Lantik Pejabat Struktural, Rektor UMS Tegaskan Rotasi Jabatan Momentum Dorong Inovasi

Lantik Pejabat Struktural, Rektor UMS Tegaskan Rotasi Jabatan Momentum Dorong Inovasi

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) dan Surat Tugas kepada sejumlah pejabat struktural baru di lingkungan universitas. Penyerahan yang berlangsung di Ruang Sidang Rektorat, Gedung Induk Siti Walidah UMS pada Senin (20/7/2026) ini dipimpin langsung oleh Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum.

Langkah rotasi dan penugasan ini menegaskan komitmen UMS dalam memperkuat kinerja institusi, mendorong inovasi, serta meningkatkan daya saing perguruan tinggi di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam arahannya, Rektor UMS menegaskan bahwa perpindahan maupun pergantian penugasan jabatan bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bagian dari proses pematangan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan kampus.

“Untuk mengenal pekerjaan di sebuah lembaga itu tidak bisa instan. Semua adalah proses. Pengalaman-pengalaman itulah yang nantinya membentuk kemampuan seseorang dalam memimpin dan mengelola institusi,” ujar Harun, Selasa (21/7/2026).

SK yang diserahkan meliputi pengangkatan dan pemberhentian sejumlah ketua program studi, kepala urusan, hingga pejabat administrasi di berbagai unit kerja. Melalui pergantian kepemimpinan ini, Rektor berharap para pejabat baru dapat membawa semangat baru, inovasi, serta praktik-praktik baik untuk diterapkan di tempat tugas masing-masing.

Harun juga mengingatkan pentingnya pimpinan untuk hadir langsung dan memahami kondisi riil di lapangan. Kedekatan dengan unit kerja dinilai menjadi kunci utama agar pengambilan keputusan dapat berjalan tepat sasaran sesuai kebutuhan organisasi.

Di sisi lain, meski UMS terus mencatatkan capaian positif pada berbagai pemeringkatan nasional dan internasional, pihaknya meminta seluruh civitas academica tidak cepat berpuas diri di tengah persaingan perguruan tinggi yang semakin ketat.

“Alhamdulillah posisi UMS pada berbagai indikator masih sangat baik. Namun ini harus terus kita jaga melalui kerja bersama dan peningkatan kualitas di setiap lini,” kata Rektor.

Selain penguatan budaya kerja dan kolaborasi antar-unit, penataan organisasi serta penyempurnaan sistem layanan yang responsif terus dilakukan. Rektor UMS juga menyoroti pentingnya strategi komunikasi kelembagaan yang efektif guna mempercepat penyebaran capaian universitas sekaligus memperkuat reputasi UMS secara global.

Acara penyerahan SK tersebut turut dihadiri Wakil Rektor I Prof. Ihwan Susila, Ph.D., Wakil Rektor II Prof. Dr. Muhammad Da’i, M.Si., Apt., para kepala biro, dekan, serta pimpinan unit kerja. Seluruh rangkaian kegiatan dipandu oleh Sekretaris Universitas, Andy Dwi Bayu Bawono, Ph.D.

Cegah Kekerasan Seksual, Tim PKM-PM UMS Terapkan Smart Body Care di SLB Negeri Colomadu

Cegah Kekerasan Seksual, Tim PKM-PM UMS Terapkan Smart Body Care di SLB Negeri Colomadu

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA — Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Artemis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menghadirkan inovasi Smart Body Care sebagai model edukasi proteksi diri bagi siswa tunagrahita. Program ini didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) guna memperkuat perlindungan bagi anak berkebutuhan khusus.

Inovasi tersebut dikembangkan oleh Bima Satwika Qiyamulail bersama tim mahasiswa dari Program Studi Ilmu Komunikasi, yaitu Lutfia Zahrotul Solihah, Derlin Ilham Wahyudi, Raffa Putri Maharani, dan Aida Putri Maharani, di bawah bimbingan Siti Azizah Susilawati, S.Si., M.P., Ph.D.

