Materi Khutbah Jum’at Majelis Tabligh dan Dakwah Komunitas PDM Karanganyar Edisi 057/MTDK PDM Karanganyar/2026 Jum’at, 30 Januari 2026 M/ 11 Sya’ban 1447 H Judul: Bulan Sya’ban: Menjaga Lingkungan Bagian dari Taqwa Oleh : Ust. Nur Wijayanto, S.Pd., M.Pd.
muhammadiyahkaranganyar.or.id, KARANGANYAR – Konsistensi dalam membekali kader dengan wawasan ideologi mendalam terus dilakukan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebakkramat. Hal ini dibuktikan dengan kembali digelarnya Kajian Ideopolitor (Ideologi, Politik, dan Organisasi) Seri ke-7 yang berlangsung di Gedung Muhammadiyah Training Centre (MTC), Sapen, Kebakkramat, pada Selasa malam (27/1/2026).
Memasuki seri ketujuh ini, fokus utama bahasan menyasar pada tema fundamental bagi arah gerak warga persyarikatan, yakni “6 Identitas Masyarakat Islam.” Materi strategis tersebut dipaparkan secara lugas oleh Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar, Teguh Anshori. Dalam paparannya, Teguh menyoroti bagaimana karakter masyarakat Islam yang sebenar-benarnya harus menjadi cermin bagi setiap pimpinan maupun warga Muhammadiyah dalam berorganisasi dan bermasyarakat.
Ketua PCM Kebakkramat, Paryono, menjelaskan bahwa serial Kajian Ideopolitor ini sengaja dirancang secara berkelanjutan dan sistematis. Hal ini dilakukan agar pemahaman kader terhadap nilai-nilai persyarikatan tidak setengah-setengah, terutama di tengah dinamika zaman yang semakin kompleks. Ia menilai penguatan akar ideologi adalah fondasi utama sebelum seorang kader terjun ke ranah politik maupun sosial.
“Kajian Ideopolitor Seri ke-7 ini merupakan kelanjutan dari komitmen kita untuk mencetak pimpinan yang melek politik namun tetap kokoh secara ideologi. Dengan memahami enam identitas masyarakat Islam, kita ingin memastikan bahwa setiap gerak langkah organisasi selalu selaras dengan prinsip-prinsip Islam yang berkemajuan,” tegas Paryono saat memberikan sambutan di hadapan para peserta.
Paryono juga menambahkan bahwa pemahaman yang mendalam mengenai identitas Islam akan membuat organisasi lebih solid dan mandiri. Menurutnya, kader yang paham identitas tidak akan mudah terombang-ambing oleh kepentingan sesaat yang dapat merugikan visi besar Muhammadiyah.
Agenda yang berlangsung khidmat mulai pukul 20.00 WIB ini dihadiri oleh jajaran pimpinan kunci di wilayah Kebakkramat. Peserta terdiri dari Pleno PCM Kebakkramat, pimpinan inti (Ketua, Sekretaris, Bendahara) dari Unsur Pembantu Pimpinan (UPP) serta Organisasi Otonom (Ortom).
Selain itu, hadir pula perwakilan dari Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) se-Kebakkramat, hingga jajaran Kepala Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) serta Amal Usaha Aisyiyah (AUA). Kehadiran para pimpinan lintas tingkatan ini menunjukkan adanya semangat kolektif untuk memperkuat sinergi organisasi.
Kajian Seri ke-7 ini tidak hanya menjadi ajang transfer ilmu pengetahuan (tajdid), tetapi juga menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk memastikan seluruh program kerja berjalan di atas rel ideologi yang tepat. Dengan berakhirnya seri ketujuh ini, PCM Kebakkramat berharap para kader semakin siap menghadapi berbagai tantangan dengan identitas Islam yang kuat, mandiri, dan mencerahkan semesta. (Agus S)
muhammadiyahkaranganyar.or.id,KARANGANYAR – Memasuki pengujung bulan menuju Ramadan 1447 H, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kerjo mengintensifkan pembekalan spiritual bagi warganya melalui syiar agama yang menyentuh akar rumput. Salah satu langkah nyatanya adalah penyelenggaraan Pengajian Kamara (Kajian Malam Rabu) yang berlangsung penuh khidmat di Masjid Jami Alwalidah Sa’adah Botok, Selasa malam (27/1/2026).
Kegiatan ini menjadi istimewa karena melibatkan kolaborasi lintas elemen, mulai dari Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Botok hingga para mahasiswa yang sedang menempuh Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN Dik) dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Sinergi ini menunjukkan bahwa semangat dakwah Muhammadiyah di wilayah Kerjo tetap solid dan mampu merangkul generasi muda intelektual.
