Siapkan Lulusan Unggul, Prodi Pendidikan Biologi UMS Rancang Kurikulum 2026

Siapkan Lulusan Unggul, Prodi Pendidikan Biologi UMS Rancang Kurikulum 2026

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) Revitalisasi Kurikulum Pendidikan 2026 di Solia Zigna Hotel, Jumat (31/1).

Kegiatan ini menghadirkan alumni, pengguna lulusan, dosen, serta pengelola program studi sebagai bentuk strategi dalam pengembangan kurikulum.

Focus Group Discussion ini menjadi wadah evaluasi kurikulum yang telah berjalan sekaligus pengembangan kurikulum masa depan agar tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.

Ketua Program Studi Pendidikan Biologi UMS, Dr. Triastuti Rahayu, M.Si., menjelaskan bahwa revitalisasi kurikulum 2026 diarahkan pada penguatan pendidikan biologi berkemajuan dengan mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, kemuhammadiyahan, literasi sains, pemanfaatan teknologi digital, serta keterampilan abad ke-21.

Menurut Triastuti, masukan dari alumni dan pengguna memiliki peran penting karena mereka merasakan langsung relevansi kompetensi lulusan di lapangan. Dari sini kami memperoleh gambaran nyata tentang capaian yang sudah baik sekaligus aspek yang perlu diperkuat.

Dalam forum diskusi, para peserta FGD memberikan apresiasi terhadap kualitas lulusan Pendidikan Biologi UMS yang dinilai adaptif, berkarakter, dan memiliki dasar keilmuan yang kuat. Selain itu, mereka juga menyampaikan sejumlah saran, diataranya penguatan pembelajaran berbasis riset dan proyek, peningkatan kompetensi pedagogik digital, serta penajaman profil lulusan.

Salah satu pengguna lulusan yang menjabat sebagai Kepala Sekolah SMP Negeri di Gantiwarno menyebut bahwa alumni Pendidikan Biologi UMS dinilai memiliki karakter kuat dan kemauan belajar yang tinggi.

“Karakter alumni Pendidikan Biologi UMS sangat bagus, profesional, dan pedagogiknya baik. Mereka juga memiliki kemauan untuk terus belajar dan mengembangkan diri,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Pendidikan Biologi UMS berupaya dalam membangun kurikulum yang dinamis, inklusif, dan responsif terhadap perubahan. Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, pendidikan biologi mampu menjadi pijakan kuat dalam mencetak pendidik biologi yang unggul, berdaya saing, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Indonesia.

Komitmen tersebut sekaligus menegaskan, Prodi Pendidikan Biologi UMS sebagai institusi yang proaktif dan visioner dalam mengembangkan pendidikan biologi yang berkemajuan dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. (Zahra/Humas)

Konflik AS vs Venezuela Memanas, Akademisi UMS Soroti Intervensi Kedaulatan Negara

Konflik AS vs Venezuela Memanas, Akademisi UMS Soroti Intervensi Kedaulatan Negara

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 3 Januari 2026 memicu kontroversi global. Penangkapan tersebut dikaitkan dengan tuduhan narkoterorisme dan menyalahkan Nicolas Maduro atas masuknya ratusan ribu migran Venezuela ke Amerika Serikat.

Dosen Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Arief Isdiman Saleh, S.I.P., M.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan berakar pada sejarah panjang geopolitik Amerika Latin. Ia menyinggung Doctrine Monroe sebagai fondasi awal dominasi Amerika Serikat di kawasan tersebut.

“Sejak awal, Doctrine Monroe menegaskan bahwa kawasan Amerika Latin berada di bawah pengaruh Amerika Serikat dan tidak boleh diganggu kekuatan lain,” jelas Arief, Senin, (2/1).

Dosen Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Arief Isdiman Saleh, S.I.P., M.Si., Ph.D.
Dosen Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Arief Isdiman Saleh, S.I.P., M.Si., Ph.D.