Program Smart Body Care telah diimplementasikan secara bertahap di SLB Negeri Colomadu, Kabupaten Karanganyar, pada 4–12 Mei 2026. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap krusialnya pendidikan perlindungan diri bagi anak berkebutuhan khusus, terutama dalam memahami batasan tubuh, interaksi sosial yang sehat, serta upaya pencegahan kekerasan seksual.

“Melalui Program Smart Body Care, kami menghadirkan solusi yang mengintegrasikan edukasi perlindungan diri dengan teknologi sensorik yang adaptif. Program ini terdiri atas lima kegiatan utama yang saling terintegrasi, yaitu Kenali Tubuhku, Sentuhan Aman, Tutur Santun, Sistem Deteksi Dini, dan Sapa Diri yang bertujuan membentuk lingkungan sekolah yang lebih aman dan ramah bagi siswa tunagrahita,” ujar Ketua Tim PKM-PM Artemis UMS, Bima Satwika Qiyamulail, Selasa (21/7/2026).

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa UMS menggunakan pendekatan visual, simulasi sederhana, serta pendampingan langsung. Siswa diajarkan mengenali batasan tubuh, membedakan sentuhan aman dan tidak aman, berkomunikasi dengan santun, hingga memahami tindakan darurat saat menghadapi situasi membahayakan.

Salah satu keunggulan program ini terletak pada media edukasi berbasis teknologi sensorik pada Sistem Deteksi Dini. Teknologi ini menggunakan indikator warna—hijau untuk kondisi aman, kuning untuk tanda waspada, dan merah untuk kondisi tidak aman—sehingga materi lebih mudah dipahami oleh siswa tunagrahita. Selain itu, lewat program Sapa Diri, para siswa didorong menjadi kader proteksi diri untuk membangun budaya saling menjaga di lingkungan sekolah.

Kepala SLB Negeri Colomadu, Sri Asih Hariani, S.Pd., memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah inovatif tim UMS tersebut.

“Kami menyambut baik program ini karena memberikan edukasi kepada siswa tentang proteksi diri. Kelima program yang ditawarkan sangat komprehensif dalam mencegah potensi kekerasan seksual. Harapannya, upaya ini dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan mendukung perkembangan siswa secara optimal,” ungkap Sri Asih.

Dosen Pendamping, Siti Azizah Susilawati, menambahkan bahwa pendidikan proteksi diri bagi anak berkebutuhan khusus membutuhkan keterlibatan penuh seluruh ekosistem pendidikan. Pihaknya berharap model edukasi Smart Body Care ini nantinya dapat direplikasi di berbagai sekolah inklusif lainnya demi mewujudkan lingkungan belajar yang ramah disabilitas dan bebas kekerasan.

Rakernas MPI PP Muhammadiyah 2026 di UM Purwokerto, Fokus Perkuat Literasi Digital dan Etika AI

Rakernas MPI PP Muhammadiyah 2026 di UM Purwokerto, Fokus Perkuat Literasi Digital dan Etika AI

muhammadiyahkaranganyar.or.id, PURWOKERTO — Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) resmi menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah pada Jumat-Ahad (17-19/7/2026). Forum nasional ini digelar sebagai wahana evaluasi kinerja sekaligus penyusunan program kerja strategis menuju Muktamar Muhammadiyah ke-49 pada tahun 2027 mendatang.

Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran PP Muhammadiyah dan pengurus MPI se-Indonesia secara luring maupun daring ini dibuka secara resmi oleh Ketua PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si. Dalam arahannya, Dadang menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dan penyusunan pedoman etika pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di lingkungan Persyarikatan.

“AI tidak boleh dipandang sebagai ancaman, tetapi harus dimanfaatkan untuk menyebarkan nilai-nilai Islam Berkemajuan, ilmu pengetahuan, dan kemanusiaan. Muhammadiyah harus mampu menghadirkan media yang menjadi rujukan publik,” tegas Prof. Dadang.

Dalam sambutannya mewakili Rektor UMP Prof. Dr. Jebul Suroso yang berhalangan hadir, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerja Sama UMP, Assoc. Prof. Saefurrohman, Ph.D., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan PP Muhammadiyah kepada UMP. Pihaknya menegaskan komitmen berkelanjutan UMP dalam mendukung penguatan literasi dan informasi nasional.