Menghadirkan narasumber Sutarno, pengajian malam itu mengangkat tema “Berlomba-lomba dalam Kebaikan” atau Fastabiqul Khairat. Dalam paparannya, Sutarno menekankan bahwa momentum sebelum masuknya bulan suci adalah waktu terbaik untuk melakukan audit spiritual. Ia mengajak para jamaah untuk tidak hanya menunggu datangnya Ramadan, tetapi menjemputnya dengan persiapan diri yang matang, baik secara fisik maupun batin.
Sutarno menjelaskan bahwa esensi dari berlomba dalam kebaikan bukan hanya tentang memperbanyak ibadah ritual secara personal. Lebih dari itu, ia mendorong warga Muhammadiyah di Kerjo untuk memperkuat aspek kepedulian sosial sebagai manifestasi dari iman. Menurutnya, kesalehan individu harus berbanding lurus dengan kesalehan sosial agar keberadaan persyarikatan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.
“Ramadan adalah medan laga bagi setiap muslim untuk membuktikan kualitas takwanya. Jangan sampai kita memasuki bulan yang mulia ini tanpa bekal yang cukup. Jadikan sisa waktu yang ada untuk meningkatkan amal ibadah dan mempererat tali persaudaraan,” tegas Sutarno dalam pesan dakwahnya di hadapan ratusan jamaah.
Ia juga menambahkan secara tidak langsung bahwa persiapan spiritual yang kuat akan menghindarkan seseorang dari sifat malas saat menjalankan ibadah puasa nantinya. Dengan hati yang bersih dan semangat untuk berbagi, setiap amalan akan terasa lebih ringan dan bermakna.
Kehadiran mahasiswa KKN Dik UMS juga memberikan warna tersendiri dalam pengajian tersebut. Partisipasi aktif mereka dalam kepanitiaan dan pelaksanaan kegiatan mendapat apresiasi positif dari para sesepuh Muhammadiyah di Ranting Botok. Hal ini membuktikan bahwa penguatan iman dan kebersamaan umat dapat dijalin melalui kerja sama yang harmonis antara praktisi pendidikan, aktivis organisasi, dan jamaah masjid.
Hingga acara berakhir pada pukul 21.30 WIB, antusiasme warga tetap tinggi. Pengajian Kamara ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh warga Muhammadiyah di Cabang Kerjo untuk menyambut Ramadan dengan penuh sukacita dan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari tahun sebelumnya.
muhammadiyahkaranganyar.or.id, KERJO – Menghadapi tantangan zaman yang semakin dinamis, Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Al Ikhlas Botok mulai bergerak melakukan jemput bola untuk menjaring calon generasi penghafal Al-Qur’an yang unggul. Pada Senin (27/1/2026), tim sosialisasi dari Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bawah naungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kerjo ini menyambangi sejumlah sekolah dasar di wilayah Kecamatan Kerjo, Karanganyar.
Tim yang terdiri dari Karman, Resdhy Prasaja, Badriyah, dan Siti Khotijah tersebut melakukan kunjungan maraton ke beberapa instansi pendidikan. Lokasi yang menjadi sasaran sosialisasi antara lain MIM Bloran, SDN 1 Gempolan, SDN 2 Gempolan, serta SDN 1 Karangrejo. Langkah ini dilakukan untuk memberikan gambaran komprehensif kepada para siswa kelas akhir mengenai pentingnya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang mengintegrasikan spiritualitas dan intelektualitas.
Dalam paparannya, tim menekankan bahwa pendidikan berlandaskan Al-Qur’an kini menjadi kebutuhan mendasar agar anak memiliki fondasi karakter yang kuat. Namun, PPTQ Al Ikhlas Botok tidak hanya fokus pada aspek keagamaan semata, melainkan juga membekali santri agar memiliki daya saing tinggi secara global. Pendidikan di pondok dinilai menjadi solusi terbaik bagi orang tua yang menginginkan pengawasan lingkungan yang terjaga selama 24 jam.
Sistem pendidikan yang diterapkan di PPTQ Al Ikhlas Botok mengacu pada kurikulum nasional, baik dari Kemendikbudristek maupun Kemenag. Hal ini dimungkinkan karena seluruh santri secara resmi tercatat sebagai siswa di SMP Muhammadiyah 5 Kerjo atau MTs Muhammadiyah 3 Kerjo. Dengan skema ini, santri tidak perlu khawatir tertinggal dalam aspek akademik formal sambil tetap fokus mengejar target hafalan Al-Qur’an.
