., menyampaikan bahwa workshop ini memberikan perspektif baru dalam merancang pembelajaran. “Kami menjadi lebih terarah dalam mengintegrasikan nilai-nilai MKWK ke dalam proyek yang aplikatif. Ini sangat membantu dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas,” ungkapnya.
Melalui workshop ini, diharapkan mata kuliah MKWK di UMS memiliki panduan desain proyek integratif yang dapat diimplementasikan secara sistematis dalam proses pembelajaran. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen UMS dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif, relevan, dan berdampak bagi pengembangan kompetensi mahasiswa.
Pendidikan
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Setelah sempat menjalani masa gap year, Afifah Faikar Husna asal Magelang akhirnya mantap melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Pilihannya jatuh pada Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id kampus yang dinilainya sesuai dengan cita-cita dan minat yang sudah lama ia bangun.
Ketertarikan Afifah pada dunia farmasi ternyata bukan keputusan yang datang tiba-tiba. Sejak lama, ia sudah menyukai mata pelajaran yang berkaitan dengan sains, khususnya kimia dan biologi. Hal itulah yang membuatnya yakin menentukan arah masa depan.
“Udah tertarik Farmasi dari dulu karena memang suka kimia dan biologi, jadi merasa memang ini tujuannya,” kata Afifah, Sabtu (18/4) di Ruang Admisi PMB UMS.
Dukungan keluarga menjadi salah satu penguat langkah Afifah. Orang tua menilai UMS memiliki kualitas yang baik, terlebih dengan akreditasi yang telah diraih kampus tersebut. Farmasi UMS telah mengantongi predikat Unggul dari LAM-PTKes dan telah memenuhi standar kualitas internasional AUN-QA. Karena itu, keluarga mendorong Afifah untuk segera mengambil kesempatan lebih awal melalui jalur seleksi yang tersedia.

“Udah itu aja, soalnya lebih awal, terus tesnya kan langsung keluar, nggak kayak UTBK yang harus nunggu pengumuman sebulan lebih,” kata Afifah menirukan perkataan orang tuanya.
Keputusan itu membuat Afifah semakin yakin. Ia bahkan memilih fokus mendaftar Farmasi UMS tanpa mengikuti seleksi di perguruan tinggi lain, termasuk melalui jalur UTBK. Keluarganya menilai kualitas Program Studi Farmasi UMS sudah sangat baik dan layak menjadi pilihan utama.
Selain reputasi akademik, Afifah juga mendengar banyak cerita positif mengenai alumni UMS yang dinilai mudah mendapatkan pekerjaan setelah lulus. Pengalaman itu ia dengar langsung dari salah satu saudaranya, alumni Ilmu Gizi UMS, yang pernah bekerja di sebuah marketplace dan kini berkarier sebagai ahli gizi.
Kesan pertama saat datang ke kampus pun membuat Afifah semakin mantap. Menurutnya, UMS menghadirkan suasana kampus swasta yang modern dan nyaman. “Pertama kali ke UMS, ternyata swasta bagus juga, lingkungannya bersih dan terlihat mewah,” ungkapnya.
Sementara itu, UMS saat ini membuka empat jalur penerimaan mahasiswa baru pmb.ums.ac.id, yakni jalur CBT, rapor, SNBP, dan skor UTBK. Setiap jalur memiliki daya tarik tersendiri bagi calon mahasiswa.

Alif Rahmat Yudha Putra, S.Kom., selaku Koordinator One Day Service UMS menjelaskan, jalur CBT atau Computer Based Test memiliki keunggulannya. Hasil seleksi jalur CBT bisa langsung diketahui pada hari yang sama, seperti yang dialami Afifah saat dinyatakan lolos di Program Studi Farmasi.
Untuk mengikuti tes CBT, calon mahasiswa cukup membawa bukti reservasi tes dan berkas persyaratan, kemudian mengikuti ujian sesuai jadwal.
“Apabila lolos passing grade, bisa langsung cetak sertifikat di Ruang Admisi PMB Lantai 3 Gedung Siti Walidah,” jelas Alif.
Setelah itu, calon mahasiswa dapat melanjutkan proses pembayaran dana pengembangan dan melengkapi berkas administrasi guna memperoleh kartu tanda mahasiswa serta jas almamater.
“Jadi dalam sehari bisa langsung menjadi mahasiswa UMS,” kata Alif.
Berbeda dengan jalur CBT, pada jalur rapor calon mahasiswa perlu menunggu maksimal 14 hari kerja setelah berkas dinyatakan lengkap untuk mengetahui hasil seleksi.
Hingga saat ini, per tanggal 18 April 2026 pukul 10.00 WIB, jumlah pendaftar UMS telah mencapai 13.175 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.177 calon mahasiswa telah melakukan registrasi. Untuk program studi favorit, Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi masih menjadi primadona.
Selain dua prodi tersebut, di rumpun kesehatan, Program Studi Farmasi dan Keperawatan juga diminati banyak pendaftar. Saat ini, Program Studi Farmasi telah terisi 58 persen dari kuota yang tersedia, sedangkan Keperawatan mencapai 30 persen.
Di rumpun sosial humaniora, Program Studi Bisnis Digital mulai mencuri perhatian calon mahasiswa baru dengan keterisian kuota mencapai 40 persen. (Maysali/Humas)
Pendidikan
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta ums.ac.id (UMS) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis internasional. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui kegiatan benchmarking ke Toyo Gakuen University, Jepang, pada 13-14 April 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan pembukaan kelas bilingual di lingkungan PGSD FKIP UMS. Dalam agenda tersebut, perwakilan dosen PGSD FKIP UMS melakukan studi langsung terhadap praktik terbaik (best practices) dalam pengelolaan program pembelajaran bilingual di tingkat internasional.