“Insyaallah UMP terus berkomitmen untuk menjadi rumah Persyarikatan. Salah satu wujudnya adalah peluncuran 500 titik baca Perpustakaan Digital UMP di sekolah Muhammadiyah dan PKBM yang sebelumnya diresmikan bersama Perpusnas RI. Program ini targetnya diperluas hingga 10.000 titik baca di berbagai daerah,” ujar Saefurrohman.

Sementara itu, Ketua MPI PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Muchlas, M.T., menjelaskan bahwa Rakernas 2026 ini diisi dengan berbagai agenda pendukung seperti Silaturahmi Pegiat Pustaka Muhammadiyah, Lokakarya Penulisan Sejarah Lokal, dan Akademi Jurnalistik Muhammadiyah.

Selain itu, Prof. Muchlas turut memaparkan capaian penting pembangunan ekosistem digital Muhammadiyah melalui Direktori Organisasi Muhammadiyah (DOM). Pendataan organisasi tingkat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) kini telah mencapai 100 persen, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) 88 persen, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) 31 persen, dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) 17 persen.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Rektor UMP beserta seluruh jajaran atas dukungan yang luar biasa. Persiapan Rakernas berjalan sangat baik. Semoga UMP terus menjadi perguruan tinggi Muhammadiyah yang unggul dan mendunia,” pungkas Prof. Muchlas.

Kemensetneg RI Edukasi Mahasiswa UMP Pentingnya Peran Penerjemah Pemerintah

Kemensetneg RI Edukasi Mahasiswa UMP Pentingnya Peran Penerjemah Pemerintah

muhammadiyahkaranganyar.or.id, PURWOKERTO — Fakultas Ilmu Budaya dan Komunikasi (FIBK) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menggelar Sharing Session bertajuk “Teknik Penerjemahan di Lingkungan Pemerintahan” di Ruang K.VII.8, Gedung AR. Fakhruddin UMP, Kamis (16/7/2026). Sesi edukatif yang menghadirkan langsung tim Penerjemah Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia (Kemensetneg RI) ini digelar untuk mengenalkan profesi penerjemah pemerintah sekaligus membuka wawasan karier mahasiswa Sastra Inggris.

Kegiatan ini menghadirkan Penerjemah Ahli Utama Kemensetneg RI, Troeno Marayoga, S.H., LL.M., beserta jajaran tim penerjemah lainnya, yaitu Anindya Putri Novitasari, S.IP., Estu Widyamurti, S.Hum., M.Si., Galuh Wicaksono Hidayat, S.Hum., dan Bayu Dwi Otista, A.Md.

Dekan FIBK UMP, Dr. Widya Nirmalawati, S.S., M.A., menyampaikan bahwa kehadiran tim Kemensetneg RI menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk memahami alur kerja penerjemahan instansi pemerintah secara langsung. Selain memperkaya wawasan akademik, kegiatan ini memperluas peluang kerja sama kelembagaan.

“Alhamdulillah kami memperoleh wawasan yang luas tentang profesi penerjemahan dan bagaimana proses penerjemahan di Kementerian Sekretariat Negara. Kami juga mendapatkan banyak informasi mengenai peluang magang, kesempatan mengunjungi kementerian, serta peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan ke depannya,” ujar Widya.

Dalam pemaparannya, Troeno Marayoga menjelaskan bahwa profesi penerjemah pemerintah memegang peran strategis dalam menunjang komunikasi resmi negara. Ruang lingkup kerjanya meliputi penerjemahan peraturan perundang-undangan, dokumen resmi negara, pengelolaan situs web resmi, hingga bertugas sebagai interpreter bagi Presiden, menteri, serta pejabat tinggi negara.

Troeno menekankan pentingnya regenerasi dari kalangan akademisi mengingat jumlah penerjemah pemerintah di Indonesia saat ini masih relatif terbatas. Ia juga menggarisbawahi bahwa peran penerjemah pemerintah tidak sepenuhnya bisa digantikan oleh teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) maupun diserahkan kepada penerjemah swasta karena terikat oleh standar kerahasiaan negara.