Menurutnya, doktrin tersebut mengalami perluasan makna seiring perkembangan politik global. Setelah Perang Dunia II dan berakhirnya Perang Dingin, Amerika Serikat memandang kehadiran kekuatan baru sebagai ancaman langsung.

“Kekuatan apa pun yang kira-kira mengancam Amerika tidak boleh beroperasi di wilayah benua Amerika, baik di Amerika Tengah maupun Amerika Selatan,” tegasnya.

Arief menilai hubungan strategis Venezuela dengan Rusia, Iran, dan Cina menjadi salah satu pemicu utama konflik. Ia juga menyoroti kerja sama ekonomi Venezuela dengan Cina, termasuk penjualan minyak tanpa menggunakan dolar Amerika.

“Dengan alasan itulah Venezuela ditekan, bahkan diancam akan diinvasi, untuk menghentikan kerja sama ekonominya dengan negara-negara rival Amerika,” ujarnya.

Selain faktor geopolitik, Arief menekankan adanya motif ekonomi yang kuat, khususnya terkait penguasaan sumber daya minyak. Ia mengungkapkan bahwa nasionalisasi perusahaan minyak asing sejak era Hugo Chavez menjadi sumber ketegangan berkepanjangan.

“Amerika seperti memiliki dendam lama, karena sejak tahun 1970-an hingga era Hugo Chavez, Venezuela menasionalisasi besar-besaran perusahaan minyak asing,” kata Arief.

Dalam perspektif hukum internasional, Arief menegaskan bahwa penangkapan Presiden Venezuela merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara. Ia merujuk pada Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menjunjung tinggi prinsip nonintervensi.

“Ini jelas melanggar kedaulatan dan mengangkangi hukum internasional, apalagi yang ditangkap adalah kepala negara yang memiliki kekebalan diplomatik,” tegasnya.

Arief juga membandingkan kasus Venezuela dengan intervensi Amerika Serikat di Irak dan Libya yang berujung pada instabilitas politik berkepanjangan.

“Setelah invasi, negara-negara itu tidak menjadi stabil, justru mengalami perang saudara, sementara sumber daya alamnya dieksploitasi oleh pihak asing,” ujarnya.

Terkait respons PBB, Arief menilai organisasi itu cenderung tidak berdaya menghadapi negara adidaya. Mekanisme Dewan Keamanan dinilai tidak efektif akibat hak veto negara anggota tetap.

“Selama Amerika menjadi anggota tetap Dewan Keamanan, sangat sulit berharap ada sanksi yang benar-benar tegas,” katanya.

Ia juga menyinggung sikap Indonesia yang telah mengecam tindakan tersebut, meski dinilai masih perlu ketegasan lebih. Arief menekankan pentingnya solidaritas internasional dalam menjaga prinsip kedaulatan.

“Hukum internasional sekarang ini terlihat tumpul ketika berhadapan dengan kepentingan negara-negara besar,” ungkapnya.

Arief menegaskan perlunya reformasi kelembagaan PBB, khususnya Dewan Keamanan. Ia menilai struktur saat ini tidak lagi merepresentasikan keadilan global.

“Dunia ini lebih besar dari lima negara, dan PBB seharusnya mewakili seluruh kawasan secara setara,” pungkasnya.

Pemerintah Indonesia dinilai telah berada pada jalur yang tepat dengan mengecam penangkapan Presiden Venezuela, meski masih perlu ketegasan dalam menyebut pihak yang bertanggung jawab. Arief Isdiman Saleh menilai sikap tersebut menunjukkan kehati-hatian diplomatik, namun tetap menyisakan kritik. (Adi/Humas)

Penyakit Jantung dan Kanker Masih Jadi Penyebab Kematian Tertinggi di 2026, Gaya Hidup Jadi Pemicu Utama

Penyakit Jantung dan Kanker Masih Jadi Penyebab Kematian Tertinggi di 2026, Gaya Hidup Jadi Pemicu Utama

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Penyakit jantung dan kanker masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia maupun di Indonesia. Secara global, penyakit ini dikenal sebagai cardiovascular disease (CVD), yakni gangguan fungsi maupun struktur jantung dan pembuluh darah. Penyakit tersebut tidak hanya mencakup penyakit jantung koroner akibat penyempitan pembuluh darah, tetapi juga penyakit jantung bawaan atau kongenital, kelainan katup, serta penyakit pembuluh darah seperti stroke, dislipidemia, dan hipertensi.