Rombongan PGSD FKIP UMS dipimpin oleh Dr. Murfiah Dewi Wulandari, M.Psi., Psikolog, serta diikuti oleh Dr. Yulia Maftuhah Hidayati, M.Pd., Dr. Muhammad Abduh, M.Pd., dan Dr. Honest Ummi Kaltsum, M.Hum. Kehadiran para dosen ini menjadi bagian penting dalam upaya penguatan kapasitas akademik dan pengembangan program internasional di lingkungan PGSD FKIP UMS.
“Pemilihan Toyo Gakuen University sebagai mitra benchmarking didasarkan pada pengalaman institusi tersebut dalam mengembangkan sistem pembelajaran terintegrasi berbasis bahasa asing,” ujarnya, Sabtu, (18/4).
Hal ini dinilai relevan dengan kebutuhan PGSD FKIP UMS dalam merancang kelas bilingual yang adaptif dan kompetitif.
Selama kegiatan berlangsung, tim dosen memperoleh berbagai wawasan penting, mulai dari desain kurikulum bilingual, strategi pembelajaran berbasis bahasa Inggris, hingga penguatan kompetensi dosen dalam mendukung implementasi kelas internasional.

“Selain itu, turut dilakukan diskusi akademik terkait pengembangan metode pengajaran yang inovatif, adaptif, dan sesuai dengan tuntutan pendidikan global,” tambahnya.
Kegiatan benchmarking ini juga dimanfaatkan sebagai momentum untuk menjajaki peluang kerja sama yang lebih luas antara PGSD FKIP UMS dan Toyo Gakuen University. Kolaborasi tersebut mencakup pertukaran akademik, pengembangan kurikulum, hingga kerja sama dalam riset dan pengabdian kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, PGSD FKIP UMS berharap dapat mengimplementasikan kelas bilingual secara optimal dengan standar internasional,” tegas Murfiah.
Inisiatif tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing lulusan, memperluas wawasan global mahasiswa, serta memperkuat posisi PGSD FKIP UMS sebagai program studi unggul yang berorientasi global. (Fika/Humas)
Pendidikan
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Tim Dosen Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk Pendampingan Pembelajaran Coding sebagai Implementasi Konsep Deep Learning bagi Siswa SD Muhammadiyah PK Baturan Colomadu Karanganyar. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (17/4) bertempat di Laboratorium Rekayasa Perangkat Lunak Lantai 3 Gedung J FKI UMS.
Kegiatan ini diikuti oleh 31 siswa kelas 5 SD Muhammadiyah PK Baturan yang didampingi oleh dua guru pendamping. Program ini merupakan bagian dari implementasi tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada peningkatan literasi teknologi sejak usia dini.
Tim pelaksana kegiatan dipimpin oleh Muhammad Syahriandi Adhantoro selaku Ketua Pelaksana yang juga merupakan dosen Sistem Informasi. Kegiatan ini turut melibatkan dosen lintas bidang, yaitu Eko Purnomo (Lembaga Pengembangan Mata Kuliah dan Layanan Bahasa), Helmi Imaduddin (Teknik Informatika), Reinal Ariyuda (Teknik Informatika), dan Dias Fithri Mahmudah (Sistem Informasi). Selain itu, kegiatan ini juga didukung oleh mahasiswa dari berbagai program studi, antara lain Shandy Yusril Fadlullah dan Yuanda Eka Saputra (Pendidikan Teknik Informatika), Afifah Nur Hidayah (Teknik Informatika), serta Laizza Nata Fatdjaja dan Deva Yohan Pangestu (Sistem Informasi).