“Dalam pekerjaan kami sering menangani naskah yang bersifat rahasia sehingga tidak bisa begitu saja diserahkan kepada AI ataupun penerjemah swasta. Karena sifatnya sangat rahasia, dokumen tersebut harus ditangani oleh penerjemah pemerintah yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab khusus,” tegas Troeno.

Melalui penyelenggaraan acara ini, FIBK UMP berharap para mahasiswa memperoleh gambaran nyata mengenai prospek karier kebahasaan di instansi pemerintahan. Kegiatan ini sekaligus diharapkan menjadi pijakan awal bagi UMP dan Kemensetneg RI dalam memperkuat kemitraan di bidang pendidikan, program magang, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.

Dua Dosen UMP Raih Penghargaan Nasional dari PPPAII di Forum AICIRE 2026

Dua Dosen UMP Raih Penghargaan Nasional dari PPPAII di Forum AICIRE 2026

muhammadiyahkaranganyar.or.id, PURWOKERTO — Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali mengukir prestasi di tingkat nasional dan internasional. Dua delegasi Fakultas Agama Islam (FAI) UMP tidak hanya berpartisipasi aktif, tetapi juga berhasil menyabet penghargaan nasional dari Perkumpulan Program Studi Pendidikan Agama Islam Indonesia (PPPAII) dalam ajang Annual International Conference on Islamic Religious Education (AICIRE) 2026.

Konferensi internasional yang mengusung tema “Transforming Islamic Religious Education for National Quality and Global Competitiveness” tersebut diselenggarakan pada 14–16 Juli 2026 di Hotel Grand Tjokro, Bandung, atas kerja sama Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan PPPAII.

Dua akademisi UMP yang diutus dalam forum ilmiah bergengsi ini adalah Assoc. Prof. Dr. Darodjat, M.Ag. (Ketua Prodi Magister PAI) dan Hafidz Cahya Pratama, S.Pd., M.Pd. (Sekretaris Prodi PAI S1). Kehadiran keduanya merupakan komitmen FAI UMP dalam memperkuat jejaring akademik nasional serta mendorong kontribusi dosen pada pengembangan Pendidikan Agama Islam (PAI) yang adaptif terhadap era digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).

Puncak apresiasi diberikan langsung oleh Ketua PPPAII, Prof. Dr. Eva Latipah, S.Ag., S.Psi., M.Si. Assoc. Prof. Dr. Darodjat, M.Ag. dianugerahi penghargaan “Top Lecturer in Outcome-Based PAI Education” atas kontribusinya dalam pengembangan Outcome-Based Education (OBE), penguatan tata kelola prodi, dan inovasi kurikulum PAI.

Sementara itu, Hafidz Cahya Pratama, S.Pd., M.Pd., meraih penghargaan “Top Lecturer in Community-Based PAI Empowerment” atas dedikasinya dalam pemberdayaan masyarakat dan pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi berbasis komunitas.

Ketua Prodi Magister PAI UMP, Assoc. Prof. Dr. Darodjat, M.Ag., menyampaikan bahwa AICIRE merupakan forum akademis vital untuk membangun kolaborasi antarperguruan tinggi.

“Penghargaan yang diterima menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika Fakultas Agama Islam untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan publikasi ilmiah bereputasi internasional,” ujar Darodjat.

Apresiasi tinggi juga datang dari Dekan FAI UMP, Assoc. Prof. Dr. Makhful, M.Ag. Ia menegaskan bahwa capaian ini membuktikan kualitas dan kapasitas dosen FAI UMP dalam menghasilkan inovasi pembelajaran yang berdampak nyata.

“Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa dosen-dosen di Fakultas Agama Islam UMP tidak hanya aktif dalam kegiatan akademik dan penelitian, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi pembelajaran, memperkuat jejaring nasional, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan Pendidikan Agama Islam di Indonesia,” ungkap Makhful.

Partisipasi dan raihan prestasi ini semakin mempertegas posisi UMP sebagai salah satu Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang berkomitmen melahirkan inovasi serta mencetak PAI yang unggul, moderat, dan berdaya saing global di abad ke-21.