Guru Besar Prodi Ilmu Gizi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Prof. Dr. Mutalazimah, S.KM., M.Kes., Dietisien., menyebutkan bahwa di Indonesia, Kementerian Kesehatan RI membatasi kategori penyakit jantung pada tiga kondisi utama, yaitu penyempitan pembuluh darah, kelainan struktur, dan kelainan irama jantung. Dalam kaitannya dengan gaya hidup, fokus utama diarahkan pada penyakit jantung koroner yang berhubungan erat dengan penyempitan pembuluh darah koroner. Penyakit jantung ini harus ditegakkan oleh dokter melalui berbagai pemeriksaan sesuai jenis penyakitnya, seperti EKG, ekokardiografi, biomarker tertentu dan pemeriksaan relevan lainnya.

Data periode 2021–2022 tercatat sekitar 600 juta kasus atau sekitar tujuh kasus per 1.000 penduduk dunia. Sementara itu, di Indonesia berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, prevalensi penyakit jantung mencapai 15 per 1.000 penduduk dan menurun menjadi 8,5 per 1.000 penduduk pada Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Meskipun tampak ada penurunan, namun dengan catatan data tersebut didapat dari survei dari fasilitas kesehatan bukan berbasis riset pada populasi (jadi sangat mungkin angka sebenarnya lebih tinggi). Hal yang menarik dan perlu mendapat perhatian adalah bahwa ada pergeseran rata-rata umur penderita ke arah umur yang lebih muda yakni dari 48,5 tahun (2013) menjadi 43,2 tahun (2023).

Prof. Dr. Mutalazimah, S.KM., M.Kes., Dietisien., guru besar UMS
Prof. Dr. Mutalazimah, S.KM., M.Kes., Dietisien., guru besar UMS

Dari sisi angka kematian, penyakit tidak menular masih didominasi oleh penyakit jantung dan kanker. Pada level global, penyakit jantung menyumbang sekitar 35 persen kematian, disusul kanker sebesar 21 persen. Di Indonesia, penyakit jantung berkontribusi sekitar 34 persen dari total kematian, sementara kanker sekitar enam persen.

“Jadi sedemikian besar tingkat keseriusannya. Lalu kenapa masih belum disadari? Ini kembali ke faktor risiko atau etiologi, yaitu penyebabnya. Data di tingkat global, penyebab nomor satu adalah diet yang tidak sehat, kemudian hipertensi, lalu obesitas. Di Indonesia sendiri, faktor utamanya adalah hipertensi, kurangnya aktivitas fisik, dan obesitas,” jelas Mutalazimah, (2/2).

Faktor-faktor tersebut, menurutnya erat kaitannya dengan gaya hidup, yang sebenarnya dapat dicegah sejak dini melalui perubahan pola hidup, meskipun penerapannya masih menghadapi berbagai tantangan di masyarakat.

“Kekurangannya adalah masyarakat kita pada penerapan praktiknya masih menghadapi tantangan untuk benar-benar memperbaiki pola hidup yang menjadi penyebab tersebut, meskipun upaya promotif dan preventif sudah banyak dilakukan,” tambahnya.

Pola makan menjadi salah satu faktor utama yang berperan dalam penyakit jantung. Berbagai data di tingkat global, diet tinggi lemak jenuh menjadi perhatian utama. Lemak jenuh, yakni lemak yang tidak memiliki ikatan rangkap antar atom karbon, seperti yang terdapat pada daging berlemak. Selain lemak jenuh, juga lemak trans buatan (hasil hidrogenasi parsial), seperti margarin padat dan minyak goreng yang digunakan berulang kali, dapat meningkatkan kadar LDL (Low Density Lipoprotein) dalam darah. LDL yang tinggi dapat menurunkan fungsi endotel (menghasilkan nitric oxide yang mengatur pelebaran pembuluh darah). Disfungsi endotel memudahkan pembentukan plak aterosklerosis dari LDL yang dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh koroner pada jantung.