Dalam sambutan pembukaannya, Muhammad Syahriandi Adhantoro menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta. Ia juga memberikan pesan inspiratif agar para siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menjadi kreator di masa depan.
“Belajar coding sejak dini bukan hanya tentang membuat program, tetapi melatih cara berpikir logis, kreatif, dan problem solving yang akan sangat bermanfaat di masa depan,” ujarnya.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Kepala Sekolah SD Muhammadiyah PK Baturan, Hervian Prasetyo. Dalam kesempatan tersebut, ia mengungkapkan rasa terima kasih atas keterlibatan sekolahnya dalam kegiatan akademik seperti penelitian dan pengabdian masyarakat. Ia berharap kerja sama serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang guna meningkatkan kualitas pembelajaran siswa.
Dalam pelatihan ini siswa diajak untuk membuat game sederhana berbasis sepak bola menggunakan platform Scratch. Melalui pendekatan ini, siswa diperkenalkan pada konsep dasar pemrograman secara interaktif dan menyenangkan. Metode pembelajaran yang digunakan dirancang untuk mengintegrasikan prinsip deep learning dalam konteks pendidikan dasar, dengan menekankan pada pemahaman konsep, eksplorasi, dan kreativitas.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka tampak aktif mengikuti setiap instruksi dan memperhatikan penjelasan dari narasumber dengan serius. Interaksi yang terbangun antara dosen, mahasiswa, dan siswa menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan.
Salah satu peserta, Daffa Pratama, mengungkapkan kesan positifnya terhadap kegiatan tersebut. “Acaranya seru, semoga ada lagi kegiatan seperti ini supaya kita bisa belajar tidak hanya di sekolah,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh peserta lain, Queen Akeila Akbar, yang merasa nyaman selama mengikuti pelatihan. “Acaranya asik, bapak-ibu dosen dan mahasiswa mengajarinya dengan sabar, jadi kita belajarnya juga enak,” tuturnya.
Kegiatan ini didanai melalui skema P2M (Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah) dari MyBima Direktorat Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Publikasi, dan Sentra KI (DRPPS) UMS. Melalui program ini, diharapkan terjadi sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam membangun kompetensi generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, FKI UMS menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar melalui inovasi pembelajaran berbasis teknologi, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan di masyarakat. (Maysali/Humas)
Pendidikan
muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Buletin Masjid Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali hadir melalui edisi terbarunya di tahun 2026 dengan mengangkat tema “Spiritualitas Akademik: Iman di Tengah Dinamika Kampus.” Edisi ini menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa dan civitas academica untuk menjaga konsistensi nilai-nilai spiritual setelah melewati bulan Ramadan.
Sebagai media literasi masjid kampus, Buletin Masjid UMS tidak hanya berfungsi sebagai sarana informasi, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran dan penguatan nilai. Melalui edisi ini, redaksi mengajak pembaca untuk merefleksikan bagaimana semangat ibadah dan kedekatan spiritual yang terbangun selama Ramadan dapat terus dijaga dalam kehidupan akademik sehari-hari.
Edisi ini menghadirkan berbagai rubrik yang membahas tema dari beragam sudut pandang, di antaranya profil tokoh Muhammadiyah, kajian analitis mengenai integritas akademik, perspektif pakar, serta tulisan reflektif yang dekat dengan kehidupan mahasiswa.
Pemimpin Redaksi Buletin Masjid UMS Alvanindya Nafik Ardani, S.Psi., Psikolog., menyampaikan bahwa tema ini diangkat sebagai pengingat bahwa perjalanan akademik mahasiswa tidak dapat dipisahkan dari dimensi spiritual. “Tantangan kita bukan hanya belajar dan berprestasi, tetapi bagaimana menjadikan ilmu sebagai amanah yang dijalani dengan kejujuran, tanggung jawab, dan kesadaran spiritual,” ungkapnya, Jumat (17/4).
Buletin ini, lanjut Alva, juga menjadi bagian dari upaya Masjid Kampus UMS untuk terus menghadirkan ruang literasi yang relevan dengan kehidupan mahasiswa. Masjid tidak hanya diharapkan menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang dialog gagasan, refleksi, serta penguatan karakter intelektual yang berlandaskan nilai keislaman.
Ke depan, redaksi Buletin Masjid UMS berkomitmen untuk terus menjaga konsistensi penerbitan serta memperluas jangkauan distribusi agar manfaat buletin dapat dirasakan lebih luas oleh jamaah dan civitas academica.
Buletin Masjid UMS edisi Maret 2026 dapat diakses secara digital melalui tautan yang dibagikan pada kanal resmi Masjid UMS. (Nina/Maysali/Humas)