Ketua tim sosialisasi, Karman, mengungkapkan keprihatinannya terhadap fenomena kebebasan di era digital yang jika tidak diarahkan dapat berdampak buruk bagi tumbuh kembang anak. Ia menyebut bahwa tantangan generasi saat ini sangat berat karena paparan arus informasi global yang tidak terbatas.
“Pendidikan kepondokan sangat penting di tengah tantangan generasi yang semakin banyak godaan kebebasan dan dampak global yang kurang baik. Untuk itu, kami mengajak anak-anak agar memilih pondok sebagai alternatif utama dalam menempuh pendidikan,” ujar Karman saat memberikan motivasi kepada para siswa.
Selain mengedepankan kualitas pendidikan, Karman juga menegaskan bahwa PPTQ Al Ikhlas Botok memiliki misi sosial yang kuat. Lembaga ini menyatakan kesiapannya untuk merangkul dan menampung anak-anak dari keluarga tidak mampu serta anak yatim yang memiliki keinginan kuat untuk belajar dan menghafal Al-Qur’an.
Bagi masyarakat yang berminat, pondok yang berlokasi di Botok RT 03/RW 01, Kerjo (tepat di belakang SPBU Botok) ini telah membuka layanan informasi. Calon wali santri dapat menghubungi Siti di nomor 0822-2032-2540, Hanan di 0812-3841-9103, atau Faris di 0853-3576-4754 untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut mengenai prosedur pendaftaran.
muhammadiyahkaranganyar.or.id, Jatipuro – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jatipuro mengadakan acara silaturahim dan turba (turun ke bawah) di Masjid Syaikh Muhammad Ali, Dusun Garut, Desa Jatisuko, pada Selasa malam (27/1/2026). Acara yang dimulai pukul 19:45 WIB ini dihadiri oleh pimpinan cabang beserta pleno, jama’ah PRM Masjid Syaikh Muhammad Ali, dan Kepala Desa Jatisuko.
Acara ini bertujuan untuk mengisi Bulan Sya’ban 1447 H dengan amal ibadah dan mempersiapkan diri menyambut Bulan Ramadan. Ustadz Suyadi, (tautan tidak tersedia), memberikan tauziah dengan tema “Mengisi Bulan Sya’ban dengan Amal Ibadah untuk Menyambut Bulan Ramadan”.
Dalam tauziahnya, Ustadz Suyadi menjelaskan bahwa Bulan Sya’ban adalah bulan yang dianjurkan untuk meningkatkan amal ibadah dan memperbanyak puasa sunnah. Beliau mengutip firman Allah SWT dalam Al-Quran, “Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan dari petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah: 185).
Ustadz Suyadi, S.Ag juga mengingatkan bahwa Rasulullah SAW sangat mengutamakan puasa sunnah di Bulan Sya’ban. Dari Aisyah RA, beliau berkata, “Rasulullah SAW tidak pernah berpuasa sunnah lebih banyak daripada di Bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Beliau juga menekankan pentingnya mempersiapkan diri untuk menyambut Bulan Ramadan dengan meningkatkan amal ibadah, seperti puasa sunnah, membaca Al-Quran, dan memperbanyak doa. “Ya Allah, berkahilah kami di Bulan Sya’ban dan Ramadan, dan tolonglah kami untuk berpuasa dan shalat malam.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).
Dalam sambutannya, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Jatipuro, Drs. H. Hartanto, menyampaikan pentingnya menguatkan dakwah di bulan Ramadan. Beliau juga memaparkan rencana untuk membuat jadwal dan persiapan Tarling (turun ke lapangan) atau turba ke Pimpinan Ranting Muhammadiyah di wilayah PCM Jatipuro.
“Mengisi bulan Ramadan dengan amal ibadah dan dakwah yang lebih baik adalah tujuan kita semua. Kami berharap dengan acara ini, kita dapat memperkuat ukhuwah dan meningkatkan kualitas ibadah kita,” ujar Drs. H. Hartanto.
Acara yang berlangsung hingga pukul 21:00 WIB ini diakhiri dengan doa bersama dan penyerahan kenang-kenangan kepada jama’ah PRM Masjid Syaikh Muhammad Ali.
Dengan adanya acara ini, diharapkan dapat meningkatkan semangat dan kualitas dakwah di wilayah PCM Jatipuro, serta memperkuat hubungan antara pimpinan cabang, jama’ah, dan masyarakat.