Sementara itu, kanker juga sangat berkaitan dengan gaya hidup, seperti paparan bahan kimia karsinogenik, radiasi, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, dan obesitas. Faktor genetik dan virus turut berperan, tetapi sebagian besar kasus kanker dipicu oleh pola hidup. Di Indonesia, tiga jenis kanker terbanyak adalah kanker payudara, kanker paru, dan kanker serviks. Data terbaru menunjukkan sekitar 400 ribu kasus baru kanker setiap tahun dengan angka kematian mencapai 250 ribu orang.

Kebiasaan mengonsumsi junk food atau fast food juga meningkatkan risiko penyakit jantung dan kanker. Makanan tersebut umumnya rendah serat, tinggi lemak jenuh, tinggi natrium, serta gula berlebih. Sebaliknya, biji-bijian dan kacang-kacangan dianjurkan karena merupakan sumber protein nabati rendah lemak jenuh, kaya magnesium, serta berperan menurunkan LDL yang menjadi indikator pembentukan plak pada pembuluh darah. Selain itu juga dianjurkan konsumsi protein hewani dengan lemak tak jenuh seperti ikan, serta konsumsi prebiotik (sayur dan buah) juga probiotik untuk menjaga microbiota baik dalam saluran pencernaan.

Pada kanker, faktor karsinogenik seperti bahan kimia berlebihan, pengawet, dan pangan olahan dengan ultra-processed food (UPF) dapat memicu terjadinya mutasi DNA, mutasi gen, yang menyebabkan pertumbuhan sel abnormal, tidak terkontrol, dan berpotensi bermetastasis ke organ lain.

“Untuk mencegah penyakit jantung dan kanker, banyak orang melakukan diet. Namun yang sering keliru adalah anggapan bahwa semua diet itu sehat. Pola makan yang sehat itu yang disesuaikan dengan kebutuhan, bergizi seimbang, memenuhi syarat hygiene dan sanitasi serta cara pengolahan yang sehat seperti dikukus/direbus. Dalam konteks promotif dan preventif, kebutuhan gizi untuk kelompok umur dapat dilihat pada standar Angka Kecukupan Gizi (AKG), sementara dalam konteks kuratif dan rehabilitatif, kebutuhan gizi disesuaikan dengan kebutuhan gizi individu sesuai hasil pengkajian dan diagnosis gizi. Selain itu perlu disadari, penyembuhan penyakit bersifat multidisiplin. Pola makan adalah salah satu penunjang penting, yang bila dikolaborasikan dengan pilar pengobatan lainnya akan sangat optimal hasilnya,” jelas Mutalazimah.

Guru Besar Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) menyebut, upaya pencegahan juga perlu dibarengi dengan deteksi dini. Strategi kesehatan mencakup langkah promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Edukasi dan skrining menjadi langkah awal yang penting sebelum masuk ke tahap pengobatan. Saat ini, edukasi kesehatan semakin mudah diakses, sementara skrining sangat bergantung pada kesadaran individu. Selain itu, besar harapan kepada seluruh stakeholder terkait dapat meningkatkan fasilitas skrining khususnya di fasilitas kesehatan tingkat satu, untuk mengoptimalkan pencegahan tingkat morbiditas dan mortalitas karena penyakit jantung dan kanker.

Sebagai contoh, kanker payudara sebagai kanker terbanyak di Indonesia dapat dideteksi lebih awal melalui pemeriksaan mammografi (interpretasi kriteria BIRADS) dan USG payudara. Kanker serviks juga memiliki metode skrining, seperti pap smear yang di UMS telah difasilitasi rutin setiap tahun. Jika terdeteksi sejak awal, maka 80-90 persen kanker dapat disembuhkan. Untuk penyakit jantung koroner, pemeriksaan profil lipid meliputi LDL, HDL, kolesterol total, dan trigliserida menjadi langkah deteksi dini yang penting.

Langkah konkret menjaga kesehatan jantung meliputi penerapan pola makan gizi seimbang sesuai kebutuhan, aktivitas fisik teratur, serta pola tidur yang cukup. Tidur kurang dari enam jam per hari dapat meningkatkan aktivitas saraf simpatis, memicu inflamasi, mengganggu fungsi endotel, sehingga pembuluh darah berisiko mengalami penyempitan yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner. Pada kanker, kurang tidur dapat menurunkan hormon melatonin, sehingga fungsi sebagai antioksidan yang berperan dalam pengendalian pertumbuhan sel abnormal juga menurun, dan meningkatkan risiko timbulnya kanker.

Mutalazimah menganjurkan, bagi masyarakat awam, kebutuhan gizi pada tingkat populasi dapat mengacu pada AKG dari Kemenkes tahun 2019 yang masih relevan digunakan. AKG ini mempertimbangkan kelompok usia, berat badan, tinggi badan, serta kebutuhan energi dan zat gizi makro maupun mikro yang sudah ditentukan. Untuk kebutuhan individu, khususnya bagi pasien penyakit tertentu, perhitungan gizi dilakukan lebih spesifik oleh seorang Dietisien seperti berdasarkan umur, indeks massa tubuh, berat badan ideal, aktivitas, dan kondisi fisiologis lainnya, sehingga kebutuhan energi, protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral dapat diberikan dengan tepat untuk mempercepat penyembuhan penyakit. (Maysali/Humas)

Cara Muhammadiyah Jaga Moderasi Beragama di Tengah Arus Digitalisasi Lewat Wawasan Wasathiyah

Cara Muhammadiyah Jaga Moderasi Beragama di Tengah Arus Digitalisasi Lewat Wawasan Wasathiyah

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Pondok Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Studium General Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 dengan menyoroti tantangan besar umat Islam di era disrupsi. Acara bertema “Wawasan Wasathiyah dan Ijtihad Maqasidi dalam Manhaj Tarjih” ini berlangsung di Gedung Pascasarjana Lantai 5 UMS, Ahad (1/2/2026).

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hamim Ilyas hadir sebagai pembicara utama. Dalam paparannya, Hamim menegaskan bahwa problem fundamental yang dihadapi umat saat ini adalah ketidaksiapan melakukan transformasi dari masyarakat pra-modern menuju masyarakat modern yang berbasis teknologi.

“Kita hidup di zaman modern, tetapi realitas sosial umat Islam masih banyak yang pra-modern. Inilah problem utama yang harus disadari dan dijawab bersama,” ujar Hamim di hadapan ratusan mahasantri.

Hamim menjelaskan bahwa Al-Qur’an dalam Surah Al-Anfal ayat 65-66 sejatinya menggambarkan umat Islam sebagai sosok yang kuat dan unggul. Namun, kenyataan di lapangan justru menunjukkan kesenjangan lebar. Menurutnya, masyarakat modern ditandai dengan penguasaan produksi berbasis industri, informasi, hingga kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).

Sayangnya, Hamim melihat banyak umat Islam yang masih terjebak pada pola agraris tradisional yang hanya mengandalkan tenaga fisik manusia atau hewan. Kondisi ini menempatkan umat pada posisi terbawah dalam rantai produksi global.

“Akibatnya, hampir seluruh aspek kehidupan kita bergantung pada produk industri pihak luar. Kita menjadi konsumen, bukan produsen,” tegas Hamim menyayangkan ketergantungan tersebut.

Kendati mendorong modernitas, Hamim mengingatkan bahwa menjadi modern tidak berarti menanggalkan nilai-nilai religius. Dalam perspektif Muhammadiyah, kemajuan harus berdiri di atas fondasi keimanan yang kokoh. Hal ini tertuang dalam Manhaj Tarjih yang mengedepankan semangat tajdid atau pembaruan.

Dalam metodologinya, Muhammadiyah menggunakan pendekatan Bayani, Burhani, dan Irfani. Integrasi ketiga pendekatan ini menghasilkan pemahaman Islam yang moderat (wasathiyah), rasional, namun tetap memiliki kedalaman spiritual. Hamim menambahkan bahwa Islam harus berfungsi sebagai sarana menghadirkan kemaslahatan nyata di dunia dan akhirat.

Ia menutup sesi dengan menekankan bahwa visi hidup Islami adalah mencapai kesejahteraan, kedamaian, dan kebahagiaan yang hakiki. Melalui forum ini, Pondok Shabran UMS berharap para mahasantri memiliki kesiapan intelektual untuk merespons tantangan zaman secara inklusif dan substantif.

Gali Potensi Dunia Teknik, 100 Siswa SMK Nusawungu Cilacap Sambangi Kampus UMS

Gali Potensi Dunia Teknik, 100 Siswa SMK Nusawungu Cilacap Sambangi Kampus UMS

muhammadiyahkaranganyar.or.id, SURAKARTA – Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerima kunjungan edukatif dari SMK Negeri Nusawungu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada Rabu (28/1). Sebanyak 100 siswa kelas 11 didampingi guru pendamping hadir untuk mengeksplorasi dunia perkuliahan serta memahami peluang karier di bidang teknik.

Rombongan tersebut disambut hangat oleh jajaran pimpinan fakultas dan tim Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UMS. Wakil Dekan I FT UMS, Dr. Ir. Nur Aklis, S.T., M.Eng., menyampaikan apresiasi atas antusiasme para siswa yang ingin mengenal lebih dekat lingkungan akademik di Surakarta.

Dalam sambutannya, Aklis berharap kunjungan ini dapat memberikan perspektif baru bagi para siswa mengenai dunia pendidikan tinggi. Menurutnya, transisi dari sekolah menengah ke universitas memerlukan persiapan matang, terutama dalam memilih program studi yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.

“Kami berharap melalui kunjungan ini, siswa mendapatkan sudut pandang nyata tentang bagaimana dunia perkuliahan teknik beroperasi,” ujar Aklis.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa dibagi menjadi dua kelompok untuk memastikan proses belajar berjalan efektif. Mereka mendapatkan paparan materi di dalam kelas sekaligus melakukan tur fasilitas ke berbagai laboratorium unggulan yang dimiliki Fakultas Teknik UMS.

Materi profil program studi disampaikan langsung oleh para Ketua Program Studi (Kaprodi), meliputi Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Industri, dan Arsitektur. Selain itu, tim PMB UMS memberikan penjelasan mendalam mengenai jalur pendaftaran dan beasiswa yang tersedia.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMK Nusawungu, Haryanto menjelaskan bahwa tujuan utama studi kampus ini adalah memperkenalkan ekosistem pendidikan tinggi kepada siswa. Ia ingin agar siswa didiknya memiliki gambaran mengenai prospek lulusan teknik yang sangat luas di dunia kerja.

“Kami ingin memperkenalkan dunia kampus secara langsung, terutama program studi di Fakultas Teknik UMS dan bagaimana prospek lulusannya nanti,” ungkap Haryanto.

Suasana di area laboratorium tampak hidup dan dinamis. Berbeda dengan kunjungan biasa, para siswa SMK Nusawungu tidak hanya sekadar mengamati mesin-mesin statis. Didampingi asisten laboratorium, mereka diberi kesempatan untuk mencoba mengoperasikan beberapa peralatan teknis secara langsung.

Interaksi aktif ini diharapkan dapat memicu minat siswa untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan melihat langsung fasilitas penelitian dan praktik, siswa dapat membayangkan implementasi teori yang mereka pelajari di sekolah dalam skala yang lebih profesional.

Melalui sinergi antara sekolah menengah dan perguruan tinggi, UMS berkomitmen untuk terus membuka pintu bagi generasi muda dalam mengembangkan potensi diri di bidang teknologi dan infrastruktur.